
Cakra pergi tapi hati nya berat karna ego nya terlalu besar jadi dia pergi ke Apartemen Jeky meluapkan kemarahan nya dengan meminum minuman alkohol
"Tuan lagi bertengkar sama nona Alya?"ucap Jeky berusaha mencari tau
"Iya aku ngak ngerti Jeky dengan hati ku saat bersama nya aku bahagia nyaman dan saat dia dekat dengan lelaki lain aku marah bahkan aku takut kehilangan nya!"ucap Cakra menegakkan minuman nya
"Tuan itu tidak menyadari perasaan tuan sendiri saya yakin nona Alya mencintai tuan bahkan sangat besar"ucap Jeky
"Tau dari mana?"ucap Cakra berhenti minum
"Saya bisa melihat cinta nona Alya yg teramat besar pada tuan saat nona Alya menatap tuan dengan penuh cinta tuan pun begitu tapi ego tuan yg terlalu besar nona Alya sangat mencintai tuan bahkan mungkin tulus"ucap Jeky
"Nona Alya berbeda tuan dan tuan beruntung memiliki nya saat saya melihat tuan tak terima dengan kematian nona Alya saya yakin tuan juga mencintai nona Alya kembali la tuan sebelum nona Alya pergi kalian saling mencintai"ucap Jeky
"Tapi aku menyuruh nya pergi Jeky "ucap Cakra
"Maka kembali la tuan"ucap Jeky
"Aku menyakiti nya dengan mengatakan tidak mencintai nya tapi aku takut kehilangan nya"ucap Cakra merasa frustasi tiba tiba Cakra teringat kata kata Alya untuk memahami hati nya Cakra merenungi semua perkataan Alya
"Apa benar aku mencintai nya Jeky?"ucap Cakra
"Iya tuan kembali la saya yakin nona Alya akan senang dan menunggu tuan!"ucap Jeky.Cakra bergegas karna hampir seharian Cakra tidak pulang saat pulang Cakra merasa ada yg aneh di rumah nya
"Apa Alya ngak keluar rumah atau dia pergi dengan marah hingga pintu nya ngak di tutup atau aku yg lupa tutup pintunya?"gumam Cakra dan merasa khawatir apa lagi melihat rumahnya berantakan
"Alya "teriak Cakra mencari Alya ke kamar dan dimana mana namun tak ada Alya
"Alya"teriak Cakra keras dan terakhir memeriksa lemari nya namun baju Alya masih utuh
"Alya pasti di rumah ayah sama bunda"ucap Cakra lalu pergi ke rumah orang tua Alya
Ting nung ting nung
Cklek
"Cakra tumben ke sini ngak ngabarin Alya nya mana kok sendiri"ucap bunda nya melihat sekeliling
Itu berarti Alya ngak ke sini terus kemana Alya.Batin Cakra
"Ngak bun Cakra hanya mampir melihat kondisi bunda kayak nya udah mendingan Cakra pulang dulu ya bun! "ucap Cakra lalu pergi menjalankan mobil nya ke rumah Sakira namun sama tak ada Alya terakhir ke rumah Rianti namun sama tak ada Alya .Cakra memutuskan pulang dan menyuruh Jeky ke rumah
di sini la mereka di ruang kerja Cakra
__ADS_1
"Ada apa tuan?"ucap Jeky
"Alya hilang ,gerakkan semua anak buah cari Alya sampai dapat aku tak peduli gimana cara nya !"ucap Cakra tajam
"Baik tuan"ucap Jeky segera pergi
"Kau kemana Alya maafkan aku kembali la aku mohon ?"gumam Cakra dan menatap foto Alya di ponsel nya saat mereka jalan jalan
####
3 hari berlalu namun Alya tak di temukan Sakira juga ikut mencari. Mereka sengaja tidak lapor polisi karna tidak mau bunda Ratna mengetahui nya dan membuat keadaan nya memburuk Sakira, Jeky dan Cakra berusaha berfikir keras kemana Alya pergi
"Maaf sebelum nya tuan kita sudah mencari kemana mana nona Alya tapi tetap tidak di temukan apa tuan memasang cctv di rumah ini "ucap Jeky
"Iya cctv kenapa aku melupakan nya"ucap Cakra lalu pergi ke ruang kerja nya di ikuti Sakira dan Jeky
Flashback
3 hari yg lalu
"Huh! aku berharap hubungan ini masih bisa di selamat kan aku ngak boleh egois aku harus nungguin Cakra pulang dan minta maaf memulai semua nya dari awal aku harus samping kan ego dan gengsi ku ini demi cinta dan hubungan kami"ucap Alya mondar mandir di rumah tamu dan gelisah
Ting nung ting nung
"S...siapa kalian?"ucap Alya takut dan mundur
"Hahahha! sangat pandai tuan Cakra Dirgantara memilih istri !"ucap nya dengan tawa menakutkan
"Apa kau tau bro mereka di jebak oleh bos untuk menghancurkan nama baik Dirgantara tapi ternyata mereka menikah rencana bos gagal "ucap teman nya Alya berlari tapi tangan nye di seret orang mereka
"Lepas kan aku "teriak Alya mengigit tangan orang itu dan melempari barang barang pada mereka lalu berlari ke lantai atas namun tangan nya di tarik hingga terjatuh di tangga tapi tidak terlalu parah karna Alya baru naik 5 langkah Alya terjatuh jidat nya mengeluarkan darah Alya terjatuh pas mata nya menatap arah cctv Alya berharap Cakra akan menolong nya terlihat wajah nya menahan sakit dan menatap jidat
"Cakra" gumam Alya berusaha berdiri
"Jangan lari anak manis kau harus jadi umpan biar Cakra mu itu bisa kami kalahkan hahhah"tawa nya mengema
"Mau apa kalian lepas kan aku?"ucap Alya pelan
"Diam la jika kau menurut kami tak kan melukai mu yg kami butuh kan hanya darah mu biar Cakra mu itu tau jika kehilangan orang yg di cintai itu menyakitkan seperti apa yg bos kami rasakan!"ucap nya tajam
"Kalian akan menghabisi ku tapi izinkan aku bicara sama Cakra" ucap Alya dengan tatapan sayu
"Iya nanti saat kematian ada di depan mu kami akan izinkan sekarang rasakan, kami tau cctv itu akan berfungsi untuk memberi petunjuk jika kesayangan nya akan di siksa disini"ucap nya melepaskan ikat pinggang nya
__ADS_1
"Jangan lakukan"ucap Alya pelan
"Hahahah! tenang anak manis kami tidak sebejat yg kau pikir kan kami hanya butuh darah teriak kan yg menyakitkan dari mu biar Cakra mu itu tau siapa yg dia lawan"ucap nya menakut kan
Ceterrrrrr
Ternyata orang itu mencambuk Alya dengan ikat pinggang
"Aaaaahhh sakittt"teriak Alya merasakan cambukan orang itu hingga tangan nya terasa kebas karna sakit
"Hahahah ! teriakan memilukan"ucap nya tertawa
Ceterrrrrr
"Hentikan sakit hiks hiks hiks"ucap Alya menahan salit untuk yg kedua kali di arah pinggang nya
"Sekarang katakan pesan terakhir untuk Cakra mu kau lihat cctv itu kami yakin dia akan melihat nya dan menyaksikan ini semua"ucap nya menjambak rambut Alya
"Aaahh ......aku aku m..mau bilang mencintaimu mu selamanya meski aku tiada "ucap Alya dengan tatapan sayu ke arah cctv
"Bagus anak manis "ucap nya
Ceterrrrrr
Orang itu mencambuk Alya untuk terakhir kali dengan kuat hingga membuat Alya tak sadar kan diri dan tergeletak
"Kau lihat tuan Cakra Dirgantara yg terhormat kami memang tidak bisa menghancurkan mu tapi lewat wanita ini kami yakin perlahan bisa menghancurkan mu hahahha"tawa nya lalu membawa Alya pergi
Flashback and
"Remiko Pratap"ucap Cakra geram dan mengepalkan tangan nya mata nya memerah dan meneteskan air mata cepat cepat Cakra menghapusnya dengan kasar
"Temukan Alya ku"teriak Cakra menyekram kemeja Jeky
"Tenang tuan kita pasti menemukan nona Alya tapi ini sudah 3 hari saya tak bisa .......ucap Jeky tak melanjutkan kata kata nya
"Apa Jeky?"teriak Cakra emosi
"K..kita lihat sendiri gimana mereka menyiksa nona Alya dan ini sudah 3 hari nona Alya menghilang saya bisa saja menemukan nya tapi saya .....saya...tak bisa menjamin keselamatan nya!"ucap Jeky takut
Bugh bugh
" Berani nya kau akan ku lenyap kan jika kau mengatakan Alya ku tak selamat"teriak cakra memukul Jeky dan siap mengamuk
__ADS_1
"Hentikan Cakra ngak ada guna nya kau menghancurkan semua nya sekarang pikir kan Alya di bawah kemana aku yakin Alya orang yg kuat dia bisa Bertahan dengan siksaa mereka"ucap Sakira menghapus air mata nya