Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 88


__ADS_3

"Ya Allah dia kenapa Radit?"ucap mama Radit melihat Key


"Aku ngak tau ma!"ucap Radit takut, mama nya mengusap bahu Radit memberikan kekuatan dia tau wanita itu yg di cintai oleh anak nya


"Bisa pinjam ponselnya"ucap Rina ,Radit memberikan ponselnya Rina mengetik no seseorang tapi dia tersenyum melihat layar depan ponsel Radit foto Key tersenyum tulus saat Radit meminta Key tersenyum dulu dia menyimpan nya


"Hallo dokter Sindi"ucap Rina


"Siapa?"ucap Sindi


"Rina!"ucap Rina


"Maaf Rin gue ngak tau karna no nya ngak gue kenal"ucap Sindi


"Cepat bantuan aku "ucap Rina


"Bantuin apa?"ucap Sindi


"Key aku ngak tau dia kenapa dia muntah darah terus sudah tiga kali aku takut dia kenapa-napa sebelum dia pingsan dia bilang dada nya nyeri dan sesak nafas! "jelas Rina


"Baik lah aku akan segera datang"ucap Sindi


"Maaf bisa kirim alamat ini di no ini"ucap Rina ke Radit


"Ayo Key kau jangan membuat kakak khawatir" ucap Rina mengusap wajah Key yg pucat pasi


"Sebaik nya kalian keluar dulu ini saya punya baju ganti kamu juga harus ganti baju"ucap mama Radit ke Rina dan memberikan baju ke Rina


"Kau juga Radit keluar lah tunggu dokter di bawah mama akan menganti baju nya"ucap mama nya


"Iya ma"ucap Radit lalu keluar Rina juga ke kamar mandi menganti baju nya setelah itu lalu keluar


"Maaf nyonya mau ngapain adik saya?"ucap Rina waspada baju Key sudah di ganti dengan baju kering


"Saya akan mengompres nya!"ucap nya


"Baik lah"ucap Rina setelah 15 menit mama nya Radit mengompres Key dan mengurus Key dengan kasih sayang Sindi datang bersama Radit


"Kau periksa"ucap Rina dingin


"Kalian bisa keluar"ucap Sindi


"Periksa di depan kami"ucap Rina tajam dia tidak ingin Sindi melakukan hal yg tidak di sukai nya


"Tapi Rin..."ucap Sindi


"Adik ku akan tiada apa kau masih mau membantah"bentak Rina dengan terpaksa Sindi memeriksa Key dan memasang kan infus ke tangan Key


"Apa separah itu hingga Key harus di infus?"ucap Rina setelah melihat Sindi selesai memeriksa


"Seharusnya Key tidak di sini dia harus di bawah ke rumah sakit!"ucap Sindi


"Kau mau adik ku tiada?"ucap Rina tajam


"Bukan gitu Rin di dalam tubuh Key ada racun itu memang tidak merusak organ tubuh tapi saat racun itu masuk ke dalam tubuh pasien akan lemas sesak nafas dan nyeri di dada dan muntah darah mengeluarkan racun tapi dengan muntah darah racunnya keluar itu membahayakan pasien bisa aja pasien tiada dengan sesak nafas dan lama lama pasien akan kehabisan darah karna sering muntah!"jelas Sindi


"Apa yg kau katakan?"ucap Radit kaget

__ADS_1


"Aku ngak mungkin membawah Key ke rumah sakit!"ucap Rina menceritakan kejadian tadi saat Key di suntik dan dia juga tidak tau keberadaan Zen dan Metha


"Terus apa yg harus di lakukan biar Key cepat sembuh?"ucap Radit membuat Sindi menatap nya


"Apa kau mengkhawatir kan dia?"ucap Sindi takut nya salah


"Kenapa ada yg salah?"ucap Radit


"Dia dosen di kampus Key!"ucap Rina dia tau Key menutup kelemahan nya apa lagi dia tidak tau apa benar Radit sudah menikah apa belum


"Apa yg bisa aku lakukan?"ucap Rina lagi


"Key butuh donor darah dan monitor pendeteksi jantung dan oksigen! "ucap Sindi


"Aku mau ini rahasia dan Key tidak perlu di bawah ke rumah sakit aku akan membawa kan yg kau perlukan"ucap Rina


"Ponsel mu"ucap Rina Sindi menyerah kan nya


"Hallo Bram gimana apa sudah aman? "ucap Rina menelpon Bram


"Belum!"jawab Bram di sebrang telpon


"Bram adik ku keracunan dia butuh darah golongan darah cari di rumah sakit beberapa kantong darah golongan O+ dan beli monitor pendeteksi jantung di rumah sakit setelah itu kau ke museum ambil kan ponsel ku "ucap Rina


"Baik nona"ucap Bram mematikan telpon nya Rina mengirim alamat nya


"Tuan Radit bisa pinjam laptop nya?"ucap Rina


"Dari mana kau tau nama ku?"ucap Radit


"Tidak perlu kau tau!"ucap Rina tersenyum mama dan Sindi turun menunggu Bram


"Seperti nya kau mempunyai hubungan khusus dengan adik ku ponsel mu tadi ada foto adik ku dan laptop mu juga"ucap Rina memberi laptop ke Radit dengan foto Key tersenyum


"Iya aku sangat mencintai nya"ucap Radit mengengam tangan Key


"Kau tidak takut mencintai Key kau pasti tau dia seperti apa"ucap Rina melacak keberadaan Zen melalui laptopnya


"Tidak, saat dia memukul ku malah aku senang itu memang Key ku aku tidak tau kenapa aku bisa mencintai cewek aneh dan galak seperti Key dia sederhana tapi mampu membuat ku bertekuk lutut pada nya"ucap Radit tersenyum memandang Key sesekali mengusap lengan Key yg di gengam nya


Cklek


"Ini nona"ucap Bram memberikan ponsel ke Rina


"Aku kehilangan jejak Zen"ucap Rina


"Kami akan berusaha menemukan mereka"ucap Bram


"Kalian bisa keluar"ucap Sindi mereka semua keluar tapi saat Radit ingin beranjak tangannya di pegang Key


"Aku tau kau kuat"ucap Radit mengusap tangan Key dan meletakkan nya dengan lembut lalu keluar


"Aku yakin mereka berada tidak jauh dari hutan itu"ucap Rina


"Kami sudah telusuri nona di sana masih ada anak buah Dinda mereka di mana -mana bahkan di setiap rumah sakit mereka mendatangi nya "ucap Bram


"Aku sangat geram pada nya entah apa yg di suntik kan nya pada Key membuat nya seperti itu"ucap Rina

__ADS_1


"Apa Dinda yg kalian maksud Rina Fransisko?"ucap Radit


"Iya!,kenapa?"ucap Rina


"Dia sering mendekati ku saat di kampus meski aku tidak suka dengan nya karna dia selalu menempel pada ku yg aku bingung kenapa dia bertanya tentang Key?"ucap Radit


"Apa kau tau Key itu siapa?"ucap Rina


"Tidak aku hanya tau aja Key keluarga dan yg lain aku belum sempat mengetahui nya!"ucap Radit sendu karna dia sudah terpisah hampir 6 tahun


"Terimakasih Bram bantuan nya dan aku mohon temukan Zen dan Metha"ucap Rina


"Tidak apa -apa nona"ucap Bram lalu pergi untuk mencari keberadaan Zen dan Metha.Setelah 30 menit Sindi keluar


"Gimana dok?"ucap Radit menghampiri Sindi


"Aku lho kakak nya kenapa kau lebih khawatir dari ku!"sindir Rina


"Maaf"lirih Radit


"Jelaskan"ucap Rina


"Key tidak apa-apa aku sudah memberi Key penawar nya dan juga aku udah transuksi darah nya dan memasang oksigen tinggal menunggu Key sadar semua baik tapi kita harus tetap memantau nya!"jelas Sindi


"Huh! tuh anak membuat jantung mau copot saat dia muntah-muntah tadi"ucap Rina


"Oh ya aku berharap kejadian ini jangan sampai di ketahui orang tua kami apa lagi momy nya Key bisa-bisa dia jantungan melihat keadaan Key"ucap Rina lagi


""Iya aku ngerti aku balik ya Rin nanti jika membutuhkan ku telpon aja ini udah tengah malem"ucap Sindi


"Iya terimakasih"ucap Rina Sindi pun segera pergi


"Mama tidur aja dulu"ucap Radit


"Ya udah mama ke kamar dulu"ucap Mama nya lalu pergi


"Emm apa aku boleh jagain Key?"ucap Radit masuk ke kamar Key yg ada Rina


"Apa istri mu tidak akan marah?"ucap Rina


"Istri maksudnya?"ucap Radit tidak mengerti


"Iya istri mu dia lagi hamil kan?"ucap Rina


"Aku belum punya istri mungkin yg kau bilang itu kakak ku dia lagi hamil dan dia sangat manja pada ku akhir-akhir ini apa lagi dia hamil anak pertama aku sangat senang bisa mempunyai keponakan!"ucap Radit


"Apa jadi Key kayak orang gila cuman salah paham "gumam Rina pelan


"Kau istirahat lah biar aku jagain Key kau bisa istirahat di kamar sebelah"ucap Radit


"Dan kau?"ucap Rina


"Aku akan duduk di sini jagain Key kau tenang saja aku tidak akan berbuat macam -macam mungkin aku hanya memegang dan mencium tangan Key!"ucap Radit tersenyum


"Jujur banget oke aku izinin"ucap Rina lalu pergi ke kamar sebelah


"Maafkan aku meninggal kan mu"ucap Radit mengusap tangan Key yg dia gengam

__ADS_1


"Rasa ku masih sama tidak pernah berubah setiap detik aku di siksa oleh rindu yg menyiksa tapi sekarang aku sudah kembali untuk memenuhi janji ku pada mu 6 tahun lalu"ucap Radit mencium tangan Key.Radit menatap Key wajah nya ada bekas tamparan dan jidat nya terluka mememar wajah dan bibir nya juga di leher nya juga terlihat bekas suntikan tangan Key dipasang infus lengan Key juga ada selang untuk mengalir kan darah membuat hati Radit sakit tidak terasa air mata nya jatuh dia terus saja memandang monitor itu takut nya akan bergaris panjang


__ADS_2