Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 102


__ADS_3

Mereka masuk setelah Key di pindah kan ke ruang inap Alya menyentuh tangan Key yg ada infus mulut dan hidung Key di pasang oksigen bahkan monitor jantung Key berjalan normal


"Tenang lah Alya Key tidak apa-apa "ucap Sakira melihat Alya menangis


"Ini tangisan bahagia karna Allah masih memberikan kesempatan ke Key untuk hidup lagi"ucap Alya mencium punggung tangan Key


"Ini semua salah ku jika bukan orang itu mau membunuh ku Key tidak akan seperti ini"ucap Jessy


"Ngak kak itu bukan kesalahan kakak"ucap Metha dan Jessy menatap Radit


"Kenapa kak?"ucap Radit bingung


"Kamu punya hubungan sama Key?"ucap Jessy menatap Radit


"I..itu kak emm itu apa emm"ucap Radit gugup mengaruk kepala nya


"Radit nya suka ngak tau Key"ucap mama nya


"Ih mama"ucap Radit menutup mulut mama nya


"Maaf om tan mama aku suka becanda"ucap Radit


"Key pasti juga mencintai mu"ucap Jessy menceritakan saat Key ingin menyelamatkan nya


"Serius kak"ucap Radit semangat


"Oh jadi karna kamu anak saya seperti ini"ucap Cakra mendekat


"Ngak om aku ngak melakukan apa-apa"ucap Radit takut


"Iya Jessy benar Key juga mencintai Radit bahkan saat pertama kali bertemu Radit dia semangat banget menceritakan tentang Radit bahkan dia bersedih saat melihat Radit degan Jessy dia pikir Radit sudah menikah"ucap Alya tersenyum mengusap wajah Key


"Ahh jika begitu aku akan segera melamar Key"ucap Radit cepat dan semangat membuat semua terkekeh termasuk Cakra dia hanya becanda tadi dia juga senang jika Key bahagia


"Ini udah malam Radit mending kita pulang kasian kakak kamu"ucap mama nya Radit


"Tapi ma "ucap Radit


"Besok balik lagi Radit Key nya ngak akan kemana mana"ucap mama nya


"Iye deh"ucap Radit mengalah lalu pamit setelah itu pergi


"Kamu tau sayang tentang hubungan mereka?"ucap Cakra


"Mereka saling mencintai tapi tidak punya hubungan karna saat Key mulai mencintai Radit dia pergi dan baru ketemu!"ucap Alya menceritakan cinta anak nya


"Seperti nya aku harus membuat mu hamil lagi karna anak anak kita sudah dewasa semua"ucap Cakra membuat Alya melotot


🌞🌞🌞


Alya tertidur menunggu Key semalaman dia tidak pulang dia ingin menjaga Key semua sudah pulang Alya tetap ngotot ingin nemani Key pada akhirnya Cakra harus mengalah .Key mulai membuka matanya mengerakan tangannya dan ternyata Alya tertidur Key mengangkat tangan satu nya dan menyentuh bahu Alya


"Mom"ucap Key membuat Alya terkejut


"Key kamu udah bangun nak?"ucap Alya dia sangat senang dan menciumi wajah Key


"Pelan-pelan mom wajah Key sakit"ucap Key mengingatkan


"Maafkan momy"ucap Alya memanggil dokter setelah oksigen di lepas Key di bersender karna dia akan sarapan Alya ngotot menyuapi Key meski Key menolak


Cklek


"Kau udah sadar sayang?"ucap Cakra masuk bersama yg lain


"Iya ded"ucap Key tersenyum memandang Metha dan Sakira lalu memandang tubuh nya dia merasa aneh mimpi yg di alami nya serasa nyata bahkan Key bisa rasakan


"Apa benar papa Jeky tiada?"ucap Key menatap Metha dia sudah sarapan


"Iya !kenapa?"ucap Metha


"Kalian udah lihat jasad nya?"ucap Key


"Saat papa dan mama kecelakaan mama di rawat di rumah sakit dan om dan tante ku mengurus jasad papa yg sudah terbakar karna mobil nya jatuh ke jurang dan terbakar dan aku harus jagain mama!"jelas Metha


"Emang ada apa"ucap Alya mengusap wajah Key dan Key hanya menggeleng tersenyum lembut


"Apa Key meninggal?"ucap Key


"Key mimpi tapi seperti nyata di ajak seseorang ke tempat Key ngak tau dimana dia bilang dia papa nya kak Radit dia sengaja mengajak Key pergi!"ucap Key menjeda ucapannya


"Key tanya apa Key tiada dia bilang ini belum saat nya dan itu kenapa Key kembali"ucap Key menatap Alya


"Jangan tinggalkan momy"ucap Alya menangis memuluk Key menciumi pipi Key


"Mom pelan aja sakit"ucap Key menyentuh pipi nya


"Maafkan momy"ucap Alya mengelus kepala Key

__ADS_1


"Dedy udah dengar dari Metha lain kali jangan membahayakan nyawa sendiri Key"ucap Cakra duduk di dekat Alya


"Kata nya hebat kenapa bisa kalah"ejek Zen


"Ngak ya jika dia tidak menipu ku memanggil kak Metha aku ngak kalah bahkan mereka semua sudah aku jatuh kan"ucap Key


"Key kau membuat kakak takut banget "ucap Metha tersenyum


"Maaf kak"ucap Key tersenyum


"Apa aku akan terkenal lagi menyelamatkan seorang Key Meisa Dirgantara"canda Sakira


"Pe'de kamu ngak lihat Key hidup sendiri"ucap Cakra


"Mom telpon kak Radit Key mau bicara sama dia ini penting"bisik Key semua memicing kan mata menatap Key berbisik ke Alya


"Mungkin bentar lagi dia akan datang karna saat kau meninggal dia juga ada di sini bahkan dia juga ikut menangis sebenarnya dia ngak mau pulang semalam tapi mama nya maksa kata nya pagi ini aja datang lagi"bisik Alya membuat Key tersenyum malu


"Key dedy rasa jangan dekat Radit lagi"ucap Cakra serius


"Kenapa?"ucap Key cepat


"Iya karna papa nya mengajak mu pergi dedy takut dia akan membuat mu pergi jauh!"ucap Cakra


"Dedy juga ngak mau karna saat kau dekat dengan dia kau akan....."ucap Cakra menggantung ucapannya


"Akan apa?"ucap Key serius


"Akan menikah dengan nya hahahah!"tawa Cakra karna dia hanya menggoda Key


"Ih dedy"ucap Key cemberut dia sudah was-was jika dedy nya tidak mengizinkan bertemu dengan Radit


"Iya aku setuju nanti Metha macam macam lagi sama Radit"ucap Zen melirik Metha


"Kak udah periksa kakak hamil ngak"ucap Key semangat


"Ngak ada Key kakak ngak rasain apa apa"ucap Metha males


"Masak sih"ucap Key


"Kapan terakhir kamu menstruasi?"tanya Sakira dia juga berharap Metha hamil


"Ya Allah ma gimana ini ma jika Metha benaran hamil Metha menstruasi saat menikah dengan bang Zen"ucap Metha panik


"Benarkah"ucap Alya senang


"Zen tanggung jawab kau sudah menghamili anak mama"ucap Sakira terkekeh


"Abang harus tanggung jawab pokoknya aku mintak tanggung jawab sama abang"ucap Metha memukul lengan Zen dan menangis


"Bagaimana aku mau tanggung jawab jika aku....belum sempat Zen selesai sudah di potong Alya


"Huaaaaa momy bang Zen ngak mau tanggung jawab hiks hiks"ucap Metha menangis di pelukan Alya


"Dengar dulu"ucap Zen mengaruk kepalanya


"Zen apa Metha pernah agresif saat kalian berhubungan apa Metha manja"tanya Cakra


"Iya ada sih ded saat di kantor dia agresif banget sampai membuat ku bingung dia juga sedikit manja"ucap Zen


"Kau ingat sayang saat kau mengandung Zen dulu"ucap Cakra mengingat kan saat Alya mengigikan Cakra padahal mereka sudah melakukan nya


"Tapi jika Meths hamil gimana bang Zen ngak mau tanggung jawab"ucap Metha


"Lebih sabar Zen"ucap Sakira menepuk bahu Zen


"Bukan gitu sayang aku kan suami kamu kenapa harus tanggung jawab "ucap Zen mendekati Metha


"Iya ya bang Zen kan suami aku ngapain mintak tanggung jawab "ucap Metha berfikir


"Tapi tetap aku ngak mau ke dokter "ucap Metha


"Mari sini sayang"ucap Sakira mengajak Metha berbaring di sofa


"Mama mau ngapain?"ucap Metha


"Tidak!"ucap Sakira memeriksa denyut nadi Metha dan menantap perut Metha


"Apa kau menginginkan sesuatu?"ucap Sakira


"Tidak!"ucap Metha


"Kan udah Metha bilang Metha ngak hamil"ucap Metha duduk


Cklek


"Assalamualaikum"ucap seseorang

__ADS_1


"Waalaikumsalam"jawab semua


"Mas aku laper belum sarapan temenin yuk"ucap Alya mengedip kan mata karna yg datang adalah Radit


"Zen kau kan harus ke kantor kan Metha belum makan mari kita ikut momy kau sarapan"ucap Sakira


"Kok kalian mau pergi "ucap Key


"Iya Key kami belum sempat sarapan dan kasihan momy kamu belum makan"ucap Zen padahal mereka sudah sarapan itu hanya alasan mereka semua pergi Radit duduk di sebelah Key


"Gimana kabar mu?"ucap Radit


"B...baik!"ucap Key gugup di tatap seperti itu


Tenang Key tenang.Batin Key menenangkan detak jantungnya


"Emm papa kamu meninggal karna apa?"ucap Key


"Aku ngak tau pasti cuman sebelum dia meninggal dia menitipkan sesuatu pada ku"ucap Radit menunjukkan kalung yg dia pakai


"Boleh aku lihat?"ucap Key membuat Radit menatap Key


"Ini tidak bisa di lepas!"ucap Radit


###


"Aku penasaran apa yg mereka bicarakan"ucap Cakra menguping


"Pelan-pelan Key itu menyakiti ku"ucap Radit membuat Cakra melotot


"Mereka melakukan sesuatu di dalam"ucap Cakra membuat Alya melotot Sakira dan yg lain ke luar mencari makan


"Key dan Radit tidak seperti yg kau pikir kan"ucap Alya


"Benar mereka melakukan zina badan"ucap Cakra


Pletek


"Ngak percaya banget dengan anak sendiri"ucap Alya


"Key ini ngak bisa di lepas kau maksa banget sih lihat leher ku sampai memerah"ucap Radit


"Tuh kan Key mencium leher Radit menimbulkan kemerahan"ucap Cakra


"Diam Radit jika kau ngak mau aku tampal mau"ancam Key


"Key agresif banget"ucap Cakra


"Lakukan sesuka hati mu dengan leher ku"ucap Radit pasra


"Ini tidak bisa di biarkan"ucap Cakra masuk


Cklek


Cakra melihat Key duduk di brandar nya memajukan wajahnya seperti nya mencium leher Radit


"Aw...om"lirih Radit karna dia di jewer


"Ded Kenapa kak Radit dedy jewer"ucap Key khawatir


"Kau mau melakukan apa hah"ucap Cakra


"Aku yg maksa ded lepas kan kak Radit"ucap Key


"Key"ucap Cakra tak percaya


"Jangan mengganggu dulu ded"ucap Key menarik Radit kembali duduk dan memaju kan wajahnya ke leher Radit


"Key kau apa apa sih"ucap Cakra emosi


"Kau ini udah aku bilang lihat Key mengigit kalung Radit bukan mengigit leher Radit"ucap Alya kesal


"Emang aku pampir mau gigit segala"ucap Key mencoba lagi mengigit kalung nya tapi tetap tidak bisa


"Udah aku bilang ngak bisa kamu ngeyel sih"ucap Radit


"Papa bilang ini tidak akan lepas selama nya kecuali jika ada kaluang bulan nya dan di satukan baru bisa lepas"ucap Radit


"Masak sih coba aku potong pakai pisau"ucap Key mengambil pisau di samping nya


"Kau mau membunuh Radit Key"ucap Alya


"Ngak mom aku penasaran kalung kak Radit"ucap Key Radit berdiri dan membelakangi Key dan memutar kalung nya kebelakang


"Lihat lah"ucap Radit Key memperhatikan baik baik


"Kau yakin ngak tau rahasia nya"ucap Key

__ADS_1


"Iya papa cuman kasih kaluang ini dia bilang jaga kalung ini seperti menjaga nyawa ku saat dia di satukan dengan kalung bulan nya dia akan lepas sendiri dan rahasia nya akan terbuka"ucap Radit


__ADS_2