
"Ada apa sih mom sibuk banget"ucap Key karna banyak makanan dan cemilan
"Ada tamu penting"ucap Alya
"Dan kenapa aku harus dandan"ucap Key
"Kau kan perempuan Key"ucap Alya
"Siapa sih tamu nya kayak spesial banget"ucap Key
"Diam saja Key tunggu aja"ucap Metha tersenyum
"Males kak aku kan mau baringan ngak mood"ucap Key
"Iya ya yg lagi mau di tinggal nikah "goda Metha
"Apaan sih kak "ucap Key males
"Alah aku tau hati kau lagi menyerit karna pak Radit akan nikah"goda Metha lagi
"Biasa aja"ucap Key
"Biasa aja tapi sakit nya luar biasa hahah"tawa Metha
"Momy kak Metha"ucap Key kesal
"Engak kok mom"cengir Metha
"Mau tau ngak Key tamu nya itu mau melamar kamu lho"bisik Metha
"Jangan becanda kak"ucap Key
"Ih kamu ngak percaya tanya aja sama momy aku baik lho kasih tau kamu"ucap Metha
"Mom"ucap Key dia sudah di buat penasaran oleh Metha
"Iya Key"ucap Alya
"Emm apa benar malam ini acara lamaran ku"ucap Key menatap Alya
"Iya Metha ya pasti kasih tau kamu"ucap Alya tersenyum lembut
"Mom kok gitu sih Key kan masih kuliah"ucap Key menunduk
Apa karna kak Radit mau nikah jadi momy jodohin aku apaan sih momy rasa ku aja belum berkurang bagaimana mana mau mencintai orang lain.Batin Key
"Kau kan masih bisa kuliah Key "ucap Alya tersenyum
"Ada apa kamu ngak mau"ucap Alya mengerti apa yg di rasakan Key
"Key ngak mau mom nikah muda momy aja nikah sama dedy udah selesai kuliah dan bekerja di perusahaan kakek"ucap Key pelan
"Kami ngak maksa kamu nikah muda Key keputusan ada di tangan mu nerima atau tidak kami akan menerima keputusan mu"ucap Alya
"Mari ayo masuk"ucap Cakra menyambut tamu
"Silahkan duduk om tan"ucap Zen
"Nah itu tamu nya udah datang"ucap Alya Key menolah dan terkejut ternyata keluarga Kalter
"Kak mereka mau apa"bisik Key ke Metha
"Melamar kamu"bisik Metha
"Serius kak"ucap Key tidak percaya
"Ngak percaya banget"ucap Metha
"Baik lah kami langsung saja ya"ucap mama Radit
"Sebelum nya Radit sudah bilang keinginan nya ingin melemar Key kami menunggu keputusan dua hari lalu yg mana Radit melamar Key"ucap mama nya
"Radit sudah bilang dua hari yg lalu kami tidak ingin memaksa Key lagian dia masih kuliah"ucap Cakra
Aku jadi bingung maksud nya gimana.Batin Key
"Jadi gimana Key apa kau menerima lamaran Radit dan menikah dengan nya"ucap Cakra tapi Key hanya diam
"Key"ucap Alya menyentuh bahu Key
"I...iya mom"ucap Key menoleh ke Alya
"Kau tidak dengar apa yg dedy kau tanya kan"ucap Alya
"Maaf mom"ucap Key
"Hah! anak ini"ucap Alya menghembuskan nafasnya
"Mungkin Key nya masih bingung tan"ucap Radit
"Tidak ada yg maksa kamu Key jika kau nolak juga ngak papa"ucap Cakra
"B..boleh aku bicara dengan kak Radit dulu ded"ucap Key
"Silahkan "ucap Cakra
"Aku permisi dulu semua"ucap Radit berdiri berjalan dengan Key duduk di bangku
"Kak "ucap Key tapi Radit hanya diam memandang ke depan
"Kakak masih marah sama aku"ucap Key
"Iya"jawab Radit
"Bukan nya kakak mau lamaran kok jadi melamar aku"ucap Key
"2 hari lalu aku udah bilang melamar kamu tapi om dan tante bilang malam ini datang lagi menunggu keputusannya mu"ucap Radit menatap Key
__ADS_1
"Kenapa kakak ngak bilang dari awal"ucap Key kesal
"Aku hanya ingin tau perasaan mu Key"ucap Radit serius
"Jika aku tidak mencintai kakak"ucap Key memandang mata Radit
"Hah! cinta atau tidak nya kau aku tidak peduli yg aku ingin kan aku hanya ingin hidup bersama mu seperti janji ku pada mu 7 tahun lalu aku tidak maksa kau menerima lamaran ku "ucap Radit
"Jadi apa kau mau menikah dengan ku"ucap Radit membuka kotak merah yg ada cincinnya
"Kakak yakin mau nikah sama aku kakak tau sendiri aku bagaimana "ucap Key
"Seperti nya aku tidak peduli ancaman kak Zen untuk tidak memaksa mu menikah dengan ku"ucap Radit memasang kan cincin di tangan Key
"Kau memaksa ku"ucap Key tersenyum
"Anggap saja hadia dari ku karna kau tidak ingin menikah dengan ku"ucap Radit berdiri
"Kenapa kakak ingin menikah dengan ku"ucap Key
"Karna aku mencintai mu dulu sekarang maupun nanti aku ingin hidup bersama ku aku tidak ingin tau kau mencintai ku atau tidak"jawab Radit serius Key hanya diam padahal dia tersipu malu
"Aku tidak ingin menikah dengan mu"ucap Key tersenyum
"Bagus lah mungkin memang kau tidak mencintai ku atau kau mencintai Jino"ucap Radit
"Jadi aku di tolok nih"ucap Radit memandang ke depan
"Iya begitu lah"ucap Key tersenyum
"Besok aku pergi mau balik ke luar negri"ucap Radit serius membuat senyuman Key memudar
"Mau ninggalin aku lagi"ucap Key sinis
"Kamu ngak mau nikah sama aku jadi buat apa aku di sini membuat ku sakit mending aku pergi"ucap Radit sendu
"Baik lah aku menerima lamaran mu karna kau memaksa ku"ucap Key cepat
"Huh! aku harus pergi besok"ucap Radit menghentikan langkahnya
"Kok gitu aku udah mintak maaf tapi kau diemim aku sekarang aku udah nerima lamaran mu tapi kok masih mau pergi"ucap Key marah
"Aku harus pergi"ucap Radit pergi meninggal kan Key sendiri kembali ke ruang tamu
"Apa Key mau Radit "ucap Zen
"Mau kak biar pun ngak mau akan ku paksa dia supaya menikah dengan ku"ucap Radit menyengir
"Kau ini"ucap mama nya memukul lengan Radit
"Jadi gimana Key apa kau mau menikah dengan Radit"ucap Cakra melihat Key sudah kembali
"Iya ded"ucap Key menatap Radit semua mengucapkan syukur
"Baik lah jadi gini pernikahan nya akan di laksanakan satu bulan lagi kami mau nya sih satu minggu lagi tapi Radit harus pergi besok ke luar negri paman nya lagi ada musibah jadi Radit harus membantu"ucap mama nya membuat Key menatap nya tajam karna sudah membohongi nya
"Bukan kah lebih cepat lebih baik"ucap mama nya
"Kapan Radit akan pulang"ucap Cakra
"Aku belum lihat sih om masalah paman yg mengakibatkan anaknya koma itu apa dan perusahaan nya cukup mengalami kebangkrutan tapi aku akan menyelesaikan nya secepat mungkin "ucap Radit
"Sebenarnya aku ngak izinin Radit pergi apa lagi dia sebentar lagi dia akan menikah tapi gitu deh paman nya maksa dan Radit juga ngotot mau membantu paman nya"ucap mama nya
"Mari kita lanjutkan dengan makan malam"ucap Cakra mereka pun makan malam
"Harus ku akui kemampuan Radit dalam berbisnis bahkan saat papa nya memimpin aja tidak seperti sekarang"ucap Cakra di sela makan nya
"Sedikit aneh sih dia menyelesaikan kuliah nya dengan cepat karna dulu saat aku mau mengajak dia pindah ke luar negri di menolak tapi aku bilang ini demi mengurus perusahaan nya jika dia udah lulus kuliah dia boleh kembali ke sini bahkan Radit menyelesaikan kuliah dengan sempurna demi ingin cepat kembali pulang dan dia mengurus perusahaan lebih berkembang dari kakak nya"ucap mama nya
"Tapi dia akan kembali kan tidak meninggal kan Key lagi"ucap Alya sedikit dengan menggoda
"Tidak mungkin dia tidak akan betah berjauhan sama Key"ucap mama nya
"Mama"ucap Radit malu
"Mama lagi bicara "ucap mama nya
"Saat aku melihat Radit pertama kali di panti asuhan itu ibu panti bilang dia anak kalian membuat ku tersenyum tapi aku sengaja tidak bilang jika kita saling mengenal biar lah mereka tau sendiri "ucap mama nya
"Radit ini orang nya sangat manja dia sering sakit dengan menyebut nama Key tapi tetap aku ngak izinin dia pulang dia juga sering banget mau kabur tapi aku mengancam nya jika dia masih kabur lagi dia ngak akan aku restui nikah sama Key"ucap mama nya tertawa begitu pun yg lain membuat Radit malu
"Ahh mama aku malu"ucap Radit
###
Setelah makan malam dan mengobrol akhirnya keluarga Kalter pulang tapi Key masih kesal dengan Radit dia masih mencueki Key
"Key tunggu"ucap Alya saat Key mau ke kamar
"Iya mom"ucap Key
"Kau yakin nerima pernikahan ini"ucap Alya
"Iya mom"ucap Key menunduk Alya tau Key sekarang ini tersipu malu
"Baik lah tidur lah udah malem"ucap Alya Key segera pergi
"Kenapa sih sayang"ucap Cakra mencium leher Alya
"Mulai lagi "ucap Alya segera masuk ke kamar karna Cakra pasti lama-lama akan mengigit leher nya lagi
"Kita udah semakin tua dan kesepian Zen udah nikah dan Key akan segera menikah"ucap Cakra memeluk Alya dari belakang
"Meski anak -anak kita akan menikah tapi rumah ini sebentar lagi akan ada tangis bayi"ucap Alya berbaling menghadap Cakra
"Kamu hamil sayang"ucap Cakra
__ADS_1
"Masak aku yg hamil ya menantu kita lah kau lupa jika Metha udah hamil 3 minggu"ucap Alya
"Oh iya ya"ucap Cakra menciumi leher Alya
"Aku senang anak-anak kita udah menemukan kebahagiaan nya"ucap Alya mengalung kan tangan nya di leher Cakra
"Perasaan baru kemarin kita menikah tapi lihat lah wajah mu sudah mulai mengerut "ucap Alya menyentuh rahang Cakra
"Emang napa jika aku udah tua"ucap Cakra mencium bibir Alya
"Tidak ada hanya saja aku samakin mencintai mu"ucap Alya tersenyum
"Oh ya kau semakin mencintai ku"ucap Cakra menarik pinggang Alya
"Iya sangat"ucap Alya mencium bibir Cakra lalu melepas nya dan masuk ke dalam selimut
"Udah tua masih aja malu"ucap Cakra ikut masuk ke dalam selimut
Malam sudah semakin larut tapi Metha tidak bisa tertidur di samping nya Zen sudah terlelap Metha hanya mengusap wajah Zen
"Bang"ucap Metha mengusap wajah Zen
"Bang Zen"ucap Metha lagi
"Ada apa sayang kamu kok belum tidur"ucap Zen serak dan menarik Metha dalam pelukan nya
"Abang Zen"ucap Metha menangis bombai Zen sigap mengusap punggung Metha
"Ada apa jangan nangis"ucap Zen
"Aku mau makan martabak"ucap Metha mengusap air mata nya
"Iya udah semoga aja masih ada yg jualan ya"ucap Zen mengecup pipi Metha lalu meranjak
"Abang Zen hiks hiks"ucap Metha terisak
"Kenapa"ucap Zen
"Tadi siang Key masak nasi goreng enak banget aku mau makan martabak buatan Key"ucap Metha dengan memohon
"Martabak buat Key ya"ucap Zen mengaruk kepalanya
"Iya"ucap Metha semangat
"Besok aja ya sayang ini udah malem lagian kan Key nya masih tidur"ucap Zen
"Huaaaa! aku ngak mau"ucap Metha menangis dengan kencang
"Oke oke tapi berhenti nangis ya nanti semua nya bangun"ucap Zen membekap mulut Metha
"Tunggu aku panggil Key dulu"ucap Zen meninggal kan Metha
Tok tok tok
"Key"ucap Zen
Tok tok tok
"Key bisa keluar sebentar"ucap Zen mengedor pintu Key
Cklek
"Ada apa kak "ucap Key serak
"Kakak kamu"ucap Zen menarik Key ke kamar nya
"Apa sih kak"ucap Key
"Key mau makan martabak"ucap Metha
"Ya terus"ucap Key
"Aku mau martabak masakan kamu"ucap Metha
"Besok aja kak aku ngantuk "ucap Key
"Hiks hiks hiks abang Key ngak mau masak nya "ucap Metha menangis
"Ayo lah Key kamu mau lihat kakak kamu menangis semalaman"ucap Zen
"Yg benar saja kan ini pukul 1 malem masak aku di suruh masak jam segini"ucap Key
"Ayo lah Key "ucap Zen
"Ya udah deh"ucap Key
"Terimakasih"ucap Metha mencium pipi Key
"Hah! sabar Key"ucap Key menyentuh dada nya pergi ke dapur
"Key kamu ngak nolak Radit pergi"ucap Zen melihat Key membuat adonan
"Aku ngak mau bilang kak ,kak Radit masih marah sama aku waktu kejadian itu bahkan dia ngomong aja berubah jadi serius terus"ucap Key
"Dia sangat marah saat kejadian itu dia membeli kan bakso buat kakak kamu di situ dia cerita dia sangat marah apa lagi kau mengakui bahwa kau kekasih dan mencintai Jino kakak tanya dia mau batali lamaran nya dia jawab tidak jika kau tidak ingin menikah dengan nya dia akan memaksa mu"ucap Zen
"Apa kau mencintai Radit"ucap Metha membuat Key terdiam menatap Metha
"Kakak tau kau mencintai Radit pernikahan itu bukan hal sepele Key jika kau seperti ini kau mau nanti nya seperti dedy nunggu Radit di ambang kematian baru akan menyadari letak kesalahan mu"ucap Zen membuat Key terdiam
"Aku udah mintak maaf sama kak Radit soal kejadian kemarin tapi dia seperti ngak mau maafin aku"ucap Key
"Dia menganggap kau tidak mencintai nya dan mencintai Jino itu kenapa dia sedikit menjaga jarak bersyukur kejadian malam itu jika tidak dia akan membatalkan lamaran dia akan membiarkan kau bahagia dengan orang yg kau cinta"ucap Zen
Apa aku keterlaluan ya kepada kak Radit bilang aku membenci nya dan mencintai orang lain dan saat di Club malam itu dia ngak mau melihat tubuh ku apa dia jijik terhadap ku karna hampir di nodai tapi kenapa dia masih mau menikah dengan ku.Batin Key
"Key kok diem"ucap Metha
__ADS_1
"Engak kok kak"ucap Key