Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 112


__ADS_3

Setelah makan Radit dan Key pulang ke rumah sendiri yg mana hanya Key dan Radit yg tinggal .Itu rumah Radit sendiri dan dia juga tinggal di sana saat mama nya ke rumah kakak nya


"Ini rumah siapa kak"ucap Key melihat sekeliling


"Rumah ku saat mama mengunjungi kak Jessy aku tinggal di sini"ucap Radit


"Rumah ini memang aku persiapan untuk tinggal bersama istri ku kelak yaitu kamu"ucap Radit mengambil barang mereka


"Siapa yg sering masakin kakak jika tinggal sendiri"ucap Key


"Makan di luar atau masak mie instans"ucap Radit santai


"Biar aku bantu beresin semua nya"ucap Key ikut mendorong koper nya


"Emang bisa secara kan kau anak dari Cakra Dirgantara"ucap Radit


"Bisa lah kau pikir aku anak yg manja"ucap Key


"Iya iya kau anak nya galak"ucap Radit masuk ke kamar mereka


"Kenapa ngak pakai pembantu kakak kan tinggal sendiri"ucap Key


"Dulu saat aku ingin tinggal rumah sendiri pernah sih menyewa pembantu masih muda dan cantik tapi ngak secantik kamu"ucap Radit menggoda Key


"Ih serius aku nanya nya"ucap Key tersipu malu


"Nah dia itu malah ingin menggoda ku bahkan dia berani masuk ke kamar dengan menggoda ku terus bahkan dia ngan takut mencium ku karna kami tinggal berdua dia tiba-tiba berteriak membuat semua orang datang dia bilang aku ingin memper****nya tapi bersyukur saat itu aku pakai cctv setiap sudut rumah dan aku tidak terbukti bersalah itu kenapa aku ngak memakai jasa pembantu lagi"ucap Radit


"Emang kau tidak tergoda apa saat dia menggoda mu dulu"ucap Key menatap Radit


"Ayo lah Key aku ini laki-laki normal apa lagi aku tidak pernah di cium maupun di sentuh wanita tapi aku menahan nya"ucap Radit


"Kau tidak menginginkan menyentuh ku"ucap Key serius


"Sangat menginginkan mu"ucap Radit mendekati Key


"Terus kenapa kau tidak menyentuh ku bahkan kau tidur aja perlu izin ku apa kau jijik dengan mu karna aku hampir di nodai"ucap Key


"Jangan ngomong kayak gitu aku tak pernah sama sekali berfikir seperti itu hanya saja cinta ku lebih besar sama kamu dari pada keinginan ku aku tau kau bahkan menerima pernikahan ini karna aku teman mu apa lagi kau masih muda aku tak kan mempermasala kan itu terpenting aku hidup bersama mu sudah cukup bagi ku"ucap Radit mengengam tangan Key


Kenapa aku kan menerima mu karna aku mencintai mu sangat kenapa kau menganggap bahwa aku menganggap mu teman ku.Batin Key memandang Radit


"Kenapa kau menginginkan bibir ku ya tak apa jika kau ingin merasakan nya silahkan"ucap Radit menggoda Key dan tertawa kecil


"Kau benar tidak ingin menyentuh ku atau mencium ku"ucap Key serius


"Key jangan memulai atau menggoda ku kau tau bahwa aku menginginkan mu jangan membuat ku memaksa mu"ucap Radit


"Kenapa kau takut harus nya di sini aku yg takut aku hanya ingin membuktikan jika aku tidak akan meninggal kan mu"ucap Key


"Baik lah jika kau menginginkan nya"ucap Radit menarik pinggang Key


"B...bukan itu maksud ku"ucap Key gugup


"Aku hanya ingin mencium mu apa boleh"ucap Radit menatap mata Key.Key hanya memejamkan matanya Radit mulai mendekatkan bibir nya sedikit lagi menyentuh bibir Key


Ting nung


Ting nung


Karna kaget Key mendorong Radit menyembunyikan wajahnya terasa panas Radit pergi membuka kan pintu siapa yg datang


"Ada apa dengan ku kenapa aku menggoda nya Key kendali kan diri mu jadi malu kan"gumam Key menutup wajah nya lalu ikut turun


"Kak Zen kak Metha"ucap Radit lalu mereka masuk


"Udah dateng kan kau ini aneh -aneh aja permintaan nya bisa aja kita menganggu mereka lagi ciuman mungkin"ucap Zen


"Ih kamu ngak iklas ajak aku ke rumah Key"ucap Metha cemberut


"Bukan gitu sayang mereka baru nikah bisa aja kita menganggu kebersamaan mereka"ucap Zen


"Ngak papa kak"ucap Radit tersenyum


"Kakak kamu nih mintak nya mau melihat rumah kalian dan ketemu sama Key "ucap Zen


"Nama nya juga ibu hamil kak permintaan nya aneh -aneh"ucap Radit ikut duduk


"Pengalaman banget kayak nya"ucap Zen


"Gimana aku ngak pengalaman kak jika setiap kak Jessy ngidam selalu menyuruh ku seperti aku ini suami nya saja mau ini mau itu bahkan aneh-aneh dan dia hanya bermesraan dengan kak Adi"ucap Radit


"Wah Key seperti nya Radit sudah siap ingin menjadi seorang ayah"ucap Zen menggoda

__ADS_1


"Apaan sih"ucap Key padahal dia malu tapi segera bersikap biasa-biasa aja


"Key makan yuk"ucap Metha


"Bahan makanan ngak ada kak dan rumah ini belum di bersihkan kan udah lama aku tepati"ucap Radit


"Apa aku bilang besok aja ke sini nya"ucap Zen


"Ih abang mah gitu"ucap Metha cemberut


"Maafkan aku sayang ku tapi Key nya lagi sibuk"ucap Zen mencium pipi Metha


"Ngak papa kak jika kak Metha ingin makan bersama Key bisa makan di luar"ucap Radit


"Kita pergi bersama aja"ucap Key


"Kak Zen aja aku harus beresin rumah dulu"ucap Radit


"Nanti aja ikut kami ya"ucap Key


"Ngak Key jika udah selesai kita akan enak tinggalin nya jika masih berdebu gini yg ada kita ngak nyaman menepati nya jika kita pergi semua dan pulang nya kecapekan kan ngak nyaman untuk istirahat disini"ucap Radit


"Suruh pembantu aja Radit kan ngampang masak Key nya keluar kamu membersihkan rumah"ucap Zen


"Ngak papa kak"ucap Radit tersenyum


"Bang ayo"ucap Metha


"Sayang besok aja ya"ucap Zen pelan


"Ngak aku mau sekarang"ucap Metha lalu pergi keluar


"Sayang"ucap Zen ikut pergi


"Temanin kak Metha nya"ucap Radit


"Kamu ngak papa"ucap Key


"Iya kita harus sabar menghadapi ibu hamil"ucap Radit


"Pergi lah aku ngak papa"ucap Radit lalu pergi kekamar


"Yakin sendiri nanti aja aku bantuin"ucap Key


"Aku mau bantuin kamu aja di rumah"ucap Key


"Serah kamu sih paling bumil satu itu akan berteriak memanggil nama kamu"ucap Radit dan benar saja Metha sudah teriak teriak


"KEY AYO CEPATAN"teriak Metha


"Sayang besok aja kita jalan ajak Key nya dia kan baru pindah rumah"ucap Zen


"Pergi lah aku ngak papa"ucap Radit


"Ya udah aku pergi dulu jika kau kecapekan hentikan saja nanti biar aku lanjutin nya"ucap Key


"Iya tuan putri "ucap Radit hormat dan terkekeh membuat Key tersenyum dan pergi


"Kak bentar aja ya jalan sama aku kasian kak Radit bersihin rumah nya"ucap Key menemui Metha dan Zen


"Iya ayo"ucap Metha memeluk lengan Zen


"Hah! maaf ya Key"ucap Zen menghela nafasnya


"Ngak papa kak"ucap Key masuk ke dalam mobil Zen


"Key Radit suami idaman ya"ucap Zen


"Maksud nya"ucap Key


"Key sebaik nya laki-laki dia tidak akan mau mengerjakan pekerjaan rumah apa lagi kalian baru nikah dia rela membersihkan rumah dan mengizinin kamu jalan dengan Metha kakak aja ngak pernah kayak gitu"ucap Zen


"Iya juga sih"gumam Key berfikir


Huh dia tampan aja dan baik aja banyak yg suka sama dia apa lagi dia penyayang dan seperti ini yg ada setiap ketemu sama wanita dia akan di sukai wanita dan aku akan tinggal karna banyak nanti nya yg akan lebih baik dari ku tapi aku harus yakin jika cinta kak Radit hanya untuk ku hanya saja aku harus jauhkan kak Radit sama wanita yg akan merusak rumah tangga kami.Batin Key


"Bang mau makan bakso"ucap Metha menunjuk tukang bakso


"Tapi setelah ini kita antar Key pulang ya"ucap Zen


"Ngak ahh aku mau jalan dulu sama Key ke Mall "ucap Metha


"Iya udah setelah itu pulang ya"ucap Zen

__ADS_1


"Iya yuk ahh kelamaan "ucap Metha keluar bersama Key


"Pak bakso nya 3 ya"ucap Zen


"Siap den"ucap abang tukang bakso


Sedangkan di rumah Radit membersihkan seluruh rumah sebesar itu dari menyapu mengepel mengelap meja kaca membersihkan semua nya


"Tinggal mengepel yg belum"gumam Radit mengambil peralatan nya tidak terasa sudah hampir 2 jam Key keluar


"Kak yuk pulang udah lama kita jalan nya"ucap Key


"Ya udah yuk"ucap Metha setelah membeli kebutuhan nya mereka langsung pulang.Sebelum pulang Key membeli makanan buat Radit karna hampir makan siang


Key masuk ke dalam rumah melihat Radit mengepel di lantai atas seperti nya lantai bawah sudah bersih baju yg di pakai Radit sudah basa karna keringat nya wajahnya penuh dengan keringat Key menuju dapur menyiap kan makan setelah itu naik ke lantai atas


"Kakak pasti capek biar aku yg lanjutin"ucap Key


"Kamu udah pulang"ucap Radit tersenyum


"Iya biar aku lanjutin kakak mandi aja setelah itu makan aku udah membeli kan makanan buat kakak"ucap Key


"Kita sama -sama aja ngepel nya biar kelihatan romantis"ucap Radit tersenyum


"Mandi kak kakak udah bauk asem"ucap Key


"Ya udah deh aku mandi dulu"ucap Radit kekamar nya untuk mandi tidak lama keluar dan menuju dapur yg sudah ada Key


"Jika makan itu ponsel di letak kan"ucap Key melihat Radit fokus ke ponsel


"Ada sedikit pekerjaan"ucap Radit meletakkan ponselnya dan mulai menyuapkan nasi nya


"Emm Key"ucap Radit di sela makan nya


"Ada masalah"ucap Key melihat wajah Radit berubah


"Aku seorang anak dan penerus perusahaan Kalter jika nanti tiba-tiba aku di usir dari rumah dan tidak memiliki apa-apa apa kau akan meninggal kan aku"ucap Radit menyuap kan nasi


"Yah karna aku jelek tidak ada yg suka pada ku dengan terpaksa aku harus tetap di samping mu"ucap Key santai


"Aku serius Key"ucap Radit menatap Key serius


"pernikahan kita aja baru satu hari aku akan tetap di sisi mu"ucap Key menyentuh tangan Radit


"Hah! jika hari itu tiba aku akan menyerah kan mu dengan orang tua mu aku tau kau tak terbiasa hidup kekurangan"ucap Radit menghembuskan nafasnya dengan berat Key mengeser kursi nya mendekati Radit


"Hubungan kita suami istri jika ada masalah cerita sama aku biar nanti aku ngak salah paham jika seperti ini aku berfikir kau ada niatan meninggalkan aku"ucap Key menyentuh tangan Radit


"Paman adalah saudara mama saat aku berada di luar negri paman menolak bantuan ku dia bilang jika aku ingin membantu dia aku harus menikah dengan menantu nya karna anak nya koma bisa aja bisa mati jadi dia ingin aku menikah dengan menantu nya ngak tau nanti nya mama akan menyuruh ku membantu paman aku juga ngak tau keputusan apa yg akan di ambil mama"ucap Radit sendu menatap Key dia tidak ingin berada antara Key dan mama nya jika dia tidak mencintai Key sudah pasti dia sudah menikah dengan menantu paman nya dan menuruti permintaan mama nya tapi ini beda bahkan Radit tidak ingin melihat Key terluka meski hanya sebuah goresan


"Pasti wanita itu cantik ya kenapa ngak menerima tawaran paman "ucap Key ingin becanda tapi dia bisa lihat jika Radit marah dan menatap Key tajam


"Meski kau tak mencintai ku tolong hargai perasaan ku"ucap Radit tajam lalu pergi ke kamar


"Hah! nasib jadi orang serius saat ingin becanda pasti di anggap serius "ucap Key beranjak menyusul Radit yg ternyata berada di ruang kerja nya


"Maafkan aku"ucap Key menunduk bahkan saat Radit marah tatapan nya lebih tajam dari mata dedy nya


"Maaf aku tadi hanya becanda"ucap Key lagi melihat Radit terdiam ini lah yg di benci Key melihat Radit hanya diam dan mencueki dia


"Maaf kan aku kak ngomong dong "ucap Key menarik tangan Radit menghadap nya


"Kau sendiri tau rasa ku seperti apa sampai kapan pun aku tidak biar kan kau pergi dari ku meski kau tak mencintai ku tolong tetap bersama ku"ucap Radit dingin


"Maaf"ucap Key memeluk Radit


"Lain kali jangan di ulang aku ngak suka itu"ucap Radit


"Aku kan udah mintak maaf"ucap Key


"Sudah lah aku masih kesal"ucap Radit melepas pelukan Key membuat Key terdiam Key menarik tangan Radit lagi dan mencium bibir Radit dengan lama membuat Radit terdiam


"Kau memang keterlaluan membuat ku lebih agresif"ucap Key malu membenamkan wajahnya di dekapan Radit dan memukul bidang dada Radit


"Kau sangat suka menyentuh tubuh ku ya"ucap Radit memeluk Key dengan erat


"Maafkan aku soal tadi"ucap Key mendongak


"Baik lah aku akan memaafkan mu"ucap Radit


"Em apa aku boleh mencium wajah mu setiap saat"ucap Radit


"Aku kan istri mu jadi lakukan apa yg kau suka terhadap ku"ucap Key tersenyum

__ADS_1


"Terimakasih"ucap Radit mengecup kening Key membuat Key tersenyum malu


__ADS_2