
"Aku suapin ya"ucap Cakra menyuapi Alya dan Alya hanya memandang Cakra
"Biar Sakira yg melanjutkan kau istirahat la seperti nya semalaman kau tak tidur dan juga kau sangat kelelahan"ucap Alya
"Tapi aku masih merindukan mu"ucap Cakra
"istirahat dulu setelah itu baru kau kembali lagi atau aku ngak mau ketemu sama kamu aku tak ingin melihat mu sakit"ucap Alya
"Ini yg aku rinduku ke cerewatan mu"ucap Cakra mengecup bibir Alya lalu berdiri
"Jeky mari kita pulang"ucap Cakra lalu pergi bersama Jeky
"Gimana kabar mumu?"tanya Alya basa basi ke Sakira yg mendekat dan membantu nya sarapan
"Cih! kau menanyakan kabar ku harus nya aku yg bertanya kabar mu gimana!"ucap Sakira cuek
"Aku baik cuman kayak nya kaki ku bermasalah"jawab Alya karna dia tidak bisa mengerak kan kaki nya
"Mungkin kau akan lumpuh sementara karna tembakan pertama mengenai kaki mu"jawab Sakira memberi obat ke Alya dan memeriksa ke adaan nya
"Bersyukur tembakan kedua meleset tidak mengenai jantung mu jika tidak kau mungkin tinggal nama karna peluru nya berada di tengah tengah antara jantung dan hati ku kayak nya dia sengaja ingin membuat mu tiada "ucap Sakira lagi
"Dia memang kejam bahkan dia ingin aku bunuh diri sendiri atas siksaan nya dan ternyata dia yg menjebak aku dan Cakra"ucap Alya
"Dan Serly?"tanya Alya
"Aku tak tau kabar nya setelah 3 hari menghilang nya kau Cakra mendapat kan vidio saat Serly menampar mu apa kau tau selama aku mengenal Cakra baru kali ini aku melihat sisi jahat nya dia sangat murka terhadap Sery dia menjekik bahkan ingin menembak kepala Seryl !"ucap Sakira menceritakan semua nya saat Alya menghilang
"Dengan kejadian ini aku bersyukur dengan Tuhan masih memberi ku kesempatan ke dua untuk hidup dan berterimakasih terhadap Remiko karna dia aku bisa mendapatkan Cakra dan hati nya"ucap Alya tersenyum bahagia
"Kok aku ngak liat yg lain?"tanya Alya
"Oh ayah sama bunda menghadiri pernikahan anak sepupu nya di Bandung sedangkan mami sama papi ke luar negri ada urusan penting kemarin mereka datang berharap kau akan membuka mata tapi sayang kau masih tertidur! "jelas Sakira
"Jeky tampan bukan?"ucap Alya berbaring
"Hei kenapa kau tersenyum kayak gitu apa terjadi sesuatu saat aku koma!"ucap Alya melihat Sakira tersenyum malu.Sakira menceritakan saat ciuman mereka dan juga pengakuan Jeky tapi Sakira heran semenjak kejadian itu Jeky biasa biasa aja
"Laurel itu memang dasar perempuan genit"ucap Alya geram
"Kayak nya teropsesi banget ingin memiliki Cakra maupun Jeky"jawab Sakira
"Dan satu lagi"ucap Sakira menceritakan saat pertama Alya masuk rumah sakit dan Cakra seperti orang gila Sakira menceritakan semua nya
"Oh ya "ucap Alya tersenyum bahagia
__ADS_1
"Ya kayak nya aku harus kerja dulu kau istirahat la biar cepat sembuh"ucap Sakira melirik jam di tangan nya
######
Setelah Sakira memeriksa kaki Alya yg menyatakan dia lumpuh sementara Alya memaksa nya supaya cepat sembuh dan menuruni brandar nya
"jika tak bisa jangan di paksa"ucap Cakra membantu Alya berdiri
"Aku tidak mau nanti nya kau malu memiliki Istri yg cacat kayak aku"ucap Alya mengengem tangan Cakra dan berdiri
"Hah! apa pun keadaan mu aku tetap mencintai mu"ucap Cakra menatap Alya dan menarik pinggang Alya
"Aku sangat sangat mencintai mu I love you cerewet"ucap Cakra meletakkan tangan Alya di leher nya
"I...I love too pendendam"ucap Alya gugup dan tersipu malu.Cakra langsung melahap bibir Alya yg merah merona Alya membalas ciumannya mereka menyalurkan kerinduan dengan ciuman nya
"Kebiasaan deh"ucap Alya cemberut Karna Cakra mengigit leher nya lagi
"Aku merindukan mu sayang"bisik Cakra berat
"Aku masih sakit"ucap Alya menyadari ke inginan Cakra
"Emm dari tadi aku mencari suami pemarah ku tapi kenapa tidak keliatan ya"canda Alya dengan mengalungkan tangan nya di leher Cakra karna dia tidak kuat berdiri
"Kau anggap apa aku"ucap Cakra cemberut
"Dia udah pergi semenjak istri nya koma"jawab Cakra
"Oh ya bukan nya dia ngak cinta dan ngak takut kehilangan Istrinya"sindir Alya
"Sayang jangan lagi ya kayak kemaren kemaren kau tau aku rasanya ingin mati jika kau tinggal pergi karna kau hidup ku dunia ku nyawa ku dan segala galanya untuk ku"ucap Cakra serius
"Kayak nya aku harus berterimakasih sama Remiko karna dia hati mu milik ku karna dia di hati mu cuman ada aku"ucap Alya menyentuh bagian hati Cakra
"Dan selamanya hati ini milik mu dan hati mu milik ku"ucap Cakra lagi menciumi leher Alya
"Aw.....Cakra pelan pelan kau lupa jika Remiko juga menembak dada ku "ucap Alya menyentuh luka nya yg terasa nyeri
"Apa sakit?"tanya Cakra
"Tembakan Remiko ngak sesakit saat kau mengatakan tidak mencintai ku jika aku harus memilih lebih baik di tembak dari pada mencintai suami sendiri dan dia tidak mencintai kita"jawab Alya menyentuh rahang Cakra
"Maafkan aku tidak menyadari cinta ku kita akan memulai nya dari awal lagi dan hidup bersama selamanya"jawab Cakra membaring kan Alya ke brandar nya dan menciumi Alya dengan kelembutan
######
__ADS_1
2 minggu berlalu
Keadaan Alya sudah membaik kaki nya juga bisa berfungsi dengan baik .Hari ini Alya di perbolehkan pulang tapi keluarga nya tidak memberi tau Cakra dan mereka membawa Alya begitu saja anggap saja mereka menculik Alya
Cakra tersenyum dengan lebar menuju kamar Alya saat masuk dia kaget tidak menemukan Alya
"Suster di mana istri saya"ucap Cakra panik
"Lho kan udah di bawa pergi oleh nyonya Dirgantara "jawab suster itu .Cakra langsung berlari menuju rumah mami nya semua orang sudah berkumpul di sana ada juga Serly yg berbicara pada mami nya
"Dimana istri ku?"teriak Cakra khawatir
"Seryl ngapain kamu di sini sekarang di mana Alya ku cepat katakan? "teriak Cakra dengan lantang
"Aku.....ucap Seryl terpotong
"Di mana Alya ku?"teriak Cakra lagi
"Tenang la Cakra!"ucap mami nya
"Ngak bisa mi aku ngak tenang jika ngak ketemu sama Alya dan dia akan mencelakai Alya lagi!"ucap Cakra yg hampir menangis tak melihat Alya dari tadi
"Ada apa kenapa kau teriak teriak?"ucap Alya datang dari dapur bersama Sakira
"Sayang kau tak apa?"ucap Cakra melihat keadaan Alya dan menciumi seluruh wajah Alya
"Ada apa dengan mu aku baik baik saja? "ucap Alya menenangkan Cakra yg hampir menangis
"Tapi tapi.......ucap Cakra
Cup
"Tenang la di sini banyak orang aku ngerti Serly pernah ingin mencelakai ku dan dia udah minta maaf dan menyesal apa yg dia buat! "ucap Alya mengecup pipi Cakra supaya tenang
"Aku hanya takut kau kenapa -napa"ucap Cakra memeluk Alya
"Ehn ehm"dehem Sakira
"Sirik aja"ucap Cakra melepas pelukan nya
"Oh ya bun selama Alya koma apa kak Rianti pernah jenguk Alya?"tanya Alya duduk di tengah tengah bunda dan mami nya
"Sayang jika kau duduk di situ aku ngak bisa deket deket sama kamu"ucap Cakra ingin menarik Alya tapi tangan nya di tepis oleh mami nya
"Selama Alya sadar kami ngak punya kesempatan bersama nya kau menempel terus dan sekarang pergi la! "ucap mami nya ketus
__ADS_1
"Pernah sih sayang tapi cuman sehari setelah itu dia ngak pernah jengukin kamu bunda rasa dia dalam masalah karna saat itu ngak ada yg jagain kamu dan saat bunda masuk dia gugup dan menghapus air mata seakan dia curhat dengan kamu saat bunda tanya dia hanya tersenyum dan pamit pulang"jelas bunda nya dan mengelus kepala Alya
"Ada apa ya sama kak Rianti?"gumam Alya berfikir