
Ting nung
"Ya sebentar"teriak tuan rumah
"Alya"ucap nya kaget dan mempersilakan Alya duduk yg ternyata dia lagi dengan kekasih
"Oh ya sayang kenalin dia Alya Dirgantara "ucap nya .Alya hanya duduk menatap nya
"Nona Serly sibuk?"ucap pengawal Alya
"Tidak terlalu!"jawab Seryl menatap Alya dan bingung .Alya berdiri lalu pergi
"Aneh deh Alya ngak biasanya ternyata benar yg pernah aku dengar bahwa semejak kejadian itu dia berubah"ucap Serly
"Bisa kah kau membantu ku menekan berita yg ada?"ucap Alya kembali lagi dan itu membuat Serly kaget dan melongo
"Kau kenapa?"ucap Serly dan menatap Alya yg menatap kekasih nya
"Tak apa bicara la dia bisa di percaya"ucap Serly memberi pengertian
"Aku ingin membantu Cakra tapi aku ngak mau orang lain tau termasuk Cakra"ucap Alya takut dan menunduk
"Bisa saja kita menekan media tapi kita harus menghapus nya dari video aslinya!"ucap Serly
"Kau bisa ikut dengan ku besok malam "ucap Alya berkeringat dingin karna gugup
"Baik"jawab Serly
###
Alya dan Serly menyelinap masuk ke dalam rumah yg menyebar video Cakra. Alya memperhatikan sebuah ruangan dan masuk dengan pelan
"Kau yakin orang ini pelaku nya"ucap Serly pelan Alya sudah duduk di kursi dengan membuka laptopnya dan berfikir
"Oh Alya kau hebat bisa menemukan pelaku nya dengan sekecap"ucap Serly
"K..k.karna aku mencintai Cakra"jawab Alya dengan mata sendu nya dan menghapus video nya dan mengambil sesuatu dan memasukan nya
"Alya kau kok bisa mendapat kan video dokter Brayen "ucap Serly ya Brayen yg menyebar foto Cakra yg pernah di tunjukkan dengan Alya itu kenapa Alya bisa tau pelaku nya siapa
"Aku mengikutinya dan merekam nya"ucap Alya menyebarkan video tak senono dokter Brayen dan menguncinya agar tidak bisa di hapus.Alya merekam kelakuan saat di Club dan mengambil barang bukti saat di gudang di mana bukti dokter Brayen banyak melecehkan perempuan
"Bagus ya"ucap Brayen berada di depan pintu
"Ayo pergi"ucap Serly berlari tapi Alya menatap Brayen
"Alya mana?"ucap Serly setelah berada di luar rumah
"Alya ku sayang"ucap Brayen mendekat tapi Alya mundur dan sampai di balkon
"Jangan mendekat"ucap Alya ketakutan
"Hahaha! kemari sayang"ucap Brayen
__ADS_1
Alya melompat dari balkon karna dia takut membuat Serly kaget
"Alya"teriak Serly mendekati Alya yg terluka karna goresan bersyukur balkon nya tidak terlalu tinggi .Serly segera membawa Alya pulang
"Letakan"ucap Serly panik dan ingin menelpon seseorang
"Nona sebaiknya jangan memberi tau keluarga nona Alya nona berpesan jangan sampai di ketahui keluarga"ucap bodyguard
"Baik la kau keluar la aku akan mengobati luka Alya dulu"ucap Serly setelah mengobati luka Alya .Serly duduk di dekat Alya
"Agghh jangan sentuh aku pergi "teriak Alya lalu bangun
"Kau tak apa?"ucap Serly
Alya mengangut dan melirik jam nya dan berdiri kaki nya sedikit terkilir dan juga lengan nya luka kening nya terdapat beberapa luka
"Nona mari kita pulang nanti nyonya Anggara marah "ucap bodyguard di depan kamar
"Ya sudah kau pulang la urusan nama baik Cakra biar aku yg akan konfrensi pers besok!"ucap Serly di angguki oleh Alya lalu pergi
🌞🌞🌞
Berita tentang Cakra hilang seketika di gantikan oleh berita heboh Brayen hingga dia di pecat secara tidak hormat di rumah sakit Z membuat Brayen murka tapi dia tidak bisa apa apa karna dia juga di tangkap polisi karna pembunuhan dan pelecehan dia juga di tangkap karna narkoba.Itu semua ulah Alya yg mengumpul kan buktinya
"Berita tentang Cakra dirgantara itu hanya salah paham bisa saya pastikan dan juga ada yg ingin menghancurkan nama baik nya! "jelas Serly
"Orang yg membuat nama baik Cakra tercemar sudah di beres kan dia sudah di tangkap karna kasus pelecehan pembunuhan dan juga narkoba dia dokter Brayen yg bekerja di rumah sakit Z! "jelas Serly dengan senyum nya
"Nona Serly yg membuktikan bahwa tuan Cakra tidak bersalah bukan kah dulu nona mencintai tuan Cakra apakah sekarang ini anda membantu nya karna masih mencintai tuan Cakra?"tanya wartawan
"Sebenarnya bukan saya yg mencari bukti nya ada seseorang yg membuktikan bahwa Cakra tidak bersalah saya membantu menemani dia menghilangkan video nya bahkan saat kami ketahuan dia loncat dari balkon hingga terluka!"jelas Serly
"Pertanyaan terkahir nona apakah benar tuan Cakra mengkhianati nona Alya dengan berita yg ada?"ucap wartawan itu
"Saya tidak tau tapi menurut ku Cakra di jebak itu bisa saya pastikan! "ucap Seryl
####
"Tuan dengan penjelasan nona Serly membuat perusahaan kembali stabil"ucap Jeky
"Iya kau benar tapi Alya ku tak kan kembali"jawab Cakra menyesali perbuatan nya sering bermalam dengan wanita malam
"Tuan ini Doni dia yg akan menggantikan saya karna saya harus mengurus perusahaan Dirgantara"ucap Jeky
"Baik la kau boleh pergi"ucap Cakra memendam sakit hati nya harus terpisah dengan Alya
###
Alya mempersiapkan barang barang nya karna dia di suruh mami balik ke luar negri Alya hanya menurut apa yg mami nya katakan
"Kau benaran akan pergi lagi?"ucap Rianti di depan pintu kamar Alya
"Hah! jika kau pergi siapa yg nguatkan kakak melawan Laural "ucap Rianti duduk di dekat Alya
__ADS_1
"Semalam abang kamu ngak pulang dan dia diemin kakak"ucap Rianti meneteskan air mata
"Kakak ngak kuat melawan Laurel sendiri"ucap Rianti menangis memeluk Alya dengan erat
"Kakak yakin pasti semalam Laurel melakukan sesuatu sama abang kamu"ucap Rianti gemetar
"Sudah laj mari kita turun biar kakak yg bawakan tas kamu"ucap Rianti mengandeng tangan Alya untuk turun
"Bunda pasti merindukan mu"ucap bunda memeluk Alya . Lalu mereka keluar mengantarkan Alya sampai depan bodyguard Alya sudah siap
"Mari nona"ucap nya membuka kan pintu buat Alya.Alya menatap abang nya dengan lama seakan memberi peringatan bunda dan yg lain merasakan sesuatu dari tatapan Alya ke Refan lalu Alya menatap Rianti dengan kasi sayang dan menghampiri nya lalu memeluk nya sampai membuat Rianti menangis
"Aku akan merindukan mu nanti"ucap Rianti.Alya menghapus air mata Rianti dan menggeleng lalu kembali ke mobil dan tangan nya ada yg menariknya
"Dasar sahabat sialan mau pergi ngak bilang bilang"ucap nya memeluk Alya dengan erat siapa lagi jika bukan Sakira dia di beri tau oleh Jeky bahwa Alya akan pergi itu kenapa Jeky yg memimpin perusahaan
"Kau ngak boleh pergi lagi"ucap Sakira menangis
"Sayang tenangkan diri mu"ucap Jeky
"Lihat la dia aku sangat marah pada nya"ucap Sakira memeluk Jeky
"Nona sebaiknya kita pergi sekarang"ucap bodyguard
"Alya tunggu"teriak Cakra berlari dengan penampilan berantakan dan memeluk Alya dengan erat
"Aku mohon jangan pergi"ucap Cakra dengan mata memerah bodyguard mendorong Cakra untuk menjauh
"A..a aku harus pergi kalian harus jaga diri"ucap Alya menunduk dan masuk ke mobil
"Alya jangan tinggal kan aku"ucap Cakra memukul kaca mobil Alya kembali turun menatap Cakra lalu berjijit mencium pipi Cakra lalu memeluk nya dengan erat lalu kembali masuk ke mobil dan pergi
"Kenapa semua jadi seperti ini kenapa?"ucap Cakra menjambak rambutnya sendiri dan memukul tanah
"Kesalahan itu kau sendiri yg buat!"ucap Refan dingin lalu masuk di ikuti oleh Rianti
"Tunggu mas aku mau ngomong"ucap Rianti masuk ke dalam kamar
"Mas kemana semalam?"ucap Rianti
"Aku ...aku maaf Rianti jika aku melakukan kesalahan! "ucap Refan memeluk Rianti
"Maksud mas?"ucap Rianti
"Semalam saat mas di kantor Laurel mendatangi mas dan dia memaksa mas tapi mas menolak dan dia menjebak mas dan!"ucap Refan berlutut memintak maaf
"Maaf kan mas"ucap Refan
"Aku ngak tau mas"ucap Rianti memalingkan wajahnya
"Dulu aku ngak pernah mencintai mu tapi kau tak tau sekarang ini aku sangat mencintai mu bahkan aku takut kehilangan mu tapi kenapa kau menguji cinta ku dengan cara seperti ini mas kenapa"ucap Rianti tak bisa menahan sakit hati nya
"Kau mencintai mas?"ucap Refan tersenyum
__ADS_1
"Iya mas aku mencintai mu tapi kau menganggap perlakuan ku selama ini hanya tanggup jawab sebagai istri nyata nya tidak mas aku mencintai mu tapi kenapa sekarang ini harus ada orang lain di rumah tangga kita!"ucap Rianti
"Maaf jangan pergi"ucap Refan berlutut dan mengengam tangan Rianti