
khusus 18+ di larang anak di bawah umur jangan lupa vote like and comen
"Kayak nya hari ini kau sedikit berbeda deh"ucap Alya mengingat kelakuan tak biasa Cakra
"Maksud nya?"tanya Cakra melirik Alya sekilas
"Iya tak biasa sering menggoda ku dan juga bercanda dan satu lagi kau tersenyum untuk pertama kali nya"ucap Alya menatap Cakra
"Anggap saja aku melakukan nya karna kamu "ucap Cakra dan mobil mereka memasuki pekarangan rumah
"Yuk turun"ucap Cakra dan Alya memperhatikan sekitarnya dengan mata berbinar
"Ini "ucap Alya tak percaya karna mereka berada di rumah orang tua nya
"Iya kau udah lama kan ngak pulang ke rumah jadi kita menginap di sini"ucap Cakra
"Terimakasih"ucap Alya memeluk Cakra lalu keluar dengan senang
"Mulai aku terlupakan"ucap Cakra mengikuti Alya
"Assalamualaikum bun"teriak Alya karna rumah nya turbuka lebar
"Waalaikumsalam udah dateng sayang"ucap bunda nya sengaja menyapa Cakra duluan dan Cakra menyalami bunda nya
"Iya bun " ucap Cakra
"Ih bunda anak nya yg ini lho kenapa di abaikan"ucap Alya cemberut
"Gimana kabar istri kamu?"ucap bunda nya menggajak Cakra duduk di sofa dia sengaja mengerjai Alya
"Baik bun!"jawab Cakra melirik Alya dan menatap bunda nya dan mengerti maksud bunda nya
"Asal bunda tau ya dia itu sangat cerewet banyak bicara dan juga sedikit menyebalkan"ucap Cakra mengikuti permainan bunda nya saat Alya masih tidur Cakra mengabari bunda nya buat menginap
"Dia emang kayak gitu "ucap bunda nya
"Ih sebel deh Alya ngak di anggap" ucap Alya memangku dagu nya
"Assalamualaikum "ucap ayah nya baru datang
"Waalaikumsalam "jawab semua
"Kenapa tuh muka cemberut"ucap ayah nya duduk di sebelah bunda nya
"Au aahh yah bunda dan Cakra nyebelin ngak anggap Alya ada"ucap Alya cemberut dan memaju kan bibir nya
Hahaha tawa semua merasa lucu dengan tingkah Alya
__ADS_1
"Au aahh aku ngambek"ucap Alya menuju dapur karna dia sudah haus menuang kan air dingin dan meminum nya hingga habis
"Cakra gimana? "tanya bunda nya mengikuti Alya
"Bukan nya Alya ngak di anggap ada!"ucap Alya masih kesal dengan bunda nya
"Jadi marah nih sama bunda"ucap bunda nya
"Iya sih marah tapi Alya kangen"ucap Alya memeluk bunda nya
"Bunda juga kangen sama kelakuan jail kamu"ucap bunda nya mereka kembali lagi ke ruang tamu tempat Cakra dan ayah nya
"Lihat jika ada Alya dia ambil istri ku ayah ngak bisa deket deket sama istri sendiri"sindir ayah nya
"Apaan sih yah kan Alya kangen"ucap Alya ingin duduk dekat bunda nya tapi Cakra menariknya hingga jatuh di pelukan Cakra Alya mendongak menatap Cakra
"Ehm ehm "dehem ayah nya menyadarkan kan mereka
"Cie anak ayah udah mulai tumbuh benih cinta ni yeh"goda ayah nya
"Apaan sih ya"ucap Alya membenarkan duduk nya dan duduk di sebelah Cakra
"Kapan ayah akan gendong cucu"ucap ayah nya
"Bunda"rengek Alya dengan pipi seperti kepiting rebus
"Udah yah lagian mereka lagi di usahakan "ucap bunda nya kali ini bunda nya ikut menggoda Alya
"Baru Cakra cium udah memerah liat tu"ucap Cakra
"Ih kok ngebully aku kayak gini sih"ucap Alya makin malu di goda terus apa lagi Cakra menunjukkan leher yg merah
"Ada kemajuan dong"ucap ayah nya
"Iya yah bila perlu malam ini Cakra akan melakukan nya hingga pagi"ucap Cakra
"Au aahh kesel"ucap Alya naik ke lantai atas masuk ke kamar nya
"Maaf ya bun yah ada yg Cakra sembunyiin selama ini"ucap Cakra menceritakan semua nya termasuk tujuannya menikahi Alya karna dendam nya
"Tapi kalian tenang aja Cakra akan selalu menjaga Alya dan membahagiakan kan nya Cakra tau Alya ngak pantes buat Cakra karna dia terlalu baik buat Cakra tapi Cakra akan berusaha membahagiakan Alya semampu Cakra tak kan menyakiti nya lagi"ucap Cakra tulus
"Kami percaya sama kamu bahwa kamu bisa membahagiakan Alya"ucap ayah nya tersenyum
"Terimakasih yah udah percaya sama Cakra"ucap Cakra
"Iya temui istri kamu sana"ucap ayah nya dan Cakra pamit untuk menumui Alya ke kamar nya saat Cakra masuk di dalam kamar nya Alya baru selesai mandi mengunakan baju mandi nya dengan rambut basa nya Cakra menelan Saliva nya karna baru kali ini Cakra melihat Alya bepakai seseksi itu dan terlihat kaki Alya yg putih Alya tidak menyadari kehadiran Cakra terus mengering kan rambut nya hingga dia berbalik yg melihat Cakra menanatap nya dengan intens membuat Alya kaget dan menurun kan baju mandi nya tapi tetap karna baju mandi nya di atas lutut
__ADS_1
"A...a apa kau bawa baju ganti di l...lemari aku punya tapi ngak punya baju kamu?"ucap Alya gugup
"Iya ini!"ucap Cakra meletakkan tas kerjanya dan juga ada baju ganti nya yg di bawah nya
"Oh k...kau mau mandi?"ucap Alya jadi grogi di tatap Cakra seperti itu
"Iya!"ucap Cakra mendekati Alya dan Alya hanya mundur dan membentur dinding dan kesempatan Cakra mengunci badan Alya dengan kedua tangan nya
"Apa kau berniat ingin menggoda ku?"ucap Cakra memajukan wajah nya menatap mata Alya
"T..tidak! "jawab Alya merasa jantung nya ingin keluar
"Aku merasa sangat beruntung memiliki mu kau cantik wajah dan hati"ucap Cakra membelai wajah Alya dan melu***bibir Alya dengan lembut tak ada penolakan dari Alya karna Alya juga mulai merasa mencintai Cakra
"Mulai pinter ya"ucap Cakra
"Kan kamu yg ngajarin"jawab Alya tersenyum malu Cakra kembali mencium Alya dan membawa Alya ke kasur meletakkan Alya dengan pelan terpesona dengan tatapan Cakra membuat Alya tak menyadari bahwa mereka sudah ada di kasur Cakra menindih Alya membuka ikatan baju mandi Alya menciumnya dan menghirup aroma badan Alya yg harum
Ya allah apa ini saat nya aku melakukan tugas ku .Batin Alya memejamkan mata nya
Cakra membuang baju mandi Alya dan tinggal baju dalam alya dan celana pendek nya yg menutupi paha Alya menahan badan Cakra
"Aku malu kau lihatin kayak gini"ucap Alya memalingkan wajahnya
"Kau harus terbiasa karna aku suami kamu dan kita akan sering melakukan hal seperti ini"jawab Cakra tersenyum mencumbui Alya dan meraba arah punggung Alya
"Alya kau membuat ku merasa kan hal yg belum aku rasakan sebelum nya"ucap Cakra di sela cumbuan nya Alya hanya memeluk leher Cakra merasakan sentuhan Cakra .Cakra merakak ke tubuh Alya menatap Alya mencium bibir Alya dan ingin menyatuh kan milik nya dan milik alya
Tring tring tring
Ponsel Alya berbunyi tapi mereka mengambai kan nya karna Cakra masih mencumbui Alya belum pernah Cakra merasa hal ini saat mencumbui wanita tapi ponsel itu menggangu mereka terus berbunyi
"Kayak nya aku harus angkat telpon dulu"ucap Alya
"Jangan hiraukan"ucap Cakra tak sabar menyatukan tubuh mereka
"Tapi itu berisik"ucap Alya
"Anggat la"ucap Cakra kesal dengan menyesal Alya mengangkat telpon ternyata dari Sakira segera Alya beranjak
"Ya Sa "ucap Alya tersenyum melihat senyuman Alya membuat Cakra menempel dan memeluk Alya dari belakang sesekali mencium leher Alya
"Besok bayi itu di operasi apa kau akan datang?"tanya Sakira
"Iya aku akan datang Sa kau kabarin aja jam berapa! oh ya gimana kabar ibu nya?"tanya Alya merasa risih yg di perbuat Cakra
"Sedikit ada perubahan mungkin dalam waktu dekat ini akan sadar"ucap Sakira
__ADS_1
Belum sempat Alya bertanya lagi Cakra mengambil alih ponsel Alya
"Jangan sekarang oke ini mengganggu ku"ucap Cakra dingin dan mematikan nya membuang ponsel Alya ke kasur kembali memeluk Alya dari belakang Alya menahan nafas nya merasakan kulit mereka bersentuh langsung