
Saat yg lain sudah pergi Cakra kembali duduk di dekat Alya dan memandang nya dengan seksama
"Aku mulai kesal dan marah melihat kau seperti ini "ucap Cakra lalu keluar tidak lama Cakra keluar para dokter dan suster masuk memeriksa keadaan alya ,Sakira dengan teliti memeriksa keadaan Alya
"Dokter Sakira anda sudah memeriksa berulang kali tapi tetap tidak ada perubahan!"ucap dokter Kinaya
"Baik saya akan berhenti tapi cara ini yg belum di pakai "ucap Sakira mendekat kan bibir nya di telinga Alya
"Suami mu itu sangat tampan aku tau kau sangat mencintai nya berjuang la hidup demi diri nya demi pernikahan kalian dan asal kau tau dia begitu mencintai mu jika kau tak percaya kau bisa melihat nya sendiri"bisik Sakira
"Jika kau pergi banyak wanita menunggu nya di belakang kau tak khawatir dia juga butuh diri mu aku kasian pada nya dia seperti orang gila tanpa diri mu dia tersiksa tak ada kau di samping nya bisa aku jamin dia akan menderita jika tak ada kau di samping nya dia seperti hidup tak ada tujuan "bisik Sakira dengan menangis
"Dokter pasien mengeluarkan air mata itu berarti pasien merespon"ucap suster
"Suster ambil kan lagi darah buat pasien "ucap dokter Kinaya suster itu berlari mengambil persediaan darah buat Alya
"Meski ada sedikit perubahan kita tetap bersyukur karna pasien masih kritis dan merespon"ucap dokter Kinaya
"Aku tau Ya kau kuat aku akan melakukan yg terbaik"gumam Sakira
######
Setelah ada respon dari Alya tapi tetap Alya masih kritis Sakira dan dokter Kinaya keluar dan keluarga besar Alya sudah menunggu di depan ruangan
"Ada apa dok dengan anak saya? "ucap bunda yg sudah sadar
"Kita harus bersyukur meski pasien masih kritis itu berarti pasien ada kemajuan ! "ucap dokter Kinaya
######
Satu bulan kemudian
"Selamat pagi sayang apa kabar"ucap nya mencium kening istrinya
"Cie malu ya aku panggil sayang"ucap nya itu la yg sering dia lakukan sebulan terakhir ini saat istri nya di nyatakan koma
"Aku berangkat ya sayang bunda udah dateng"ucap nya mencium kening istrinya
"Cakra sebelum berangkat kerja sarapan dulu bunda liat semenjak Alya koma kau tak pernah makan dan tidur dengan teratur"ucap bunda melihat Cakra tak pernah mengurus diri nya
"Cakra tak apa bun lagian Cakra sarapan di kantor aja"jawab Cakra lalu pamit pergi
"Alya mau sampai kapan kamu kayak gini kasian lho Cakra nya semenjak kamu koma dia ngak pernah ngurus diri makan dan tidur pun ngak teratur" ucap bunda nya mengelus kepala Alya
"Bunda ada disini?"ucap Sakira masuk ingin memeriksa keadaan Alya
__ADS_1
"Iya nak kau mau memeriksa keadaan Alya!"ucap bunda
"Iya bun sebenarnya aku males masuk ruangan ini pasiean nya terlalu lemah ngak bangun bangun bosen aku liat nya!"canda Sakira dan mulai memeriksa Alya
"Kau ini! oh ya nak umur mu udah tua lho kenapa belum menikah ?"tanya bunda
"Belum ada yg cocok bun dan aku terlalu sibuk dengan pekerjaan ku!"jawab Sakira tersenyum
"Jangan terlalu banyak milih nak dan juga jangan terlalu sibuk kamu juga harus bahagia pekerjaan dokter itu hal yg mulia menolong orang lain kamu juga butuh seseorang yg bisa menemani hidup mu!"ucap bunda menasehati
"Iya bun cuman ya gitu deh mungkin belum ketemu sama jodoh nya"ucap Sakira tiba tiba tersipu malu
"Ada apa?"ucap bunda binggung melihat Sakira
"Lihat deh bun buat aku malu liat nya!"ucap Sakira menunjukkan leher alya yg merah karna kecupan Cakra
"Hahaha! Cakra itu apa dia tidak tahan sehingga Alya lagi koma aja bisa di beri tanda seperti itu"tawa bunda
"Lucu ya jika liat Cakra nyosor nyosor pada orang yg tak berdaya jika Alya tau dia lakukan itu dan sampai ketahuan oleh kita pasti dia malu setengah mati"ucap Sakira cekikikan
######
Cakra sibuk dengan berkas dan laptop nya banyak sekali pekerjaan yg sering Cakra tinggal kan karena tidak fokus bekerja memikirkan Alya
"Aaa aku merindukan nya baru beberapa jam aku meninggal kan nya kenapa sudah rindu seperti ini"gumam Cakra frustasi
"Kenapa kau bisa masuk ke sini?"ucap Cakra dingin
"Tentu bisa sayang!"jawab Laurel mulai menggoda Cakra
"Pergi dari sini aku jijik liat kamu"ucap Cakra sinis
"Sayang istri kamu lagi sakit kan jadi aku yg akan mengganti kan nya"ucap Laurel mengalungkan tangan nya ke leher Cakra
"Menjijikkan aku sudah punya istri dan aku mencintai nya"ucap Cakra mendorong Laurel hingga terjatuh
"Oh jadi gitu"ucap Laurel tersenyum tanpa aba aba membuka kancing baju nya terlihat la payu**nya Laurel adalah seorang pengila sex itu kenapa dia pergi ke luar negri mengkhianati Cakra karna Cakra tak pernah menyentuh nya sedikit pun
"Jeky"teriak Cakra dengan lantang dan memalingkan wajah nya dia tidak ingin mengkhianati cinta Alya meski Alya tidak akan mengetahui nya
"Iya tuan "ucap Jeky datang dengan tergesa gesa Jeky menelan Saliva nya melihat Laurel seperti itu Jeky pria yg normal tentu dia akan tergoda apa lagi Jeky tidak memiliki kekasih yg tak pernah ada yg menyentuh nya
"Kau urus dia Jeky"ucap Cakra pergi tapi Laurel memeluk Cakra menggoda nya dengan tubuh nya
"Jeky kau urus dia"ucap Cakra mendorong Laurel
__ADS_1
"Tuan saya pun tak bisa saya pria normal "ucap Jeky menahan hasrat nya
"Anggap la rezeki mu Jeky"ucap Cakra pergi mendengar ucapan Jeky menghentikan Cakra yg memegang gangang pintu
"Saya mulai ada rasa sama dokter Sakira dia wanita yg unik saya harus memantas kan diri untuk nya saya ngak mau nanti dia menjauh dengan sikap saya yg breng***"ucap Jeky serius
"Hei Cakra tak ada kau pun jadi"ucap Laurel karna ketampanan Jeky sama hal nya dengan bos nya membuat wanita bertekuk lutut pada nya
"Tunggu apa lagi"ucap Cakra memberi kode ke Jeky untuk kabur melihat itu Jeky dan Cakra berlari untuk menghindari hal yg tidak di ingin kan
"Aaa kenapa aku bisa kenal dengan orang gila semua "ucap Cakra .Cakra sudah banyak berubah semenjak mencintai Alya
"Ayo ikut dengan ku ke rumah sakit sekalian kau Pdkt dengan dokter Sakira"ucap Cakra
"Dengan senang hati tuan"ucap Jeky siap meluncur tidak butuh lama mereka sampai ke rumah sakit
"Tuan semenjak nona Alya koma tuan sering bolos bekerja saya takut nanti nya akan mempengaruhi perusahaan tuan"ucap Jeky mereka sudah sampai di rumah sakit dan menuju kamar Alya
"Jeky aku tak pernah merasa kan hal seperti ini sebelum nya aku sangat takut kehilangan nya aku reka kehilangan segalanya asal jangan sampai kehilangan nya aku sangat menyesal terlambat menyadari rasa cinta ku pada nya dan lihat la aku lagi di hukum dia seakan marah pada ku dia tidak ingin bangun lagi"ucap Cakra dengan tatapan ke depan lalu mereka masuk ke kamar inap Alya
"Hai sayang kau lagi apa di sana kenapa lama banget kau sadar"ucap Cakra ikut berbaring di sebelah Alya sedang kan Sakira yg menunggu Alya tertidur di sofa dengan tangan menunjang kepala nya Jeky duduk di sebelah Sakira
"Kau tau sayang ternyata Jeky mencintai Sakira kau seneng kan kau bilang Jeky cocok untuk Sakira sekarang dia lagi memperjuangkan kan cinta nya"ucap Cakra membenam kan wajah nya di leher Alya
"Tuan saya keluar dulu "ucap Jeky salah tingkah karna saat dia menatap Sakira tiba tiba Sakira membuka mata
"Kenapa kamu seperti itu?"ucap Sakira tapi Jeky pergi keluar hanya 5 menit Jeky keluar namun kembali lagi dengan buru buru dan bersender di pintu kamar Alya
"Kau kenapa Jeky? "tanya Cakra santai dan turun di ranjang Alya
"Wanita itu mengejar sampai ke sini tuan dan dia bertanya kepada suster ruangan nona Alya!"ucap Jeky cemas dan melirik Sakira
"Ck! kau saja yg melayani nya aku udah punya istri kau kan tak ada jadi jika dia menggoda mu layani saja!"ucap Cakra males
"Hai hai"ucap Laurel datang mengangetkan Jeky hingga terjatuh
"Hahah! takut banget kau tuan"ejek Sakira
"Mau apa kau ke sini?"ucap Jeky berdiri
"Mencari kalian!"ucap Laurel mengusap bidang dada Jeky
"P..pergi sana!"ucap Jeky mundur dia tidak ingin Sakira salah paham dan buruk menilai nya
"Ayo la kali ini aja"ucap Laurel masih mendekat
__ADS_1
"Berhenti jangan menggoda ku lagi aku sudah punya istri "ucap Jeky merangkul Sakira,Sakira yg kaget dan bengong yg di lakukan Jeky
"Nona Sakira Sanjaya adalah istri saya"ucap Jeky tak ada pilihan lama lama dia bisa tergoda juga Jeky menatap mata Sakira menarik pinggang nya lalu mencium bibir Sakira dengan lama tanpa luma*** dengan pandangan mata mereka