
"Hei kenapa muka nya memerah hah"ucap Cakra menggoda Alya
"Berhenti mendekati ku kenapa tadi kau bermesraan dengan nya bukan kah kau tau jika ayah akan kesini jika ayah mengetahui nya gimana"ucap Alya masih kesal
''Aku tau dia tak kan datang dan kau yg menggantikan nya itu kenapa aku menunggu"ucap Cakra memeluk Alya dari belakang meletakkan kepalanya di bahu Alya
"Oh jadi kau sengaja bermesraan di depan ku gitu baik la aku akan membalas mu dengan bermesraan dengan lelaki lain"ucap Alya masih kesal
"Hahaha ! silakan jika masih ada yg mau mereka tak kan mau melihat tanda ini"ucap Cakra tertawa menunjuk leher Alya
"Au aa kesel"ucap Alya ingin pergi tapi tangan nya di tarik Cakra hingga badan nya membentur bidang dada Cakra dan Cakra langsung melu***bibir Alya
"Jangan marah lagi dan jangan pergi kita makan siang dulu"ucap Cakra melepaskan ciumannya dan pergi keluar
"Tunggu aku ngak mau makan di luar aku mau makan di kantor aja "ucap Alya menghentikan langkahnya
"Iya kita ke ruangan ku dulu "ucap Cakra mengandeng tangan Alya karna Cakra tidak ingin mereka melirik Alya yg ingin memilikinya
Cakra memerintah Jeky membelikan makan siang untuk nya dan Cakra membantu Alya menggosok leher Alya yg membiru di kamar mandi pribadi milik nya
"Bisa kah kau berpenampilan jelek supaya mata mereka tak menatap mu yg ingin memiliki mu aku tak suka dengan tatapan mereka"ucap Cakra di sela menggosok leher Alya
"Kenapa kau cemburu ya?"ucap Alya menoel hidung Cakra
"Idih ge'er mana ada!"ucap Cakra mengelak padahal setiap lelaki memandang Alya dengan bernafsu membuat dia kesal
"Ada buktinya kamu melarang ku berpenampilan cantik ya padahal aku kan cantik dari lahir!"ucap Alya percaya diri
"Mana ada cantik ,kau itu wanita nyebelin yg jelek"ucap Cakra mencubit hidung Alya
"Sakit tau nih rasain"ucap Alya membasahi wajah Cakra dengan air lalu Alya pergi menunggu Jeky karna dia sudah lapar
####
Alya menyiap kan makan untuk nya Cakra dan juga Jeky awal nya Jeky menolak tapi Alya memaksa nya
"Jeky apa kau mempunyai kekasih?"tanya Alya santai membuat Cakra tersedak
Huuk huuk huuk
"Nih minum jika makan itu pelan pelan!"ucap Alya memberi Cakra minum
"Kenapa kau bertanya ke Jeky udah punya kekasih atau belum ingat kau udah punya suami?"ucap Cakra memandang Alya
"Hahaha!kau cemburu ya ayo ngaku!"tawa Alya di sela makan nya
"Ge'er ngak ada cemburu"jawab Cakra melanjutkan makan nya
__ADS_1
"Alah pakai ngelak lagi ngaku aja ngak papa kok cuman Jeky aja yg tau aku akan tutup telinga biar kamu ngak malu"goda Alya
"Idih percaya diri nya kebesaran hati hati nanti pecah"ucap Cakra,sedangkan Jeky tersenyum melihat Cakra seperti itu yg biasanya bos nya dingin dan pendiam sekarang menjadi banyak bicara semenjak kehadiran Alya
"Ya udah, ayo Jeky jawab pertanyaan ku"ucap Alya memaksa
"B...belum nona"jawab Jeky memandang takut ke Cakra
"Bagus jika begitu udah jangan takut pada nya bukan kah dia bilang tak kan cemburu"ucap Alya mengerti ke gugupan Jeky
"Terus aja"sindir Cakra
"Nih aku serah kan pada mu nyesel lho nolak"ucap Alya memberi kan ponselnya setelah Jeky memperhatikan dia tersenyum
"Kau suka?"ucap Alya dan Cakra merebut ponsel nya dari tangan Jeky
"Dia dokter Sakira bekerja di Rumah sakit Z dia juga dokter pribadi keluarga Dirgantara dia sahabatku jika kau suka tolong jangan sakitin dia ,dia berarti buat ku dan dia tidak punya siapa siapa lagi"jelas Alya yg di tunjukkan Alya itu foto Sakira yg bertugas kemarin dengan tersenyum ke pasien nya
"Aku kira"ucap Cakra menyerah kan ponsel Alya
"Kau kira apa aku juga ngerti kale jika udah punya suami"ucap Alya
Dan aku mencintai suami ku ini .Batin Alya
"Biar takdir yg mempertemukan kami nona lagian saya tak bisa memaksa cinta"ucap Jeky
####
Alya kembali ke kantornya karna makan siang sudah berakhir saat di loby Alya bertemu dengan Serly yg menghadang nya
"Saya peringatan kan tinggal kan Cakra atau kau akan menerima akibatnya"ucap Serly tajam
"Hei nona, Cakra itu suami saya dan yg berhak atas nya adalah saya istrinya dan saya tak kan meninggalkan kan nya begitu saja saya akan tetap bertahan dan memperjuangkan hubungan kami"ucap Alya
"Maaf ya nona saya sibuk"ucap Alya lalu pergi
"Kita lihat siapa yg akan mendapatkan Cakra"ucap nya sinis
#####
Cakra bersiap pulang karna sudah pukul 7 malam Cakra sudah membayakan memeluk Alya dan bicara pada Alya selalu tertawa bersama Alya karna ucapan dan tingkah laku Alya .Cakra keluar dari kantor nya menuju parkiran dengan tersenyum membayakan wajah Alya yg cantik saat tersenyum
"Tuan tunggu"teriak Jeky berlari mendekati Cakra yg ingin masuk ke mobil
"Tuan ingin pulang?"tanya Jeky
"Iya ada apa Alya pasti menunggu ku di rumah cepat katakan!"ucap Cakra dan Jeky hanya menunduk
__ADS_1
"Katakan Jeky kau membuang waktu ku!"ucap Cakra namun Jeky tetap diam hingga Cakra masuk ke mobil belum sempat Cakra menutup pintu mobil Jeky berbicara
" N.. n..nona Alya kecelakaan saat pulang tadi sore mobil nya terbakar akibat menabrak tiang listrik dan dan....ucap Jeky melihat Cakra
"Katakan dengan benar Jeky dan apa dia baik baim saja kan"ucap Cakra mencekram kerah baju Jeky
"Dan ......dan...n...n..nona Alya ikut terbakar saat mobil nya terbakar"ucap Jeky
"Katakan jika itu bohong Jeky katakan dengan benar atau akan ku lenyap kan kau"teriak Cakra marah
"Tadi polisi menelpon saya tuan karna ponsel tuan tidak bisa di hubungi mobil yg terbakar itu milik nona Alya dan ada beberapa barang milik nona Alya di dalam mobil"jelas Jeky
"Sekarang di mana dia?"ucap Cakra
"Di rumah sakit Cempaka!"ucap Jeky
#####
Cakra masuk bersama Jeky di dalam kamar mayat dan ada polisi dengan mayat di tutupin kain putih
"Malam tuan Cakra kami hanya ingin menanyakan sesuatu apa boleh"ucap polisi
"Silakan"ucap Cakra memandang jasad itu
"Apa tuan Cakra mengenal mobil ini? "tanya polisi itu menunjukkan foto mobil yg terbakar
"Iya ini mobil milik Alya Dirgantara! "jawab Cakra memperhatikan mobil itu dia ingin mengatakan bahwa itu bukan mobil Alya tapi kenyataannya itu memang mobil Alya
"Coba tuan kenali apa benar ini jasad nona Alya dan beberapa barang ini"ucap polisi itu memang benar barang barang itu milik Alya yg selalu ada di mobil Alya seperti dompet dan ponsel Alya dan sebagai nya .Polisi itu membuka kain yg menutupi jasad itu Jeky memalingkan wajah nya karna jasad itu sudah terbakar tapi berbeda dengan Cakra dia memandang dengan seksama jasad itu
"Bisa kami pasti kan jika ini jasad nona Alya"ucap polisi itu Cakra tersenyum saat memperhatikan dari dekat
"Dia bukan istri saya"ucap Cakra tersenyum
"Gimana bapak bisa yakin jika ini bukan jasad nona Alya sedang kan barang dan mobil nya milik nona Alya"ucap polisi itu
"Haha!kau melupakan satu hal pak Alya itu istri saya dan saya sudah mengenal aroma tubuh nya dan juga poster tubuh nya karna saya sering memeluknya"ucap Cakra tertawa kecil
"Tuan kami bisa rasakan apa yg tuan rasakan ikhlas kan kepergian nona Alya tuan"ucap polisi itu
"Dia bukan istri saya"teriak Cakra yg ingin memukul polisi itu tapi Jeky menahan nya
"Maaf pak biar saya nanti yg ngurus semua nya "ucap Jeky mengajak Cakra keluar
"Tunggu tuan Cakra mungkin benda ini membuktikan bahwa ini jasad nona Alya atau bukan karna kami menemukan nya di mobil"ucap polisi itu menyerah kan sebuah gelang yg bertulisan best friend di bawah nya ada tulisan A S yg berarti Alya Sakira itu gelang Alya yg selalu di bawah nya kemana mana itu gelang persahabatan nya dengan Sakira. Alya pernah menujukkan nya pada Cakra
"Ngak mungkin"teriak Cakra mengambil gelang itu karna dia tau arti dari A S dan Cakra terduduk lemas
__ADS_1
"Nanti kami kembali"ucap Jeky mengajak Cakra keluar untuk menenang kan diri dan beristirahat pulang ke rumah