Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 92


__ADS_3

Key mengemudi mobil dan menarik sedikit bibir nya Key tak habis fikir Radit berteriak tadi seperti 6 tahun lalu membuat diri nya malu apa lagi sekarang ini dia seorang dosen Key menggeleng kan kepala nya dan tersenyum


"Ehm ehm kayak nya senang banget tuh mukak"goda Metha


"Apa sih kak?"ucap Key tersenyum malu


"Dia emang kanyol dia seorang dosen tapi dia melakukan hal seperti tadi!"ucap Metha


"Itu lah kak Radit sangat konyol! "ucap Key tersenyum


Mereka sudah sampai rumah dan Metha langsung naik ke kemar dan Key ke kamar nya setelah membersihkan tubuh dan melakukan sholat ashar karna mereka pulang sore Key duduk dengan memaku laptopnya


"Aku udah kumpuli buktinya tentang kejadian 20 tahun yg lalu yg aku ambil rekaman cctv di rumah papa Refan tentang kematian Jaka dan penyiksaan mama Sakira saat itu dan kejadian nya udah lengkap tinggal mencari pembunuhan orang tua papa Jeky!"gumam Key memeriksa kejadian di mana saat Jaka datang ke museum Anggara 20 tahun yg lalu


"Kejadian itu udah lama bagaimana aku bisa cari ya?"gumam Key berfikir


🌙🌙🌙


Metha di peluk Zen dari belakang dengan berbaring di sofa balkon dengan memandang bintang


"I love you"bisik Zen di telinga Metha


"Aku tau hampir puluhan kali kau mengucapkan nya"ucap Metha sebenarnya Metha malu dan gugup dengan posisi sekarang tapi Zen memaksa nya


"Kau tau saat aku kuliah dulu banyak cewek mendekati aku dan menyatakan perasaan nya tapi aku tidak akan goyah karna aku sangat mencintai mu dan menanti hari ini!"ucap Zen mempererat pelukan nya


"Pasti cewek-cewek nya cantik semua?"ucap Metha sedikit tidak suka


"Masih cantikan kamu!"ucap Zen membalikkan badan Metha menghadap nya


"Ih aku kamu berada di atas tubuh mu"ucap Metha merona


"Harus terbiasa dong lagian aku tiap malam berada di atas mu"ucap Zen menggoda


"Apaan sih bang ngomong nya gitu aku kan jadi malu"ucap Metha menutup wajahnya


"Hahah! kamu makin cantik sayang saat malu"ucap Zen tertawa dan mencium bibir Metha menghangatkan satu sama lain


####


"Rumah papa Jeky berada di Bandung pembunuhan dulu juga ada di sana aku yakin buktinya ada di sana!"gumam Key berfikir Key ingin membuktikan ke Dinda jika keluarga Metha tidak bersalah dan dia harus mengumpulkan buktinya


"Hallo"ucap Key menelpon seseorang


"Aku punya pekerjaan untuk mu cari pembunuhan Jino Fransisko dan Nur Fransisko sekitar 35 tahun yg lalu!"ucap Key


"Maaf nona karna kejadian itu sangat lama kami tidak menjamin mendapatkan buktinya"ucap nya menyesal


"Saya harap kalian bisa menemukan nya buktinya dan juga cari tentang kejadian kematian tuan Jeky Wijaya saya harus mendapatkan kejadian kedua nya bila perlu bajak cctv yg bersangkutan temukan bukti nya bagaimana pun cara nya!"ucap Key dingin


"Baik nona kami akan berusaha"ucap nya


Tut

__ADS_1


"Semoga saja dengan bukti yg ada Dinda tidak akan menyakiti kak Metha lagi dengan dendam nya aku yakin ini pasti ulah orang tua nya bilang bahwa papa Jeky membunuh sih Jaka itu!"gumam Key berbaring dan memejamkan matanya


2 minggu kemudian


Setiap hari yg di lewati Metha dan Zen dengan kebahagiaan setiap malam Metha selalu kesal dengan Zen bagaimana tidak Zen selalu meminta hak nya sebagai suami meski Metha sudah tertidur dia selalu punya cara buat Metha mengizinkan nya


"Sayang udah siang "ucap Zen membangun kan Metha


"Egghhh ! abang mah gitu lihat gimana aku mau ke kampus jika banyak tanda seperti ini?"ucap Metha cemberut karna Zen banyak memberi nya tanda kemerahan di leher Metha


"Maaf sayang karna setiap melihat mu aku selalu tidak bisa menahan diri!"ucap Zen


"Ih kamu ini ternyata mesum banget"ucap Metha cemberut


Cup


"Mandi lah bersihkan diri lalu kita sarapan bersama"ucap Zen turun ke bawah hari ini Zen ingin memberi kejutan ke Metha mama dan yg lain nya akan pulang tapi Zen tidak memberi tau Metha


Selesai kuliah Metha menunggu Key datang dari tadi Metha menunggu Key tapi tidak kunjung datang


"Key mana sih udah pukul satu tapi tak kunjung datang?"gumam Metha kesal


"Hiks hiks hiks pak Radit harus tanggung jawab pak Radit atas kehamilan ku"ucap nya menangis di kelas sedang berlangsung


"Apa maksud mu Dinda aku tak pernah melakukan apa-apa?"ucap Radit kebetulan dia lagi mengajar di kelas Key banyak yg berbisik tapi Key menatap Dinda dan Radit sulit di artikan


"Pak Radit yg keren dan kece ternyata brengsek juga"bisik Bianca ke Key


"Pak Radit bilang janji pada ku setelah kita melakukan nya kita akan menikah dan sekarang aku hamil pak"ucap Dinda dan meletakkan tespek di meja depan Radit


"Apa mau mu kau merusak nama baik ku aku tak pernah melakukan apa yg kau tuduh kan?"ucap Radit


"Maaf pak!"lirih Dinda menghapus air mata nya lalu pergi saat dia pergi dia melihat Key dan menunduk lalu pergi


"Key "ucap Radit key menoleh menatap Radit


"Kau harus percaya sama aku Key yg di bilang nya itu tidak benar"ucap Radit


"Apa kakak menghamili Dinda?"ucap Key serius dan menatap mata Radit


"Engak Key dia hanya memfitnah ku aku tidak tau dia mengakatakan itu!"ucap Radit frustasi


"Jujur kak?"ucap Key


"Benar Key kapan kakak membohongi akan hal serius kakak hanya mencintai mu percaya!"ucap Radit


"Pak Radit di tunggu pak Dapit di ruangan nya"ucap seseorang lalu pergi


"Percaya Key aku ngak mungkin melakukan hal seperti itu aku hanya mencintai mu percaya sama aku"ucap Radit serius lalu pergi Key masuk ke kelas menatap tespek itu lalu pergi


"Ya allah Key jam berapa ini?"ucap Metha


"Maaf kak!"ucap Key menuju parkiran dan masuk ke mobil

__ADS_1


"Kau kenapa Key?"tanya Metha melihat Key tidak semangat


"Emm kak jika tespek nya menjukkan garis merah dua itu tanda nya apa?"tanya Key dengan melaju kan mobil


"Itu sih menunjukkan jika fositif berarti hamil!"jawab Metha


"Kenapa kau nanya kayak gitu Key?"ucap Metha


"Tidak kak hanya bertanya saja!"ucap Key tersenyum setelah sampai Key dan Metha saling tatap


"Apa aku terlalu kangen sama mama kok aku denger suaranya?"tanya Metha ke Key


"Iya kak aku juga dengar suara momy!"ucap Key masuk bersama Metha


"Ahhh mama !"teriak Metha langsung memeluk mama nya


"Astaga nih anak"ucap Sakira membalas pelukan Metha


"Mom"ucap Key memeluk Alya karna dia sangat merindukan momy nya Alya membalas pelukan Key dan mencium pipi dan puncak kepala Key


"Kok kalian ngak bilang jika mau pulang?"ucap Metha


"Zen bilang mau kasih kejutan! "ucap Sakira


"Terimakasih"ucap Metha tersenyum ke Zen


"Iya malam nanti aku minta hadia nya "bisik Zen membuat Metha cemberut


"Ngak iklas"ucap Metha cemberut dan duduk di dekat mama nya


"Emm mom Key mau minyak maaf"ucap Key berlutut di depan Alya


"Ada apa?"ucap Alya mengusap kepala Key


"Saat momy pergi Key pernah bohongi momy saat itu ada yg ingin mencelakai kak Metha dan kak Zen saat aku mau nolongin mereka aku di beri suntikan racun pada orang yg ingin mencelakai kakak saat itu aku muntah darah bahkan aku di rawat di pasang oksigen dan transusi darah untuk memulihkan ku!"jelas Key mengengam tangan Alya


"Tapi Key tak apa kan?"ucap Alya sudah meneteskan air mata


"Iya mom kan kejadian nya udah lama!"ucap Key menghapus air mata Alya dan duduk di dekat Alya


"Jangan membuat momy khawatir"ucap Alya memeluk Key


"Iya mom maaf"ucap Key


"Kok bisa Key?"tanya Zen Key pun menceritakan semua nya membuat Alya makin menangis


"Mom ini kenapa kak Rina tidak ingin memberi tau momy!"ucap Key menghapus air mata Alya


"Kau yakin Key Dinda yg menyuntikkan nya?"ucap Metha serius


"Iya kak! emang kenapa?"tanya Key


"Kakak aneh aja karna itu racun racikan kok bisa Dinda miliki nya!"ucap Metha

__ADS_1


Aku kok takut ya karna aku kenal racun itu buatan Panji kenapa Dinda bisa dapatkan ya.Batin Metha


__ADS_2