
Hei halo di sini istri nya apa kau tak tau malu menjengkelkan tapi aku harus proposional aa tapi sakit lihat nya aku ngak suka dengan keaadan ini.Batin Alya menjerit
"Nono..... nona Alya"ucap paman Leon menyentuh bahu Alya yg bengong paman Leon tau jika Alya menahan kekesalan nya
"Eh...iya paman"ucap Alya tersadar dan paman Leon memberi kode biar Alya melanjutkan meeting nya
"Bisa kah kalian sedikit proposional itu menganggu mata ku"ucap Alya sedikit kesal padahal dia kesal banget
"Suka suka saya apa urusan anda"ucap nya sinis membuat Alya kaget
"Jaga bicara mu kamu ada karna kau anak dari sahabat mami jika tidak kau tak kan mempekerja kan mu disini bersikap lah proposional"ucap Cakra dingin
"Cak aku udah lama mencintaimu aku bekerja di sini hanya bisa dekat dengan diri mu"ucap nya membuat Alya kaget begitu pun paman Leon sedang kan Jeky hanya melirik tak suka
"Bisa kah kita mulai"ucap Alya tajam itu kali pertama Alya tunjukkan
"Silakan"ucap Cakra dan wanita itu duduk di sebelah Cakra
"Saya yg mengganti kan ayah saya tuan Joy karna beliau tidak bisa hadir karna harus menghadiri pernikahan anak teman nya"ucap Alya menarik nafas nya dan menghembus kan perlahan
"Perkenalkan nama saya Alya Meisa Putri Anggara dan saya......."belum selesai Alya bicara tapi sudah di potong Cakra
"Gunakan nama kamu yg benar "ucap Cakra memotong ucapan Alya
" Saya rasa benar nama saya Alya Meisa Putri Anggara"ucap Alya berfikir
"Iya nama kamu sekarang"ucap Cakra kesal wanita itu menatap Cakra dan Alya bergantian karna dia tidak tau jika Cakra sudah menikah karna saat berita heboh dan pernikahan Cakra dia berada di luar negri untuk berlibur
"Maaf kan nona saya tuan perkenalkan nama nya nona Alya Dirgantara"ucap paman Leon tersenyum dia tau maksud Cakra
"What! Alya Dirgantara? sejak kapan nama nya ada nama Dirgantara"teriak nya
Brak
"Jangan berteriak ini kantor saya tak ada yg bisa meninggi kan suara nya di kantor saya dan berbicara kepada saya"ucap Cakra mengebrak meja membuat Alya kaget begitu pun wanita itu
"Nona ngak tau ya bahwa nona Alya ini istri tuan Cakra"ucap Jeky tepat nya mengejek
"Apa istri ?jangan bencanda Jeky!"ucap nya
"Apa ini Cakra aku udah lama menunggu mu kenapa kau menikah dengan nya aku sangat mencintai mu kenapa kau lakukan ini"ucap nya frustasi
Jeky mengajak paman Leon keluar karna pembicaraan mereka cukup pribadi Alya mengikuti Jeky dan paman Leon keluar tapi dia menghentikan langkah mendengar teriakan Cakra
"Kau mau kemana tetap di sini"ucap Cakra tajam Alya berbalik lagi ke posisi awal sedang kan Jeky dan paman Leon sudah menghilang
"Eh wanita jal** *"apa yg kau lakukan hah sehingga Cakra ingin menikahi mu"ucap nya marah
"Jangan menghina nya"ucap Cakra mencekik wanita itu Alya panik apa yg harus dia lakukan hingga dia menghampiri Cakra yg emosi
"C..Cakra lepaskan dia bisa mati"ucap Alya karna dia takut jika melihat Cakra marah
__ADS_1
Cakra melepas kan cekikan nya karna dia juga tak ingin melihat mami nya kecewa
Huuk huuk huuk
"Kau tega Cakra demi perempuan murahan ini kau memperlakukan aku seperti ini"ucap nya ngos ngosan Carka yg masih emosi mengangkat tangan nya ke udara ingin menampar wanita itu segera Alya menenang kan karna dia juga tidak ingin suaminya memukul wanita
"Aku mohon jangan lakukan itu"ucap Alya memeluk Cakra
"Minggir Alya dia menghina mu itu berarti dia juga menghina ku "ucap Cakra ingin melepas pelukan Alya
"Dengar dia hanya emosi aku tak apa jangan memukul nya aku mohon tenang la jangan marah seperti ini aku takut"ucap Alya menangkup wajah Cakra memandang mata nya
"Pergi la Serly sebelum aku meluap kan emosi ku"ucap Cakra. Serly segera pergi
Kali ini kau menang tapi tunggu la pembalasan ku kau sudah merebut Cakra dari ku.Batin nya sebelum pergi
Alya masih takut karna mata Cakra masih di penuhi amarah dan memandang nya membuat Alya menelan Saliva nya dan mundur karna takut hingga di meja Cakra duduk di kursi depan alya dan mengunci Alya yg berdiri punggung nya menempel di meja dengan kaki di lurus kan di meja hingga Alya tak bisa kemana mana
"Apa yg kau pikir kan?"tanya Cakra menantap mata Alya dalam dalam
"Diri mu!"jawab Alya refleks jujur seakan di hipnotis Cakra
"Kau mulai mencintai ku"ucap Cakra menarik Alya duduk di pangkuan Cakra dan memeluk dengan erat
"Apa yg kau lakukan ini di kantor"ucap Alya berdiri tapi di tarik Cakra lagi
"Kau lupa ya aku CEO nya ngak ada yg berani masuk ke sini apa lagi ini ruang meeting"ucap Cakra
"Alya kau menggoda ku "ucap Cakra karna Alya berusaha melepaskan diri dengan menggerakkan tubuh nya di pangkuan Cakra
"Siapa juga yg menggoda mu lepaskan aku"ucap Alya masih berusaha
"Alya jangan bergerak kau menyentuh nya"ucap Cakra memperingat kan
"Menyentuh apa "ucap Alya binggung
" Area pital ku dengan kau bergerak kau menyentuh nya membuat ku bergairah"ucap Cakra karna Alya tak pernah mengerti masalah ini
"Makan nya lepaskan aku,aku harus menyelesaikan meeting kita"ucap Alya masih berusaha
"Alya kau mengujiku"ucap Cakra dengan suara serak nya
"Apa? "ucap Alya bingung dengan tatapan Cakra
"Kau harus di beri pelajaran !"ucap Cakra tersenyum mesum Cakra mendekat kan wajah nya Alya hanya memejamkan matanya
"Ahh aw......Cakra"ucap Alya karna Cakra mengigit leher nya seperti pampir hingga membiru
"Ini karna kau tak ingin mendengar kan peringantan ku"ucap Cakra
"Ahhh .....Cakra "ucap Alya lagi dengan kesal
__ADS_1
"Dan yg satu ini supaya orang tau jika kau milik ku "ucap Cakra melu***bibir Alya dengan lembut
"Ini karna aku kecanduan "ucap Cakra merapi kan rambut dan pakaian Alya karna ulah nya Alya berdiri membuat Cakra tertawa puas
"Hahahah!yakin kau mau melanjutkan meeting nya" tawa Cakra
"Ada apa ?"tanya Alya bingung
"Masih kelihatan dan itu sangat terlihat dan nyata!"ucap Cakra menunjuk leher Alya yg biru Alya mengambil ponsel nya dan melihat nya
"Ih Cakra kenapa seperti ini jika paman Leon tau yg ada dia berfikir jika kau melakukan kekerasan kepada ku!" ucap Alya
"Tidak akan "ucap Cakra membantu Alya menutupi leher Alya dengan rambut nya setelah selesai Cakra memanggil Jeky untuk memulai meeting nya
####
Mereka sudah melangsung kan meeting nya tapi Alya nampak heran melihat mereka menahan tawa dan tersenyum kepada nya hanya Serly melihat nya dengan tatapan tak suka Alya menyadari rambut nya ke belakang karna terkena tiupan angin
"Berhenti mengejek ku asisten Jeky"ucap Alya melihat Jeky menahan tawa nya dia juga sedikit akrab karna Cakra bilang Jeky sudah banyak membantu nya dan mengangap Jeky seperti saudara nya sendiri
"Jika kalian seperti ini gimana aku lanjutin "ucap Alya kesal dan mulai menjelaskan permasalahan dan juga kemajuan masalah kerja sama mereka
"Nona Alya leher nya kenapa?"tanya paman Leon iseng melihat Alya membereskan berkas nya karna sudah selesai
"Tadi di gigit pampir!"jawab Alya kesal bercampur malu
"Astaga nona itu berarti nona juga jadi pampir"ucap paman Leon cekikikan
"Atau nona akan tertular mesum nya seperti pampir yg memgigit nona"ucap Jeky cekikikan
"Aaa Cakra....."ucap Alya tak bisa menahan malu nya lagi dan membentur kan kening nya di meja
"Aw. ...."teriak Alya karna dia membentur kening nya cukup keras hingga terlihat kening nya yg putih itu terlihat kemerahan
Hahahah
Tawa semua termasuk Cakra sedangkan Serly kesal dan langsung pergi
"Kalian boleh pergi"ucap Cakra mendekat ke Alya, yg lain langsung pergi
"Ini semua salah kamu sudah buat aku malu setengah mati "ucap Alya cemberut
" Terus kau juga akan membalas ku dengan cara yg sama aku sih dengan senang hati menerima nya"ucap Cakra memberikan leher nya
"Aku bukan pampir seperti mu yg suka mengigit leher orang"ucap Alya kesal
"Mana sakit lagi "ucap Alya mengusap jidat nya
Cup
"Udah aku obatin"ucap Cakra mengecup arah yg merah Alya membeku dengan menatap Cakra
__ADS_1
Kenapa dia selalu membuat jantung ku mau copot dia bertingkah seperti mencintai ku tapi nyata nya tidak dia memberi pelajaran buat ku yg tak bisa lepas selamanya karna aku sangat mencintai nya terlalu dalam dan seperti nya dia la orang yg selalu aku rindukan aku sudah menemukan nya tapi tak bisa mengengam hati nya.Batin Alya