
Sudah seminggu berlalu semenjak kejadian itu Radit benar bekerja keras buat Key dia mengajar di kampus dia sering lembur kadang Key merasa kasian dengan Radit
"Kak apa kak Radit ada di rumah"ucap Key baru pulang kuliah dan tidak menemukan Radit di kampus
"Kayak nya iya sih aku lihat tadi siang dia pulang wajahnya pucat banget kayak nya dia sakit"ucap Metha memakan kue nya dan menonton tv
"Aku naik dulu ya kak"ucap Key lalu naik ke kamar nya .Key melihat Radit tertidur dengan lelap
"Kak udah makan siang"ucap Key meletakkan tas nya
"Kak"ucap Key menyentuh lengan Radit
"Apa Key"ucap Radit serak
"Badan kakak panas banget apa kakak sakit"ucap Key cemas
"Hanya sedikit"ucap Radit tanpa membuka mata nya
"Makan dulu kak nanti tambah sakit"ucap Key duduk di samping Radit
"Key sini peluk aku"ucap Radit menarik Key untuk di peluk nya Key bisa rasakan suhu tubuh Radit panas
"Kakak pasti menderita"ucap Key membenamkan wajahnya di bidang dada Radit
"Bukan kah hidup harus kerja keras"ucap Radit kembali tidur
"Kita kerumah sakit ya kak"ucap Key mendongak
"Nanti dokternya cantik kamu cemburu lagi"ucap Radit
"Ish aku serius kakak lagi sakit jangan becanda terus"ucap Key
"Aku hanya sedikit demam dan pusing Key kau peluk aja aku terus nanti akan membaik"ucap Radit setelah rasa Radit tertidur Key melepaskan pelukan Radit
"Maafkan aku"ucap Key mencium pipi Radit lalu beranjak ke dapur untuk mengompres Radit
"Apa yg kau bawa Key"ucap Metha
"Kak Radit sedikit demam kak aku mau mengompres nya"ucap Key pergi masuk ke kamar nya segera mengompres Radit
Tok tok tok
Cklek
"Iya kak"ucap Key
"Boleh kakak periksa keadaan Radit"ucap Metha
"Iya kak silakan"ucap Key membuka pintu nya
Metha memeriksa denyut nadi Radit menyentuh jidat nya membuka mata nya dan menatap Key yg terlihat khawatir terus mengengam tangan Radit menurut Metha Key menunjukkan kasih sayang nya dengan berbeda dari yg lain
"Kau bilang Radit pernah mengalami kelainan jantung berapa lama"ucap Metha
"Aku ngak tau kak"ucap Key lalu meletakkan telinga nya di dada Radit mendengar detak jantung Radit
"Apa jantung nya bermasalah"ucap Key
"Tidak Key Radit hanya demam dan kecapekan nanti aku kasih obat nya "ucap Metha tersenyum
"Syukur deh"ucap Key merasa lega
"Kakak ambil obat nya dulu"ucap Metha keluar
"Cepat sembuh jangan membuat ku khawatir"ucap Key mengecup pipi Radit lalu pergi
Zen pulang karna udah hampir maghrib di lihat nya Metha lagi membaca buku dengan mengayun kaki nya membuat Zen tersenyum badan Metha juga sedikit berisa karna makan terus
"Sayang"ucap Zen menyentuh wajah Metha
__ADS_1
"Abang udah pulang"ucap Metha mengambil jas dan tas Zen dan meletakkan nya
"Adik kamu itu aneh deh bang"ucap Metha membantu Zen melepas dasi dan kemeja nya
"Aneh gimana"ucap Zen
"Radit kan demam dia sangat khawatir bahkan mengengam tangan Radit aku lihat dia diam-diam mencium Radit tapi beda ya saat mereka sadar bahkan Key sangat cuek seolah tidak mencintai Radit padahal kan dia sangat mencintai Radit"ucap Metha
"Biar gimana pun sifat dedy menurun ke Key makan nya dia kayak gitu"ucap Zen menarik pinggang Metha
"Dulu saat momy dan dedy nikah mereka saling membenci dan dedy selalu menyakiti momy dengan perbuatan nya dan saat mereka saling dekat dan baikan dedy selalu bilang tidak pernah mencintai momy padahal kedua nya saling mencintai membuat momy sakit hati dedy tidak pernah mengatakan cinta ke momy padahal dia sangat mencintai momy "ucap Zen
"Mungkin Key juga kayak gitu ngak mau nunjukin cinta nya ke Radit tapi aku khawatir dengan hubungan mereka aku yakin dengan cinta mereka tapi aku takut Radit menganggap Key tidak mencintai nya dan Key akan terlambat menunjukkan rasa cinta nya"ucap Zen
"Iya abang benar karna hubungan tanpa ada cinta dan kasih sayang akan tidak bertahan lama"ucap Metha
"Sudah lah kita tidak boleh ikut campur masalah rumah tangga mereka kita akan bertindak saat mereka memerlukan kita"ucap Zen mencium bibir Metha
Apa benar ya aku harus lebih menunjukkan sebuah rasa sama kak Radit selama menikah dengan nya aku selalu mencium dan mengatakan cinta dengan nya saat dia tidur setiap hari aku selalu mendengar kak Radit bilang cinta dan mencium ku hah dasar hati sialan kau kan orang yg berani kenapa untuk membalas kak Radit mengatakan cinta kau sangat pengecut aku takut nanti kisah dedy dan momy terulang pada ku tapi aku ngak punya keberanian .Batin Key dengan menepuk bidang dada Radit
3 bulan kemudian
Perut Metha sudah membesar karna kandungan nya juga sudah 4 bulan Zen dengan sabar memenuhi setiap keinginan Metha .Radit juga bekerja keras dia membiayai kuliah Key dan memberi uang bulanan meski hanya tersisa sedikit tapi Key senang bisa menerima pemberian Radit karna itu hasil dari jeri payah suami nya
"Key sayang"ucap Radit mencium tengkuk Key dan memeluk nya dari belakang Key sudah terbiasa dengan perlakukan Radit mencium nya memeluk nya tapi dia tidak berani melakukan lebih tanpa seizin Key
*Tahan Radit jangan melihat tubuh Key yg sempurna ini yg ada kau menginginkan nya Key lagi kenapa mandi jam segini dan keluar dengan jubah mandi apa dia mau menggoda ku tidak perlu seperti ini dengan dia mengedip kan mata dan mencium ku saja sudah membuat ku tergoda dengan nya.Batin Radit
Jantung tenang dia hanya memeluk tubuh ku .Batin Key berdebar*
"Udah ngak terasa pernikahan kita udah 4 bulan terimakasih tetap di sisi ku yg tidak punya apa-apa ini"ucap Radit masih memeluk Key
"Aku kan istri kamu"ucap Key
"Aku mencintai mu"bisik Radit di telinga Key membuat hati Key berdesir
Aku juga mencintai mu.Batin Key
"Orang kaya mah bebas kuliah di mana saja termasuk di rumah"ucap Key ke Metha yg menyiram tanaman dan mengusap perut nya yg membuncit
"Sirik aja kamu"ucap Metha tersenyum
"Mau berangkat sekarang Key kenapa tadi ngak barang dengan pak dosen tercinta mu"ucap Metha
"Dia hari ini ngan ngajar kak ngak ada kelas kak Radit lagi datang keperusahan mana tadi ya aku lupa kata nya CEO nya mau membahas masalah lamaran kerja nya"ucap Key
"Hati -hati ya Key"ucap Metha
"Iya kak apa keponakan aunty sehat"ucap Key mengusap perut Metha dan ada respon beby nya menendang
"Ahh jadi ngak sabar"ucap Key tersenyum
"Kayak nya dia suka deh Key saat kau menyapa nya"ucap Metha meringis
"Aku berangkat ya kak"ucap Key lalu pergi
"Awas kau Radit kau sudah mempermalukan aku di Club malam itu akan ku injek harga diri mu melalui istri mu aku akan menikmati tubuh istrimu"ucap nya memutar kursi kerja nya
"S...sayang"ucap seseorang gugup
Kurang ajar ngapain jala**ini bisa ada di depan pintu apa dia mendengar semua nya.Batin nya
"Bianca udah lama"ucap nya
"Baru kok "ucap nya
"Jino"ucap nya
"Iya Bi"ucap Jino
__ADS_1
"Kau tak kan mengkhianati aku kan"ucap Bianca menatap Jino
"Engak lah aku kan cinta sama kamu kau kan tau aku laki-laki normal jika kau tidak memberi kan tubuh mu untuk ku nikmati aku bisa aja berkhianat"ucap Jino santai
"Tapi aku ngak bisa"ucap Bianca menunduk
"Sudah hampir 1 minggu ini aku ketemu sama mantan kamu menceritakan kebejatan kamu aku ngak mau kayak mereka jika kau menginginkan nya kau bisa menikahi ku"ucap Bianca
"Siapa kau berani ingin menikahi aku bisa aja menikahi mu dengan satu syarat biar kan aku bebas bersama wanita lain dan bersenang -senang sama mereka"ucap Jino
"Kau brengs***Jino aku mencintai mu tapi apa yg aku berikan kepada ku"ucap Bianca menangis
"Jika kau tak mau maka pergi lah anggap hubungan kita sampai disini"ucap Jino sinis Bianca segera pergi dan menangis
###
"Selamat siang pak"ucap Radit menjabat tangan calon bos nya
"Siang tuan Radit"ucap nya
"Gimana pak apa saya di terima bekerja di sini"ucap Radit
"Saya pikir semua bagus dan menarik"ucap nya tersenyum devil lalu tiba-tiba ada yg memukul kepala Radit lalu pingsan
"Kau sangat cantik Key"gumam Jino mengintai Key dari jauh
"Bianca mana ya ngak masuk kayak nya hari ini"gumam Key mengambil ponsel nya
"Kak Radit juga ngak ada kabar dia kemana ya apa dia di terima bekerja"ucap Key menelpon Radit tapi tidak di jawab
"Key "panggil seseorang
"Jino kau"ucap Key kesal kenapa dia harus bertemu dengan orang ini lagi
"Apa kabar Key"ucap Jino
"Apa mau mu"ucap Key
"Maafkan kesalahan ku Key"ucap Jino menyesal
"Tunggu key"ucap Jino melihat Key mau pergi
"Aku nyesel Key sungguh aku kesini disuruh Radit menjemput mu dia mau kasih kejutan sama kamu"ucap Jino
"Ngak mungkin dia bisa aja telpon aku dan menjemput ku kenapa harus kamu"ucap Key
"Aku tau Key aku salah maafkan aku tapi Radit benar membuat kejutan untuk mu dia menyuruh ku aku membantu nya karna menebus kesalahan ku"ucap Jino
"Baik lah aku percaya awas jika kau bohong"ucap Key ikut mobil Jino setelah 20 menit mobil mereka berhenti
"Ayo Radit sedang menunggu mu mari"ucap Jino keluar lalu mereka menuju kamar hotel Key mulai curiga setelah masuk Jino segera mengunci kamar nya
"Dimana kak Radit"ucap Key mulai cemas
"Hahah! yg pasti dia tidak akan datang karna aku mengurung nya di gudang perusahaan"tawa Jino
"Kau"ucap Key mau keluar tapi dia di tarik oleh Jino ke kasur
"Kalian sudah membuat ku malu saat di Club kalian harus menerima akibat nya"ucap Jino melepas baju nya dan menindih Key
"Mari kita bersenang-senang sayang"ucap Jino
"Jangan lakukan aku sudah menikah lepas minggir jangan menyentuh ku"ucap Key memberontak
"Aku ingin lihat harga diri suami mu terinjak "ucap Jino
"Kak Radit tolong aku"teriak Key menangis
"Kau sangat berisik"ucap Jino mengeluarkan sapu tangan nya dan membekap mulut Key hingga pingsan
__ADS_1
"Aku tidak sabar"ucap Jino melepaskan pakaian Key