Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 69


__ADS_3

"Aku tau apa yg terjadi?"ucap Rina tiba-tiba datang dan duduk di dekat Key


"Kau kayak setan tiba-tiba datang"ucap Zen


"Jika kau becanda terus aku pasti kan nyawa istri mu dalam bahaya"ucap Rina tajam


"Kalian berdua ini kenapa mengancam ku seperti itu"ucap Zen kesal


"Kau harus berterimakasih pada Keren berkat dia istri mu masih bernafas"ucap Rina memandang Zen


"Gimana sih maksud nya bukan kah Keren masih kita curigai?"ucap Zen serius


"Kita salah mencurigai Keren sasaran nya Metha karna Keren mengetahui rahasianya dia mengincar Keren!"ucap Rina


"Dan sebaiknya batalkan rencana acara kecil-kecilan itu yg penting itu harus membantu Keren"ucap Rina


"Rahasia apa yg Keren ketahui?"ucap Zen


"Keren mengetahui jika Sandra seorang pembunuh berdarah dingin yg kejam!"ucap Rina serius


"Hahahah"tawa Zen merasa lucu


Bugh


"Ahh ...ya allah kenapa aku bisa punya keponakan galak kayak gini"ucap Zen menahan perut yg kena tonjok


"Abang tak apa?"tanya Metha kasian melihat Zen menahan sakit


"Tak apa sayang!"ucap Zen membuat Metha terdiam menatap Zen


"Ehm ehm lagi membicarakan hal yg serius pandang pandangan nanti aja"ucap Sakira


"Jika aku bicara serius jangan membuat itu suatu candaan"ucap Rina tajam


"Bukan itu kau ngomong nya ngaco aku merasa lucu Sandra yg orang nya baik ngomong nya aja ngak pernah kasar"ucap Zen


"Cih! itu masalah mu Zen kau menilai seseorang dari luar nya saja tidak dari dalam nya"ucap Rina sinis


"Bukan kah dokter Brayen dulu seperti malaikat tapi apa kenyataan nya dia orang yg kejam bukan begitu aunty Sakira"ucap Rina lembut memandang Sakira


"Tapi kak jika kan Sandra begitu kenapa kak Keren jadi sasarannya?"ucap Key


"Dengar Keren mencintai Sandra dia tau segalanya mengenai nya awal nya dia tidak percaya tapi saat dia tau Zen akan menikah Sandra sangat marah dan Keren melihat saat dia membunuh orang sangat kejam itu kenapa dia menjebak Keren dan mengincar nyawa nya karna Keren akan memberitahu Zen!"ucap Rina


"Rencana kalian apa?"ucap Key serius


"Membantu Keren!"ucap Rina dan Zen bersama


"Zen jangan terlalu emosi menghadapi orang seperti itu kau tidak akan menang"ucap Sakira


"Iya ma"ucap Zen


"Abang nanti jangan membuat kami khawatir lagi tangan abang aja belum sembuh sebaiknya biar Key dan Rina membantu Keren"ucap Metha Cemas

__ADS_1


"Kenapa Kau takut aku terluka?"ucap Zen tersenyum


"Aku cuman ngak mau lihat abang terluka!"ucap Metha pelan dan menunduk


"Aku tak kan terluka selama ada kau di samping ku"ucap Zen tersenyum


"Kakak ipar ku yg cantik biarin aja kak Zen terluka biar rumah ini damai ngak ada dia"ucap Key santai


"Kau akan nyesal jika aku tiada "ucap Zen


"Abang ngak boleh ngomong kayak gitu"ucap Metha cepat karna dia sudah terbiasa dengan Zen apa lagi Zen selalu membantu nya


"Aku hanya becanda tapi aku senang jika kau mulai mengkhawatir kan aku"ucap Zen bahagia


"Aku....aku..ucap Metha gugup


Cup


"Aku ngerti kok meski kau belum mencintai ku dengan kau bersama ku sudah membuat ku bahagia"ucap Zen mengecup kening Metha membuat pipi Metha merah


"Zen kau membuat pipi anak mama merah "ucap Sakira tersenyum


"Dasar ,itu tuh anuty jika orang baru mendapatkan cinta ngak tau tempat"sindir Rina


"Ya ilah ngomong kayak gitu kau aja belum kan mengalami pacaran pakai menyindir ku segala"ucap Zen


"Kata siapa aku pernah pacaran saat kuliah dulu satu hari kami pacaran tapi dia masuk rumah sakit karna berani memegang tangan seorang Rina Anggara tanpa izin"ucap Rina


Buaahahha.tawa semua


"Apa aku tidak unik?"ucap Zen


"Iya kau juga dari yg aku tau seusia kita saat pacaran itu hal biasa apa lagi memegang tangan!"ucap Metha


"Dari mana kau tau apa kau pernah pacaran ?"ucap Zen cemberut


"Engak aku sering lihat sepupu ku dan teman -teman ku saat di sekolah aku mana sempat pacaran!"ucap Metha


"Bagus itu"ucap Alya datang bersama Cakra


"Keluarga Anggara memang seperti itu "ucap Cakra


"Mama Rinati itu cinta yg kedua bagi papa Refan"ucap Cakra


"Dan kau tau momy mu aja dedy cinta pertama nya"ucap Cakra bangga


"Itu aja bangga"ucap Sakira


"Sirik aja"ucap Cakra kesal


"Kalian berdua ini udah tua ngak malu apa bertengkar di depan anak anak lagi"ucap Alya males


"Dia yg mulai sayang aku kan lagi menceritakan kisah kita"ucap Cakra

__ADS_1


"Harus nya aku yg bercerita karna aku yg banyak mengetahuinya apa lagi saat Alya menjadi robot dulu aku yg menyembuhkan dan saat dia kecelakaan itu aku juga yg menyembuhkan kan"ucap Sakira bangga


"Oh kau tidak iklas membantu sahabat mu sendiri"ucap Cakra tidak terima


"Oh astaga Ya kenapa kau harus hidup bersama nya apa tidak ada laki-laki lain lagi"ucap Sakira frustasi


"Tentu saja karna apa siapa yg akan menolak pesona dari Cakra Dirgantara"ucap Cakra bangga


"Diam"ucap Alya males


"Tidak bisa sayang"ucap Cakra


"Berhenti"bentak anak anak nya


"Udah tua masih aja ribut anak anak aja kesal lihat kalian"ucap Alya


"Mama sama dedy mirip Key dan Bang Zen pusing Metha lihat nya"ucap Metha menunduk


"Jika begitu kau tinggal di rumah Anggara aja"ucap Rina


"Ngak boleh lah dia kan istri ku jika dia jauh dari ku aku akan merindukan nya dan tersiksa setiap detik"ucap Zen cepat


"Aku tidak akan pergi"ucap Metha


"Sifat Jeky memang seperti ini tenang pendiam tapi selalu cerdas dan bertindak dengan cepat jika dalam masalah aku bisa lihat dari Metha"ucap Cakra


"Ya kau benar bahkan setiap aku merindukan mas Jeky selalu terobati dengan sifat Metha wajah dan cara bicaranya memang mirip ku tapi kebanyakan sifat nya mirip mas Jeky "ucap Sakira meneteskan air mata nya mengingat Jeky


"Kau yg sabar Sa doa kan Jeky jika kau merindukan nya"ucap Alya


"Iya Al kau benar "ucap Sakira menghapus air mata nya


"Mama jangan nangis Metha sedih lihat mama nangis"ucap Metha memeluk mama nya


"Maaf ya Sa jika aku boleh tau kenapa kalian bisa seperti ini bukan kah kalian mempunyai perusahaan kecil di luar negri karna milik ayah mu"ucap Cakra bertanya


"Iya kau benar 5 tahun mas Jeky memimpin perusahaan berjalan dengan pesat tapi ada orang menjebak nya dia di tuduh membunuh menjual barang terlarang dan dia di tuduh pemimpin mafia dan polisi mencari nya perusahaan nya juga bangkrut dan kami bersembunyi di Bandung kami sengaja tidak meminta bantuan kalian karna mas Jeky tidak ingin merepotkan kalian lagi!"ucap Sakira bercerita


"Kok bisa Sa bukan kah Jeky sudah terjamin nama baik nya karna dia pernah menjadi asisten Cakra yg dimana perusahaan yg terkenal apa lagi dia bekerja dengan baik dan lama"ucap Alya


"Iya aku tau Ya bahkan banyak yg mengenal nya tapi kau ingat saat aku mengandung Metha dan hampir di tembak dan mas Jeky menyelamatkan aku"ucap Sakira anak anak nya hanya menyimak ceritanya


"Jaka Fransisko"ucap Alya dan Cakra bersama


"Iya dia ketua dari mafia yg di kenal iblis bahkan dia pernah membunuh orang tua nya sendiri yg memang orang tua mas Jeky juga ternyata dia bukan kakak kandung mas Jeky dan mereka tidak terima kematian ketua mereka dan mengejar kami"ucap Sakira


"Tapi bukan nya Jeky bilang dia kakak kandung nya?"ucap Cakra


"Iya benar mas Jeky aja ngak tau dia tau dari om dan tante Jaka memang keturunan keluarga Fransisko tapi dia anak om dan tante yg kejiwaannya terganggu dan dia di titip kan pada orang tua mas Jeky!"ucap Sakira


"Pantas saja dia tega membunuh orang tua dan ingin menghancurkan Jeky mereka berbeda"ucap Alya


"Apa kau yakin kalian kecelakaan?"ucap Cakra menatap Sakira

__ADS_1


"K..kami memang kecelakaan t...tapi bukan kecelakaan sesungguhnya!"ucap Sakira gemetar


"Biar aku yg cerita aku ngak ingin lihat kamu lebih terluka menceritakan nya"ucap Zen mengengam tangan Metha yg akan bicara


__ADS_2