Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 79


__ADS_3

"Metha"teriak Zen masuk ke dalam rumah


"Iya bang aku di sini"ucap Metha


"Kau kenapa apa ada yg sakit kau tak apa kan?"ucap Zen memeluk Metha


"Aku ngak papa bang!"ucap Metha mengaruk kepala nya melihat Zen berlebihan


"Kaki kau kenapa apa sudah di bawa ke rumah sakit?"ucap Zen melihat kaki Metha


"Balum sih kak itu aja cuman di balut kak Metha dengan kain biasa dan seperti kaki kak Metha patah deh kak!"ucap Key serius


"Apa! kenapa belum di bawa ke rumah sakit mari kita ke rumah sakit?"ucap Zen mengendong Metha


"Bang turuni"ucap Metha kaget tiba-tiba Zen mengendong nya


"Kita harus ke rumah sakit"ucap Zen panik


"Tenang kau udah di kerjai Key aku udah ke rumah sakit aku tidak apa apa"ucap Metha tersenyum


"Kau yakin?"ucap Zen menurun kan Metha tapi karna kaki Metha tidak bisa menginjak jadi dia oleng Zen segera menarik pinggang nya mata mereka bertemu apa lagi Metha terpesona oleh senyuman Zen


"Ehm ehm"dehen Cakra


"Mari duduk dulu Metha"ucap Cakra


"Apa penyebab kaki kamu kayak gitu?"tanya Cakra serius Metha hanya menunduk sedangkan Key hanya santai dengan memain kan ponselnya


"Key"ucap Zen memandang Key dan Metha bergantian


"Apaan?"ucap Key santai dengan wajah tidak tau apa apa


"Kau kan di kampus bersama Metha masak ngak tau apa apa! "ucap Zen kesal


"Kak Metha"ucap Key melirik Metha seperti nya dia takut ingin menjelaskan nya sedangkan Key malas menjelaskan karna dia bisa jadi geram jika mengingat nya


"Ada apa kenapa kalian ngak mau jelasin?"ucap Zen kesal


"Pemilik kampus dan salah satu dosen nya teman kakak kenapa ngak nanya sama dia"!ucap Key santai


"Key jelasin dong"ucap Alya lembut


"Males mom jika aku yg jelasin aku jadi emosi lagi"ucap Key pelan ke momy Zen berdiri dan menjauh dan menelpon Dapit tidak lama kembali lagi


"Dapit belum mendapatkan informasi yg lengkap mom karna dia ngak ada di kampus tadi tapi dia bilang Key membuat teman nya masuk rumah sakit karna kaki nya terkilir"jelas Zen


"Cih! siapa yg mau berteman kayak dia ngak banget"ucap Key sinis


"Metha kau jelasi semua ini bukan diri mu kenapa kau harus takut?"ucap Sakira mengusap bahu Metha


"Maaf ma itu!"ucap Metha hanya menunduk


"Perbuatan Dinda!"ucap Metha


"Hah! sabar sayang "ucap Sakira memeluk Metha

__ADS_1


Ting


Pesan masuk dan mengirim video saat Metha di bully habis habisan Zen menjauh kan ponsel karna tidak tega melihat Metha menahan sakit Cakra segera mengambil ponsel Zen


"Maafkan aku tidak menolong mu"ucap Zen memeluk Metha dan mencium puncak kepala Metha


"Tidak bisa di biarkan ini sudah tindakan kriminal"ucap Cakra mengepal kan tangannya


"Kamu tenang dulu mas jangan marah nanti kesehatan mu menurun"ucap Alya menenang kan Cakra


"Ded mom ma aku antar Metha ke kamar dulu buat istirahat"ucap Zen mengendong Metha ke kamar dan meletakkan nya dengan pelan


"Istirahat lah biar cepat sembuh"ucap Zen mencium pipi Metha lalu turun ke bawah


"Apa yg akan kau lakukan tentang masalah ini Zen?"ucap Cakra melihat Zen turun


"Aku ngak tau ded mungkin nanti Metha pindah aja atau Dinda itu yg di keluar kan dari kampus!"ucap Zen


" Lebih baik Metha aja Pindak kampus jika kita mengeluarkan dia dari kampus kasian "ucap Sakira


"Tidak bisa kita harus memberi nya pelajaran"ucap Cakra


"Biar Key yg urus"ucap Key santai yg lain memandang nya


"Ngak momy ngak mau kau kenapa -napa Key"ucap Alya cepat


"Mom Key hanya belajar jadi dewasa jika Key ngak bisa baru jika kalian mau menghakimi dia silakan"ucap Key lalu pergi naik ke kamar nya


"Hah! Key tidak pernah berubah"ucap Zen menghembuskan nafasnya dengan kasar


"Sebaiknya kau temani Metha Zen"ucap Cakra


Cklek


Metha berbaring memejamkan matanya dengan membelakangi Zen.Zen mengambil bantal dan mengankat kaki Metha lalu meletakkan kaki Metha di atas bantal biar nyaman Zen ikut berbaring di dekat Metha dan memeluk perut Metha dengan erat Metha mengusap tangan Zen


"Aku tidak apa-apa ini akan segera sembuh"ucap Metha mengusap tangan kekar Zen


"Lain kali jangan membuat ku khawatir aku takut kau kenapa-napa"bisik Zen mencium tengkuk Metha


Perlakuan mu selalu membuat hati ku menghangat aku ngak pernah di perlakukan seperti ini semua orang menghina ku bahkan memandang ku sebelah mata tapi kau, aku sanggup menahan luka bersama mu bahkan dengan penyiksaan mereka aku tidak akan sakit karna perlakuan mu dan bersama mu.Batin Metha


🌞🌞🌞


Metha hanya bersender di kepala ranjang memperhatikan Zen sibuk kesana ke sini mencari perlengkapan nya Metha mengambil tongkat nya dan mendekati Zen sibuk dengan kancing kemeja nya Metha membantu Zen


"Kamu kan lagi sakit"ucap Zen


"Ngak papa biar aku bantu nanti kamu telat ke kantor nya"ucap Metha tersenyum lembut Zen memegang pinggang Metha biar tidak jatuh yg asik dengan dasi Zen


"Mau cium boleh?"ucap Zen mengarut kepala nya takut Metha marah


"Beleh!"ucap Metha tersenyum lembut Zen menempelkan bibirnya dengan bibir Metha karna takut jatuh Metha memegang pinggang Zen


"Terimakasih"ucap Zen mengusap bibir Metha pipinya semakin merah karna malu

__ADS_1


"Kamu hari ini ngak usah ke kampus nanti biar aku suruh Dapit mengirim kan dosen nya"ucap Zen mengambil tongkat Metha yg terjatuh


"Kau sibuk hari ini?"ucap Metha mengigit bibir bawah nya karna gugup


"Kenapa?"ucap Zen menatap Metha


"Emm jika nanti ada dosen yg datang aku ngak enak sendirian kamu temanin aku ya !"ucap Metha


"Iya nanti aku usaha kan !"ucap Zen mencium pipi Metha lalu mereka turun


####


Metha tidak fokus dengan penjelasan dosennya dari tadi dia melihat pintu masuk namun Zen tidak kunjung datang


From Metha


Key tolong dong temenin kakak di sini ngak enak cuman berdua kakak kamu kayak nya ngak datang


Tidak ada balasan dari Key cuman di read membuat Metha kesal dengan adik kakak itu Zen yg mau datang tidak kunjung datang sedangkan Key yg ada di kamar di whatsapp Metha hanya di read


"Maaf nona apa nona tidak nyaman dengan kehadiran saya?"ucap nya sopan melihat kegelisahan Metha


"Maaf sebelumnya pak saya hanya tidak enak berdua dengan bapak saya sudah bersuami jadi saya hanya tidak nyaman dengan keadaan ini !"ucap Metha


"Saya ngerti nona saya pun tidak ingin di katai pebinor "canda nya tersenyum


"Maaf pak jika boleh saya tau bapak dosen baru ya?"ucap Metha


"Iya bahkan hari ini pertama saya mengajar!"ucap nya


"Baik kita lanjut lagi"ucap nya menjelaskan semua


Key menuruni tangga seketika mematung melihat dosen itu dan memicingkan mata nya mata nya membulat dan meneteskan air mata segera Key menghapus nya dengan kasar segera dia turun dan membalikkan dosen itu buat menghadap nya


Plak


Satu tamparan mengenai wajah tampan dosen itu Metha hanya kaget apa kesalahan dosen itu hingga Key menampar nya dosen itu hanya memegang pipinya yg memerah dan memandang mata Key dalam dalam pandangan mereka bertemu cukup lama


"Key kenapa kau menampar pak Radit?"ucap Metha


"Maaf kan adik ipar saya pak"ucap Metha tak enak


"Cih! itu pantas dia dapatkan "ucap Key sinis


"Mama Sakira udah pulang dari rumah sakit biar mama aja nemenin kakak "ucap Key dingin lalu pergi karna Sakira sudah pulang dari rumah sakit


"Ada tamu?"ucap Sakira yg berjalan mengguna kan tongkat karna kaki nya ada kemajuan


"Iya ma bang Zen ngak izinin aku ke kampus jadi dosen nya yg datang!"ucap Metha


"Kita lanjutkan"ucap pak Radit menatap tangga nya dengan sendu setelah selesai Radit merapi kan buku buku nya


"Maaf pak merepotkan seharusnya saya kekampus tapi ngak bisa dan harus ngerepotin bapak"ucap Metha sopan


"Tak apa sebagai dosen saya harus mengerti dengan keaadan "ucap nya tersenyum

__ADS_1


"Saya permisi assalamualaikum"ucap Radit lalu pergi


"Waalaikumsalam"jawab Metha dan mama nya


__ADS_2