Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 114


__ADS_3

Key lari dan langsung naik taksi dengan menangis dan menuju rumah orang tua nya setelah 30 menit Key sampai dan langsung masuk


"Pak bayar taksi nya"ucap Key ke sapam nya dan segera masuk


"Momy"teriak Key Alya yg ada di dapur mereka baru makan segera mendekati Key


"Sayang kamu kenapa"ucap Alya memeluk anak nya yg menangis


"Momy hik hiks aku aku hiks hiks aku benci kak Radit"ucap Key menangis memeluk Alya dengan erat


"Radit ngapain kamu Key"ucap Cakra apa lagi dia tidak pernah melihat anak nya menangis


"Aku benci kak Radit dia tidak ingin menikah lagi hiks hiks aku benci dia"ucap Key masih menangis memeluk Alya


"Apa aku salah dengar apa Radit ingin nikah lagi apa Radit tidak menyetujui nikah lagi"ucap Zen bingung


"Iya sayang jelaskan"ucap Alya mengajak Key duduk di sofa


"Aku mencintai kak Radit mom aku ngak mau dia ninggalin aku "ucap Key menghapus air mata nya


"Kak Radit pernah pengalami kelainan jantung dan bibi nya mendonorkan nya dan sekarang paman mintak balas budi dia ingin menikah kan kak Radit dengan menantu nya jika kak Radit tidak menyetujui nya dia akan mengambil jantung istri nya lagi dan kak Radit menolak"ucap Key menangis di pelukan Alya


"Sayang Radit tidak akan melakukan itu karna dia begitu mencintai mu kau tak bisa memaksa Radit mungkin dia akan bicara baik-baik sama paman nya"ucap Alya mengelus kepala Key


"Aku ngak mau kak Radit tiada mom "ucap Key


"Minum dulu Key"ucap Metha


"Key"ucap Radit datang ngos ngosan


"Sory kak haus lepas lari"ucap Radit menegang kan air yg di bawa Metha


"Jangan lakukan itu aku khawatir Key"ucap Radit mendekat tapi di dorong Key


"Jangan mendekat aku membenci mu"teriak Key


"Radit mari ikut dedy"ucap Cakra serius Radit hanya menurut


"Dedy aku mohon jangan menghukum kak Radit jangan sakiti dia aku mohon"ucap Key memeluk Radit dengan erat


"Tenang lah dedy tak kan menghukum ku"ucap Radit mencium kening Key menenang kan


"Tapi dedy nanti...ucap Key


"Ngak akan Key percaya sama aku"ucap Radit


"Bang mending abang temani Radit nya"ucap Metha


"Iya Key biar kakak temani Radit"ucap Zen


"Tunggu aku"ucap Radit naik di ruang kerja Cakra di dampingi Zen


"Mom dedy tak akan menyiksa kak Radit kan"ucap Key cemas


"Tidak akan sayang dedy mu akan menghukum jika anak nya buat salah dan menyakiti istrinya momy rasa Radit tidak buat salah"ucap Alya


"Aku takut mom"ucap Key memeluk Alya


"Tenang lah Radit akan baik-baik saja"ucap Alya


"Key udah makan"ucap Metha


"Belum kak"ucap Key jujur


"Makan yuk sambil nunggu mereka"ucap Metha


"Iya ayo sayang"ucap Alya mengajak Key duduk di meja makan


"Mom kok mereka lama"ucap Key mulai cemas

__ADS_1


"Tenang lah Key"ucap Metha setelah 30 menit mereka turun dan menuju meja makan


"Mari Radit makan dulu"ucap Cakra


"Makasi ded"ucap Radit duduk sebelah Key


"Key hargai keputusan Radit dedy juga setuju yg di bilang Radit jika dia menyetujui nya itu akan menyakiti mu"ucap Cakra melanjutkan makan nya yg sempat tertunda


"Tapi ded"ucap Key


"Diam lah lama-lama aku kesal mendengar nya"ucap Radit membuat Key terdiam dan mengambil kan makan buat Radit


"Untuk sementara kalian tinggal di sini aja dulu"ucap Cakra


"Iya ded"ucap Radit


"Cinta mereka begitu rumit ya bang"bisik Metha ke Zen


"Itu lah rumah tangga ada pasang surut nya"bisik Zen


####


"Bang aku mau tidur abang peluk"ucap Metha merentang kan tangan untuk di peluk Zen


"Dengan senang hati"ucap Zen memeluk Metha


"Key kamu masih marah aku kan melakukan hal yg benar"ucap Radit membujuk Key yg ngambek


"Jika kakak tiada gimana dengan ku"ucap Key membelakangi Radit


"Kau lupa hidup dan mati itu di tangan yg kuasa"ucap Radit ingin memeluk Key


"Awas peluk aku tonjok "ucap Key


"Hah! baik lah"ucap Radit menghembuskan nafasnya dengan kasar dan tidur membelakangi Key tidak lama ada tangan melikar di perut Radit ternyata Key memeluk Radit dengan erat dan membenamkan wajah nya di punggung Radit


"Karna aku mencintai kakak"ucap Key mempererat pelukan nya tapi sayang Radit sudah tertidur karna kecapekan


Key mengusap rambut Radit dan mencium pipi Radit setelah itu dia tertidur memeluk Radit


####


Tok tok tok


"Iya Radit ada apa"ucap Zen serak seperti nya bangun tidur


"Kak bisa pinjem mobil aku harus ambil barang di rumah"ucap Radit


"Sepagi ini ayam aja belum berkokok"ucap Zen


"Iya kak karna aku harus mencari pekerjaan nanti "ucap Radit


"Aku ambil kunci mobil dulu"ucap Zen masuk ke kamar nya tidak lama kembali


"Ini hati-hati"ucap Zen Radit segera pergi mengambil keperluan nya dan barang Key


🌞🌞🌞


Key mengeliat kecil merasakan ada yg hilang Key membuka mata nya mencari di sekitar ternyata ngak ada Radit di samping nya Key beranjak untuk mandi setelah itu dia turun ternyata semua sudah ada di meja makan


"Key ayo cepat Radit nya mana"ucap Alya menghentikan langkah Key


"Kak Radit ngak ada disini"tanya Key


"Lho kok bertanya sama kami kamu kan istrinya"ucap Alya


"Tadi Radit pulang sebentar pagi banget dia pergi nya untuk mengambil barang kalian"ucap Zen tidak lama Radit datang


"Assalamualaikum"ucap Radit

__ADS_1


"Waalaikumsalam"ucap semua


"Makasi ya pak"ucap Radit pada sapam membawakan barang nya


"Kau mau kerja di mana kak bukan nya"ucap Key menggantung ucapan


"Aku mau mengajar di kampus lagi Key aku udah telpon pak Dapit semalam"ucap Radit ikut duduk


"Lho ikut aja bang Zen bekerja di kantor perusahaan Dirgantara kan sangat besar"ucap Metha


"Engak deh kak "ucap Radit tersenyum


"Yg di bilang Metha itu ada benar nya Radit"ucap Alya


"Ngak papa mom aku ngajar aja jika aku bekerja di perusahaan Dirgantara sama saja Key hidup di biayai melalui kalian aku ngak mau itu nanti aku akan mengajar di kampus dan melamar bekerja di perusahaan lain aku akan berusaha membiayai keperluan Key"ucap Radit menyuap kan nasi nya


"Emang kau mampu bekerja semua nya"ucap Key


"Iya lah bahkan aku ingin jadi tukang parkir di kampus mu tapi nanti kau malu jadi ku urung kan saja"ucap Radit tertawa


"Ish aku serius"ucap Key kesal


"Aku juga serius Key kau istri ku tanggung jawab ku aku pasti bisa mengerjakan semua nya"ucap Radit


"Udah Key memang gitu segera selesai kan sarapan nya nanti kalian telat "ucap Alya


"Iya mom"ucap semua


"Kalian tidak ke kampus"ucap Zen


"Aku sih ngak kak"ucap Key


"Aku juga mungkin akan di rumah aja kan ada Key"ucap Metha


"Ck! lama-lama aku cemburu jika kau sering bersama Key"ucap Zen kesal


"Dasar bucin"ucap Key


"Kau kale yg bucin"ucap Zen


"Kalian ini selalu ribut lihat suami dan istri kalian pusing lihat nya"ucap Alya


"Aku udah biasa mom lihat nya"ucap Metha


"Aku bisa memahami mom secara lawan kak Zen cewek galak mana mungkin dia mau kalah"ucap Radit tersenyum


"Ish jadi kesal aku lihat nya"ucap Key


"Aku pergi dulu nanti letak kan di kamar barang-barang kita"ucap Radit mencium kening Key membuat pipi Key memerah lalu Radit pergi


"Cie Key malu ya pipi nya merah merona"goda Metha membuat semua tertawa dan Key menutup wajahnya karna malu


"Kak Zen"ucap Radit kembali


"Iya "ucap Zen menoleh


"Sekarang aku kan tidak punya ongkos untuk pergi ke kampus jadi boleh aku menyewa motor kakak"ucap Radit


"Oh silahkan jangan sungkan ambil kunci nya dengan pak sapam aja"ucap Zen


"Terimakasih kak"ucap Radit


Cup


"Aku berangkat ya sayang"ucap Radit mencium pipi Key lalu pergi


"Kak Radit aku malu"teriak Key menutup wajahnya yg memerah dan semua tertawa melihat sisi lain dari Key


Semoga kebahagiaan mereka akan seperti ini.Batin Alya dan berdoa

__ADS_1


__ADS_2