
"Hiks hiks kenapa kau begitu lemah?"ucap Alya menangis karna saat tertembak Cakra segera di bawa ke rumah sakit oleh Jeky
"Tenang la aku tak apa dan maaf aku tak bisa menolong Rianti orang itu sangat bahaya bahkan tak segan dia ingin melenyapkan ku"ucap Cakra
"Tapi saya heran tuan apa urusan mereka dengan nona Rianti tuan Remiko juga terlibat?"ucap Jeky berfikir
"Dari yg aku liat tadi kayak nya mereka ingin memiliki Rianti apa lagi tuan RF itu saat dia melihat Rianti begitu besar cinta nya dan satu yg aku heran mata nya sama seperti mata mu!"ucap Cakra ke Alya
"Siapa tuan RF?"tanya Sakira
"Dia adalah orang yg misterius tidak ada yg tahun tentang nya dari yg sering aku dengar dia mafia terkejam di kota ini dan tidak mengampuni lawan nya!"jelas Jeky
"Jadi dia yg menembak mu awas jika ketemu tak kan ku ampunin!"ucap Alya geram dan memeluk Cakra
"Mulai lagi"ucap Sakira males melihat nya
Dret dret
"Hallo
"Baik baik
Tut
"Ya aku pergi dulu ada pasien di rumah pribadi jadi aku harus pergi"ucap Sakira lalu pergi ke tempat itu setelah 20 menit dia sampai
"Kok rumah nya sepi"ucap Sakira mengetuk pintu nya tidak lama orang bertubuh besar keluar dan membekap Sakira lalu membawa nya pergi
"Mau apa kalian?"ucap Sakira tapi tak ada jawaban dari mereka sampai la mereka di museum megah dan mewah dan Sakira di bawah masuk ke kamar yg besar
"Tuan dokter nya sudah datang?"ucap nya hormat
"Apa semua aman!"ucap nya tanpa melihat Sakira
"Iya tuan"ucap penjaga itu lalu pergi
"Periksa dia"ucap nya tajam dan membalikkan badan saat wajah mereka bertemu awal nya orang itu kaget tapi segera bersikap biasa biasa saja sedangkan Sakira memicingkan mata nya
"Emm maaf tuan apa kita pernah bertemu wajah tuan ngak asing dan juga"ucap Sakira mengingat sesuatu
"Periksa atau kau mau saya lenyap kan"ucap nya tajam .Sakira mulai memeriksa keadaan perempuan itu yg terdapat banyak bekas pukulan
"Apa tuan menyiksa nya?"tanya Sakira mengoleskan salap nya
"Jika dokter masih mau hidup jangan banyak bertanya pada ku!"ucap nya tajam
"Baik la"ucap Sakira tapi tiba tiba ponsel nya berdering dan mengambilnya
"Alya"gumam Sakira heran karna baru sebentar ditinggal sudah menelpo Vidio call lagi
"Iya Ya"ucap Sakira males sedang kan Alya hanya menyengir
"Sa jika udah cepetan balik rumah sakit ya aku rindu satu lagi bawain aku somai ya"ucap Alya dengan senyum manis nya Awal nya orang itu ingin merampas ponsel Sakira tapi saat melihat Alya dia mengurung kan niat nya
__ADS_1
"Hei asisten mu ada jangan menyuruh ku aku sibuk"ucap Sakira .Sedangkan orang itu memandang Sakira dan Alya dengan sendu tidak luput dari pengelihatan wanita yg terbaring
"Tapi aku ingin kamu yg beliin titik jika tidak aku marah"ucap Alya mematikan sambungan
"Dasar Alya sialan ngapain lagi nyuruh aku segala"umpat Sakira kesal harus balik lagi dan melihat kemesraan mereka
"Tuan RF mereka menyerang markas kita"ucap penjaga masuk dan menunduk seketika Sakira menoleh
"Urus la bersama Bram"ucap nya dingin lalu penjaga itu pergi
"Apa kau Rianti?"tanya Sakira takut apa yg di jelaskan Jeky tadi dan Rianti mengangut
"Berarti kau mengenal Alya Meisa Putri Anggara"ucap Sakira tersenyum untuk menghilangkan kegugupan karna tatapan tajam dari tuan RF
"Iya kau mengenal Alya!"ucap Rianti
"Iya aku Sakira Wijaya sahabat masa kecil Alya dan dia mencari mu"ucap Sakira memperkenalkan diri
"Penjaga"teriak tuan RF dan masuk la beberapa orang
"Antar dokter ini pulang "ucap nya lalu membalikkan badan membelakangi Rianti penjaga itu membawa Sakira ke tempat mobil nya tadi
Rianti mengambil salap yg di berikan dokter Sakira tadi dan mengoleskan nya ke luka nya dan meniup nya karna perih
"Biar aku yg melakukan nya"ucap nya mengambil salap nya dan mengoleskan ke wajah Rianti dan pelan dan meniup nya
"Pelan -pelan itu perih"ucap Rianti mencekram tangan tuan RF
"Tahan meski sakit ini biar cepat sembuh lagian sudah ku katakan jangan kabur dari ku liat kan kau bertemu dengan orang itu dan liat la kau banyak luka luka"ucap nya lembut
"Istirahat biar cepat pulih"ucap nya mengecup kening Rianti lalu pergi
###
Akhir akhir ini Cakra ke walahan menghadapi Alya karna dia keras kepala manja kekanakan dan susah di bilangin Cakra merasa menjadi seorang ayah karna Alya
"Alya ayo makan dari semalam kau tak makan"ucap Cakra membujuk Alya makan
"Kan udah aku bilang aku makan jika kau nemenin aku jalan kemarin ngak jadi jalan nya"ucap Alya menutup mulut dan menggeleng
"Hah! tapi hari ini aku ada meeting penting jadi ngak bisa"ucap Cakra berusaha sabar
"aku juga ngak mau makan biarin aku sakit atau mati sekalian"ucap Alya cemberut
"Alya ayo makan"bentak Cakra
"Huaaaaa! mami bunda Cakra tidak cinta lagi sama aku dia ngebentak aku hiks hiks"ucap Alya menangis dengan keras
"Maaf aku tak bermaksud ngebentak kamu diam ya cup cup baik la makan siang nanti kita jalan"ucap Cakra mengusap kepala alya
"Janji"ucap Alya senang
"Iya janji"jawab Cakra
__ADS_1
######
Alya menunggu Cakra tapi Cakra tidak datang jadi dia memutuskan jalan sendiri dan mengirim pesan ke Cakra
From Alya
Kamu ingkar janji aku mau pergi sendiri ajaðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Alya turun dari taksi mata nya berbinar melihat anak kecil itu memakan es krim dan dia membeli es krim juga setelah memesan nya Alya langsung menyantap nya dari kejauhan seseorang berjalan dan membeku melihat Alya memakan es krim dengan tenang
"Ada apa?"tanya seseorang dan memperhatikan pandangan nya mata nya berbirnar melihat Alya dan berlari
"Alya "teriak nya Alya melihat ke depan dan lonjat lonjat habis senang nya
"Kak Rianti"ucap Alya langsung memeluk Rianti orang itu hanya terdiam menatap keduanya .Alya dan Rianti melepas rindu tiba-tiba sebuah mobil berhenti dan menarik Rianti dengan paksa dan pergi
"Kakak "ucap Alya histeris lalu pingsan orang itu segera membawa Alya pulang dan memerintah Anak buah nya mencari Rianti
####
Setelah selesai meeting Cakra memeriksa ponsel nya dia lupa harus mengajak Alya jalan jalan saat Cakra menelpon nya no Alya tidak aktif
"Sial"umpat Cakra lalu pergi mencari Alya
####
Semalaman Cakra mencari Alya tapi tetap Alya belum di temukan jam menunjukkan pukul 8 pagi dari kemarin Cakra tidak menemukan Alya penampilan nya juga sudah berantakan dan kacau
"Alya sayang kau kemana?"ucap Cakra mengacak rambut nya frustrasi
"Tuan saya mendapatkan informasi bahwa nona Alya di bawa mobil tuan RF"ucap Jeky takut
"Mari kita kesana aku sudah tak tahan berjauhan dengan nya"ucap Cakra tak peduli jika menyelamatkan Alya dia akan tiada asal dia bertemu dengan Alya nya
####
Di museum RF
Pagi pagi sudah heboh dengan tingkah Alya yg menangis dengan keras tuan RF pun tak sanggup mendengar nya
"Tenang la kau aman di sini jangan menangis"ucap tuan RF mata Alya berbinar melihat nya
"Aku berhenti nangis dengan 3 syarat"ucap Alya manja dengan memeluk nya
"Ck ! berani kau mengajukan syarat pada ku"ucap nya kesal
"Huaaaaaa hiks hiks"Alya menangis dengan kencang merusak pendengaran
"Baik- baik la untung kau ku sayang jika tidak habis"gumam nya pelan
"Pertama jika kau tak izinin aku pulang bawa kan Cakra ku ke sini aku merindukan nya "ucap Alya manja dan malu malu
"Yg kedua kenapa lama banget nemuin kak Rianti"teriak Alya
__ADS_1
"Ke tiga belikan aku es krim tidak boleh yg lain hanya kau yg boleh beliin jika tidak aku ngak mau makan dan menangis dengan kecang "ancam Alya
"Baik la " ucap nya lalu pergi