
Zen menatap orang yg di depan nya dengan tajam dia kembali menemui Zen tapi Zen berusaha santai di depan nya yg hampir membuat nya menyakiti Metha siapa lagi jika bukan Aknes
"Apa mau mu?"tanya Zen santai
"Maksud nya?"ucap Aknes memicing kan mata nya
"Aku tau semua nya kemarin kau hanya berpura-pura dan berusaha menfitnah Metha!"ucap Zen
"Kau sudah mengetahui semua nya?"ucap Aknes berdiri
"Iya !sekarang kata kan pada ku apa mau mu?"ucap Zen
"Dirimu!"ucap Aknes duduk di atas pangkuan Zen dan tangan Zen di kalungkan nya di leher nya seakan Zen melakukan nya
"Apa yg kau lakukan?"ucap Zen berdiri mendorong Aknes
"Aku mencintai mu Zen apa kau tau itu"ucap Aknes
"Aku sudah menikah dan aku mencintai istriku!"ucap Zen tegas .Aknes memeluk Zen dengan erat dan mendorong Zen ke sofa mencium Zen ke leher Zen
"Anda tidak sopan"ucap Zen tajam mendorong Aknes
#####
"Key panggil kakak kamu ada kiriman"ucap Alya duduk bersama Sakira dan Key
"Iya mom"ucap Key, tidak lama Metha dan Key turun
"Perasaan aku ngak pesan apa apa dan juga bang Zen ngak bilang jika ada kiriman!"ucap Metha
"Kayak nya bukan barang deh! "ucap Sakira memberikan amplok coklat ke Metha
Metha membuka nya yg ternyata foto -foto Zen dengan Aknes saat Aknes duduk di atas pangkuan Zen seakan Zen mengalung kan tangannya dan foto Zen di peluk Aknes dan ada lagi saat di sofa Aknes mencium Zen . Tidak terasa airmata Metha menetes
"Kok kakak nangis?"ucap Key
"Apa isi nya sayang kok kamu nangis?"ucap Alya
"Bukan apa apa mom!"ucap Metha menghapus air mata
"Coba mama lihat?"ucap Sakira
"E...engak usah ma!"ucap Metha gugup
"Momy jadi curiga deh"ucap Alya
"A..aku ngak mau hiks hiks mama dan momy lihat atau siapa pun!"ucap Metha menangis dan menghapus air mata nya berusaha tegar
"Kami hanya khawatir Metha apa lagi kau nangis!"ucap Sakira
"Pokoknya aku ngak mau melihat kan nya!"ucap Metha berbalik tapi dia tidak tau jika ada Cakra
Bruk
"Astaga Metha hati- hati"ucap Cakra membantu Metha berdiri lalu dia tidak sengaja melihat foto Zen dan mengambil amplok itu
"Jangan ded"ucap Metha tapi telat Cakra sudah membuka semua nya
"Apa itu mas?"tanya Alya dan mengambil amplop nya sedang kan Metha hanya menangis memeluk Key
"Zen pulang sekarang"ucap Cakra di telpon lalu memutuskan telepon nya
"B..bang Zen ngak mungkin melakukan itu!"ucap Metha pelan menghapus air mata nya
"Mas tanya dulu siapa tau ini hanya salah paham!"ucap Alya
"Hah! aku tau tapi dia harus menjaga perasaan istrinya kau tau kan aku hanya tidak ingin Zen mempunyai sifat brengsek aku!"ucap Cakra menghembuskan nafasnya menghilangkan amarah nya
"Tapi mas ...ucap Alya terpotong
"Sayang Jeky sangat penting dalam keluarga Dirgantara jasa Jeky tidak mampu di bayar dengan apa pun mami dan papi udah anggap Jeky seperti anak mereka sendiri karna Jeky selalu melakukan yg terbaik dia bahkan mencari donor ginjal buat papi dengan waktu singkat banyak jasa Jeky di keluarga Dirgantara sebelum menikah dengan mu pun Jeky udah berjasa dan sekarang di tambah Sakira dia sama seperti Jeky dan Metha anak mereka itu sama seperti anak ku juga aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti nya meskipun anak ku sendiri !"jelas Cakra memegang bahu Alya
"Ada apa ded?"ucap Zen datang Cakra meneliti penampilan Zen
"Lipstik siap di kemeja kamu itu Zen?"tanya Cakra di kemeja arah leher Zen
"Aku ngak tau ded!"jawab Zen membersihkan lipstik nya
"Kenapa kau nangis sayang?"ucap Zen mendekati Metha
"Jangan menyentuh nya sebelum ini jelas!"ucap Cakra melempar amplok nya
__ADS_1
"Tidak ini salah paham ded Metha percaya sama abang ini ini semua tidak benar "ucap Zen
"Dia tiba tiba duduk diatas pangkuan ku memeluk ku dan mencium ku semua ini jebakan"ucap Zen frustasi
"A..aku...ucap Metha menangis
"Kau tau kan Zen saat dulu dedy buat kesalahan oma kau menghukum dedy seperti apa"ucap Cakra membelaki Zen
"Ngak ded aku mohon jangan lakukan itu"ucap Zen berlutut dan memeluk kaki Cakra
"Tidak ada yg akan membela nya kali ini"ucap Cakra tegas melihat Alya akan bicara
"Dedy"lirih Metha
"Biarin Metha dia harus tau jika menyakiti istrinya di sengaja atau tidak tetap akan tanggung akibat nya!"ucap Cakra
"Aku mohon ded jangan lakukan kayak oma aku mohon aku tau aku salah tapi itu hanya salah paham"ucap Zen hampir menangis
"Kau tinggal pilih Zen cara dedy atau papa mu"ucap Cakra lalu pergi
"Maafkan aku"ucap Zen memeluk Metha
"Apa benar yg di bilang Aknes kemarin jika kau?"ucap Metha menangis di pelukan Zen
"Itu tidak benar percaya sama aku!"ucap Zen menghapus air mata Metha
"Zen jangan lakukan"ucap Alya dia tau keputusan apa yg di ambil nya
"Ngak mom aku lihat bagaimana menderita nya dedy dulu aku baru menemukan Metha aku ngak mau kehilangan nya lagi meski sementara"ucap Zen lalu pergi menemui
Cakra
🌙🌙🌙
Semenjak Zen ikut dedy nya dia belum keluar dari ruangan itu. Metha duduk di sofa dia berusaha menyakin kan hati nya jika semua nya salah paham dan percaya ke Zen
Cklek
"Kamu belum tidur?"ucap Zen Metha segera memberkati Zen
"Kau pasti di pukul dedy?"ucap Metha melihat wajah Zen babak belur
"Tak apa dedy melakukan itu karna aku berbuat salah!"ucap Zen
"Aku akan percaya sama kamu!"ucap Metha memeluk Zen
"Ahh pelan- pelan"ucap Zen menahan sakit
"Ada apa?"ucap Metha
"Tidak hanya luka sedikit!"ucap Zen tersenyum Metha membuka kemeja Zen dia kaget tubuh Zen terdapat bekas cambukan
"Ya Allah"ucap Metha membekap mulut nya melihat tubuh Zen
"Ini hanya luka dikit"ucap Zen
"Tidak ini pasti sakit"ucap Metha menghapus air mata nya
"Aku lebih ngak rela jika dedy membawa mu pergi jadi lebih baik aku mendapatkan hukuman ini"ucap Zen
"Biar aku obati"ucap Metha mencari salap setelah itu dia kembali
"Tahan ini sedikit perih"ucap Metha membersihkan tubuh Zen setelah itu mengoleskan salap nya dan meniup nya dengan pelan
"Apa kau takut wajah ku jelek hingga kau mengobati dengan teliti?"ucap Zen karna Metha mengompres wajah Zen dan memberi nya salap
"Aku mencintai hati mu bukan wajah mu jadi ngak usah sok tampan!"ucap Metha tersenyum
"Nanti dulu peluk nya itu belum kering "ucap Metha karna Zen ingin memeluknya
"Ahh terus aku harus bagaimana supaya tubuh mu bisa menempel ke tubuh ku"ucap Zen
"Kau ini berbaring lah istirahat"ucap Metha membantu Zen berbaring
"Huh! seperti dedy lebih meyayagi mu dari pada aku lihat aku ngak bisa memeluk mu"keluh Zen karna dia kesusahan berbaring karna tidak nyaman
####
🌞🌞🌞
Keluarga Dirgantara sudah Sarapan dan duduk di rumah tamu seperti menunggu seseorang .Metha juga tidak melihat Key dari tadi suasana juga masih sedikit dingin tidak ada candaan
__ADS_1
Kenapa kayak gini lama-lama aku bosan.Batin Metha
"Emm mom Key mana ya?"tanya Metha dia sengaja biar suasana nya tidak bosan
"Oh Key lagi menjalankan tugasnya mungkin bentar lagi pulang!"ucap Alya tersenyum
"Apa luka mu udah baikan Zen?"ucap Alya dia takut semalam anak nya menerima hukuman karna tidak ingin di pisah kan oleh Metha jadi dia memilih di siksa dedy nya
"Iya mom udah mendingan!"jawab Zen tersenyum
"Ded"ucap Key datang
"Apa sudah selesai?"ucap Cakra
"Udah ded aku udah mintak rekaman cctv sama Doni di ruangan kak Zen!"ucap Key mengambil laptopnya yg di bawah nya
"Metha mari duduk sini kau lebih berhak melihat nya?"ucap Cakra mengenser duduk nya biar Metha duduk di tengah tengah dia dan Alya Metha duduk dan melihat cctv kejadian kemarin lalu dia memandang Zen yg hanya santai Zen tau dia tidak bersalah
"Kata nya beladiri nya lebih jago dari aku tapi buat mengindari cewek ini aja ngak bisa!"ejek Key
"Apa kau anggap aku ini suka mukulin cewek gitu"jawab Zen
"Kan udah aku bilang kan ded"ucap Metha tersenyum pindah duduk
"Iya tapi tetap aja dia harus menerima akibatnya"ucap Cakra
"Dan bagaimana dengan nya?"tanya Cakra ke Key
"Udah ded!"jawab Key memberi kode masuk lah seorang wanita dia hanya menunduk tidak berani menatap mereka
"Kesalahan mu yg pertama kau menuduh kak Metha selingkuh dengan teman nya bernama Rian padahal mereka hanya mengobrol sebentar memang Rian itu melamar kak Metha karna dia tidak tau jika kak Metha udah nikah saat kak Metha bilang dia udah nikah Rian ini memberi bunga persahabatan jadi kak Metha menerima nya dan kau bilang ke kak Zen jika kak Metha menerima cinta nya Rian!"ucap Key
"Kesalahan kedua saat di restoran kau bilang kau pacar nya kak Zen dan kak Zen udah bosan sama kak Metha! "ucap Key
"Kesalahan ketiga kau memfitnah kak Metha kau bilang ke kak Zen bahwa kak Metha memukul mu padahal kau sendiri yg memukul diri sendiri dan menjebak kak Metha!"ucap Key
"Banyak amat ya kesalahan mu bersyukur kak Metha ku ini suaper cantik dan baik dia memaafkan mu bukan begitu kak"ucap Key ke Metha
"Iya Key"ucap Metha tersenyum
"Wah tebakan aku tepat kayak nya aku bisa membaca pikiran orang"ucap Key tersenyum
"M ...maafkan aku Metha aku melakukan semua nya karna aku mencintai Zen aku cemburu kau menikah dan bersama nya maaf kan aku"ucap Aknes menunduk
"Hampir kau membuat kami terpisah apa kau tau itu?"ucap Zen tajam
"Maaf Zen!"ucap nya
"Karna hati ku senang aku mewakili yg lain memaafkan mu tapi awas jika kau menganggu kak Zen lagi kau tak kan selamat"ucap Key
"Terimakasih sekali lagi maaf"ucap Aknes
"Sekarang pergilah"ucap Key Aknes segera pergi
"Beres kan ded"ucap Key membuka jaket yg menutup baju kaos nya
"Kau hebat Key bisa membuktikannya semua nya"puji Metha
"Siapa dulu Key Meisa Dirgantara"ucap Key seperti dedy nya yg sombong membuat semua tertawa
"Key"ucap Alya memperingati
"Iya mom"ucap Key dia tau jika momy nya tidak suka
"Kak Metha Key hanya melakukan hal biasa lagian Key tidak akan mendapatkan bukti tanpa bantuan orang lain bukan begitu nyonya Dirgantara"ucap Key cekikikan
"Kau mengejek momy"ucap Alya melipat tangannya di dada
Cup
"Maafkan anak mu yg nakal ini momy"ucap Key mencium pipi Alya
"Asem Key mandi sana"sindir Zen
"Asem dari mana aku bekerja membantu mu bukan nya berterimakasih malah ngatain aku"ucap Key kesal
"Iya iya terimakasih"ucap Zen tersenyum manis
"Tidak usah sok tampan"ucap Key malas lalu naik ke atas
"Aku kadang heran dengan anak kalian satu itu kelakuan nya aneh banget kandang bersikap mirip Cakra kadang bersikap mirip Alya"ucap Sakira
__ADS_1
"Tapi aku bersyukur Key bisa memiliki sifat mas Cakra dengan itu setiap ada masalah dia selalu cepat menyelesaikan nya tidak seperti Zen menimbang dulu apa yg akan dia lakukan Key tidak dia akan mengambil keputusan apa saja yg penting masalah nya cepat selesai!"ucap Alya
"Dedy juga bersyukur memiliki menantu kayak Metha dia tidak ngampang terpengaruh seperti kemarin dia tidak begitu percaya dengan foto Zen!"ucap Cakra