Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 07


__ADS_3

khusus 18+. karna ini tidak untuk anak di bawah umur selamat membaca


Cakra duduk di kursi kerja nya dan nampak serius berbicara dengan Jeky asisten nya. Cakra di larang mami nya untuk ke kantor tapi karna ada kerjaan yg penting tentang masalah nya dengan Remiko musuh bebuyutan nya yg menjebak nya


"Bisa kau jelaskan "ucap Cakra dingin


"Saat tuan bertemu seseorang malam itu dia adalah suruhan tuan Remiko Pratap untuk menjebak tuan dengan memberi obat tidur agar tuan Remiko bisa menghancurkan nama baik tuan saat tuan pingsan karna obat itu orang itu membawa tuan ke kamar hotel yg ternyata sudah ada nona Alya "ucap Jeky menjeda ucapannya


"Nona Alya pada saat akan pulang dan memesan taksi online kebetulan supir nya adalah orang suruhan tuan Remiko untuk mencari seorang wanita untuk menjebak tuan dia seorang supir taksi dengan memberi nona Alya obat bius mungkin terlalu banyak mengakibatkan nona Alya over dosis setelah tuan dan nona Alya tidak sadarkan diri di situ tuan Remiko menfoto kalian dengan memberikan berita itu ke wartawan "jelas Jeky


"Cih!dia memang licik untung kau mempunyai ide berpura pura mengakui semua itu biar menyelamatkan nama baik keluarga ku tapi saya masih ngak suka gara gara itu saya harus menikah dengan wanita menyebalkan itu dan mungkin dia juga membenci saya"ucap Cakra


"Yg penting kan nama baik tuan aman dengan penjelasan tuan bahwa nona Alya tunangan tuan itu menyelamatkan nama baik kedua keluarga dan tidak berfikir yg tidak tidak "ucap Jeky


"Awas kau Remiko aku akan membalas kau"ucap Cakra mengepalkan tangannya


"Gimana dengan mereka?"ucap Cakra


"Yg membantu tuan Remiko sudah saya bereskan tapi supir itu ngak bisa saya temukan dia hilang!"ucap Jeky mereka menghukum orang yg menjebak Cakra mengirim nya ke rumah sakit jiwa biar mereka kapok percuma membawa mereka ke kantor polisi karna Remiko juga sama seperti Cakra berkuasa dan licik dia musuh besar Cakra dan dia juga sangat membenci Cakra karna kekasih yg sangat dia cintai menyukai Cakra dan meninggal kan nya


Cakra pulang hampir tengah malam karna menghabiskan hari nya di kantor dengan minun minuman dia sangat malas bertemu Alya apa lagi sekamar. Cakra berjalan dengan sempoyongan memasuki kamar nya sebelum tidur Cakra melirik Alya yg tertidur di sofa dengan buku menutupi wajah nya tapi Cakra tidak peduli


#####


Seminggu sudah pernikahan mereka tapi tetap hubungan mereka masih sama karna Cakra sangat pendiam bahkan Alya yg banyak bicara tidak di peduli kan Cakra .Mereka juga sudah tinggal di rumah sendiri karna Cakra ingin hidup mandira awal nya orang tua nya menolak apa lagi mami nya tapi bukan Cakra bila tidak bisa membujuk orang tua nya


Seperti biasa mereka sarapan dengan diam karna hari ini juga Alya males karna lagi dateng bulan terlihat Alya males beraktivitas mereka hanya tinggal berdua dengan rumah sebesar itu tapi tidak sebesar rumah orang tua Cakra


Setelah sarapan Cakra pergi begitu saja Alya juga meresa lelah dan perut nya juga terasa nyeri akibat tamu nya jadi Alya hanya berbaring untuk menghilangkan sakitnya


"Iya kenapa aku melupakan untuk menyelidiki kejadian malam itu jika Cakra ngak mau menjelaskan nya aku akan cari sendiri"gumam Alya mencari informasi masalah itu tapi tidak di temukan


"Ini pasti ulah tuan pemarah "ucap Alya geram tidak mendapatkan informasi

__ADS_1


"Hah!aku harus terima jika aku tak suci lagi meski Cakra yg melakukan itu sudah jadi suami ku berdoa saja semoga tuhan mengampuni dosa dosa ku"gumam Alya iklas


Hari ini Cakra pulang sore tidak seperti biasa yg sering pulang malam saat turun dari mobil Cakra melihat selang tergeletak dengan pot bunga di mana mana halaman nya cukup berantakan


"Ini pasti ulah Alya menghancurkan halaman nya"gumam Cakra mengambil selang nya ingin membereskan nya karna melihat Alya tidak ada di sekitar nya tapi tiba tiba air nya keluar mengguyur wajah dan badan Cakra hingga basa


"Alya"teriak Cakra masih dengan selang membasahi tubuh nya Alya mendengar nama nya di panggil berdiri dan menghampiri Cakra karna Alya memeriksa keran air nya mati dan menyalakan air nya


"Hahhaha"tawa Alya saat melihat Cakra basa kuyup


"Kau mengerjai ku"ucap Cakra marah


"Hahaha! enggak la tadi aku lagi menata bunga bunga ini dan menyiram nya tapi air nya ngak keluar dan menyalakan nya tapi liat la hahah"tawa Alya


"Tidak bisa di biarin"ucap Cakra mengarah kan selang nya ke Alya


"Apa yg kau lakukan kau memang pendendam"ucap Alya menghindar


"Jika saya basa kau juga harus ini semua ulah mu"ucap Cakra kesal masih menyiram Alya


Sudah meresa Alya juga basa Cakra menghentikan dan membuang selang nya lalu pergi masuk ke dalam rumah dengan emosi


"Dasar pemarah"ucap Alya melanjutkan kegiatan nya tanpa menganti baju yg basah saat Alya asik menata pot bunga nya ada dua mobil memasuki halaman rumah nya saat pemiliknya turun senyum Alya mengembang dan menghampiri mereka


"Bunda"teriak Alya langsung memeluk bunda nya yg datang bersama mami nya


"Eh kenapa basa kayak gini nanti sakit kenapa ngak ganti baju"ucap bunda nya melepas pelukan Alya


"Biasa aja bun lagian Alya kan kuat"jawab Alya tersenyum


"Apa Cakra yg berbuat seperti ini?"ucap mami nya


"Engak kok mi!"jawab Alya merapikan pot bunganya dan mencuci tangannya kotor karna tanah lalu masuk ke dalam rumah bersama bunda dan mami

__ADS_1


"Bentar ya bun mi Alya bikinin minuman dulu"ucap Alya ingin melangkah ke dapur


"Eh eh jangan ,sebaiknya kamu ganti baju dulu mami ngak mau ya liat kamu sakit nanti biar mami dan bunda bikin minum sendiri dan juga panggil Cakra"ucap mami nya


"Iya mi"ucap Alya naik ke atas menuju kamar dengan tersenyum bahagia Cakra yg baru selesai mengering kan rambut nya karna selesai mandi. Alya masuk dengan senyum senyum


Apa dia kesambet kenapa senyum kayak gitu senyum nya juga manis lagi jadi aku ingin merasa kan bibir nya.Batin Cakra melihat Alya mendekati nya


"Hai tuan pemarah sini aku bantu"ucap Alya mengambil sisir menyisir rambut Cakra yg sudah mengering tidak lupa dengan senyuman nya karna dia sangat senang bertemu dengan bunda yg sangat dia rindukan apa lagi mami nya yg baik dengan nya seperti anak sendiri


Ayo la berhenti tersenyum atau aku nggak tau nanti apa yg terjadi. Batin Cakra memperhatikan bibir Alya


Tanpa di duga Alya mengecup bibir Cakra sekilas dan menyentuh pipi Cakra seakan menggoda Cakra


"Kau mengiginkan nya"ucap Alya mendekat kan wajahnya ke Cakra


Cakra hanya bengong yg di lakukan Alya .Alya mengalungkan tangan nya di leher Cakra


"Ini milik mu tak perlu menatap nya kau juga bisa merasa kan nya"ucap Alya memeluk leher Cakra posisi mereka sangat dekat bahkan hembusan nafas Alya bisa di rasakan Cakra


"Benarkah "ucap Cakra memeluk pinggang Alya dan Alya mengiyakan kali ini Alya yg mendahului melu***bibir Cakra dengan rakus Cakra tak tinggal diam dia mulai menguasai ciumannya bahkan menciumi leher Alya memberikan tanda merah Alya hanya menikmati mere*** rambut Cakra dengan bergairah Cakra menciumi seluruh wajah Alya dan mendorong tubuh Alya ke kasur Alya membantu Cakra melepaskan baju Cakra dan juga melepaskan baju nya terlihat la tubuh nya yg putih dan menggoda


"Lakukan saja aku akan menerima nya dengan senang hati"ucap Alya menunggu Cakra melakukan nya Cakra sudah tidak bisa menahan dan menindih Alya menciumi seluruh tubuh putih Alya kali ini Alya agresif membalikkan tubuh Cakra hingga berada di bawah nya Alya mulai menciumi rahang Cakra mencium bidang dada Cakra dan mengelus nya kali ini Alya sendiri menindih tubuh Cakra dia yg akan melakukan nya


"Aku ngak tahan Cakra"ucap Alya menyatuhkan badan mereka


"Halo halo eh tuan pemarah kenapa bengong kayak gitu"ucap Alya bingung melihat Cakra bengong dan melambaikan tangan nya biar Cakra tersadar


"Cakra"ucap Alya menggoyang kan tubuh Cakra


"Eh i...iya "ucap Cakra tersadar dengan lamunannya


"Kenapa bengong udah siap di bawah ada bunda dan mami nanti aku nyusul"ucap Alya bingung dengan Cakra lalu pergi ke kamar mandi

__ADS_1


"Apa apaan aku ini kenapa bisa menghayal kayak gitu"gumam Cakra mengusap wajahnya lalu turun ke bawah


__ADS_2