Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 111


__ADS_3

Pagi-pagi Radit sudah ada di rumah Dirgantara ingin mengantar Key kuliah dia juga ikut sarapan


"Apa ngak akan telat Radit jika kau harus mengantar Key ke kampus"ucap Cakra


"Engak kok om aku bisa atur jadwal nya"ucap Radit tersenyum


"Siapa yg mengurus perusahaan di sini jika kau akan lama di sana"ucap Zen


"Aku juga kak sekretaris ku yg akan mengirim laporan di sini karna kak Jessy lagi hamil besar dan juga kak Adi harus memantau kak Jessy perusahaan nya aja dia menyuruh orang kepercayaan nya"ucap Radit


"Pantas aja mama mu ingin cepat kau nikah ternyata tidak ada yg mengurus mu"ucap Alya


"Ngak juga tan jika masalah mengurus diri sendiri aku sih bisa hanya saja anak tante sedikit bandel jika aku tidak mengikat nya bisa aja dia akan pergi"ucap Radit tertawa kecil


"Emang aku apa mau pergi dari hidup mu"ucap Key kesal


"Wajar aku cemas tidak ada jaminan untuk kau bertahan dari ku"ucap Radit memandang Key serius


"Ehm ehm"dehem Cakra


"Tidak takut aku dedy nya kau bicara seperti itu"ucap Cakra tajam dan hanya membuat Radit tertawa


"Nyonya Dirgantara pernah bilang hidup tidak perlu di sukai orang karna kita hidup bukan untuk mereka tapi hidup ini milik kita jadi kita harus menjadi diri sendiri bukan begitu nyonya Dirgantara"ucap Radit tersenyum


"Eh mama kamu ya yg bilang "ucap Alya tersenyum


"Iya tan dia sering cerita soal tante dan om"ucap Radit


"Aku belum memaafkan kamu lho"ucap Cakra


"Udah mas itu juga salah anak kamu"ucap Alya membela Radit


"Apaan sih mom kok nyalahin aku sih"ucap Key kesal


"Tan om kayak nya aku harus pamit mengantar Key karna takut nanti nya telat"ucap Radit


"Ya udah hati-hati ya"ucap Alya


🚗🚗


"Kakak lama di sana nya"ucap Key memecah kesunyian


"Mungkin"ucap Radit singkat


"Ih kakak kok jawab gitu aku kan udah mintak maaf udah dong marah nya aku sepi nih kakak diemin aku terus cuekin aku"ucap Key kesal tapi Radit hanya diam


"Kak Radit jawab dong buat apa kakak mau nikahin aku jika kakak masih marah"ucap Key .Radit menghentikan mobil lalu mendekat kan wajahnya bahkan Key bisa merasakan hembusan nafas Radit membuat jantung nya berdegup


"K...kakak m...mau ngapain"ucap Key gugup


"Aku aja ngak pernah memegang tangan mu dan mendapatkan pengakuan cinta dari mu kenapa Jino bisa segampang itu mendapatkan nya hanya kalian bertemu sebentar sedang kan aku sudah 7 tahun lebih kenal sama kamu dan memendam kerinduan ini "ucap Radit


"m..maaf j...jangan mandang aku kayak gitu aku takut"ucap Key pelan memejamkan matanya


"Kenapa kau menutup mata mu apa kau mau aku mencintai mu ingat belum sah nanti setiap hari aku akan mencium mu"ucap Radit menjalan kan mobil nya


"Apa"ucap Key dengan pipi memerah nya


"Jadi maafin aku ngak nih"ucap Key


"Engak"ucap Radit serius


"Kalau begitu berhenti aku mau turun"ucap Key Radit menghentikan mobil nya


"Aku beneran turun nih"ucap Key


"Ya silahkan"ucap Radit Key sudah kesal dia sudah membuka pintu nya tapi Radit menarik Key hingga jatuh ke pelukan Radit seketika mata mereka bertemu


"Jangan cari alasan buat memeluk ku"ucap Radit


"Ge'er kamu"ucap Key memukul dada Radit


"Lain kali jangan membuat ku marah"ucap Radit membenarkan rambut Key membuat Key tersipu malu


"Udah jangan malu gitu aku tau kau suka menyentuh tubuh ku tapi nanti aja ya nanti aku telat ke bandara nya"ucap Radit tersenyum


"Siapa juga yg suka ngak ya aku ngak suka"ucap Key


"Ya ya aku tau"ucap Radit melanjutkan perjalanan mereka sampai lah mereka


"Emm Key"ucap Radit


"Iya ada apa"ucap Key memandang Radit


"Kakak beneran udah maafin aku "ucap Key melihat seperti nya ada sesuatu yg ingin di lakukan Radit


"Iya aku udah maafin kamu"ucap Radit tersenyum


"Sebenarnya aku mau"ucap Radit


"Mau apa kak"ucap Key


"Sebenarnya aku mau cium kamu tapi lupa kan itu tidak akan aku lakukan"ucap Radit keluar membuka kan pintu buat Key


"Aku pergi ya Key aku akan menyelesaikan dengan cepat"ucap Radit tersenyum


"Iya hati-hati kak"ucap Key


"Aku lama lho Key di sana nya"ucap Radit


"Iya terus"ucap Key


"Ahh tidak "ucap Radit


"Hah! baik lah kali ini aja"ucap Key maju membenar kan dasi Radit dan jas Radit membuat jantung Radit berdegup kencang


"Hati-hati di sana dan cepat kembali"ucap Key berbalik dengan pipi memerah


"Kak"ucap Key melambai kan tangan di depan Radit yg memantung


"Kak"ucap Key mengoyakkan tubuh Radit

__ADS_1


"Iya Key"ucap Radit menyentuh dada nya berdebar


"Nanti kakak telat"ucap Key


"Key kau membuat jantung ku berdebar tau ngak"ucap Radit


"Dasar bucin"ejek Key


"Baik lah aku akan segera pulang untuk mu calon istriku "ucap Radit mengedip kan mata nya


"Cepat kak "ucap Key mendorong Radit masuk ke mobil


"Ngak ada kata -kata cinta nih"ucap Radit


"Ngak ada"ucap Key


"Ya udah aku pergi l love you"ucap Radit lalu pergi


"l love you too"gumam Key tersenyum memandang mobil Radit


"Ehm ehm ada hubungan apa kau sama pak dosen ganteng Key"ucap Bianca


"Apa sih ngak ada ya"ucap Key menuju kelas nya


"Jangan ngeles deh Key aku dari tadi lihat lho apa yg kau lakukan lihat mereka cemburu sama kamu"ucap Bianca benar tadi jadi pusat perhatian semua anak kampus


"Jika aku bilang calon suami ku gimana"ucap Key santai


"Apa ! calon suami"teriak Bianca membuat semua kaget


"Bi bicaranya pelan-pelan"ucap Key menutup mulut Bianca


"Serius Key dia calon suami mu"ucap Bianca melepaskan tangan Key dari mulut nya


"Iya emang kenapa"ucap Key


"Astaga pupus sudah deh harapan ku buat jadian sama pak dosen ganteng"ucap Bianca putus asa


"Idih ngarep ya jadian sama pak Radit"ucap Key duduk


"Iya dong siapa yg ngak mau sudah ganteng baik apa lagi tubuh nya astaga Key"ucap Bianca heboh


"Apa kau mencintai nya Key"ucap Bianca


"Engak"jawab Key


"Alah ngeles aja semua kampus aja cari perhatian sama pak dosen ngak mungkin lah kau tidak jatuh cinta bahkan semua cewek rela di sentuh pak dosen itu secara suka rela jangan bohong deh jika kau tak menyukai nya"ucap Bianca


"Emang engak"ucap Key


"Ya udah aku mau deketin dia ahh"ucap Bianca


Kenapa banyak banget yg menyukai nya dari kayk Rina kak Sindi dan sekarang Bianca seperti terlalu banyak saingan buat memiliki kak Radit .Batin Key


Hari-hari di lewati oleh mereka semua tidak terasa hari pernikahan Radit dan Key telah tiba Alya tidak bisa menahan air mata nya saat anak nya sudah sah menjadi seorang istri


"Jangan nangis dong mom"ucap Metha menenangkan


Ternyata seperti ini rasanya melihat anak perempuan menikah.Batin Alya


"Selamat ya Key"ucap Metha memeluk Key


"Makasi kak"ucap Key membalas pelukan Metha


"Jika ingin nangis jangan di tahan nangis aja"bisik Radit di telinga Key


"Ngak ya aku ngak cengeng"ucap Key padahal Radit bisa lihat jika Key menahan tangis


"Kayak nya kau nempel terus kangen ya sama aku karna aku tinggal hampir satu bulan"goda Radit


"Iya aku kangen mukulin kamu"ucap Key


"Selamat ya sayang"ucap Alya memeluk anak nya dan menangis membuat Key tidak bisa menahan tangis


"Maafin Key mom jika sering buat salah"ucap Key menangis


"Tidak sayang momy bangga dan bersyukur memiliki anak seperti kamu"ucap Alya mencium kening Key


"Udah dong sayang nangis nya"ucap Cakra menenangkan


"Ih kamu ngak sedih apa anak nya akan pergi dari rumah"ucap Alya


"Tenang kita buat adik buat Key lagi"bisik Cakra


"Semoga bahagia ya sayang"ucap Alya lalu pergi


"Nangis aja ngak papa"ucap Radit memeluk Key


"Iya"ucap Key menangis dengan diam di dekapan Radit acara selanjutnya di ada kan di hotel Dirgantara


"Kak ini mama Sakira dan ini papa Jeky"ucap Key memperkenalkan


"Selamat ya Key"ucap Sakira memeluk Key begitu pun Jeky


"Terimakasih ma pa"ucap Key


"Selamat ya Key"ucap Rina memeluk Key


"Selamat ya pak dosen ganteng nya Key "ucap Rina tersenyum


"Seperti nya banyak hati kau patah kan"ucap Rina


"Salah sendiri kak bukan kah sudah ku bilang jangan menguji cinta ku karna cinta ku hanya milik Key seorang"ucap Radit membuat Key malu dan dia menunduk


"Cih! pakai tersipu malu segala di tutupin lagi membuat ku jengkel"ucap Rina


"Pergi lah aku muak lihat wajah jomblo mu"ejek Key


"Apa jangan semena-mena ya mentang-mentang udah nikah "ucap Rina kesal membuat Key tertawa


"Awas ya"ucap Rina lalu pergi

__ADS_1


"Selamat"ucap seseorang Radit menarik pinggang Key dan menjabat tangan orang itu


"Terimakasih tuan Jino"ucap Radit ya yg datang Jino karna dia bekerja sama dengan perusahaan Radit Jino menekan tangan Radit hingga menimbulkan kemerahan akibat kuku nya tapi Radit hanya biasa saja berusaha tenang


"Kau sudah mempermalukan ku tunggu pembalasan ku"ucap nya tajam Radit hanya tersenyum kecil


"Terimakasih sudah datang tuan Jino"ucap Radit dan dia pergi


"Lihat kekasih mu datang"ucap Radit membuat Key terdiam


"Kami ngak punya hubungan apa -apa"ucap Key melihat tangan Radit yg membekas


"Kau terluka"ucap Key mendongak


"Tangan ku lebih baik terluka dari pada harus melihat orang brengsek seperti dia memegang tangan mu"ucap Radit serius


"Radit aku harap kau bersabar menghadapi cewek muka kulkas ini dan aku harus bilang seperti nya kau akan menderita karna menikah dengan cewek muka kulkas ini"ucap Zen tertawa mengejek


"Kakak tenang saja aku udah biasa di aniaya cewek galak ini"ucap Radit


"Jaga dia Radit marahi dia jika sering bandel"ucap Cakra menepuk bahu Radit dan memeluk Key


Acara sudah selesai waktunya untuk semua istirahat karna sudah kelelahan karna acaranya Radit sudah tertidur di sofa dan Key berada di kamar mandi dia berdebar harus satu kamar dengan Radit


"Tenang Key kak Radit sudah jadi suami mu"ucap Key menenangkan lalu keluar


Kak Radit sudah tidur ternyata tenang sekali wajahnya dan juga tidak menghilangkan ketampanan nya.Batin Key


Key mendekat memperhatikan wajah Radit yg seperti nya kelelahan karna 3 hari lalu dia pulang dan harus membantu menyiapkan semua nya.Key memberani kan mengusap rambut Radit lalu mencium kening Radit


Aku mencintai mu.Batin Key tersipu malu lalu tidur di kasur tidak ingin menganggu istirahat Radit


"Bang jika nanti aku mau ngidam masakan Key gimana"ucap Metha di bekapan Zen


"Nanti tinggal kita suruh Key ke rumah atau kita ngunjungin dia"ucap Zen mengelus kepala Metha


"Apa boleh"ucap Metha


"Boleh dong"ucap Zen mencium bibir Metha dengan lembut


🌞🌞🌞


Key sudah bangun satu jam yg lalu tapi Radit belum bangun Key memesan sarapan buat mereka sambil menunggu Radit bangun.Tidak lama Radit bangun mengerak kan kepala nya lengan dan tubuh nya


"Badan ku sakit semua tidur di sofa"ucap Radit membuat Key menatap nya


Aku salah membiarkan kak Radit tidur di sofa.Batin Key


"Badan kakak pasti sakit ya"ucap Key mendekat


"Hanya sedikit"ucap Radit


"Kenapa ngak bilang"ucap Key


"Aku ngak mau tidur atau menyentuh tubuh mu tanpa seizin mu"ucap Radit ingin pergi dengan mengerek kan tubuh nya


"Biar aku bantu"ucap Key menarik tubuh Radit


"Mau apa Key"ucap Radit


"Aku pijitin sebentar"ucap Key


"Ngak usah Key"ucap Radit


"Ini salah ku jadi aku harus hilang kan sakit tubuh kakak"ucap Key tapi Radit ngotot pada akhirnya Key mendorong Radit ke kasur lalu duduk di belakang Radit


"Key kau mau ngapain aku"ucap Radit


"Diem kak aku hanya ingin pijetin kakak lagian kakak ngak butuh izin tidur bersama ku atau ingin menyentuh tubuh ku kakak kan suami aku"ucap Key pipi nya memerah dengan apa yg dia lakukan dan mulai memijit Radit


"Key kau mau pijitin atau meringkus penjahat aku kayak ketakap aja dengan kau seperti ini"ucap Radit


"Maaf maaf abis nya kakak ngak mau dengerin apa yg aku bilang"ucap Key tertawa


"Udah Key udah mendingan aku mau mandi dulu"ucap Radit


"Ya udah mandi sana "ucap Key beranjak Radit segera masuk ke kamar mandi


To tok tok


Cklek


"Maaf nona ini sarapan nya"ucap nya sopan


"Terimakasih"ucap Key membawa makanan nya masuk dan menutup pintu nya lagi


"Key ambilin handuk ku"teriak Radit


"Iya bentar"ucap Key mengambil handuk dan memberikan ke Radit tidak lama Radit keluar


"Aaaaaaa kenapa kau seperti itu kak"teriak Key dengan menutup mata nya karna Radit hanya memakai handuk setengah pinggang


"Maaf Key kau tak kan memper****ku kan"ucap Radit menutup tubuh nya


"Ih cepat pakai baju nya kak"ucap Key


"Kau sendiri kan yg bilang tadi aku ini suami mu"ucap Radit mengambil baju nya


"Iya tapi ini aku malu lihat nya kak"ucap Key kesal


"Iya Key sabar"ucap Radit pergi kekamar mandi memakai baju nya dan kembali lagi


"Ayo makan kita akan pulang"ucap Radit duduk Key duduk mulai memakan sarapannya


"Selama aku di luar negri apa ada cowok yg deketin kamu"ucap Radit di sela makan nya


"Ngak ada"ucap Key


"Ada nasi"ucap Radit menyentuh bibir Key kembali makan


Astaga diem jantung sialan dia baru menyentuh bibir mu bukan mencium mu kenapa berdebar kayak gini.Batin Key

__ADS_1


__ADS_2