Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 28


__ADS_3

Karna hari ini hari libur Cakra tidak bekerja dia lebih suka duduk di dekat Alya dan mengengam tangan Alya


"Sayang aku mulai marah lho kau bangun nya lama banget udah 3 bulan lho kau koma mau sampai kapan kau tidur"ucap Cakra


"Ada apa kau menelepon dan menyuruh ku datang pagi pagi begini?"ucap Sakira di ambang pintu dan mendekat


"Apa Alya tak ada perubahan?"tanya Cakra


"Masih sama entah la mungkin dia bosan melihat muka mu!"canda Sakira


"Itu kan pandangan mu kau kan tidak bosan menatap Jeky"ejek Cakra


"Aku mau titip Alya karna mengurus masalah Remiko bila perlu menemui nya aku tak membiarkan nya lolos begitu saja dia bisa bebas dari penjara tapi tidak dari ku "ucap Cakra tadi malam Jeky mengabari bahwa Remiko sudah bebas


"Mau apa kau menemui nya Alya membutuhkan mu lebih baik suruh Jeky yg mengurus dan menyelesai kan masalah nya takut nya dia akan berbuat sesuatu dan mencelakai mu kau tau sendiri dendam dan benci nya sama kamu seperti apa"ucap Sakira


"Tidak bisa dia sudah membuat Alya ku koma dia bisa lolos dari penjara tapi tidak dari ku aku tak kan membiar kan dia menikmati hidup nya dengan tenang"ucap Cakra menahan emosi


"Aku pergi dulu"ucap Cakra melangkah tapi langkah nya terhenti karna tangannya mengantung di udara karna Alya mengengam tangan nya


"Sayang kau sudah sadar"ucap Cakra perlahan bola mata Alya bergerak dan mata selama 3 bulan ini menutup perlahan terbuka .Alya menatap Cakra dengan mata sayu dan mengerjab kan mata nya menetralkan sinar yg memasuki mata nya


"Sayang kau sudah sadar"ucap Cakra menciuami wajah dan kening Alya bertubi tubi


"Syukur la Alya kau sadar juga"ucap Sakira meneteskan air mata sangkin bahagia nya


"Aku kan memeriksa Alya kau keluar la"ucap Sakira dan Cakra ingin keluar tapi tangannya tidak di lepas Alya


"Aku hanya sebentar"ucap Cakra melepas gengaman Alya namun Alya meneteskan air mata dia tidak bisa bergerak hanya mata nya yg bisa memberi kode


"Jangan menangis aku nunggu di luar aku tak kan pergi janji"ucap Cakra tersenyum sebelum pergi Cakra mencium kening Alya


Sakira memeriksa keadaan Alya yg membaik oksigen yg selalu di hidung dan mulut kini sudah di lepas tinggal oksigen di hidup karna Alya masih lemas Sakira memeriksa Alya dengan teliti


"Semua sudah membaik kau istirahat la "ucap Sakira dan Alya mulai memejamkan mata nya tidak bicara apa pun


######


Cakra sangat senang hingga senyum nya selalu terukir di bibir nya dia menunggu Alya bangun istirahat sesekali Cakra mencium punggung tangan Alya. Perlahan Alya membuka mata dan menatap Cakra dengan kerinduan dan takut bahwa penglihatan nya ini salah


"A....a..aus"ucap Alya pelan menatap Cakra


"Ini sayang minum pelan pelan"ucap Cakra memberi Alya minum dan meminum nya sampai habis

__ADS_1


"Ada yg sakit kenapa kau menangis?"ucap Cakra khawatir melihat Alya menangis


Alya mengerak kan tangan nya pelan pelan karna badan nya terasa kaku termasuk tangannya Alya menyentuh tangan Cakra lalu meletakkan nya di dada bagian hati nya


"H..hati ku yg sakit!"ucap Alya pelan dengan pandangan sendu nya


"Ssttt ....jangan bicara yg aneh aneh maaf udah buat hati mu terluka kita akan memulai hal yg baru yg hanya ada kebahagiaan maafkan aku yg mementing kan ego dan gengsi ku "ucap Cakra meletakkan telunjuknya di bibir Alya


"Mencintai mu selamanya jangan pernah ninggalin aku lagi dan menyerah untuk hidup bersama ku"ucap Cakra mengecup wajah Alya dengan lama


"Mencintai ku"tanya Cakra menatap Alya dengan sayang


Alya hanya menatap Cakra dengan air mata mengalir di pipi nya dia juga masih lemah merasa nyeri di dada nya rasa nya dia tidak bisa menjawab pertanyaan Cakra karna lemah dan lemas tak ada tenaga bicara pun terasa susah


*S*angat mencintai mu jangan pernah tinggalkan aku,kenapa aku tidak punya tenaga bicara pun sangat sulit berapa lama aku terbaring.Batin Alya kembali memejamkan mata nya


"Tak apa jangan terlalu di paksakan istirahat la"ucap Cakra mencium mata Alya yg sayu dan sendu.


######


🌞🌞🌞


Semenjak Alya sadar dan kembali istirahat Cakra tak pernah meninggal kan nya dia terus mengengam tangan Alya dan mengelus kepala Alya .Bagian mata nya sudah menghitam karna semalam tidak tertidur nungguin Alya


"Selamat pagi sayang"ucap Cakra tersenyum lebar melihat Alya yg sudah bangun


"Aku sangat marah pada mu kenapa kau lama sekali bangun nya tapi aku sangat merindukan mu jangan seperti ini lagi "ucap Cakra mencium bibir Alya sekilas


"Hei apa karna obat Sakira cerewet mu hilang aku tak suka jika kau hanya diam"ucap Cakra kesal karna Alya hanya diam dan menatap nya


"Berhenti mengajak nya bicara dari pertama dia sadar seharian semalaman kau tak istirahat sekarang pergi la aku akan merawat nya"ucap Sakira datang bersama suster membawa sarapan dan obat


"Kau boleh pergi terimakasih"ucap Sakira ke suster nya lalu duduk di sebelah Alya


"Hei lepaskan tangan nya kau tak menghargai Jomblo banget"sindir Sakira karna Cakra terus saja mengengam tangan Alya


"Sirik aja sebaik nya kau yg pergi biar aku yg mengurus Alya"ucap Cakra mengambil mangkuk nya


"Tidak bisa disini aku dokter jadi aku yg harus merawat nya"ucap Sakira merebut mangkuk nya


Ada apa dengan mereka aku membutuhkan sarapan biar tenaga ku pulih malah mereka ribut tolong la jangan sekarang.Batin Alya


Cakra dan Sakira masih bertengkar sedangkan Alya berusaha meraih mangkuk di dekat nya

__ADS_1


Jeky masuk dan melihat Alya yg ke susahan meraih mangkuk nya sedangkan Cakra dan Sakira malah bertengkar hal yg tidak penting


"Nona butuh sesuatu?"ucap Jeky mendekat Alya hanya memberi kode dengan mata bahwa dia sangat ingin makan


"Tuan hentikan"ucap Jeky


"Diam kau Jeky kali ini aku tak kan kalah dari dia"ucap Cakra


"Hei kau harus berterimakasih karna aku dia bisa sadar"ucap Sakira kesal


Alya ingin meraih mangkuk nya melihat mereka masih bertengkar jadi Jeky mengambil kan mangkuk nya


"Nona masih lemah biar saya bantu"ucap jeky mengambil mangkuk nya dan menyuapi Alya


"Minun dulu nona"ucap Jeky memberi minum


"kalian bisa berhenti tidak"ucap Alya pelan menerima suapan Jeky


Cakra dan Sakira melotot karna Jeky menyuapi Alya dan Alya menerima nya


"Sayang kok kamu mau di suapin Jeky sih aku tau aku salah"ucap Cakra memelas


"Apa kau tidak sayang lagi dengan nyawa mu"ucap Cakra ke Jeky


"Jangan memarahi nya dia sudah baik jika aku menunggu mu dan Sakira selesai bertengkar yg ada aku mati menunggu makanan bersyukur ada Jeky yg pengertian memberi ku makan biar aku ada tenaga"ucap Alya memberi kode ke Jeky supaya menerus kan suapan nya


"Baik la maaf kan aku ,aku hanya terlalu merindukan mu karna udah 3 bulan kau koma "ucap Cakra pelan


Alya mengambil mangkuk dari Jeky dan meletakkan nya kembali di samping nya dan menyuruh Sakira mendekat


"Aku juga merindukan mu"ucap Sakira pelan


"Hah! aku juga rindu dengan kalian"ucap Alya memeluk Sakira mengusap punggung Sakira


"Sekarang kau tunggu di sofa itu aku mau makan dulu mengisi tenaga biar cepat sembuh "ucap Alya tersenyum pada Sakira


"Dan kau"ucap Alya menunjuk Cakra menyuruh nya mendekat


"Maafkan aku karna mementingkan ego tak menyadari cinta ku pada mu aku memang bukan yg tepat untuk mu aku selalu menyakiti mu bahkan aku hampir membuat mu tiada ma.....ucap Cakra terpotong


"Sssttt ...kau sempurna untuk ku dan meski hati ini kau remukkan dan hancur kan entah la kenapa rasa nya tak hilang"ucap Alya mengambil tangan Cakra dan meletakkan nya di bagian hati nya


"Aku mencintaimu selamanya"ucap Cakra dan Alya bersama dan saling memandang

__ADS_1


"hahaha! kok bisa ya?"ucap Alya tertawa


"Berhenti la tertawa dan tersenyum apa kau ingin melihat para jomblo itu kepanasan melihat kemesraan kita ,sekarang makan supaya cepat sembuh"ucap Cakra menyuapi Alya


__ADS_2