Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
ba76


__ADS_3

Satu minggu kemudian


Metha mempersiapkan perlengkapan nya untuk kuliah karna besok dia sudah mulai kuliah. Zen mengetik menyelesaikan pekerjaan yg tertunda tadi siang karna mengajak Metha membeli persiapan nya


"Pekerjaan abang belum selesai?"tanya Metha berbaring di dekat Zen


"Iya jika kamu mau tidur duluan aja!"ucap Zen


"Jangan malem -malem ngak bagus buat kesehatan"ucap Metha menarik selimut nya dan memperhatikan wajah Zen dengan intens entahlah semenjak menikah dengan Zen jika tidak melihat wajah Zen Metha tidak akan bisa tidur.


🌞🌞🌞


"Abang bangun kebiasaan deh udah di bilang habis shubuh itu jangan tidur jadi gini kan"ucap Metha membangun kan Zen


"Bangun bang nanti aku telat kata nya mau anterin ke kampus"ucap Metha kesal tapi tetap Zen meringkuk


"Ahh aku tau "ucap Metha mempunyai ide dan mengambil lipstik nya mengoleskan di jidat nya dan Metha duduk di depan pintu kamar mandi lalu membanting pintu


"Aww . ...abang Metha jatuh sakit"terik Metha cekikikan


"Apa jatuh?"teriak Zen langsung melompat melihat Metha dan mengendong Metha ke kasur


"Kau berdarah"ucap Zen panik mondar mandir dengan mata memerah siap akan menangis


"Bentar abang telpon Keren apaan sih yg teman dokter ku bukan Keren tapi Sindi"ucap Zen mondar mandir panik


"Abang maaf "ucap Metha tersenyum di depan Zen dan membersihkan lipstik nya


"Kau tak apa apa maaf kan aku"ucap Zen memeluk Metha dengan erat


"Iya aku tadi hanya pura-pura"ucap Metha menyengir


"Apa?ucap Zen melongo


"Abis nya abang ngak bangun bangun nanti aku telat ke kampus nya!"ucap Metha


"Astaga aku udah panik tapi syukur kau tidak apa -apa"ucap Zen menhela nafas nya


"Ya udah aku mandi dulu"ucap Zen lalu pergi ke kamar mandi


####


Di meja makan semua melangsung kan sarapan Zen dan Metha datang bersama yg memegang jas Zen dan duduk Metha mengambil kan sarapan Zen lalu untuk nya


"Kau ngak ngampus Key?"tanya Zen memakan saranpan nya


"Kampus cuman siang berangkat nya kak!"ucap Key


"Terus nanti siapa yg jagain kakak kamu?"ucap Zen


"Aku ngak papa harus sendiri! "ucap Metha tersenyum ke Zen


"Tapi nanti..."ucap Zen


"Ngak papa aku akan jaga diri kok"ucap Metha cepat


"Nanti ada teman ku kak yg nungguin kakak nama nya Bianca"ucap Key


"Emang dia kenal sama kakak?"tanya Metha


"Iya kak dia kan aku undang saat resepsi pernikahan kakak!"ucap Key

__ADS_1


"Nanti jika ada yg macem-macem atau ngangguin kakak telpon aja Key"ucap Key santai


"Ya ya kau emang biang kerok di kampus"ucap Zen


"Lihat lah anak perempuan kamu tuh mas persis sama kamu apa kamu dulu sering pindah kampus karna bandel"ucap Alya


"Engak lah aku kan dulu kuliah di luar negri udah biasa "ucap Cakra


"Kenapa Key ngak kuliah di sana?"ucap Sakira karna Zen juga kuliah di luar negri


"Kau aja tau pergaulan di sana seperti apa aku ngak mau terjadi sesuatu dengan Key!"ucap Cakra


"Kau akan tau kebandelan nya Key saat di kampus nanti"ucap Zen ke Metha


"Aku yakin Key melakukan itu pasti tidak ada asap jika tak ada api"ucap Metha tersenyum


"Wow kakak emang kakak ipar idaman "ucap Key tersenyum mengejek Zen


"Itu aja bangga"ucap Zen sinis


####


🚗🚗🚗


"Kayak nya nanti aku pulang telat"ucap Zen ke Metha


"Ngak papa jangan terlalu sibuk nanti kau sakit"ucap Metha


"Hati-hati ya belajar yg rajin"ucap Zen menghentikan mobil mereka di depan kampus


"Iya aku kayak anak sekolah aja belajar yg rajin"ucap Metha keluar dari mobil dan melambaikan tangannya Zen segera melajukan mobil nya


Sebelum masuk Metha menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu melangkah masuk memperhatikan kampus nya lalu tiba -tiba ada yg menjegat jalan Metha dan melihat dari atas sampai bawa


"Kau Metha?"ucap nya memperhatikan Metha


"Iya!"ucap Metha


"Ahhh kakak ipar aku sampai pangling!"ucap nya memeluk Metha membuat Metha melongo


"Bianca"ucap nya mengulur kan tangan dan tersenyum


"Oh teman nya Key"ucap Metha menerima tangan nya


"Mari aku akan mengajak keliling kampus"ucap Bianca mengajak Metha jalan jalan


"Kakak ipar pasti binggung kenapa Key yg menakut kan itu bisa punya teman kayak aku?"ucap Bianca


"Panggil kakak aja terlalu panjang jika ada kakak ipar!"ucap Metha tersenyum canggung


"Oke,dulu saat SMA aku sering di bully Key lah yg selalu menolong ku awal nya aku takut berteman dengan nya tapi dia selalu nolongin aku ,aku selalu menjadi teman rahasianya bahkan aku sering mengikuti nya diam diam ternyata dia tidak seperti yg aku fikir kan jadi gini deh hanya aku yg mau berteman dengan Key banyak sih teman nya tapi gitu deh banyak yg takut tidak seperti ku yg berani dengan Key bahkan aku berani menjiplak kepala Key saat dia salah!"ucap Bianca cekikikan


"Itu lah manusia kita tidak boleh menilai seseorang buruk sebelum kita mengetahui kebenaran nya "ucap Metha


"Oh ya kak jika kakak mencari Key saat dia di kampus cari aja di perpustakaan dia sangat suka membaca jadi dia sering ke situ"ucap Bianca menunjuk perpustakaan


"Oh ya Bianca terimakasih karna sudah mengajak ku keliling aku harus pergi karna ada kelas"ucap Metha tersenyum lalu pergi


####


Key berjalan dengan santai meski dia mendengar gosipan orang tentang dia Key hanya memutar mutar kunci mobilnya menatap ke depan tiba-tiba ada yg terjatuh di depan kaki nya dan Key tidak sengaja menginjak kaca matanya hingga pecah

__ADS_1


"Hahah! dasar cupu"ucap seseorang yg mendorong wanita tadi Key hanya diam mengepal kan tangan nya


"Dan lihat lah dia tidak bisa melihat karna kaca mata nya terinjak hahah"tawa nya


"Tolong di mana kacamata saya"ucap nya mencari dan memegang kaki Key lalu mendongak Key memundurkan kaki nya dia segera mengambil kaca mata yg pecah itu yg tidak bisa di pakai memperhatikan wanita yg ada di samping nya dengan takut


"Ini tidak berguna lagi"ucap Key menginjak kacamata itu hingga patah


"Kenapa kau menghancurkan nya?"ucap nya menunduk menghapus air mata nya dia sering di bully habis -habisan bahkan setiap bertemu dengan geng peyiksa itu dia selalu di bully


"Diam!"ucap Key dingin


"Ho ho cewek muka kulkas marah"ucap nya mengejek dia juga musuh bebuyutan Key bersama ketiga teman nya


"Aku di sini yg berkuasa jadi kau tidak perlu membela nya jadi kau jangan pernah ikut campur urusan ku"ucap nya


"Aku tidak bisa melihat semua nya kabur?"ucap nya


"Diam !"bentak Key mengepal kan tangan nya maju di depan geng peyiksa


"Kau tidak takut pada ku?"ucap Key tajam


"Tidak! ,sekarang aku sudah banyak uang untuk membeli semua nya dan mengalahkan seorang Key "ucap nya


"Kenapa kau membully nya?"ucap Key


"Iseng aja ngak ada permainan!"ucap nya santai


Plak


"Kau pikir dia itu boneka yg bisa kau permainan kan"ucap Key menampar nya


"Beraninya kau"ucap nya marah dan ingin membalas tamparan Key namun tangan nya di pengang Key dan mendorong nya di kaki yg di bilang cupu itu


"Mintak maaf atau aku pasti kan kau akan menginap di rumah sakit"ucap Key menginjak bokong wanita itu


"Dan jika kalian ikut campur akan bernasib sama seperti bos kalian"ucap Key melihat teman wanita itu ingin membantu


"Cepat mintak maaf"bentak Key


"Maaf "ucap nya mengepal kan tangan nya lalu berdiri


"Ingat wajah dan nama ku Key nama ku Dinda Fransisko kau tidak akan selamat dari ku "ucap nya tajam lalu pergi


"K...kau Key m...maaf m...menganggu mu"ucap nya takut mendengar fakta seorang Key terkenal dingin dan kejam siapa yg mengganggu nya


"Key"ucap Bianca datang bersama Metha


"Bawah dia pergi ganti kacamata yg aku hancurkan tadi"ucap Key dingin


"Lain kali jangan hanya diam saat di bully"ucap Key lalu pergi


"Bi aku temani Key dulu"ucap Metha lalu pergi bersama Key yg ternyata masuk ke perpustakaan


"Key kau kenal sama wanita tadi? "ucap Metha duduk di dekat Key


"Yg mana!"ucap Key santai dengan membaca buku


"Itu yg kau tampar tadi?"ucap Metha


"Tidak hanya saja aku tidak suka dengan perlakuan nya pada orang yg tidak berdaya dia menganggap aku musuh nya tapi aku tidak!"ucap Key santai

__ADS_1


"Aku ingin mengatakan sesuatu dia adalah Dinda orang yg sering menyiksa ku dia anak dari om dan tante ku"ucap Metha menunduk Dan menghela nafas kenapa dia harus bertemu dengan orang itu lagi


__ADS_2