Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 90


__ADS_3

Setelah kepergian Rina dan Radit Sindi datang memeriksa Key semua sudah membaik tinggal infus di tangan Key karna dia masih lemas Sindi memberi kan obat ke Key untuk di minum


"Sebelum minum obat nak Key sarapan dulu"ucap mama nya Radit ingin menyuapi Key


"Tak apa tan biar Key sendiri"ucap Key menolak


"Nak Key kan masih sakit jadi biar tante yg menyuapi nya"ucap nya memaksa


"Hah! baik la"ucap Key pasra


"Nak Key tak ingat saya?"ucap nya di sela menyuapi Key


"Tidak!"ucap Key memicing kan mata nya berusaha mengingat


"Kita dulu bertemu di rumah sakit 6 tahun lalu saat kamu ingin menjenguk teman mu saat di rumah sakit dan tante saat itu terjatuh karna di tabrak oleh orang dan kau membantu tante dan kamu bilang kau mau mintak maaf dengan teman mu itu karna kau dia sakit!"jelas nya


"Oh ya saya ingat jadi tante mama nya kak Radit ehh maksud ku pak Radit"ucap Key


"Iya kau kenal dengan Radit?" ucap nya Key menatap dalam-dalam mama nya Radit hubungan mereka tidak ada yg tau hanya momy nya mereka memang menutupi nya


"Iya pak Radit dosen di kampus ku!"ucap Key meminum obat nya lalu berbaring


"Mama disini?"ucap seseorang Key memicing kan mata nya


Itu kan istrinya kak Radit aku harus bagaimana istirahat di kamar suaminya semoga saja dia tidak mengamuk karna aku masih lemas.Batin Key


"Kau mengenal ku kenapa kau menatap aku seperti itu?"ucap nya tersenyum


"Ahh tidak !"ucap Key mengeleng


"Oh ya ma Radit mana? "ucap nya


"Dia mencari kakak nya Key!"ucap mama nya mengelus kepala Key memperkenalkan Key


"Oh lama ngak?"ucap nya


"Ngak tau!"ucap mama nya cuek masih menghadap Key


"Ih mama "ucap nya cemberut


"Maaf jika aku tidur di kamar suami kamu"ucap Key tak enak


"Suami aku maksudnya?"ucap nya bingung


"Iya ini kamar suami kamu dan pak Radit itu kan suami kamu kan!"ucap Key sedikit tidak suka harus menyebut Radit milik orang lain


Hahaha.tawa mereka Key hanya bingung


"Apa ucapan ku ada yg salah?"ucap Key


"Iya lah pasti kau mengira aku istrinya Radit ya!"ucap nya di anguki Key


"Dia anak pertama tante kakak nya Radit semenjak hamil dia sedikit manja dengan Radit membuat suaminya kadang cemburu"ucap mama nya


"Oh maaf"ucap Key mengulum senyum


Ayo lah Key kenapa kau senang kayak gini cinta sih cinta jangan membuat mu malu Key.Natin Key


"Kau kok ada disini?"ucap nya bertanya


"Aku juga ngak tau! "ucap Key


"Semalam mama lihat Radit mengendong mu karna kau muntah darah di ikuti kakak kamu!"ucap mama nya menjelaskan

__ADS_1


###


"Akhirnya bisa makan"ucap Metha karna mereka sudah di rumah dan Metha langsung menyantap makanan nya


"Makan lah aku mau ngabari Rina dulu"ucap Zen mengambil ponselnya di kamar setelah mengabari Rina Zen turun


"Enak banget"ucap Zen duduk di dekat Metha


"Kan laper"ucap Metha membersihkan piring nya karna sudah selesai


"Sayang"ucap Zen memeluk Metha dari belakang membuat Metha kaget


"Abang aku kaget tau ngak"ucap Metha melepaskan pelukan nya


"Bentar aja"ucap Zen dengan menciumi tengkuk Metha


"Ih abang aku geli lagian aku mau nyuci"ucap Metha risih dengan perlakuan Zen


"Nyuci aja aku ingin selalu menempel"ucap Zen


"Jika nanti ada yg lihat gimana"ucap Metha


"Siapa yg lihat kita hanya berdua di sini Key dan Rina di museum Anggara"ucap Zen


"Serah deh"ucap Metha males menyelesaikan pekerjaan nya


"Alsa"ucap Zen mengusap perut Metha


"Apa?"ucap Metha menghadap Zen karna pekerjaan sudah selesai Zen segera mencium bibir Metha


"Aku menginginkan dirimu!"bisik Zen lalu mencium leher Metha hingga membiru


"Kau menginginkan ku?"ucap Metha menjauh kan leher nya yg ada leher nya akan di penuhi tanda yg akan membuat nya malu


"Iya!"ucap Zen


"Aku serius!"ucap Zen cemberut


"Aku lebih serius"ucap Metha mencium pipi Zen lalu pergi karna pipi nya memerah


"Metha"ucap Zen mengejar saat Zen ingin masuk Metha menutup nya hingga jidat Zen terbentur


"Aw...."keluh Zen menyentuh kening nya


"Metha tolong abang"teriak Zen terjatuh


"Bang Zen"ucap Metha melihat Zen terjatuh


"Abang kenapa?"ucap Metha panik


"Dada ku sakit!"ucap Zen menyentuh dada


"Abang kenapa?"ucap Metha makin panik


"S..s..sesak nafas kasih nafas buatan!"ucap Zen tersenyum misterius karna tidak ingin Zen kenapa- napa Metha langsung menempelkan bibirnya untuk membantu Zen mata nya melotot karna Zen melu*** bibir nya dan menarik pinggang Metha hingga jatuh ke pelukan Zen cukup lama mereka berciuman


"Abang mengerjai aku?"ucap Metha cemberut lalu berdiri ke kamar


"Maaf!"ucap Zen menyengir


"Kau makin cantik saat cemberut"ucap Zen memeluk Metha


"Tau ngak tadi itu aku khawatir abang kenapa -napa"ucap Metha

__ADS_1


"Iya maaf"ucap Zen mendekatkan wajahnya mencium bibir Metha bahkan kekesalan Metha sudah menghilang karna perlakukan Zen


"Abang ih tuh kan kenapa banyak banget tanda di leher ku?"ucap Metha menunjuk lehernya


"Tidak apa!"ucap Zen kembali menciumi leher Metha dan membaringkan Metha ke kasur menciumi seluruh tubuh Metha


"Sayang boleh ya?"ucap Zen serak menatap Metha dia sudah ingin menyentuh Metha


"Aku tadi hanya becanda kau boleh meminta nya karna itu hak kamu!"ucap Metha tersenyum mengusap wajah Zen dengan lembut Zen tidak menunggu waktu lama lagi dia sudah sangat menginginkan Metha


#####


Key sangat kesal dengan Rina gimana tidak saat dia kembali dia bilang Zen dan metha sudah pulang dan saat itu Radit di kamar yg di tepati Key dan di situ Rina menguji kesabaran Key gimana tidak dia duduk di dekat Radit bahkan tangannya sesekali mengengam tangan Radit bahkan dia menyentuh wajah Radit


"Eh tunggu-tunggu ada sesuatu di wajah kamu"ucap Rina mengusap wajah Radit dan mengejek Key


"Terimakasih"ucap Radit canggung dan ingin pergi


"Ehh tunggu apa kita bisa nanti malam diner?"ucap Rina mengedip kan mata nya


Apa -apaan kan Rina ini apa dia mau mengibar kan bendera perang kepada ku membuat hati ku panas pakai pegang segala.Batin Key


Key mencabut infus nya lalu turun dia tidak peduli dengan dua manusia itu dia sangat kesal dengan mereka berdua


"Key kau mau kemana?"ucap Rina


"Bunuh orang!"ucap Key kesal padahal meski dia di kenal kejam tapi belum pernah dia membunuh orang paling membuat orang itu masuk rumah sakit


"Key tunggu"ucap Radit mengejar Key


"Key"ucap mama nya


"Tan aku balik dulu udah mendingan mari kak assalamualaikum"ucap Key lalu pergi dia tidak peduli meski Rina dan Radit memanggil nya dia sangat Kesal


"Awas aja jika dia mau dekat nanti ku tonjok dia dan awas aja jika dia menerima ajakan kak Rina aku pastikan dia tak kan ketemu sama aku lagi"gerutu Key


####


🌞🌞🌞🌞


"Key cepatan "teriak Metha karna dia ke kampus barang Key


"Sabar napa kak"ucap Key kesal menuruni tangga


"Kenapa sih marah terus dari kemarin?"ucap Metha berjalan memasuki mobil bersama Key


"Tau ahh kesal!"ucap Key mengendarai mobilnya


"Key nanti tungguin kakak bentar ya karna kakak ada dua kelas"ucap Metha


"Iya nanti Key tunggu di kantin saat makan siang karna aku cuman satu kelas aja"jawab Key


"Key kakak mau nanya gimana dengan urusan Dinda?"ucap Metha


"Aku ngak tau kak !"ucap Key melirik Metha


"Dia itu kejam"ucap Metha


"Dinda itu ngak sejahat itu kak dia emang suka ngebully dan sedikit kasar tapi dia itu sebenarnya lemah dia aja dulu pernah ingin di lecehkan seseorang aku ngak tau dia siapa"ucap Key


"Kau tau dari mana?"ucap Metha


"Sekitar satu bulan lalu aku di perpustakaan di sana tidak ada orang dan penjaga nya aku mendengar kayak benturan di meja kayu saat aku lihat ternyata Dinda bersama seorang laki-laki baju nya juga sobek dan kancing baju nya lepas dan laki-laki itu hanya tersenyum menatap ku dia bilang Dinda jatuh dan dia menolong nya lalu dia pergi meski dia ngak bilang tapi aku tau bahwa dia itu ingin melecehkan Dinda karna ada bekas tamparan di pipi Dinda !"jelas Key

__ADS_1


"Tapi Dinda itu ngak mudah di tekan "ucap Metha


"Kakak tenang aja nanti aku bilangi ke Dinda buat jangan menganggu kakak dan aku akan mengurus nya"ucap Key


__ADS_2