Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 78


__ADS_3

Metha berjalan dengan mencari ponselnya di tas nya dia tidak melihat di depan nya jika ada Dinda dan teman-teman nya


Bruk


"Aw...."pekik Metha terjatuh


"Kau"ucap Dinda mengepal kan tangan nya


"Dinda"ucap Metha kaget dan bangkit


"Kau kuliah di sini jugajuga?"ucap Dinda memaju kan wajah nya


"Iya!"ucap Metha tidak suka


"Oh ya gimana kabar tubuh mu apa kau juga menyukai saat di sentuh"ucap Dinda sinis


"Maksud mu?"ucap Metha


"Ayo lah Metha kau tidak selugu yg di lihat!"ucap Dinda


"Perhatian semua nya kalian tau wanita ini dia adalah pela*** dia di beli dengan harga 2 milyar dia tidak selugu yg di fikir kan"teriak Dinda semua orang berbisik-bisik menatap Metha dengan jijik


"Kau tau Dinda kenapa aku dulu diam saat kau menyiksa ku karna aku fikir kami berhutang budi dan juga kami seperti tawanan kalian tapi sekarang berbeda "ucap Metha menahan tangis nya mendengar bisikan orang-orang


"Hei wanita mura*** kau itu siapa yg membeli mu itu om om yg hanya karyawan perusahaan Dirgantara yg membelimu untuk menjadikan kau nafsu nya"ucap Dinda menjambak rambut Metha


"Itu tidak benar lepas"ucap Metha menahan sakit


"Di mana om om itu menyentuh mu kau pasti menikmati nya dan wanita miskin kayak kamu mana mampu kuliah di tempat ini jika tidak uang nya pemberian om om itu"teriak Dinda mendorong Metha


"Kau memang tidak pernah berubah Dinda "ucap Metha dan Dinda menginjak kaki Metha


"Ahhh Sakit Dinda"ucap Metha menahan sakit nya


"Sakit hahahh! ini lah yg aku ingin kan"ucap Dinda menginjak kaki Metha berkali -kali


"Key Key...."teriak Bianca berlari di perpustakaan


"Berisik "ucap Key


"Key Key kakak ipar kakak ipar"ucap Bianca ngos-ngosan


"Kak Metha kenapa?"ucap Key berdiri


"Kak Metha di hajar geng penyiksa!"ucap Bianca cepat Key segera berlari


Ya allah sakit banget hiks hiks bang Zen hiks hiks.Batin Metha dia sudah tidak berdaya menahan sakit di kaki nya


"DINDA"teriak Key marah


Plak


"Berani nya kau"teriak Key menampar Dinda

__ADS_1


Plak


"Ini atas penghinaan yg kau berikan"ucap Key


Plak


"Ini karna kau menyiksa nya


Bugh Bugh


Key menendang kaki Dinda hingga terjatuh Key sudah marah besar Bianca memampa Metha yg kaki Metha yg terluka


"Jika ada yg berani menganggu nya dia akan bernasib sama dengan Dinda"ucap Ket tajam


"Key kita bawah kak Metha ke rumah sakit kaki nya cukup terluka parah"ucap Bianca melihat Key marah besar


"Kau selamat hari ini jika kau ulangi kau tidak akan bisa berjalan lagi"ucap Key mendorong Dinda lalu pergi


"Kurang ajar awas kalian"umpat Dinda pergi dengan pincang akibat tendangan Key


###


Kaki Metha di perban oleh Sindi dia binggung apa yg terjadi apa lagi melihat wajah Key kaki Metha terdapat luka dan memar


"Untuk sementara Metha harus memakai tongkat dulu karna itu akan sakit jika di paksa berjalan itu akan lama sembuh nya!"ucap Sindi memberikan tongkat ke Metha


"Apa itu akan segera sembuh atau tidak bahaya?"ucap Key serius


"Sebenarnya apa yg terjadi?"ucap Sindi menatap Key dan Metha yg hanya menunduk


"Jangan di ungkit aku jadi geram mengingat nya!"ucap Key dingin


"Santai aku hanya bertanya "ucap Sindi berusaha akrab semenjak berteman dengan Zen Sindi tak pernah mengobrol dengan Key santai Key terlalu sulit untuk di takluk kan


"Bianca kau tebus obat nya aku tunggu di mobil"ucap Key dingin berjalan dulu tapi dia berhenti lalu berbalik


"Apa bisa?"ucap Key dengan khawatir


"Aku tak apa Key !"ucap Metha tersenyum


"Ngak usah senyum itu pasti sakit lihat aja tuh anak dia akan merasa kan akibatnya menyakiti Metha Dirgantara dia pikir dia siapa"ucap Key mendekati Metha


"Aku tau kau khawatir tidak bisa kah kau menunjukkan nya lebih manis"ucap Sindi ikut mengantar mereka sampai di depan rumah sakit


"Tidak "ucap Key singkat Key tidak ingin menunjukkan sisih lemah nya di depan orang lain dia dikenal dingin cuek kejam mirip dengan dedy tapi jika dengan keluarga dan orang yg dia sayang dia berbeda dia penyayang lembut dan baik


"Aku balik dulu dokter Sindi terimakasih"ucap Metha tersenyum lalu mereka menuju di parkiran yg ada Bianca mereka masuk ke mobil


"Kenapa kau lama kasih tau kau lihat kan kaki kak Metha jadi seperti ini jika tadi aku telat gimana dengan kak Metha"ucap Key ke Bianca dan melaju kan mobil nya untuk pulang


"Aku ngak tau Key dari tadi kau mengomeli aku terus ngak henti -hentinya cerewet banget"ucap Bianca kesal


"Kakak juga udah Key bilang kan hindari geng mereka dan jika mereka menyiksa kakak segera lah hubungi Key lihat kaki kakak jadi pincang kayak gini jika tadi kakak kenapa napa gimana"omel Key tak henti nya mereka sudah sampai rumah Key masih memarahi kedua nya di ruang tamu

__ADS_1


"Ya allah Metha kaki kamu kenapa?"ucap Sakira cemas


"Anak mama sangat mengesalkan bukan nya sengsara mintak tolong malah diam bersyukur tadi Bianca kasih tau aku jika tidak mungkin dia akan menginap di rumah sakit!"ucap Key mendengar omelan Key membuat Alya dan Cakra turun melihat apa yg terjadi


"Astaga kaki kamu kenapa Metha apa tidak apa-apa?"ucap Alya cemas mendekati Metha


"Ngak papa kok mom hanya luka sedikit!"ucap Metha tersenyum


"Ngak papa gimana orang luka dan memar kayak gitu dan harus pakai tongkat lagi sakit ya pasti lihat kaki kakak di perban kayak gitu"ucap Key kesal mengomeli Metha


"Lihat lah dia cerewet kayak kamu "bisik Cakra


"Udah dong Key dari tadi kau mengomeli kak Metha dia kan udah luka kau omeli terus dari kita ke rumah sakit tadi"ucap Bianca kesal


"Ck! diam lah aku lagi kesal kau juga ahh rasanya aku ingin menonjok kepala mu"ucap Key kesal


"Key kakak lagi sakit lho ini nama nya sudah jatuh di timpa tangga kau sangat cerewet melebihi mama"ucap Metha duduk di sofa


"Apa benar ini tak apa ma?"ucap Key melihat kaki Metha dan menatap Sakira


"Dokter bilang gimana?"ucap Sakira tersenyum Key sama seperti momy nya saat khawatir dan cemas


"Dokter bilang kaki kak Metha hanya luka dan memar semua nya baik baik saja!"ucap Key


"Nah itu dokter undah jelasin paling Metha jangan di paksa jalan nya tanpa tongkat biar luka kaki nya akan segera sembuh dan obat yg di beri dokter harus di minum biar cepat sembuh"ucap Sakira


"Aku tadi fikir dokter nya bohongi aku dan mencari muka seperti yg lain"ucap Key


"Dokter Sindi kan teman kakak kamu Key"ucap Metha


"Tetap saja kak aku ngak mudah mempercayai orang"ucap Key ikut duduk


"Ahhh....ngerjain kak Zen ahhh"ucap Key mempunyai ide dan menelpon Zen


"Tante om aku pulang dulu"ucap Bianca sopan lalu pergi


Zen lagi meeting bersama klien nya di kantor nya dia lagi fokus menjelaskan ke klien nya tentang kerja sama nya Zen melirik ponsel nya yg berdering tapi karna Key yg menelpon sering mengganggu nya jadi Zen mengabaikan nya


"Sebaiknya di angkat dulu tuan Zen siapa tau penting"ucap klien Zen


"Maaf ya tuan"ucap Zen tak enak lalu menerima telpon nya


"Apa Key kakak lagi meeting"ucap Zen


Kak pulang sekarang kak Metha kecelakaan dan dia banyak mengeluarkan darah kak"ucap Key


"Jangan becanda Key ngak lucu"ucap Zen cemas


Siapa yg becanda kak jika tidak percaya aku kirim fotonya"ucap Key mematikan sambungan nya dan mengirim kaki Metha yg di berban


"Maaf tuan meeting nya kita tunda dulu"ucap Zen lalu pergi dengan cemas menuju rumah nya


"Ada apa dengan nya?"ucap Zen cemas dan takut Metha kenapa -napa

__ADS_1


__ADS_2