Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 18


__ADS_3

Sepanjang jalan Cakra memperhatikan gelang itu dia ingin mengatakan jika mata nya salah tapi tetap itu kebenarannya bahwa Alya sudah meninggal. Jeky menemani Cakra yg terlihat wajahnya tak enak di pandang mereka masuk ke dalam rumah


"Tuan saya yg akan mengurus jasad nona Alya apa tuan tak ingin mengabari keluarga"ucap Jeky


"Itu bukan Alya berhenti mengatakan jika itu Alya "teriak Cakra


"Tapi tuan....ucap Jeky


Bugh bugh bugh


Cakra memukul Jeky kali ini dia benar benar marah tak bisa yg mengontrol nya dia melampiaskan kemarahan nya menghancurkan semua barang dan memukul meja kaca hingga tangan berdarah


Brak brak brak


"Tuan tenang la"ucap Jeky melihat tangan Cakra yg sudah berdarah


"Itu bukan alya ini tidak mungkin"teriak Cakra menggelegar rumah nya


"Tuan berdarah"ucap Jeky menenang kan. Cakra tak peduli menghancurkan semua benda dan juga memukul nya


"Dimana Alya katakan atau ku hancurkan semua nya aku butuh dia Jeky"teriak Cakra terduduk di lantai karna sudah kehilangan Alya yg mulai memberi hidup nya warna yg penuh ke kegelapan


"Ada apa ini?"ucap seseorang turun dari tangga


"T...tuan nona Alya gentayangan dan menghantui kita karna tuan tak mengikhlaskan nya"ucap Jeky melihat Alya berjalan mendekati nya


"Alya"ucap Cakra berlari memeluk Alya dia tidak peduli dengan ucapan Jeky mengatakan bahwa Alya gentayangan yg Cakra inginkan sekarang ini memeluk Alya dan semoga saja itu bukan bayangan


"Alya kau!"ucap Cakra memeluk Alya dengan erat dan itu nyata Cakra bisa merasa kan sentuhan Alya yg membalas pelukan nya


"Kau kenapa hah?"ucap nya melepaskan pelukan nya


"Jangan, biarkan seperti ini aku ngak mau kau menghilang!"ucap Cakra


"Iya jika seperti ini terus aku bisa mati ke habisan nafas" ucap Alya dan Cakra melepas nya memandang Alya dengan seksama menangkup wajah Alya dan benar itu nyata tangan nya yg berdarah mengenai wajah Alya


"Apa ini kenapa kau menyakiti diri sendiri dan menghancurkan semua nya?"ucap Alya


"Nona masih hidup" ucap Jeky mendekat


"Kau mendoakan aku tiada Jeky dan ada apa dengan kalian satu mengamuk dan satu babak belur "ucap Alya


"Kayak nya mereka salah paham deh Ya lihat ini"ucap Sakira bahkan mereka tak menyadari kehadiran Sakira dan Sakira menunjukkan vidio yg menunjukkan jasad seseorang yg menyatakan Alya Dirgantara meninggal dunia karna kecelakaan


"Maksudnya gimana sih ?"ucap Alya bingung Cakra menceritakan semua


"Terus jika itu bukan nona itu jasad siapa? "ucap Jeky

__ADS_1


"Aku akan cerita kan sambil mengobati luka kalian!"ucap Alya mengajak Cakra duduk dan sakira mengambil obat


Flashback


Alya keluar dari kantor karna dia akan pulang sore menaiki mobil nya dan melanjukan mobil nya belum jauh dari kantor Alya melihat seseorang nampak cemas dan menghentikan mobil Alya


"Helen"ucap Alya setelah menurunkan kaca mobil nya Helan adalah salah satu pengawai Alya di kantor


"Nona tolong saya nona saya harus ke rumah sakit ibu saya masuk rumah sakit saya harus segera ke sana"ucap nya panik dan saat Alya bicara dengan Helen Sakira datang dari mobil lain


"Alya baru aja aku mau ke kantor mu untuk menemui mu ternyata kau ada di sini"ucap Sakira


"Gini aja kamu pakai aja mobil saya nanti kembalikan aja ke rumah ke betulan ada teman saya biar saya pulang bersama nya"ucap Alya keluar dari mobil mengambil tas nya tapi ponselnya tertinggal di mobil karna buru buru


"Terimakasih nona"ucap Helen senang karna ibu nya lagi kritis di rumah sakit segera melajukan mobil nya


"Yok Sa kita ke rumah aku aja ngobrol ngobrol nya"ucap Alya tersenyum lalu mereka pulang bersama belum sempat mobil mereka sampai rumah mobil Sakira mogok mereka membawa nya ke bengkel setelah sampai ke rumah Alya mengajak Sakira membuat kue setelah kue nya masak Alya mengajak Sakira mengobrol di kamar dengan memakan kue asik dengan obrolan mereka Alya melupakan ponsel nya


Flashback and


"Kamu takut ya aku pergi"ucap Alya menggoda Cakra yg selesai mengobati luka Cakra


"Jika kamu pergi nanti siapa yg akan aku peluk lagi kan susuh cari orang seperti diri mu"ucap Cakra memeluk Alya


"Ehm ehm tercemar deh mata jomblo ku"ucap Sakira yg mengobati luka Jeky


"Malu tau ada orang"ucap Alya melepaskan pelukannya


"Ada apa"ucap Cakra


"Jika berita ini tersebar ayah dan bunda pasti juga tau aku harus ketemu mereka"ucap Alya panik


"Lihat Ya "ucap Sakira menunjuk televisi karna mereka memantau keadaan di rumah sakit terlihat keluarga Dirgantara dan Anggara ada di sana dan terlihat bunda Ratna pingsan di depan kamar jenazah


"Tuh kan ayo Cakra kita ke rumah sakit"ucap Alya menarik Cakra


#####


Alya, Cakra, Jeky dan Sakira sampai di rumah sakit tapi mereka belum keluar Cakra tau para wartawan akan kaget dan Cakra harus melindungi Alya


"Jeky nanti ketika saya dan Alya masuk kamu harus berada di depan kami jangan sampai mereka menyentuh Alya kau ngerti"ucap Cakra


"Ayo cepet aku khawatir sama bunda"ucap Alya mereka keluar Jeky sudah siap siaga di depan sedang kan Cakra sudah mengengam tangan Alya yg dari tadi khawatir dan juga tidak nyaman dengan kehadiran wartawan itu


"Tenang la"ucap Cakra tersenyum ke Alya saat mereka masuk ke rumah sakit banyak sekali yg memperhatikan mereka dari jauh mereka melihat kehadiran ayah mami dan papi


"Tuan Cakra jelaskan apa yg terjadi bukan kah jasad yg ada di kamar mayat itu di nyatakan nona Alya? "ucap wartawan mengejar mereka

__ADS_1


"Apa ini ulah musuh tuan Cakra tapi mereka salah sasaran?"tanya wartawan


"Saya akan konferensi pers tapi tolong mertua saya lagi sakit mohon sementara jangan ganggu kenyamanan kami!"ucap Cakra melebarkan langkah nya dan Jeky berusaha menjelaskan pada mereka


"Ayah gimana bunda?"ucap Alya khawatir


"Sayang ini benaran kamu tapi mereka bilang "ucap ayah nya memeluk Alya


"Cerita nya panjang ayah"ucap Alya


"Syukur la nak kau baik baik saja jantung mami akan copot mendengar berita nya"ucap mami nya memeluk Alya


"Sebenarnya apa yg terjadi?"ucap papi nya Cakra pun menjelaskan semua nya jika itu orang lain


"Jadi itu Helen?"ucap ayah nya


"Iya yah! "jawab Alya


"Cakra menurut mu apa ini di sengaja atau kecelakaan?"ucap papi nya


" Cakra ngak tau pi Cakra belum nanya ke polisi!"ucap Cakra dokter pun keluar dari ruangan itu


"Gimana dok dengan istri saya?"ucap ayah


" Istri anda terkena serangan jantung tapi syukur bisa tertolong dan keadaan nya sudah stabil cuman butuh istirahat usaha kan jangan memberi nya kabar yg akan membuat nya terkejut!" jelas dokter itu dengan binggung melihat Alya


"Ya allah separah itu bukan kah bunda ngak punya penyakit jantung"ucap Alya


"Itu mungkin karna pasien terlalu syok dan tak terima tentang berita yg ada "ucap dokter itu


"Apa kami boleh menemui nya dok?"ucap Alya


"Boleh tapi jangan banyak orang karna pasien butuh Istirahat !"ucap dokter itu lalu pergi


"Ayah duluan aja melihat bunda dan setelah itu ayah pulang la nanti biar Alya yg jagain bunda"ucap Alya


"Iya ayah masuk dulu"ucap ayah nya lalu masuk


"Papi sama mami pulang aja dulu istirahat "ucap Alya


"Ya udah kami pulang ya sayang"ucap mami nya lalu pulang


"Jeky apa sudah kau jelaskan pada mereka?"ucap Cakra melihat kedatangan Jeky


"Sudah tuan!"jawab Jeky


"Kau pulang la dan antar Sakira pulang"ucap Cakra

__ADS_1


"Iya Sa kau pulang aja ini udah malem biar Jeky yg mengantar"ucap Alya


"Ya udah aku pulang dulu semoga tante Ratna cepat sembuh"ucap Sakira lalu pergi bersama Jeky


__ADS_2