
Metha ke kampus nya tidak semangat karna kejadian tadi pagi membuat Metha pusing bagaimana dia harus menjelaskan ke Zen
"Kakak kenapa diam aja ?"ucap Key memasuki kampus
"Ngak tau lah Key! "ucap Metha menceritakan kesalah pahaman
"Kakak sungguh mencintai kakak kamu kemarin itu hanya salah paham memang Rian mengajak kakak nikah tapi kakak bilang udah nikah dan mencintai suami kakak dia bilang ambil aja bunga nya sebagai persahabatan aku mengambil nya dan dia bertanya tentang suami kakak tentu kakak senang menceritakan suami kakak ke teman kakak Rian hanya teman kakak ngak lebih kami ngobrol aja kadang-kadang!"jelas Metha duduk di bangku dan menutup wajahnya pipi nya sudah basah oleh air mata
"Kak Zen pulang nanti kita akan jelas kan!"ucap Key mengusap bahu Metha
"Iya !"ucap Metha menghapus air mata nya.Waktu berjalan dengan cepat karna Metha dan Key tidak ada kelas mereka pulang sebelum pulang Key mengajak Metha makan di restoran
"Makan dulu kak"ucap Key keluar dari mobil di ikuti Metha mereka mencari meja lalu duduk
"Kak aku ke toilet dulu kakak tunggu aja makanannya"ucap Key lalu pergi ke toilet.Metha duduk menunggu pesanan mereka lalu dia tidak sengaja melihat Zen dan seorang wanita masuk juga
"Eh Nes duluan aja ponsel ku ketinggalan"ucap Zen ke Aknes
"Iya "ucap Aknes tersenyum mengusap lengan Zen sebenarnya Zen tidak suka di lakukan seperti itu oleh wanita lain selain Metha tapi dia tidak bisa juga marah karna Aknes ini teman nya.Dari jauh Metha menahan air mata nya melihat Zen dengan wanita itu apa lagi dia mengusap lengan Zen
"Metha bukan?"ucap nya duduk di depan Metha
"Iya! siapa ?"ucap Metha
"Aknes pacar nya Zen!"ucap nya mengulur kan tangannya
"Pacar?"ucap Metha mengulang
"Kenapa kok kau kaget apa Zen tidak memberi tau mu jika kami mempunyai hubungan!"ucap nya tersenyum
"Maksudnya?"ucap Metha gemetar menahan tangis
"Iya Zen bilang dia udah bosen sama kamu dan dia sering mencurah kan isi hati nya pada ku jadi dia mulai menyukai ku dia udah bosen sama kamu dan memilih ku!"ucap nya tersenyum mengejek
"Bang Zen ngak mungkin seperti itu!"ucap Metha lalu tiba- tiba wanita itu membenturkan jidak nya di meja dan menampar diri nya sendiri dan jatuh
"Eh kau kenapa? "ucap Metha khawatir ingin menolong
"Lepas hiks hiks jangan pukul aku lagi hiks maafkan aku ,aku tidak bermaksud merebut suami mu!"ucap nya mengengam tangan Metha ke rambutnya seperti menjambak
"Metha lepaskan"teriak Zen datang
"Bang Zen"ucap Metha tambah bingung
"Kenapa kau menyakiti nya?"ucap Zen berusaha tidak membentak Metha
"Ngak bang aku ngak tau dia kenapa! "ucap Metha
"Maafkan aku Zen aku ngak tau tiba- tiba dia menuduh ku berselingkuh dengan mu karna melihat kita datang bersama dan dia memukul ku hiks hiks!"ucap nya menangis
"Ya Allah Metha kenapa kau memukulnya lihat ini?"ucap Zen menahan emosi nya melihat wajah Aknes bekas tamparan dan jidat nya sedikit membiru dan Zen tadi lihat Metha menjambak Aknes
__ADS_1
"Engak bang aku ngak mungkin melakukan hal seperti itu!"ucap Metha cepat
"Dan tadi Zen aku juga melihat dia berciuman dengan laki-laki kemarin disini"ucap nya
"Apa benar itu Metha?"ucap Zen sedikit menaik kan nada suaranya pengunjung hanya berbisik -bisik tidak ingin ikut campur
"Engak bang yg dia katakan itu tidak benar!"ucap Metha air mata nya sudah jatuh
"Aku ngak bohong Zen tadi aku melihat mereka berciuman! "ucap nya menangis
"Apa benar Metha?"bentak Zen membuat Metha kaget
"A...abang tidak mempercayai ku dan lebih percaya sama wanita ini!"ucap Metha takut melihat Zen
"Jadi benar kau cemburu dengan menyakiti nya dan bermesraan dengan laki-laki lain?"ucap Zen menahan emosi nya
"Itu tidak benar bang!"ucap Metha
"Sumpa Zen semua yg aku katakan benar"ucap Aknes
"Metha"bentak Zen lagi dengan emosi
Plak
"Anda tidak sopan membentak kakak saya"ucap Key tajam menampar Zen itu kali pertama Key memukul kakak nya sebenarnya Key tidak pernah main pukul dengan kakak nya tapi dia melihat kakak nya membentak Metha dengan emosi apa lagi di depan semua orang dia melihat Zen mengepal tangannya
"Key"ucap Zen menahan pipinya memanas
"Key tunggu"ucap Zen
"Dewasa di sini siapa kau apa aku selesai kan masalah itu di rumah bukan di tempat umum!"ucap Key tajam Zen baru menyadari jika dia berada di tempat ke ramaian
"Aku pulang dulu maafkan kelakuan istriku"ucap Zen lalu pergi
####
"Percaya Key kakak tidak melakukan hal seperti itu!"ucap Metha menangis sesegukan
"Iya kak meski Key ngak lihat tapi Key percaya sama kakak!"ucap Key memeluk Metha
"Udah jangan nangis lagi aku ngak pengalaman menenang orang nangis "ucap ucap Key tersenyum lembut lalu melaju kan mobil nya
"Kakak kemar duluan ya Key!"ucap Metha setelah mereka sampai rumah lalu pergi
"Ma biarin aja"ucap Key melihat Sakira berdiri ingin bertanya ke Metha dia tau pasti Zen sebentar lagi akan datang
"Metha kenapa Key?"tanya Alya dan Sakira sudah kembali duduk
"Momy dan mama tau sendiri kan gimana dalam berumah tangga!"ucap Key ikut duduk dan benar Zen datang langsung naik ke kekamar nya
"Siapa yg bicara?"sindir Alya dia ngak nyangka anak nya mulai dewasa
__ADS_1
"Kayak nya dia udah cocok nikah"goda Sakira
"Ih kok mama goda aku sih"ucap Key
"Kenapa mungkin tidak lama lagi kau akan menikah Key?"goda Sakira lagi
"Kau tidak tau aja Key itu seperti apa!"ucap Alya seperti merumpi
"Ih momy mama"ucap Key kesal
"Hahaah! dia sangat mirip dengan mu saat kesal"tawa Sakira
"Kau lupa jika aku yg mengandung nya"ucap Alya bangga
"Ya ya ya bersyukur cerewet nya ngak nular!"ucap Sakira santai dan Alya memasang wajah kesal nya sama seperti Key
#####
"Kau lupa jika punya suami berciuam dengan laki-laki lain?"ucap Zen
"Abang tidak mempercayai ku!"ucap Metha kecewa
"Aku ngak tau yg pasti aku melihat kau menjambak rambut Aknes itu membenarkan perkataan nya! "ucap Zen
"Aku sakit bang yg pertama abang meragukan cinta ku yg kedua abang menuduh ku berciuman dengan laki-laki lain yg ketiga abang menuduh ku menyakitkan selingkuh abang!"ucap Metha menangis
"Dia bukan selikuhan aku"ucap Zen
"Dia sendiri yg bilang bang bahwa abang udah bosen dengan ku dan mulai mencintai nya"ucap Metha
"Ya Allah"ucap Zen duduk mereda kan emosi nya
"Abang menyakiti ku hiks hiks abang tidak percaya pada ku hiks hiks"ucap Metha menangis
"Sekarang jelas kan supaya abang ngak salah paham"ucap Zen Metha mulai bercerita yg kemarin dan kejadian tadi
"Maaf kan abang "ucap Zen memeluk Metha
"Abang jahat meragaku semua nya apa lagi cinta ku hiks hiks"ucap Metha
"Kau tau kan abang menghargai teman dan sahabat dan dia baik dengan abang itu kenapa abang percaya dengan ucapan nya"ucap Zen
"Maaf abang tidak akan mengulangi nya abang cemburu saat melihat kau sedekat itu dengan laki-laki lain itu kenapa kemarin abang marah dan tadi saat mendengar kau berciuman dengan nya abang sangat marah!"ucap Zen
"Ngak abang tidak percaya dengan ku aku kecewa dengan abang aku mau nginep aja tempat papa Refan!"ucap Metha ingin pergi
"Jangan sampai"ucap Zen cepat yg ada dia akan merindukan Metha.Zen menarik Metha ke kasur nya dan menindih nya melu***bibir Metha dengan lembut
"Jangan membuat ku merindukan mu"ucap Zen mengusap wajah Metha
"Abang tega sama aku meragukan cinta ku"ucap Metha ngambek membuat Zen makin gemes kembali mencium nya Metha bisa pasra dan dia harus bersyukur karna salah paham nya sudah berakhir meski dia tau akhirnya akan seperti apa karna Zen selalu ingin mecumbuinya dan menyentuh nya
__ADS_1