
Setelah dari obrolan Zen kembali ke kamar karna dia harus pergi mencari Keren .Zen berada di ruang ganti dan keluar dan kaget karna Metha akan masuk hingga membuat mereka jatuh ke lantai Metha memandang mata Zen dengan lama karna dia jatuh di atas tubuh Zen
"Kamu ngak kenapa napa kan?"tanya Zen
"I..iya!"jawab Metha ingin berdiri tapi kalung nya nyangkut di kancing kemeja Zen membuat nya kembali jatuh dan mencium pipi Zen .mata Metha melebar atas apa yg dia lakukan sedangkan Zen menyentuh pipinya tidak percaya
"Maaf"ucar Metha melepas kan kalung nya yg nyangkut segera masuk ke ruang ganti
"Apa tadi aku mencium nya ?"ucap Metha menyentuh bibir nya lalu kembali ke dada nya yg seperti jantungnya ingin copot
"Ah malu nya"ucap Metha tersenyum malu
"Metha"panggil Alya
"Iya mom"ucap Metha keluar ternyata Alya sudah ada di kamar nya dan Zen tidak ada
"Ayo kau udah di tungguin untuk makan"ucap Alya memberi tahu karna sudah makan siang semua sudah berkumpul tinggal Metha
"Iya mom"ucap Metha menunduk lalu pergi kemeja makan
"Ayo kita makan"ucap Alya melihat Metha hanya menunduk tidak mau menatap Zen yg hanya tersenyum
"Metha apa kau mau makan lantai ayo duduk "ucap Sakira menegur anak nya yg hanya diam
"Iya ma"ucap Metha duduk dan mengambil makan buat Zen setelah itu untuk nya tidak berani menatap
"Kak Metha kenapa sih nunduk terus?"ucap Key di sela makan nya
"E...engak papa kok!"ucap Metha menyuap kan nasi nya ke dalam mulut dan menunduk
"Paling tadi dia mencium Zen atau Zen mencium nya "ucap Cakra santai membuat Metha kaget Cakra bisa tau
Huuk huuk
Metha kesedak dan segera minum sampai habis menatap Cakra tidak berani menatap Zen
"Kau ini sok tau"ucap Alya
"Dedy benar kan Zen?"ucap Cakra membuat pipi Metha makin panas dan segera menunduk lagi Zen hanya mengakat bahu nya
"Sama kayak Sakira saat Jeky mencium nya saat pertama ciuman mereka saat kau koma dulu Sakira tidak berani menatap Jeky"ucap Cakra tersenyum
"Iya Cakra benar entah lah apa yg terjadi pada ku saat itu tuan Jeky itu mengambil ciuman pertama tapi bukan nya aku marah malah tersipu malu apa lagi setiap memandang nya"ucap Sakira tersenyum mengingat nya
"Ehm momy harap momy bisa Segera gendong cucu"ucap Alya menggoda Metha
"Momy Metha nya jangan di goda terus kasian pipi nya makin merah"ucap Zen
"Belain terus"sindir Key
"Emm mom ded Zen mau pergi mungkin nanti jika Zen ngak pulang malam ini Zen akan nginap di rumah Keren"ucap Zen serius
"Zen kau itu udah punya istri ngapain nginap di rumah teman"ucap Cakra
"Bukan gitu ded Zen ada kerjaan di sana"ucap Zen
"Usaha kan balik Zen kasian Metha nya"ucap Alya
"Iya mom"ucap Zen melanjutkan makan nya
__ADS_1
####
"Tadi Rina memberi informasi bahwa Keren hilang"ucap Zen menyentuh wajah Metha mereka sudah ada di kamar karna Zen akan memberi tau Metha jika dia akan pergi
"Hati-hati dan cepat kembali"ucap Metha
"Aku usahakan kau jaga diri jangan keluar sendiri ajak penjaga jika mau kemana mana"ucap Zen
"Aku ngak kemana mana paling besok ada jadwal ke rumah sakit buat memeriksa kaki mama"ucap Metha
"Aku akan pergi kau tidak ingin mencium ku"ucap Zen menggoda Metha
"Ih kamu ma aku tadi ngak sengaja"ucap Metha malu
"Iya deh aku berangkat dulu"ucap Zen
"Iya hati-hati"ucap Metha
"Iya takut banget aku pergi"ucap Zen tersenyum dan pergi
"Aku benar khawatir semoga allah selalu melindungi mu"doa Metha
####
"Gimana udah ketemu?"ucap Zen datang menemui Rina di markas mereka sering meeting jika menyelesaikan masalah tempat itu hanya Zen,Rina dan Key yg tau
"Belum menurut informasi Keren hilang saat pulang dari kantor kemarin malam dan orang tua nya berada di luar negri!"ucap Rina
"Aku juga nemuin mobil nya"ucap Rina lagi
"Kemana kira -kira Keren di bawah?"ucap Zen berfikir
"Boleh juga tapi apa kau udah bilang sama Key untuk menjaga Metha aku ngak mau ya adik kecil ku itu kenapa -napa"ucap Rina bersiap berangkat
"Iya lah dia kan istri ku aku lebih menjaga nya dengan baik aku juga takut nanti nya hilang nya Keren untuk mengalih kan kita untuk melindungi Alsa ku"ucap Zen menjalan kan mobil nya
"Jika benar yg di bilang Keren mengenai Sandra aku curiga bukan karna kau dia murka"ucap Rina menatap Zen
"Maksud nya?"ucap Zen bingung
"Kayak nya dia bukan mencintai kau tapi Sindi!"ucap Rina serius
"Hahaha! kenapa makin lama makin ngaco apa yg kau katakan Rin"tawa Zen
"Zen aku ngak suka ya"ucap Rina kesal
"Jelas kan kenapa kau bisa ngomong kayak gitu?"ucap Zen
"Sandra mencintai kamu apa dia pernah memegang tangan mu atau berbuat nekat saat kalian masih kuliah!"ucap Rina
"Tidak dia hanya bilang dengan ungkapan saja dan Sindi sering bilang ke aku jika Sandra sangat mencintai ku karna dia sering curhat ke Sindi"ucap Zen
"Nah dia bilang mencintai mu itu hanya menutupi saja dan mencari perhatian Sindi dia sebenarnya tidak suka dengan kamu kau tau saat di rumah mu dia datang bersama Sindi dan bertemu Metha dia melihat ke dekatan Sindi dan Metha dia sangat cemburu apa lagi saat dia tau bahwa Sindi mencintai Keren itu kenapa dia mengincar Keren dan memberi pelajaran ke Metha"jelas Rina
"Keren menceritakan dengan ku semua nya sebelum dia hilang"ucap Rina melihat Zen terdiam
"Itu dia"ucap Zen menghentikan mobil nya di sebuah rumah melihat Sadra baru pulang
"Dugaan kita selama ini salah jika dia ingin membantalkan rencana pernikahan mu ternyata saat itu dia tau jika aku mendengar pembicaraan nya dan dia berusaha menjebak Keren biar Sindi membenci Keren"ucap Rina
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa jam Sandra keluar dengan membawa tas dan pergi Zen dan Rina mengikuti nya setelah perjalanan satu jam mobil Sandra berhenti di sebuah hutan
"Ini udah hampir magrib mau ngapain dia kesini?"ucap Zen
"Pasti di sana ada sesuatu!"ucap Rina mereka keluar mengikuti Sandra
"Apa kabar mu?"ucap Sandra bicara pada seseorang yg tergeletak penuh luka
"Bangs*t "umpat nya marah
"Keren lho harus terima apa yg gue rasakan karna apa lho udah berani mengambil orang yg gue cinta"ucap nya mengeluarkan pisau nya dari tas nya
"Gue salah mencintai orang kayak lho San "ucap nya tersenyum sinis
"Lho tau lho ngak akan bisa bersatu karna apa cinta lho itu salah San"ucap Keren tertawa mengejek
Srett
"Diam "bentak Sandra melukai lengan Keren
"Gue menyesal tidak menyadari cinta nya Sindi yg jauh lebih baik dari lho"ucap Keren
"Lho udah di ambang kematian Keren"ucap Sandra menusuk Keren dan ingin menusuk nya lagi
Bugh
Rina menendang punggung Sandra sampai terjungkal Zen segera memopong Keren yg sudah mengeluarkan darah
"Lho emang udah gila San"bentak Zen marah
"Kembalikan dia Zen aku harus menghabisi nya jika lho ngalangi lho juga gue bunuh"ucap Sandra
"Lho tega San kami ini teman lho kenapa lho mau ngebunuh kita"ucap Rina
"Teman hah gue ngak peduli siapa kalian yg penting siapa yg mengambil Sindi dari ku akan ku musnah kan"teriak Sandra
"Gue fikir Rina bohong tentang ke gilaan lho ternyata benar dan itu salah San"ucap Zen
"Kalian ternyata siap untuk mati"ucap Sandra tajam dan mendekat
Srett
Sandra menusuk Zen tapi Rina mendorong Zen dan Keren hingga terkena lengan nya
"Rina"ucap Zen khawatir
"Gue ngak papa Zen gue lebih ngak rela jika adik kecil gue jadi janda muda"ucap Rina tersenyum
"Kau ini ada -ada saja"ucap Zen
"Kalian tunggu di mobil biar gue yg nangani cewek gila ini"ucap Rina .Zen segera membawa Keren ke mobil
"Zen gue ngak kuat Zen"ucap Keren menahan sakit di perut nya karna tusukan di lengan nya juga terdapat luka tusukan
"Jangan ngomong kayak gitu kau tau kan Sindi kayak apa jika dia tau kau mati yg ada telinga dan otak ku bisa pecah mendengar keluhannya "ucap Zen tersenyum
"Tapi gue ngak tahan Zen darah nya keluar terus"ucap Keren
"Ayo kita pergi"ucap Rina masuk ke mobil di ikuti Zen dan Keren
__ADS_1