Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 48


__ADS_3

Satu bulan kemudian


Cakra melamun menatap foto diri nya dan Alya dan sangat merindukan Alya sampai ada seseorang masuk pun dia tidak sadar


"Kau merindukan nya?"ucap nya duduk di depan Cakra


"Serly ,emm maaf aku belum mengucapkan terimakasih pada mu karna sudah membantu ku!"ucap Cakra


"Tak apa bukan sepenuhnya aku yg mencari buktinya dan membersihkan nama baik mu"ucap Serly


"Ada apa kau menemui ku?"ucap Cakra


"Besok aku menikah dan malam nya resepsi nya datang la aku punya kejutan untuk mu!"ucap Serly tersenyum


"Aku ngak akan datang "ucap Cakra


"Ayo lah aku meminta nya dengan paksa "ucap Serly


"Baik la aku akan datang"jawab Cakra


#####


Rianti membersihkan kamar nya tiba tiba ada tangan melingkar di perut nya dan membenamkan wajah di leher Rianti


"Ada apa?"ucap Rianti mengelus tangan itu yg pasti milik suami nya


"Aku tak ingin kehilangan mu!"ucap nya mempererat pelukan nya


"Ada apa cerita sama aku?"ucap Rianti mengelus wajah Refan dengan lembut


"Laurel kembali mendatangi ku dan dia bilang dia hamil anak ku!"ucap Refan menghentikan elusan Rianti


"Terus"ucap Rianti gemetar menahan tangis


"Dia mau aku bertanggung jawab tapi aku ngak mau karna aku hanya mencintai mu"ucap Refan memeluk Rianti dengan erat


"Tapi itu anak mu"ucap Rianti menangis


"Aku tau dia mengancam ku jika tidak menceraikan mu dia akan membunuh anak itu "ucap Refan hampir menangis


"Apa kau yakin dia hamil"ucap Rianti menghapus air mata nya


"Iya aku nemenin dia memeriksa nya"jawab Rianti


"Bertanggung jawab lah itu anak mu jika dia meminta seperti itu maka lepaskan lah aku"ucap Rianti lemas


"Tidak tidak aku tak melepaskan mu aku akan membunuh anak itu"ucap Refan frustasi


"Jangan lakukan itu anak itu tidak bersalah tapi aku juga sakit di sini sangat sakit "ucap Rianti menangis sejadi jadi nya


"Sampai kapan pun aku tak kan melepaskan mu"ucap Refan lalu pergi


####


Hari yg membahagiakan bagi Serly sudah lewat tinggal resepsi pernikahan nya dia sudah mengundang teman sahabat rekan bisnis kedua keluarga


"Selamat Ser sekali lagi terimakasih atas bantuannya"ucap Cakra memberi selamat


"Terimakasih,kau sendiri"ucap Serly


"Iya Alya pergi ke luar negri tinggal bersama mami"jawab Cakra lalu pergi


"Sayang kau yakin tamu spesial mu akan datang "bisik suami Serly


"Iya kemarin aku mengundang nya dia bilang akan datang"jawab Serly


"Hai sayang"ucap seseorang mencium pipi Refan


"Kau"ucap Refan geram

__ADS_1


"Tentu saja "ucap nya .Rianti pergi tidak tahan melihat itu


"Selamat ya jeng atas pernikahan Serly"ucap nya


"Terimakasih nyonya Dirgantara"canda mama Serly


"Ser selamat ya"ucap mami


"Iya tan Alya mana aku ngak sabar bertemu dengan nya"ucap Serly ya tamu yg di tunggu Serly adalah Alya


"Sabar dia lagi siap siap jadi kami tinggal"ucap papi


Mereka bergabung dengan yg lain untuk mengobrol .Dari jauh Cakra tersenyum kehadiran orang tua nya lalu menghampiri nya


"Mami papi ada di sini lalu Alya mana?"ucap Cakra senang


"Apa urusan mu?"ucap papi


"Ayo mi beri tau Cakra Alya di mana?"ucap Cakra tak sabar


"Itu! "tunjuk mami pada wanita yg baru masuk bersama anak nya dan menuju pelaminan dia tersenyum dengan lembut menambah kecantikan nya tidak seperti sebulan yg lalu


"Alya"ucap Serly senang dan memeluk Alya


"Selamat atas pernikahan nya"ucap Alya tersenyum


"Kayak nya udah waras nih"ejek Serly


"Sayang kenalin ini tante Serly teman nya momy"ucap Alya ke Zen


"Selamat tante"ucap Zen dengan senyuman terbaik nya


"Ah dia mirip seperti dedy nya"ucap Serly gemes


"Roy seperti nya dia udah pengen menjadi ibu"ucap Alya ya setelah di luar negri mami nya mengobati Alya agar mengembalikan Alya yg dulu dan itu berhasil Alya tidak lagi menjadi robot


"Ih malu"ucap Serly mencubit lengan suami nya


"Oh ya gimana dengan Laurel?"tanya Serly


"Itu rahasia?"ucap Alya memberi hormat ke Serly dan mengedipkan mata nya lalu pergi


"Momy liat itu dedy"ucap Zen berlari memeluk Cakra


"Dedy Zen kangen"ucap Zen memeluk Cakra


"Dedy juga "ucap Cakra mencium Zen


"Mi titip Zen"ucap Alya lalu mencium pipi Cakra membuat Cakra bengong sedangkan Alya sudah pergi


"Cie dedy di cium momy ni ye"goda Zen


"Kau ini sangat mirip sama momy mu"ucap Cakra senang dan melihat Alya pergi ke mana


"Zen kan anak nya"jawab Zen


Alya melihat Rianti keluar dari gedung dengan menangis Alya segera menghampiri nya dan menyentuh bahu Rianti


"Alya hiks hiks hiks"ucap Rianti menangis memeluk Alya


"Kakak ngak sanggup abang kamu menghamili Laurel hiks hiks kakak kalah"ucap Rianti menangis hingga membasahi bahu Alya.Alya menghapus air mata Rianti dan mengeleng lalu mereka kembali masuk mencari Refan Alya bersender di bahu Rianti seperti Alya robot dia ingin memberi kejutan untuk semua termasuk Laurel


"Alya kau disini?"ucap Refan melepas Laurel yg memeluk lengan nya


"Iya!"jawab Alya masih bersender di bahu Rianti


"Hai Alya apa kabar gimana kabar mu?"ucap Laurel tersenyum sinis


"Baik!"jawab Alya

__ADS_1


"Oh ya Alya bentar lagi aku akan menikah dengan abang kamu karna aku hamil anak abang kamu"ucap Laurel mengusap perut nya


Selama acara Alya bersama Rianti menemani Rianti untuk menguatkan melawan Laurel sampai mereka pulang


####


🌞🌞🌞


Cakra mendatangi keluarga Anggara bertanya di mana Alya tinggal karna mami dan papi nya sudan pindah


"Bun dimana Alya?"ucap Cakra penuh harap


"Bunda juga ngak tau bunda aja baru tau saat Refan memberi tau bunda bahwa semalam dia bertemu dengan Alya!"ucap bunda


"Ah mami sama papi bener bener ngukum aku ngak puas apa 5 tahun dia jauhin aku sama Alya dan sekarang"ucap Cakra geram


"Kau harus bersabar mereka hanya ingin yg terbaik"ucap ayah


"Refan kapan kau mau bertanggung jawab"teriak Laurel.Membuat Rianti mempererat pegangan tangan nya ke Refan.Laurel sengaja datang ke rumah Anggara agar cepat menikah dengan Refan


"Apa ini Refan?"ucap ayah nya marah


"Refan sudah menghamili ku dan dia tidak ingin bertanggung jawab!"ucap Laurel menangis


"Apa?"teriak ayah sama bunda termasuk Cakra


"A..apa yg kau perbuatan Refan?"ucap bunda memegang dada nya


"Bunda"ucap Refan


"Apa perlu bunda melakukan seperti nyonya Dirgantara?"ucap bunda nya memegang dada nya


"Tidak bun jangan lakukan itu;"ucap Refan berlutut


"Mau mu apa kau menyakiti Rianti?"teriak bunda nya kecewa


"Sayang duduk lah biar aku yg menyelesaikan nya ingat jantung mu aku ngak mau kau sakit"ucap Ayah mempersilakan bunda duduk


"Maaf yah bun Refan selalu buat kalian kecewa tapi sampai kapan pun aku tak kan membiarkan siapa pun memisahkan aku dan Rianti"ucap Refan memeluk Rianti


"Refan kau sudah berjanji akan meikahi ku"ucap Laurel


"Kau jangan sembarangan"ucap Cakra ikut emosi


"Kau diam la mending urus istrimu yg gila itu"ucap Laurel sinis


"Jika kau tak ingin menikahi ku dan mencerai kan Rianti aku akan membunuh anak ini"ucap Laurel lagi


"Jangan lakukan itu aku akan bercerai dengan mas Refan"ucap Rianti karna dia tidak ingin karna Refan bayi itu harus tiada


"Bagus ini surat perceraian nya"ucap Laurel karna dia sudah mempersiapkan semua nya


"Kau benar licik Laurel"geram Cakra


"Demi cinta aku melakukan nya Cakra"ucap Laurel tersenyum kemenangan


"Nak jangan lakukan itu"ucap ayah ke Rianti yg sudah memegang pena nya


"Iya Rianti kasian Rina"ucap bunda


"Tapi bun yah jika tidak dia akan membunuh darah daging mas Refan"ucap Rianti meneteskan air mata


"Aku mohon aku sangat mencintai mu aku tak sanggup menjalankan hidup tanpa mu"ucap Refan


"Dengar aku pun begitu tapi apa kau mau membunuh anak kamu sendiri"ucap Rianti menangkup wajah Refan


"Aku berharap tuhan masih berbaik hati dengan ku"ucap Rianti membenar kan kemeja Refan lalu mencium nya dan mentanda tangani surat nya


"Ayo Refan tunggu apa lagi kau ingin melihat anak mu yg belum lahir ini tiada"ucap Lauerel bahagia

__ADS_1


__ADS_2