
Setelah memeriksa bahwa Jaka meninggal dunia Refan dan Cakra bergantian menjaga Jeky sedangkan Alya dan Rianti menjaga Sakira di rumah
"Sa ini susu nya"ucap Alya memberi susu ke Sakira
"Itu ngak enak Alya jangan paksa aku"ucap Sakira menutup hidung nya
"Minum dong Sa nanti Jeky marah lho"ucap Rianti ikut membujuk
"Baik lah"ucap Sakira terpaksa meminum nya
"Sekarang istirahat setelah itu kita ke rumah sakit bertemu dengan Jeky"ucap Alya.Sakira menurut saja
#####
🌞🌞🌞
"Ahh Jeky sudah sadar""ucap Sakira langsung lompat ke brandar Jeky
"pelan pelan sayang"ucap Jeky
"Aku merindukan mu"ucap Sakira
"Mas capek"ucap Alya mengusap wajah Cakra yg duduk di sofa
"Ngak, ada kamu udah hilang capek nya "ucap Cakra berbaring di pangkuan Alya
"Ih mas banyak orang"ucap Alya malu
"Biarin pulang yuk kita buat pesanan Zen"bisik Cakra
"Apa sih mas buat aku malu aja tau ngak"ucap Alya mengusap kepala Cakra
"Bukan nya kau sebatang kara Jeky lalu kenapa bisa Jaka itu kakak kamu"ucap Cakra
"12 tahun lalu aku melihat nya membunuh papa dan mama secara kejam di depan mata ku dia bilang dia cemburu dengan hidup ku mama dan papa selalu pilih kasih lebih menyayangi ku saat aku memutuskan ingin menikah dengan Karin wanita yg kita bawah tadi tiba tiba kakak ku menolak nya mama dan papa marah dan kakak langsung membunuh mereka dan menikahi Karin aku di usir nya dari rumah dan ingin membuat ku sengsara dan membunuh ku aku lari dan tidak sengaja bertemu tuan Dirgantara"jelas Jeky
"Tapi aku harus menyesal karna aku dia tiada"ucap Jeky menunduk
"Itu pasti karna aku"ucap Sakira menatap Jeky
"Tidak aku meyayagi kalian melebihi nyawa ku aku tak ingin melihat kalian terluka jadi sebelum dia membunuh ku atau melukai mu sebaiknya dia seperti itu"ucap Jeky mengusap perut Sakira
"Maaf aku tak bisa lagi memberi mu anak"bisik Rianti karna pada saat melahirkan Rina dulu rahim Rianti di angkat sehingga tidak bisa hamil lagi
"Kita perlu usaha lagi"ucap Cakra mengusap perut Alya
####
Semua nya sudah membaik Alya juga sudah pulang ke rumah sendiri begitu pun dengan Sakira
"Ahh mas memang pampir mesum lihat lah aku ngak punya tenaga lagi mau bikin sarapan"ucap Alya karna akibat kelakuan Cakra
"Maaf sayang kamu tunggu di sini aku mau bikin nasi goreng"ucap Cakra mencium puncak kepala Alya lalu turun setelah 30 menit Cakra kembali dengan sepiring nasi goreng
"Ayo kita makan "ucap Cakra mulai menyuapi Alya
"Enak"ucap Alya memakan nya dengan menatap Cakra
Saat Cakra memakan nya langsung memuntahkan nya
"Asin banget"ucap Cakra
"Jangan di makan sayang nanti kau sakit"ucap Cakra
"Aakk"ucap Alya menyodorkan ke Cakra dengan terpaksa Cakra menerima nya
Cup
"Gimana enak ngak?"ucap Alya dengan pipi merah nya karna mencium Cakra
"Enak banget!"ucap Cakra tersenyum
"Ini kan suami tercinta yg masak nya tentu akan enak"ucap Alya memakannya sampai habis .Setelah makan Cakra mandi ingin memeriksa urusan kantor
"Sayang aku udah mandi sekarang mandi lah kenapa kau jadi malas begini"ucap Cakra keluar dari kamar mandi
"Suami tampan ku aku rasa nya tergoda"ucap Alya mendekati Cakra dan mengusap bidang dada Cakra
"Jangan menggoda ku"ucap Cakra
"Baik lah "ucap Alya mengecup bidang dada Cakra lalu mengigit leher Cakra hingga memerah berkali kali
"Hahaha!kenapa dengan wajah mu"tawa Alya melihat Cakra bengong dengan di lakukan Alya entah lah akhir akhir ini Alya sering sekali mengerjai Cakra
__ADS_1
"Astaga apa kau menjadi pendendam "gumam Cakra melihat leher nya dan tersenyum
####
Sebulan kemudian
Mata Alya berbinar melihat tespek nya menunjukkan garis dua dia sangat bersyukur tuhan masih mempercayai nya
"Pantas aja aku merasa aneh belakangan ini ternyata"ucap Alya mengusap perut nya lalu keluar
"Sayang kenapa lama?"teriak Cakra
"Iya mas! "jawab Alya keluar dan menghampiri Cakra dan tersenyum
"Ada apa kenapa kau terlihat seneng banget!"ucap Cakra
Cup
Cup
Alya menciumi wajah Cakra dan mengalung kan tangan nya di leher Cakra
"Ada apa senang banget dan agresif banget?"ucap Cakra mengusap wajah Alya
"Iya aku senang banget mas hari ini karna...."ucap Alya menggantung ucapannya dan meletakkan tangan Cakra di perut nya
"Aku hamil"bisik Alya tersenyum lebar
"Benarkah"ucap Cakra senang
"Iya ini"ucap Alya menunjukkan tespek nya
"Terimakasih"ucap Cakra menciumi wajah Alya
"Sekarang kita ke dokter"ucap Cakra menarik tangan Alya
####
Hoek hoek hoek
Dari pagi tadi Alya muntah terus dan bersender di dinding karna lemas
"Masih lemas?"ucap Cakra menyentuh wajah Alya
Hoek hoek hoek
"Iya "ucap Cakra
"Hiks hiks mau di peluk mas hiks hiks"ucap Alya menangis
"Iya sini jangan nangis ya"ucap Cakra menghapus air mata Alya lalu mengendong nya
"Jangan tinggalin Alya hiks hiks"ucap Alya menangis memeluk Cakra dengan erat
"Iya mas ngak akan ninggalin kamu tidur ya"ucap Cakra mengusap kepala Alya hingga tidur Cakra harus lebih sabar lagi
🌞🌞🌞
"Sayang bangun dulu "ucap Cakra
"Eggh ,pagi"ucap Alya mengecup pipi Cakra lalu ke kamar mandi
"Sayang bantuan aku dong"ucap Cakra
"Iya sini "ucap Alya memakaikan dasi Cakra setelah itu mereka turun Cakra juga menperkerjakan pembantu biar Alya tidak capek
"Pulang nya cepetan nanti ya "ucap Alya manja
"Dedy momy"teriak Zen berlari
"Hei pelan pelan nanti jatuh"ucap Cakra mengendong Zen
"Oh ya Zen bentar lagi adek Zen akan lahir"ucap Cakra mengusap perut Alya
"Benaran dedy"ucap Zen senang
"Iya dong"ucap Alya
"Jika begitu momy ngak boleh capek ngak boleh banyak gerak menurut aunty Sakira orang ada dedek nya ngak boleh kecapekan dan harus makan banyak oh ya mom ayo duduk nanti dedek Zen kecapekan"ucap Zen ngerocos dan menarik Alya duduk
"Kau memang mirip dedy tapi kenapa cerewet mu mirip momy"ucap Cakra mengarut kepala nya yg tidak gatal
"Zen kan anak nya"jawab Zen menyerah kan roti ke momy nya
__ADS_1
"Terimakasih sayang"ucap Alya memakan nya
"Benaran Alya hamil"ucap mami ikut duduk
"Iya mi udah 2 minggu"jawab Alya
"Mami harap tidak seperti kejadian saat mengandung Zen dulu"ucap mami nya
"Insyaallah mi"jawab Cakra tersenyum
"Mami dan papi mau balik ke luar negri kami udah tua waktunya menikmati masa tua di sana"ucap mami nya serius
"Kapan mi?"tanya Alya
"Satu minggu lagi!"jawab mami tersenyum
"Oma tenang selama dedy kerja biar Zen yg jagain momy"ucap Zen sombong
"Iya dong Zen kan udah mau jadi kakak"ucap mami mengacak rambut Zen
"Etsss oma jangan di acak dong nanti tampan nya Zen hilang"ucap Zen membenarkan rambutnya semua tertawa melihat tingkah Zen
Hari hari mereka lewati dengan kebahagiaan tidak terasa hari yg paling membahagiakan bagi Cakra telah tiba.Sekarang dia menggendong anak nya yg terlelap sedang kan Alya terbaring karna habis melahirkan anak mereka
"Mas"lirih Alya
"Eh sayang udah sadar"ucap Cakra memcium puncak kepala Alya
Cklek
"Gimana?"ucap keluarga Anggra yg datang
"Dia sangat mirip momy nya bun liat deh hidung nya alis nya apa lagi bibir nya tapi Cakra merasa aneh deh bun Zen mata nya mirip Alya dan wajah nya mirip Cakra dan ini putri kami wajahnya mirip Alya dan mata nya mirip ku yg tajam aku berharap sifat nya tak meniru ku yg dingin kalian lihat sendiri kan sifat Zen mirip Alya!"ucap Cakra mengusap wajah putri nya
"Iya ya siapa nama nya?"ucap Rianti mengendong nya Cakra menatap Alya dan tersenyum tanda setuju
"Bunda udah melahirkan wanita paling hebat untuk Cakra dia Alya Meisa Putri Anggara dan dia melahirkan putri yg akan meniru hebat nya kayak momy nya bunda kan ada nama Meisa nya Alya juga kalian kan malaikat dan cahaya dalam keburukan dan kegelapan Cakra ingin putri Cakra juga kayak gitu!"ucap Cakra
"Langsung aja napa ngak usa banyak bacot"ucap Refan kesal
"Nama nya Keyra Meisa Dirgantara"jawab Cakra mengecup pipi anak nya
"Mama mau gendong adek Key dong"ucap Zen
"Ih Zen ngak boleh adek nya masih kecil lagian mama kan mau gendong sebentar"ucap Rianti
"Momy Zen mau lihat adek tapi mama ngak bolehin"ucap Zen cemberut
"Baik sini duduk dekat momy"ucap Alya tersenyum Rianti mulai membaringkan Key di di samping Alya
Cup
Alya mencium pipi Key dan mengusap nya membuat Zen cemberut
"Momy Zen juga mau dong"ucap Zen cemberut
"Iya iya pelan-pelan ya"ucap Alya tersenyum
"Dia sangat cerewet mirip dengan mu entah bagaimana dia dewasa nanti "ucap Cakra mengusap kepala Zen
"Dek kami pulang dulu Rina sendiri di rumah takut nya nanti dia mencari kami"ucap Refan
"Iya bang hati-hati"ucap Alya tersenyum
"Aku berharap anak anak kita tidak meniru sifat brengsek ku"ucap Cakra
"Kita akan membimbing mereka sama sama"jawab Alya tersenyum
"Momy adek Key cantik tapi lebih cantik Metha Alsa Wijaya "ucap Zen menyebut nama anak Sakira dan Jeky mereka pindah ke luar negri itu kenapa mereka tidak mengunjungi Alya
"Jika besar nanti semoga Allah menatakdirkan Zen sama Metha"doa Zen membuat Alya dan Cakra saling pandang
"Aamiin"ucap Cakra dan Alya bersama
"Zen mau tau ngak rahasia nama Alsa itu apa"ucap Alya mengusap kepala Zen
"Apa mom"ucap Zen semangat
"Mama Sakira menghargai persahabatan momy dan mama Sakira yg dari kecil Alsa itu arti nya Alya Sakira mama Sakira memberikan nama itu menghargai persahabatan kami"jelas Alya
"mumpung keluarga kita lengkap dan kelahiran Key kita foto"ucap Cakra menyiap kan kameranya
Ckrek
__ADS_1
Tamat