Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 25


__ADS_3

Cakra dan keluarga nya sudah ada di rumah sakit termasuk keluarga Alya tapi Cakra tak memberi tahu keadaan Alya


"Alya kenapa Cakra?"tanya bunda nya yg melihat Cakra mondar mandir dan gelisah namun Cakra tak menjawab Cakra terlalu takut membayangkan kehilangan Alya ini la yg di takut kan Cakra jika mencintai maka orang itu pasti pergi setelah menunggu 4 jam Sakira keluar dan membuka maskernya


"Gimana keadaan Alya?"tanya Cakra cemas Sakira hanya menunduk


"Jawab aku Sakira!"ucap Cakra geram dan Sakira menggeleng kan kepala nya tanpa berani menatap mereka yg menunggu Alya


"Maksud nya ?"tanya bunda nya binggung dan keluar la dokter yg membantu Sakira tadi


"Gimana istri saya?"tanya Cakra


"Hah!tak ada harapan untuk pasien bahkan bisa di katakan jika pasien sudah meninggal !"ucap dokter dengan menyesal


"Apa maksud nya Cakra?"ucap bunda nya memegang dada nya


"Tenang la sayang nanti Alya sedih jika lihat kau sakit lagi!"ucap ayah menenang kan


"Alya yah Alya apa yg terjadi?"ucap bunda nya


"Sakira jelaskan aku masih tidak mengerti?"ucap Cakra mata nya sudah memerah


"A...Alya kemungkinan tidak selamat, tak ada harapan jantung nya berdetak di bantu oleh alat alat rumah sakit jika kau mengizinkan kami akan melepas nya supaya Alya bisa pergi dengan tenang !"ucap Sakira menghapus air mata nya


"Aku mau ketemu sama Alya ku"ucap Cakra dengan kepiluan


"Aku tau yg kau rasakan Cakra aku akan masih mempertahankan alat alat itu yg membantu Alya tapi hanya 24jam jika masih tidak ada perubahan kau harus izinkan kami melepas alat nya dan mengikhlaskan Alya pergi dengan tenang"ucap Sakira gemetar


"Alya tak boleh pergi dia udah janji pada ku dia tak kan meninggal kan ku "ucap Cakra nyelonong masuk


Alya terbaring lemah dengan berbagai alat menempel di tubuhnya wajah yg selalu berseri sudah terlihat pucat seakan tidak ada darah yg mengalir. Bibir yg selalu tersenyum sudah berubah pucat pasi di sentuh nya tangan Alya yg dingin di genggamnya tangan Alya memberi ke hangatan


"Apa kau selemah ini sehingga kau akan menyerah?"ucap Cakra gemetar

__ADS_1


"Aku hanya menyuruh mu pergi ke rumah ayah karna aku tak menyadari rasa cinta ku tapi kenapa kau ingin pergi meninggal kan ku untuk selama lama nya di saat aku merasa kan cinta teramat dalam kau udah janji tak kan meninggal kan ku kembali la aku mohon!"ucap Cakra dengan mencium tangan Alya di selang darah nya sebutir air menetes di tangan Alya karna Cakra merasa kan sakit yg belum pernah dia rasakan Cakra tak bisa menahan nya lagi


"Maafin aku hiks hiks yg mementingkan ego dan gengsi ku hiks hiks kembali la aku menyesal hiks hiks aku mohon hanya kau penerang dalam hidup ku hiks hiks jika kau pergi aku akan kembali dengan kegelapan lagi hiks hiks "ucap Cakra tak bisa membendung air mata nya


"Aku aku sakit melihat mu seperti ini aku tak sanggup biarin orang bilang Cakra Dirgantara cengeng bucin aku tak peduli yg aku inginkan kau kembali pada ku kita mulai dengan kebahagiaan bangun la Alya hiks hiks"ucap Cakra menyenderkan kepalanya di bahu Alya tangan nya mengengam tangan Alya


"Jika kau ingin pergi aku ikut ajak aku kita pergi bersama sama"ucap Cakra pelan


"Mencintai mu selamanya maaf jika aku tak pernah menyadari cinta yg mendalam kini aku merasakan takut kehilangan mu hati ku perih"bisik Cakra


#####


"Kenapa kalian tak memberi tahu kami?"ucap bunda nya setelah mendengar cerita Jeky


"Tuan Cakra tak ingin nyonya serangan jantung lagi dia akan memberi tahu nyonya setelah nona Alya di temukan!"ucap Jeky


"Kalian tenang saja tuan Cakra menyuruh saya menyelesaikan masalah ini kalian fokus la pada kesembuhan nona Alya "ucap Jeky


"Maaf tan aku memang tak berguna untuk menyelamatkan sahabat ku sendiri bahkan menjamin keselamatan Alya pun aku tak bisa hanya Tuhan yg bisa mengembalikan semua nya "ucap Sakira menangis


"Maafin aku tan hiks hiks aku seorang dokter tapi menyelamatkan sahabat sendiri pun tak bisa aku tak berguna tan hiks hiks"ucap Sakira menangis sejadi jadi nya dan bunda Ratna segera memeluk Sakira


"Nak kau sudah melakukan yg terbaik kematian hanya milik Allah kita berdoa semoga Alya bisa terselamatkan"ucap bunda memeluk Sakira dan menangis


"Alya sudah mengubah kehidupan Cakra dengan sekecap"ucap mami nya melihat di pintu kaca melihat Cakra merasa rapuh dan bersender di bahu Alya


"Kembali la Alya kau tak kasian sama Cakra seperti itu mami sebagai orang tua belum pernah melihat dia seperti itu sampai meneteskan air mata "ucap mami ikut merasakan kesakitan putra nya


Waktu terus berjalan 15 jam Alya terbaring namun tak ada perubahan dokter yg membantu Sakira berbicara pada keluarga Alya dan Cakra


"Tinggal 9 jam lagi namun keadaan pasien masih sama kami akan melepas kan alat yg menempel di tubuh pasien dan menyatakan pasien meninggal"ucap dokter itu


"Anak ku Alya hiks hiks"ucap bunda menangis menyentuh dada nya yg nyeri

__ADS_1


"Sayang sabar jangan seperti ini nanti jantung mu kumat lagi aku sudah sakit dengan Alya sekarang jangan membuat ku semakin sakit lagi dengan keadaan mu"ucap ayah Joy memeluk istrinya memberikan kekuatan dia juga bersedih tapi dia harus kuat demi istrinya


"Maafin aku sayang tapi Alya Alya hiks hiks"ucap bunda menangis


Semua orang masuk ke ruangan Alya yg terbaring mereka harus membujuk Cakra untuk mengikhlaskan Alya dan ternyata Cakra tertidur di bahu Alya


"Sayang"ucap mami menyentuh pundak Cakra


"Iya mi "ucap Cakra serak


"Dokter Kinaya akan melepaskan alat alat penunjang kehidupan Alya dan menyatakan Alya meninggal kita harus iklas kan Alya dia tersiksa seperti ini lepaskan dia supaya tenang"ucap mami nya memeluk Cakra .Cakra hanya membeku di tempat pelan pelan dokter Kinaya yg membantu Sakira melepas oksigen nya dan nyaring suara monitor jantung Alya


"Alya hiks hiks hiks"tangis bunda nya pecah sampai pingsan tak sanggup melihat anak nya tiada


"Apa yg kau lakukan kau membunuh Alya ku?"teriak Cakra dan mencekik dokter Kinaya


"Cakra apa yg kau lakukan?"ucap mami nya Cakra melepaskan cekikan nya dan memasang kan lagi oksigen Alya


"Cakra kau menyiksa Alya nak iklas kan Alya dia tersiksa seperti ini"ucap papi nya


"Jika ada yg melepaskan alat ini akan ku lenyap kan kalian mengerti"teriak Cakra frustasi


"Cakra kami juga menyayangi Alya tapi dengan begini kita menyiksa nya jantung Alya berdetak karna bantuan alat itu"ucap Sakira mendekat


"Jangan ada yg mendekat pergi jangan ambil Alya ku"teriak Cakra


"Berhenti Cakra ini semua salah mu kau menyiksa Alya dan mami tanya kenapa Alya sampai di culik dan disiksa ini semua salah mu sekarang kau yg pergi dari sini"ucap mami nya marah


"Tidak aku tak kan pergi aku suami nya hanya aku yg berhak atas Alya"ucap Cakra


"Udah mi benar kata Cakra hanya dia yg memutuskan kehidupan Alya"ucap papi nya lalu mengajak istrinya keluar


"Tunggu apa lagi pergi jika kalian mau membunuh Alya aku tak kan membiarkan nya kalian mengganggu ku saja"ucap Cakra seperti orang gila penampilan nya pun sudah lusu dan berantakan

__ADS_1


__ADS_2