
"Bangun bodoh"ucap Key memangku kepala Radit
"Sudah ku bilang kan"ucap Panji mencium senjata nya
"Aku mohon buka mata mu"ucap Key dia sudah takut melihat keadaan Radit yg babak belur dan terkena tembakan
"Bangun bodoh lawan mereka"ucap Key menggoyang kan tubuh Radit menckrem kemeja Radit
"A..ku aku takut aku mohon jangan membuat ku takut hiks hiks"ucap Key dia tidak bisa menahan tangis nya
"K...kau kenapa menangis"ucap Radit membuka mata nya
"Aku hanya becanda"ucap Radit mengedipkan mata nya menggoda Key
"Jangan becanda terus"ucap Key menghapus air mata nya
"Kau menangis untuk ku"ucap Radit tersenyum
"Tidak tadi hanya kelilipan karna rumah ini ngak pernah di bersihkan"ucap Key memandang tempat lain
"Alah ngeles aja"ucap Radit berdiri
"Masih ada 3 peluru"ucap Panji
"Kita lakukan permainan jika kau memukul ku salah satu dari mereka akan ku tembak dan aku harus berhasil mengambil pistol ini jika kau kalah maka kau akan ku tembak"ucap Panji
"Aku setuju"ucap Radit
"Itu tidak adil masak dia ngak boleh mukul kamu gimana mau ngalahin kamu"ucap Key kesal
"Key tenang lah aku akan baik-baik saja aku tau apa yg harus aku lakukan"ucap Radit mengambil posisinya
"Kau akan mati di tangan ku"ucap Panji
"Kau tidak akan mampu melawan nya karna tangan kamu aja terkena tempatkan"ucap Key
"Hidup dan mati di tangan yg kuasa"ucap Radit mulai menyerang tanpa memukul Panji meski dia terkena pukulan dan ketika lengah Panji menendang tangan Radit hingga terjatuh
"Ucapkan selamat tinggal"ucap Panji mengarahkan pistol nya di kepala Radit
Dor
"Jangan"teriak semua kepala Radit berdarah tapi aneh dia tidak merasa kan apa-apa
"Letakkan senjata kalian"ucap polisi ternyata polisi menembak Panji karna Key tadi menelpon polisi seketika Panji di tangkap bersama anak buah nya
"Terimakasih pak"ucap Radit berdiri
"Ini tugas kami tuan "ucap nya
"Tuan Cakra bisa jelaskan kejadian ini"ucap polisi Cakra menceritakan semua nya
"Baik kami akan menjebloskan nya ke penjara"ucap nya
"Terimakasih pak"ucap Cakra polisi pergi membawa Panji
"Kak Radit ngak papa"ucap Key
"Tidak hanya saja terluka dikit karna peluru nya menyerempet ku tadi"ucap Radit menekan lengan nya biar darah nya berhenti berdarah
"Aku panggil dokter dulu"ucap Zen
"Terimakasih ya kau udah nolongi kami"ucap Alya mengajak Radit duduk
"Ngak papa tan"ucap Radit tersenyum
"Kau tak apa kan sayang"ucap Zen memeluk Metha
"Iya bang"ucap Metha mencium pipi Zen dokter pun datang ternyata Sindi
"Siapa yg sakit"ucap Sindi
"Ini Radit tertembak di lengan nya"ucap Alya
"Wah pasien nya ganteng banget dan manis"gumam Sindi membenarkan penampilan nya
"Buka baju mu"ucap Sindi duduk di dekat Radit
"Eh ngak boleh"ucap Key cepat membuat semua menatap nya
"Tidak maksud ku ngak boleh nanti kak Metha lihat atau aku gimana"ucap Key
"Aku mau mengobati luka nya"ucap Sindi Radit menatap Key meminta izin Key hanya menatap tajam membuat Radit tersenyum dan membuka baju nya terlihat lah tubuh Radit yg putih membuat pipi Key melihat nya memerah
__ADS_1
"Luka nya tidak terlalu parah"ucap Sindi
Bruk
"Aw...."Key merintih karna menabrak meja
"Key hati-hati"ucap Alya
"M...maaf mom a..aku mau ke kamar udah capek"ucap Key gugup langsung masuk ke kamar
"Huh! apa-apaan Sindi sembarangan melihat tubuh kak Radit jika ingin mengobati obati aja pakai bilang ganteng lagi ya memang kak Radit tampan"gerutu Key kesal dalam kamar dia sangat kesal
"Udah selesai nanti tebus aja obat nya"ucap Sindi memberikan resepnya
"Terimakasih dok"ucap Radit memakai kemeja nya lagi
"Ah tidak apa aku kan seorang dokter"ucap Sindi tersipu malu
"Hei Zen kok ngak bilang jika kau ada teman setampan dirimu"bisik Sindi ke Zen
"Apa sih Sin"ucap Zen males
"Itu lho Zen teman kamu Radit ganteng banget"bisik Sindi lagi
"Ingat ada Keren"ucap Zen
"Eh ada Radit"ucap seseorang
"Iya Rin"ucap Radit canggung ya yg datang Rina bersama keluarga yg lain
"Mom Key mana"ucap Rina
"Nanti momy panggil dulu"ucap Alya naik ke kamar Key
"Kamu ngapain Sin ke sini"ucap Rina
"Oh ini ngobati Radit terluka"ucap Sindi duduk di dekat Radit
"Kau tak apa kan Radit"ucap Rina memegang lengan Radit memeriksa nya
"Ehm ehm"dehen Key dengan muka kesal
"K...kak Metha aku dengar kakak hamil ya"ucap Radit pindah duduk di dekat Zen mengalih kan pembicaraan
"Selamat ya kak"ucap Radit tersenyum
"Boleh kita diner nanti malam dulu kan kamu ngak jawab waktu aku ajak diner"ucap Rina duduk di dekat Radit
"Mau jalan bersama ku"ucap Sindi menyingkir kan Zen
"Kalian ini kenapa sih"ucap Zen sedikit kesal
"Maaf ya tapi ada hati yg aku jaga aku ngak mau dia marah"ucap Radit berdiri tersenyum
"Manis nya senyuman nya"ucap Sindi
"Biasa aja"ucap Key jutek
"Kak"ucap Radit ke Zen
"Sayang aku tinggal dulu mau bicara sama Radit dan dedy"ucap Zen mencium pipi Metha lalu menemui dedy nya mengobrol dengan Refan
"Ded mau bicara serius"ucap Zen
"Ngomong aja"ucap Cakra
"Kita ngobrol nya di ruang makan aja ngak enak "ucap Zen mereka pun pergi
Mereka duduk Alya duduk di dekat Cakra dan Zen, Refan di dekat Rianti Radit duduk di depan mereka dengan sedikit gugup
"Sebenarnya bukan aku yg mau bicara ded tapi Radit"ucap Zen
"Silahkan"ucap Cakra santai
"Hah! maaf om tan semua jika aku sedikit lancang mencintai anak om dan tante aku mau melamar Key"ucap Radit menghembuskan nafasnya dengan kasar menghilang kegugupan nya
"Jika kalian merestui aku akan menikahi Key"ucap Radit
"Apa kau yakin dengan keputusan nya"ucap Cakra tajam menatap Radit
"Iya om aku udah yakin dengan keputusan ku"ucap Radit
"Kau tau kan Key masih kuliah bahkan Key sedikit bandel anak nya "ucap Alya
__ADS_1
"Aku akan hidup bersama Key aku akan menerima kekurangan dan kelebihan Key bagi ku hidup bersama Key aja udah cukup"ucap Radit serius
"Sebenarnya aku ngak suka sama kau karna akan mengambil anak ku"ucap Cakra tajam Alya menyingkut perut Cakra
"Maaf om kamu suka becanda"ucap Alya tersenyum
"Wah kayak nya kita udah semakin tua"ucap Refan
"Nah itu tau jadi kurangi genit-genit nya"ucap Rianti
"Sayang cinta ku hanya untuk mu "ucap Refan
"Jadi gimana om tan"ucap Radit
"Meski aku tak suka dengan mu aku harus menerima niat baik mu tapi kami juga harus mendengar keputusan Key"ucap Cakra
"Datang lah besok malam bersama keluarga mu kita dengar sama-sama keputusan Key"ucap Cakra
"Iya om"ucap Radit serius
Di tempat lain Key sangat kesal karna Rina tidak henti mengagumi Radit begitu pun Sindi mereka memuji ketampanan Radit hampir sama dengan Zen sedangkan Metha hanya tersenyum melihat wajah Key cemberut
"Ahhh rasa nya aku mau mencium nya saat dia tersenyum"ucap Sindi memegang pipi nya
"Radit tidak hanya tampan tapi juga baik jika menurut ku ya jika kau dulu nya mencintai Zen dan dia udah nikah maka akan ada penganti nya yaitu Radit dia itu ganteng baik murah senyum ngak pernah kasar bicara nya persih seperti Zen"ucap Rina
"Iya benar apa lagi senyum nya bikin cenat cenut"ucap Sindi
"Hahah!kalian ini cinta Radit ngak kalah jauh bedanya sama seperti bang Zen"tawa Metha melihat Key makin cemberut
"Ih jangan salah cewek yg di cintai Radit kan ngak cinta jadi kita punya kesempatan buat deketin dia"ucap Rina melirik Key yg hanya duduk diam
"Ngomong apa sih seru amat"ucap Zen datang bersama yg lain
"Ngomongin pak Radit mereka bila pak Radit ngak kalah jauh sama abang ganteng dan baik"ucap Metha memeluk lengan Zen
"Kalian akan patah hati karna Radit udah ngelamar seseorang"ucap Alya
"Apa ? melamar"ucap ketiga nya bersama
"Apa benar Radit"ucap Rina melihat Radit baru datang karna mama nya tadi menelpon
"Benar apa nya"ucap Radit bingung apa lagi melihat tatapan tajam Key
"Kakak akan nikah"ucap Key menatap Radit tajam
"Benar kan Radit kamu udah melamar seseorang"ucap Alya
"Iya ! emang kenapa"ucap Radit masih bingung arah pembicaraan nya membuat ketiga nya lesu apa lagi Key hanya diam
"Lihat jika Key cemburu dia hanya diam"bisik Metha ke Zen
"Tan om semua aku mau pulang mama telpon di suruh pulang"ucap Radit
"Ya udah hati-hati ya"ucap Alya
"Key antar Radit sampai depan"ucap Alya
"Buat apa sih mom dia kan bisa sendiri"ucap Key cuek dengan nada kesal dan marah
"Key antar dong"ucap Alya lembut itu lah kelemahan Key
"Iya iya mari pak dosen tidak waras"ucap Key kesal mendahului Radit
"Key"ucap Radit mengejar Key
"Benar kakak udah lamaran"ucap Key pelan
"Iya tadi barusan"ucap Radit
"Semoga kakak bahagia"ucap Key ingin pergi hati nya sakit rasanya
"Kamu ngak mau tau siapa orang nya"ucap Radit
"Ngak mau"lirih Key air mata nya sudah jatuh menahan sakit hati
"Key kok nangis"ucap Radit
"Kakak jahat aku benci sama kakak sekarang pergi lah aku ngak mau lihat wajah kakak lagi"ucap Key menghapus air mata nya lalu mendongak menatap Radit
Plak
"Semoga kakak bahagia"ucap Key menampar Radit lalu masuk Radit hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar
__ADS_1