Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 49


__ADS_3

"Ayo Refan tunggu apa lagi kau mau melihat anak kamu tiada"ucap Lauerel


"Kakak ipar"teriak seseorang


"Sayang pergi temenin Rina"ucap nya


"Iya mom"ucap anak nya lalu pergi


"Alya"ucap semua orang


"Mari duduk kenapa wajah kalian sangat tegang"ucap papi duduk dengan santai


"Kau tak ingin melibatkan rencana mu dengan ku Laurel"ucap Alya memegang surat perceraian yg belum di tanda tangani Refan


"Wah kenapa tanda tangan nya jelek di sini"ucap Alya lalu merobek nya berkeping keping


"Kau"ucap Lauerel geram


"Alya"ucap Rianti tak percaya


"Ah kakak aku merindukan mu"ucap alya memeluk Rianti bahkan mengecup pipi Rianti membuat semua tak percaya hanya papi dan mami bersikap biasa biasa


"Ada apa dengan kalian?"ucap Alya


"Kau memang tidak waras Alya!"ucap Luerel sinis


"Laurel Laurel apa yg kau katakan dulu sudah lah Alya ratapi saja kematian kak Rianti mu itu karna kau tak bisa membantu nya kau sendiri sudah gila!"ucap Alya mengelilingi Laurel


"Kau jangan melupakan aku tidak gila aku hanya trauma aku merespon dan mengetahui semua nya hanya saja aku tak mengatakan karna trauma ku"ucap Alya berdiri di depan Laurel


"Alya...."ucap Refan tapi sudah di potong Alya


"Kau diam la sebelum Rianti menjadi istri mu dia sudah menjadi sahabatku sebelum dia bertemu dengan mu dia sudah lama mengenal ku jadi aku tak kan membiarkan siapa pun menyakiti nya"ucap Alya tajam


"Aku Alya Meisa Putri Anggara "ucap Alya menutup mulut nya


"Sory sory salah maksud ku Aku Alya Dirgantara tak kan membiarkan kau dan kau menyakiti Rianti"ucap Alya menunjuk Refan dan Laurel


"Alya"ucap Cakra senang


"Kau duduk dan nikmati saja Cakra jika masih ingin bersama dengan Alya"ucap papi


"Baik jika begitu gimana soal anak yg ku kandung apa kau akan membunuh nya"ucap Laurel


"Tentu saja tidak aku akan merestui nya bersama dengan ayah nya"ucap Alya tersenyum dan memasuk kasat di DVD lalu memutar nya


"Oh mesra sekali seharusnya aku tak melihat ini"ucap Alya memalingkan wajah nya melihat Refan di peluk Laurel dengan telanjang dada


"Kau mengetahuinya"ucap Laurel


"Tentu saja"jawab Alya


"Satu bulan lalu kau mendatangi perusahaan Anggara Grub dan menggoda Refan Anggara tapi sayang nya dia tidak tergoda dan kau memberi nya minum karna Refan Anggara tak percaya jadi kau juga meminum nya baru Refan yg meminum nya yg ternyata kau kasih obat tidur saat Refan ngantuk kau mengajak nya ke Apertemen mu "ucap Alya melirik Rianti yg sudah menangis sedangkan Laurel tersenyum kemenangan


"Iya dan kami melakukan nya"ucap Laurel bangga


"Hahah! astaga kenapa aku bisa tertawa seperti orang gila"ucap Alya memukul kepala nya


"Ada yg lucu!"ucap Laurel kesal


"Saat kau melepaskan baju Refan dan kau terkena efek akibat ikut meminum obat tidur itu kau ikut tertidur"ucap Alya menjelaskan foto saat Laurel membuka baju Refan.Itu sukses membuat Laurel memucat


"Dan kau ikut tertidur tapi sebelum Refan Sadar kau sadar dan di situ kekasih mu datang dan kalian melakukan nya di samping bang Refan yg tertidur setelah selesai kau menyuruh kekasih mu pergi dan kau baru mencium Refan dia sudah bangun dan mendorong mu kau bilang kalian melakukan sepanjang malam padahal kau baru menciumnya nya"ucap Alya menjelaskan semua isi foto itu


"Kau"ucap Laurel ingin menampar Alya namun tangannya di gengam Alya


"Sudah ku bilang Aku bukan Alya Meisa Putri Anggara yg pengalah tapi aku Alya Dirgantara kau sudah menganggu keluarga ku tak kan ku biar kan itu terjadi"ucap Alya tajam

__ADS_1


"Dan kau kenapa kau bodoh sekali meski kau mantan mafia setidaknya jangan sebodoh ini"ucap Alya ke Refan


"Dan kau juga setidaknya meski kau mencintai nya jangan melepasnya begitu saja awas kalian berdua"ucap Alya menunjuk Rianti dan Refan


"Kau jangan bohong Alya"ucap Laurel ngeles


"Apa kau lupa Rianti itu sahabat ku meski orang orang menganggap ku gila tapi dia tidak malah dia mencurahkan semua masalah nya dengan ku bukan kah aku bilang aku tidak gila tapi trauma saat melihat dia kesusahan aku menyuruh orang mengawasi mu Refan dan Rianti aku pergi pun mereka masih mengawasi kalian "jelas Alya


"Aku punya kejutan untuk mu"ucap Alya memberi kode masuk la seseorang


"Hai sayang "ucap nya mencium leher Laurel


"K...kenapa kau bisa di sini?"ucap Laurel gugup


"Maaf kan aku sayang nona Alya memberikan penawaran yg bagus aku mendapatkan anak yg kau kandung itu ya memang anak kandung ku dan mendapatkan uang dari nona Alya aku cuman mau menjadi ayah yg baik untuk anak kita"ucap nya


"Jadi anak itu bukan anak ku"ucap Refan


"Kurang ajar kau Alya"geram Laurel


"Perlu kau ingat Laurel saat kau bekerja sama dengan Brayen bersyukur aku tak mendapatkan bukti tentang mu jika kau masih menganggu keluarga ku aku akan membuat seperti Brayen"ucap Alya tajam


"Dan kau ajak lah dia pergi kepala ku sakit melihat nya"ucap Alya


"Baik nona dan terimakasih sudah memberi ku uang dan kesempatan membangun keluarga kecil saya janji akan menjaga Laurel dengan baik"ucap nya menunduk dengan membawa Laurel pergi


"Alya kau"ucap Rianti memeluk Alya dan menangis


"Udah tua kak ngak malu nanti di lihat anak anak"canda Alya ke Rianti


"Ahhh istri ku kembali"teriak Cakra heboh mendorong Rianti menjauh dan memeluk Alya dengan erat bahkan mengangkat Alya dan memutar nya


"Cakra apa yg kau lakukan?"teriak Alya


"Sory sayang aku sudah sangat bahagia"ucap Cakra menciumi wajah Alya


"Bahagia bahagia kau ingin membuat istriku celaka"geram Refan bersyukur Refan menangkap Rianti jika tidak Rianti akan terjatuh


"Ah maklum aja "ucap Cakra mengarut kepala nya


"Aku ucap kan terimakasih atas bantuan kalian berdua karna kalian nama baik Cakra sudah bersih dan karna kalian rumah tangga kakak ku tidak di nganggu wanita genit itu"ucap Alya tersenyum lalu mengajak mereka duduk


"Jangan begitu nona Alya bukan kah kau banyak melakukan sesuatu dari nekat mengikuti Brayen meski kau di anggap tidak waras dan soal rumah tangga kakak mu kami hanya menjalankan perintah dari mu"ucap Roy


"Kau tau aku ngak yakin dia gila tapi saat dia nekat terjun bebas dari rumah Brayen di situ aku percaya bahwa dia gila"ejek Serly


"Kalian berdua memang cocok untuk ngebully ku"ucap Alya tersenyum bahagia


"Jadi kau yg"ucap Cakra menunjuk Alya


"Siapa lagi"ucap Roy dan Serly bersama dan mereka tertawa


"Kan sudah ku katakan aku tidak gila aku merespon semua nya hanya saja aku takut mengatakan nya takut berbuat salah"ucap Alya


"Tak peduli yg penting kau sudah kembali "ucap Cakra memeluk Alya


"Banyak orang malu"ucap Alya mendorong Cakra


"Ah mending dia menjadi Alya robot aja aku perlakukan seperti apa dia nurut ini aku cuman mau peluk malah di tolak"ucap Cakra cemberut membuat semua tertawa


"Bunda aku denger Alya udah kembali"teriak seseorang berlari lalu canggung melihat banyak orang


"Ah rindu nya"ucap nya memeluk Alya siapa lagi jika bukan Sakira


"Kau tak merindukan ku?"ucap Sakira melepas pelukan nya.Alya hanya menggeleng


"Tak apa yg penting aku menyayangi mu"ucap Sakira bahagia dia tidak tau jika Alya sudah sembuh

__ADS_1


"A..a..aku tak menyayangi mu"ucap Alya menahan tawa nya dia ingin mengerjai Sakira


"Apa?"ucap Sakira kaget dan cemberut dan hampir menangis


Hahhhh.tawa semua termasuk Alya


"Buat apa rindu dan sayang seperti orang jelek seperti mu"ucap Alya cekikikan


"Aku bingung"ucap Sakira mengarut kepala nya tak gatal


"Hei Jeky kau kasi apa dia makan sehingga dia jadi seperti ini"ucap Alya ke Jeky


"Ahh Alya ku kembali"ucap Sakira lompat lompat


"Sayang malu di liatin orang"ucap Jeky


"Aku bahagia Jeky"ucap Sakira mencium bibir Jeky tampa sadar membuat Jeky terdiam dan menyentuh bibir


"Wah nona Alya ini ciuman pertama nya untuk ku"ucap Jeky tersenyum bahagia


"Benarkah"ucap Alya


"Ah kamu aku malu"ucap Sakira menyembunyikan wajah nya


"Buat pengantin baru nya karna sudah membantu ku aku beri hadiah tiket bulan madu dengan lengkap fasilitas kalian tinggal datang dan menikmati nya"ucap Alya


"Benarkah"ucap Roy dan Serly bahagia


"Maaf aku menghabiskan uang mu"ucap Alya ke Cakra


"Tak apa yg penting aku bisa melihat mu tersenyum"ucap Cakra mencium pipi Alya


"Hadia pernikahan kami mana"minta Sakira


"Kalian kan pengantin lama buat apa bulan madu"ejek Alya


"ah Alya"ucap Sakira cemberut


"Baik la karna Jeky sudah mengurus perusahaan dengan baik aku memberi kan sebuah rumah pada kalian "ucap Alya memberi surat surat rumah dan kunci nya


"Papi juga akan menyuruh Jeky mengurus perusahaan"ucap papi


"Terimakasih om"ucap Jeky


"Bun"ucap Alya memeluk bunda dan ayah nya


"Maaf Alya sering nyusahin kalian"ucap Alya


"Ngak nak kami bahagia liat kamu kayak gini kami tak suka liat kamu hanya diam rumah ini sepi"ucap bunda nya meneteskan air mata dan memeluk Alya dengan erat


"Alya sayang bunda dan ayah dan semua nya"ucap Alya membalas pelukan bunda nya


"Mulai deh Alya mengambil istri ayah"sindir ayah nya


"Cuman sebentar kok yah pelit banget"jawab Alya kesal


"Anak ayah benar kembali ayah udah bosen ngak ada teman berantem"ucap Ayah nya memeluk Alya


"Dan kau sudah ku peringatkan jangan menyakiti kak Rianti bahkan aku sudah memberi mu peringatan sebelum pergi"ucap Alya mengomeli abang nya


"Ck! aku mulai jengkel"ucap Refan malas


"Aku mulai jengkel bersyukur wanita genit itu ngak jadi kakak ipar ku jika itu terjadi kau mengibarkan bendera perang pada ku"ucap Alya


"Dan kakak ah kakak memang membuat ku lebih kesal jika bang Refan tanda tangani tadi gimana"ucap Alya ke Rianti


Cup

__ADS_1


"Maaf berhenti la memarahi ku dari tadi kau marah pada ku melebihi mas Refan sangat cerewet"ucap Rianti mencium pipi Alya


"Baik la baik la aku tak kan marah marah lagi"ucap Alya kembali duduk di dekat Cakra


__ADS_2