Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 40


__ADS_3

"Momy Zen ngantuk?"ucap Zen memeluk leher Alya


"Tapi kita masih di acara aunty Sakira!"ucap Alya mengelus kepala Zen


"Kalian kelamaan dateng nya!"ucap bunda


"Zen ikut sama kita aja karna kami mau pulang Rina juga udah tidur"ucap Refan yg mengendong Rina


"Tak apa bang bentar lagi kami pulang"ucap Alya


"Mom mau ikut papa pulang Zen udah ngak tahan?"ucap Zen


"Ya udah deh!"ucap Alya cemberut


Cup


"Jangan sedih dong mom"ucap Zen mencium pipi Alya


"Ya udah hati hati ya"ucap Alya mengecup pipi Zen setelah pamitan keluarga Anggara pamit untuk pulang .Sedangkan keluarga Dirgantara berbicara ke rekan bisnisnya Alya hanya memandang Sakira dengan pandangan kosong mami yg menyadari bahwa Alya sibuk dengan dunia nya menyuruh Alya bersender di bahu nya


"Bentar lagi kita pulang sabar ya"ucap mami


Para tamu sudah hampir habis karna acaranya sudah selesai karna papi bertemu dengan kerabat jauh nya jadi mereka menunggu papi yg mengobrol dari jauh Cakra memperhatikan Alya bersender di bahu mami


"Sial aku sudah sangat merindukan nya"umpat Cakra kesal


"Sampai ketemu lagi tuan Dirgantara mari saya pulang duluan"ucap nya lalu pergi.Mereka menemui pengantin nya berpamitan untuk pulang


"Terimakasih om tan udah dateng"ucap Sakira


"Iya sekali lagi selamat ya kami pulang dulu udah malem"ucap papi mereka sudah ingin pergi


"em..Alya boleh aku peluk dan cium kamu hehe aku kangen banget soal nya?"ucap Sakira dengan cengiran nya Alya berbalik


"B..boleh!"jawab Alya .Sakira memeluk Alya dengan lama hingga membuat Alya meneteskan air mata dengan deras


"Aku merindukan mu Ya hiks hiks sangat rindu hiks hiks"ucap Sakira tangkisan selama ini di tahan nya setiap melihat Alya tak bisa di tahan nya


"Jangan nangis ya"ucap Sakira menghapus air mata Alya dan mencium puncak kepala Alya


Alya mengangkat tangan nya menghapus air mata Sakira dan menganggut lalu mereka pergi


"Hiks hiks aku bahagia dia udah mau menghapus air mata ku selama 5 tahun ini dia seperti mayat hidup hiks hiks dan ini kali pertama dia melakukan tanpa di minta dan di perintah hiks hiks"ucap Sakira menangis di pelukan Jeky sejadi jadi nya

__ADS_1


"Tunggu mami papi kembali kan Alya"ucap Cakra tajam bersyukur tidak ada orang karna cuman ada keluarga Dirgantara dan pengantin beberapa pengurus acara


"Kau perhantikan Alya dia berbeda"ucap Sakira melihat pertengkaran mereka


"Kau istri ku cepat kemari"ucap Cakra emosi dengan takut Alya melangkah


"Tak bisa kau sudah menyakiti nya bukan kah dulu sudah mami peringatkan"ucap mami


"Alya mari kita pulang"ucap papi nya Alya kembali lagi dengan patuh dan mereka pergi Cakra yg ingin mengejar di tahan pengawal


"Alya" teriak Cakra tapi sayang mereka sudah menuju parkiran


"Agghhh"teriak Cakra frustasi


"Sudah la Cakra aku tak tau yg terjadi 5 tahun lalu yg pasti jangan lagi menyiksa Alya dia sudah tersiksa kau tak liat dia seperti robot"ucap Sakira menepuk bahu Cakra


"Aku saran kan ubah dulu penampilan mu mungkin Alya takut melihat kau seperti ini "ucap Sakira


"Apa yg terjadi sama Alya?"ucap Cakra


"Entah la kami juga ngak tau apa yg terjadi pada nya dia seperti robot jika tidak di perintah dan di minta dia tak kan melakukan nya dia hanya bengong dia tak kan bicara jika tidak kita tanya aku merasa iba pada nya saat kejadian malam dimana seluruh hidup nya hancur yg pasti dia tidak seperti dulu"ucap Sakira lalu pergi bersama Jeky


####


"Hari ini hari libur dan aku juga sudah mendapatkan alamat papi semalam, yg perlu aku lakukan pergi memotong rambut dan membuang berewok ini supaya Alya tak takut pada ku"gumam Cakra lalu pergi untuk mengubah penampilan nya


Alya duduk di taman kebiasaan nya jika tak ada Zen dia akan bengong dengan pandangan ke depan nya saat Alya sadar dari keritis dia sudah sering bengong dan saat itu dia ingin bertemu dengan Cakra untuk sebentar tapi dia melihat kelakuan Cakra yg kejam membunuh orang dan melampiaskan nafsu nya ke wanita setelah itu dia membunuh nya saat itu Alya menjadi takut dan sakit hati ke Cakra dan saat dia melahirkan Zen dia juga mengalami koma karna sering stres dan mengakibatkan dia seperti robot tapi harus dia sendiri yg mengembalikan sifat nya karna Zen hidup dan mati nya dia menjadi Alya jika tidak ada Zen entah la Alya menjadi siapa karna sering bengong hampir 5 tahun ini seakan alya mengalami kelaian terperangkap dengan dunia sendiri


"Alya"teriak mami dari dalam rumah


"Iya mi"jawab Alya lalu masuk ke dalam rumah menemui mami nya


"Siap siap la Zen akan pulang dan dia mau jalan sama kita "ucap mami Alya pergi menganti baju


"Hai mami"ucap Cakra nerobos masuk meski dikejar bodyguard


"Pergi la "ucap mami membelakangi Cakra


"Mi kembali kan Alya pada ku"ucap Cakra


"Cih! kau tak ingat apa yg kau lakukan pada nya mami kecewa pada mu tega kau berbuat seperti itu dengan Alya "ucap mami nya sinis


"Mi semua itu salah paham percaya sama Cakra udah cukup mami menghukum Cakra"ucap Cakra berlutut

__ADS_1


"Simpan saja sandiwara kamu"ucap mami nya dan melihat Alya turun dari tangga seperti nya sudah siap dan mendekat berdiri di depan mami dan menunduk


"Kembali ke kamar kau butuh istirahat"ucap mami mengelus kepala Alya ,Alya hanya mengangut lalu menuju kamar nya


"Kau liat dia takut pada mu entah apa yg kau lakukan pada nya "ucap mami geram


"Oma" ucap Zen menunduk dia tau dia telah melakukan kesalahan apa lagi nanti saat oma nya tau


"Bukan nya kau yg di kantor itu?"ucap Cakra berdiri dan kaget apa lagi dia memanggil mami nya dengan oma


"iya!"jawab Zen menunduk dia tau pasti oma nya akan menghukum nya


"Zen"ucap mami lembut


"Maaf oma Zen hanya penasaran sama dedy Zen tau Zen sudah melanggar peraturan oma"ucap Zen menunduk


"Oma maafkan kau tau kan oma ngak suka kalian bertemu dengan dedy tanpa izin oma kau pun tau jika melanggar nya harus apa"ucap mami lembut


"Iya oma Zen akan menjalan kan hukuman dari oma sekali bertemu dedy tidak keluar rumah seminggu"ucap Zen masih menunduk


"Sekarang pergi la ke kamar "ucap mami Zen segera menemui momy nya


"Mami apa dia anak ku?"ucap Cakra senang


"Bukan! sebaiknya kau pergi"ucap mami nya mendorong Cakra keluar dan mengunci pintunya


###


"Mom"ucap Zen menunduk di depan Alya


"Ada apa kau melakukan kesalahan?"ucap Alya menyentuh wajah Zen


"Maaf mom beberapa hari lalu Zen menemui dedy!"ucap Zen berlutut di depan Alya


"Jadi kita di hukum ni"ucap Alya tersenyum


"Iya Zen tau Zen salah melanggar peraturan oma tapi kan Zen penasaran dedy itu seperti apa"ucap Zen


"Sini berbaring sama momy"ucap Alya mereka berbaring dengan Alya memeluk anak nya dengan kasih sayang


"Meski kebenaran itu sepahit apa Zen harus jujur ngak boleh bohong dan jika Zen melakukan kesalahan Zen harus minta maaf meski nanti nya keadaan nya seperti apa momy bangga sama Zen ,Zen udah berani mengakui kesalahan "ucap Alya mengelus kepala Zen


"Cerita kan ke momy saat kau bertemu dengan dedy gimana?"ucap Alya lagi

__ADS_1


"Awal nya Zen kesal karna dia lebih tampan dari ku tapi Zen senang ketemu sama dedy! "ucap Zen tersenyum


__ADS_2