
Setelah menidurkan Zen ,Alya kembali ke kamar dia menginap di rumah ayah nya karna masih merindukan keluarga nya .Alya merasa gugup karna Cakra juga berada di kamar
"Ayo la Alya ada apa dengan mu bukan kah kalian sering berdua kenapa kau seperti terkena serangan jantung gini"gumam Alya menetralkan detak jantung nya
Cklek
Bersyukur Cakra udah tidur .Batin Alya.Berbaring di dekat Cakra dan memandang nya
"Kenapa kamu rindu ya?"ucap Cakra karna dia berpura-pura tidur
"Ge'er kamu ngak lah mana ada aku rindu sama kamu!"ucap Alya berbalik menetralkan detak jantung nya
"Aku selalu merindukan mu"ucap Cakra memeluk Alya dari belakang
"Pergi sana jenguk wanita idaman kamu sinta itu"sindir Alya
"Yakin kamu nyesal lho dia udah meninggal karna aku bunuh yakin kamu nyuruh aku nyusul dia"ucap Cakra ingin pergi
"Maaf jangan nyusul dia aku kira dia tidak meninggal"ucap Alya memeluk Cakra
"Meski dia masih hidup pun aku tak kan menemui nya karna aku hanya mencintai mu"ucap Cakra memeluk Alya
"Kau itu jangan sering membunuh orang tidak baik jika keluarganya balas dendam gimana"ucap Alya
"Sory mereka yg buat ulah duluan sama aku "ucap Cakra
"Cium bibir ku"ucap Cakra lagi menunjuk bibir nya
"Sory tuan nanti kau memanfaatkan kesempatan itu dan membuat ku kelelahan kau tak ingat aku sakit pun kau melakukan nya tidak membuat ku istirahat"ucap Alya kesal mengingat saat Cakra melakukan nya tanpa ampun saat Alya masih dalam trauma
"Eh salah sendiri membuat ku menunggu 5 tahun lama nya"ucap Cakra tak mau kalah
"Kau lah yg salah kenapa Sinta itu menyetubui mu kau tak menolak atau jangan jangan kau memang mau karna saat itu aku sudah jelek karna mengandung Zen"ucap Alya ngambek
"Oh udah berani ngambek ya"ucap Cakra tapi Alya tak peduli karna dia sudah mengantuk karna banyak yg di urus nya saat sampai di Jakarta
"Jangan marah dong"ucap Cakra membujuk Alya
"Aku ngantuk Cakra"gumam Alya pelan
"Kau melakukan apa sampai membuat mu kecapekan?"tanya Cakra
"Hah! kemarin saat aku sampai itu pas di waktu acara Serly karna dia mengabari ku mendadak setelah pulang dari rumah Serly aku mengumpulkan bukti jika anak itu bukan anak bang Refan sampai siang pun aku ngak tidur apa lagi saat seharian kumpul dengan keluarga tadi! "jelas Alya
"Seperti nya nyonya Dirgantara ini sibuk sekali padahal aku sangat merindukan nya kerjaan ku hanya memikirkan mu sedangkan kau hanya mengurus orang lain"ucap Cakra cemberut
"Jangan ngomong kayak gitu aku selalu merindukan mu tapi masalah itu serius jadi aku harus turun tangan untuk memberi pelajaran sama Laurel "ucap Alya
__ADS_1
"Kau lupa aku sampai trauma karna kau mengkhianati ku "ucap Alya mengusap wajah Cakra
"Maaf benar deh aku tak pernah menghianati mu saat dengan sinta aku pingsan karna di pukul oleh Remiko dan soal wanita lain aku merasa frustasi karna kehilangan mu aku melampiaskan kemarahan ku pada mereka tapi setelah aku menyentuh mereka aku membunuh nya aku tidak akan membiarkan wanita lain menyentuh ku bisa hidup karna kau yg bisa melakukan nya terhadap Cakra Dirgantara ini "ucap Cakra mengecup mata Alya yg terlihat berat
"Maaf malam ini aku capek dan ngantuk aku tak bisa melayani mu aku tau kau menginginkan nya"ucap Alya menggelengkan kepalanya mengusir ngantuk nya
"Tak apa aku ngerti kok sebaiknya kau tidur aku tak ingin melihat mu sakit"ucap Cakra memeluk Alya dan mengelus kepala nya
"Aku bersyukur tuhan masih memberi ku kesempatan bisa bersama mu karna aku sangat mencintai mu"ucap Cakra mengecup kepala Alya lalu memejamkan mata nya
🌞🌞🌞
Alya membuka matanya merasakan pelukan Cakra yg erat sehingga membuat Alya tak bisa bergerak
"Ais nih orang takut banget aku pergi"gumam Alya melepaskan pelukan Cakra lalu pergi ke kamar mandi setelah selesai mandi Alya turun menyiapkan untuk sarapan
"Pagi kak "sapa Alya karna Rianti sudah membantu pembantu di rumah
"Pagi "jawab Rianti
"Tumben udah bangun pagi begadang ya semalam"goda Alya menegakkan air putih
"Idih godiin kakak kamu tuh yg begadang karna udah lama ngak ketemu"balas Rianti
"Kakak bisa aja "ucap Alya membantu Rianti setelah selesai mereka menyiapkan makanannya
"Belum bun mungkin masih tidur dia sedikit susuh bangun tidur meski aku tinggal 5 tahun sifat nya itu ngak pernah hilang samaan sama anak nya susuh banget bangun pagi!"ucap Alya tersenyum
"Alya"teriak nya mengeleger museum Anggara
"Buset tuh bocah"ucap Refan
"Kau disini aku kira kau ninggalin aku lagi"ucap Cakra mengarut kepala nya yg tidak gatal
"Kau belum mandi astaga Cakra udah jam berapa cepat mandi nanti telat ke kantor nya"omel Alya bercekak pinggang seperti ibu marah ke anak nya
"Dedy jorok belum mandi momy bilang kita tidak boleh jorok"ucap Zen baru datang
"Iya iya aku mandi sekarang"ucap Cakra lalu berlari balik ke kamar
"Anak momy udah tampan aja ngalahin dedy nya"ucap Alya mengambil kan nasi goreng buat Zen
"Iya dong mom biar para gadis tunduk ke Zen"ucap Zen bangga
"Siapa yg ngajarin kayak gitu"ucap Alya marah karna dia tidak pernah mengajari Zen seperti itu Alya selalu mengajari Zen harus menghargai teman persahabatan dan selebihnya nanti biar Zen yg mengerti sendiri
"Papa Refan bilang sebagai laki -laki wanita harus tunduk"ucap Zen polos
__ADS_1
"Zen tidak peduli wanita atau laki -laki tidak peduli miskin dan kaya kita harus saling menghargai satu sama lain dan soal tunduk menunduk tidak boleh merendahkan wanita momy juga wanita itu berarti kau tak menghargai wanita sama hal nya kau tak menghargai momy yg harus kita tunduk itu Tuhan Zen ngerti"ucap Alya mengelus kepala Zen
"Iya mom maaf Zen salah"ucap Zen mengecup pipi Alya
"Bang jangan ajari anak anak dengan kelakuan abang itu deh kasian nanti istri Zen harus bersabar seperti kak Rianti yg selalu bersabar menghadapi sifat abang"ucap Alya sinis
"Ya cerewet banget"ucap Refan malas
"Alah cerawat teriak cerewet"sindir Rianti
"Sayang kenapa kau belain Alya terus"ucap Refan cemberut
"Ih memang benar kau cerewet"ucap Rianti
"Udah biasa bunda nya aja cerewet apa lagi anak anak nya ngak ada sifat ayah yg tegas menurun pada mereka"jawab ayah nya
"Ayah"ucap bunda ,Alya dan Refan memberi tatapan tajam mereka
"Oh tidak pasukan cerewet nyerang ayah"ucap ayah mengangkat tangan menyerah membuat semua tertawa
"Alya bantuan aku udah telat"ucap Cakra memberikan dasi nya ke Alya dan meletakkan tas dan jas nya di kursi
"Makan nya biasakan bangun pagi jadi gini kan"ucap Alya memakaikan dasi Cakra dengan telaten dan mengambil kan sarapan buat Cakra
"Dedy momy bilang makan itu pelan pelan biar nikmat dan berkah"ucap Zen melihat dedy makan buru -buru
"Kau sangat cerewet seperti momy mu "ucap Cakra kesal
"Makan lah jangan banyak bicara nanti makin telat"ucap Alya mengambil sarapan nya
"Zen nanti momy keluar sebentar kau bermain la bersama Rina "ucap Alya
"Ah bosen mom main sama Rina Masak Zen di ajak main masak masakan"ucap Zen
"Kan emang aku cewek jadi harus masak masakan "ucap Rina memasang wajah imut nya
"Main sama abang yg bosenin karna banyak bicara"ucap Rina tak terima iya memang karna Zen memanggil Refan papa jadi Rina harus panggil Zen abang
"Kalian tenang saja nanti papa akan menyuruh mama memberi adik adik tampan dan cantik"ucap Refan mengedipkan mata ke Rianti
"Apaan jangan ngomong yg aneh sama anak anak"ucap Rianti
"Iya kak omelin aja abang"ucap Alya .Bunda yg melihat seperti itu hati nya menghangat karna keluarga Anggara kembali harmonis
"Kau senang lihat mereka?"bisik ayah
"Iya aku bahagia banget! "bisik bunda melihat senyum anak ,menantu dan cucu nya
__ADS_1