Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 94


__ADS_3

Keluarga Dirgantara sudah ada di meja makan hanya Key yg belum datang


"Pagi semua!"ucap Key datang membawa laptopnya karna dia memaksa dedy nya untuk mengembalikan nya


"Kakak ngak ngampus?"tanya Key


"Engak KeyKey! "jawab Metha karna memang tidak ada kelas hari ini


"Key kau tau kan momy sangat menyayangi anak anak nya bahkan melebihi dedy bahkan semalam momy sangat gelisah dengan keselamatan mu kau tau kan saat kalian terluka momy seperti apa!"ucap Cakra serius


"Iya ded Key ngerti tapi hidup dan mati itu hanya milik Allah !"jawab Key santai


"Momy tau Key tapi biar Zen aja menyelesaikan nya momy takut Key"ucap Alya hampir menangis


"Hah! momoy lupa jika Allah belum menghendaki Key tiada itu tidak akan terjadi "ucap Key menghapus air mata nya


"Benar apa yg momy bilang sini biar kakak yg bilang ke Dinda"ucap Zen


"Baik lah kakak serahkan saja rekaman ini udah Key susun "ucap Key memberikan laptopnya


"Oke kakak akan menyerah kan nya"ucap Zen


"Sayang abang berangkat kerja dulu"ucap Zen berdiri mengambil laptop dan tas kerjanya dan Metha mengantar sampai depan


"Aku berangkat ya sayang"ucap Zen


"Iya hati- hati"ucap Metha lalu Zen pergi


####


Dinda bertemu dengan Zen di sebuah Cafe Dinda hanya menatap Zen dan laptopnya yg dia tonton


"Dari mana anda mendapatkan video itu? tanya Dinda


"Dari cctv rumah yg bersangkutan!"jawab Zen


"Saya harap jangan menganggu istri saya lagi"ucap Zen tajam Dinda hanya diam lalu Zen berdiri


"Jika anda masih menyakiti istri saya,saya tidak bisa menjamin keselamatan anda "ucap Zen tajam lalu pergi


Satu minggu kemudian


"Kak kayak nya duluan aja pulang nya karna aku masih banyak kelas dan mungkin sore pulang nya!"ucap Key ke Metha mereka berada di kampus


"Iya udah"ucap Metha pergi


"Metha"teriak seseorang Metha menoleh


"Rian"ucap Metha tersenyum Rian adalah orang yg sering membela saat Metha sering di bully


"Benar ya kata orang kamu pindah ke sini"ucap nya tersenyum


"Iya kamu sendiri"ucap Metha


"Aku juga pindah ngak enak ngak ada kamu"ucap Rian

__ADS_1


"Kita ngobrol tempat lain aja biar enak"ucap Rian


"Tapi Rian"ucap Metha menolak


"Udah ayo"ucap nya menarik tangan Metha


####


Mereka duduk di sebuah Cafe mengobrol masalah kampus dan masa lalu


"Maaf Rian kayak nya aku harus pulang?"ucap Metha berdiri


"Tunggu sebentar Metha!"ucap Rian lalu tiba-tiba dia berlutut di depan Metha


"Metha aku udah lama memendam rasa ku aku mencintai mu aku kesini untuk menjemput mu mau kah kau menikah dengan ku?"ucap nya Rian memang mencintai Metha dia tidak tau jika Metha sudah menikah


"Maaf Rian aku menganggap mu hanya teman dan sekarang aku mencintai seseorang dan aku sangat mencintai nya!"ucap Metha


"Ahh..sudah ku duga kau hanya menganggap ku teman! "ucap nya kecewa


"Maaf Rian ini tidak benar aku sudah menikah sekali lagi maaf kan aku dan sekarang ini aku sangat mencintai suami ku!"ucap Metha


"Tak apa jika begitu ambil lah bunga ini sebagai persahabatan kita"ucap Rian memberi bunga ke Metha


"Baik lah"ucap Metha tersenyum dan mengambil nya


"Cerita kan suami mu?"ucap Rian mengantar Metha sampai depan dia juga tidak ingin menjadi penganggu hubungan orang dan anggap saja Metha bukan jodoh nya


"Dia sangat tampan dan baik dan kau tau ternyata dia mencintai ku saat aku lahir dulu cinta yg konyol bukan!"ucap Metha semangat menceritakan cinta Zen


"Oh ya itu berarti dia kakek kakek dong?"ucap Rian


"Tidak dulu saat aku lahir usia nya 5 tahun dan dia udah mencintai ku dan dia mencari ku dan mendapatkan ku lalu menikahi ku!"ucap Metha tersenyum


"Seperti nya kau sangat bahagia menikah dengan nya?"ucap Rian


"Iya kau benar aku sangat bahagia hidup bersama nya!"ucap Metha


"Mau aku antar?"ucap Rian


"Tidak usah aku bisa pulang sendiri!"ucap Metha lalu pamit pergi begitu pun Rian


"Ternyata aku telat semoga aja Metha selalu bahagia dan aku juga mendapatkan kebahagiaan ku!"gumam Rian lalu pergi


####


Zen mengetik di laptopnya dengan fokus ada seseorang masuk dan dia seorang wanita


Cklek


"Aknes"ucap Zen lalu wanita itu duduk


"Aku dengar kau udah nikah?"ucap nya duduk di depan Zen


"Iya!"jawab Zen tersenyum

__ADS_1


"Emm sory ya Zen bukan nya aku ikut campur masalah keluarga kamu!"ucap nya memberikan rekaman ke Zen di mana seorang laki laki mengobrol dengan Metha sesekali Metha tertawa dan dia berlutut di depan Metha dan Metha menerima Bungan nya dengan tersenyum bahagia membuat Zen mengepal kan tangannya


"Dari aman kau mendapatkan nya?"ucap Zen berusaha tetap santai


"Aku mendengar kau menikah dan tadi tidak sengaja aku melihat wanita mirip istri mu ternyata benar istri mu dan kayak nya laki-laki ini menyatakan cintanya dan istri kamu menerima nya!"ucap nya


"Apa benar kalian saling mencintai?"ucap nya lagi


"Benar mungkin itu bukan istriku!"ucap Zen mengambil ponsel Aknes dan mengirim video itu ke ponselnya


"Aku balik ya Zen"ucap nya berdiri lalu Pergi


🌙🌙🌙


Zen pulang sudah larut malam Metha pun sudah tertidur Zen sengaja dia sangat kecewa dengan Metha dan berfikir Metha hanya pura-pura mencintai nya


"Apa benar kau mencintai ku?"gumam Zen menatap Metha yg tertidur pulas Zen membersihkan tubuh nya lalu berbaring membelakangi Metha


🌞🌞🌞


Metha pagi ini merasa aneh dengan Zen dan semalam dia tidak menyadari kepulangan Zen dan saat membangun kan Zen dia hanya diam dengan menatap Metha sulit di arti kan


"Abang kenapa ada masalah?"tanya Metha memakai kan dasi Zen


"Apa benar kau mencintai ku?"ucap Zen serius


"Tentu saja !"ucap Metha cepat


"Kau sedang tidak berpura-pura?"ucap Zen menatap Metha


"Maksud abang?"ucap Metha bingung


"Kau hanya berpura-pura mencintai ku karna kami udah banyak membantu mama mu dan kau sudah mencintai laki-laki lain!"ucap Zen dingin


"Abang ngomong apa sih ya engak lah aku benar mencintai abang awal nya iya aku ngak mencintai abang tapi selama kita menikah dengan ketulusan hati abang menyentuh hati ku sungguh aku mencintai abang!"ucap Metha


"Lalu ini apa?"ucap Zen menunjukkan video nya


"Abang dapat dari mana?"tanya Metha


"Tidak perlu kau tau!"ucap Zen dingin


"Dia Rian memang kemarin dia menyatakan perasaan nya pada ku tapi aku menolak nya!"ucap Metha


"Jangan membohongi ku di situ terlihat kau menerima bunganya dan kau sangat bahagia!"ucap Zen


"Iya aku memang menerima bunganya tapi bukan menerima cinta nya !"ucap Metha mukai takut terjadi salah paham


"Aku merasa kau tak mencintai Metha?"ucap Zen


"Aku sungguh mencintaimu bang percaya sama aku! "ucap Metha menangkup wajah Zen jika mereka tidak lagi bicara serius mungkin pipi Metha sudah merona karna posisi mereka


"Aku tidak tau Metha aku tidak pernah memaksa kau mencintai ku jika kau tak mencintai ku jangan kau paksa!"ucap Zen ingin pergi


"Kau tak mempercayai cinta ku buat apa aku menyerah kan diri ku pada orang yg tidak aku cinta buat apa bang aku sungguh mencintai mu percaya sama aku!"ucap Metha memeluk Zen dari belakang

__ADS_1


"Aku mau kerja nanti telat?"ucap Zen melepaskan pelukannya lalu pergi


" Ya Allah hiks hiks apa lagi ini hiks hiks"ucap Metha tertunduk menangis


__ADS_2