
Key berjalan dengan santai dari jauh dia memperhatikan seseorang terjatuh karna di tabrak
"Mari tante aku bantu?"ucap Key membantu paru baya itu berdiri
"Terimakasih! "ucap nya tersenyum tulus ke Key
"Apa tante terluka?"ucap Key cemas
"Tidak hanya goresan sedikit!"ucap nya
"Kamu ngapain disini?"ucap nya tersenyum
"Mau jenguk teman tante karna gara-gara aku dia sakit!"ucap Key jujur
"Apa kau melakukan kesalahan sehingga dia sakit?"tanya nya penasaran
"Tidak tan ada sedikit masalah karna membuat nya malu dia hujan-hujanan dan mungkin dia sakit karna hujan itu!"ucap Key
"Ya sudah tante pulang dulu!"ucap nya lalu pergi
"Meski dia di kenal dingin sebenarnya dia baik tentu karna dia anak seorang Dirgantara dan campuran Anggara Radit mencintai orang yg tepat!"ucap nya tersenyum dia ternyata mama nya Radit
"Hei bro bengong aja"ucap Albet
"Hah! ngak tau lah bro hati gue sakit banget"ucap Radit
"Kakak pasti terluka karna di permalukan oleh Key"ucap Sarah
"Gue ngak peduli semua orang mengejek atau menertawakan gue itu tidak masalah atau sakit hati gue tapi hati gue sakit karna Key tidak mau ketemu sama gue"ucap Radit sendu
"Ehm ehn"dehem Key di depan pintu
Apa segitu cinta nya sama aku rela aku pukul demi bersama ku.Batin Key
"Key"seketika senyuman Radit melebar dan bersender
"Gue balik ya Dit"ucap Albet
"Kita datang bersama pulang juga bersama"ucap Key dingin karna dia tidak ingin berduaan dengan laki-laki
"Emm gue mau mintak maaf atas kejadian kemarin sudah membuat lho malu di depan semua orang maafin gue"ucap Key
"Tidak apa apa kok asal lho mau bertemu sama gue"ucap Radit tersenyum
"Gue balik dulu"ucap Key menghembuskan nafas nya dengan kasar karna dia bisa gugup dipandang Radit seperti itu
"Emm Key gue akan maafin lho tapi asalkan lho memberikan senyuman lho boleh kan please"mohon Radit membuat Albet dan Sarah melotot
Bugh
"Apa lho mau tinggal lebih lama di rumah sakit ini"ucap Key memukul lengan Radit pelan
"Boleh asal kau memberikan senyuman mu"ucap Radit tersenyum
Key ayo lah jangan deg degan kayak gini .Batin Key
"Kalian berdua berbalik"ucap Key dengan Albet dan Sarah mereka segera berbalik karna tatapan Key.Key menghembuskan nafas nya dengan pelan lalu tersenyum dengan tulus
Ckrek
Bugh
"Lho menfoto gue"ucap Key memukul lengan Radit dengan kesal
"Lihat lho makin cantik saat tersenyum"ucap Radit membuat pipi Key terasa panas
"Gue balik"ucap Key sebelum mereka menyadari jika pipi nya memerah
####
Semenjak kejadian itu Radit selalu mengajak Key berjalan meski satu jam setelah pulang sekolah. 3 bulan tidak terasa kebersamaan mereka dengan kelakuan Radit membuat senyuman kecil Key terbit meski setiap bertemu Radit selalu dapat pukulan .Key lagi makan malam bersama dengan mengaduk makanannya tersenyum kecil mengingat pengakua cinta Radit
Kenapa aku bahagia banget ya apa aku sudah mencintai Radit apa sebahagia gini jatuh cinta ahh aku merasa sudah gila.Batin Key dengan tersenyum
__ADS_1
"Kau kenapa Key senyum-senyum?"ucap Zen
"Astaga mom jangan -jangan Key pacaran"ucap Zen heboh seketika pipi Key memerah
"Ngak kok mom!"ucap Key cepat
"Ngak apa nya kenapa tuh muka memerah"goda Zen
"Udah Zen"ucap Alya tersenyum menatap Key setelah makan malam Key berbaring menatap ponselnya setiap malam Radit mengirim pesan tapi tidak pernah di balas Key
"Kau kenapa senyum -senyum Key?"ucap Alya di ambang pintu dan mendekat
"M....mom"ucap Key gugup
"Momy lihat akhir-akhir ini kayak nya kau bahagia banget senyum kayak gitu?"ucap Alya
"E..engak kok mom Key Key hanya hanya....."ucap Key gugup
"Boleh jika kita jatuh cinta tapi kita harus ingat batasan Key juga masih kecil baru 15 tahun masak udah cinta cintaan yg terpenting jika Key mencintai seseorang doakan dia menjadi jodoh Key"ucap Alya mencium puncak kepala Key
"Mom sok tau deh"ucap Key tersenyum
"Key itu lahir dari rahim momy dari lahir sampai sekarang momy tau tentang Key meski Key tidak cerita momy tau jika Key lagi jatuh cinta"ucap Alya mengusap kepala Key
"Entah lah mom kak Radit memang tampan dan konyol setiap Key bersama nya Key selalu bahagia apa lagi ungkapan cinta nya membuat Key tertawa "ucap Key semangat menceritakan tentang Radit bahkan semua nya
"Boleh mencintai Radit tapi Key juga ingat batasan nya"ucap Alya tersenyum lembut
"iya mom"ucap Key memeluk Alya karna pipi nya memerah
####
Key melihat kegelisahan selama seminggu ini di mata Radit mereka selalu mengobrol di sebuah taman Key menatap Radit
"Kau kenapa?"ucap Key
"Hah ! engak tau Key!"ucap Radit menghembuskan nafasnya dengan kasar
"Key aku sangat mencintai mu"ucap Radit menunduk
Aku juga mencintai mu.Batin Key tersenyum
"Tapi aku di minta mama tinggal di luar negri"ucap Radit seketika senyuman Key memudar
"Terus"ucap Key berusaha tegar
"Aku rasanya tidak ingin berjauhan dengan mu Key aku sangat mencintai mu tapi aku tidak bisa menolak permintaan mama"ucap Radit sendu
"Kapan kau kembali?"ucap Key
"Aku tidak tau Key mungkin tidak kembali lagi!"ucap Radit pelan
Plak
"Berani ya kau tidak kembali"bentak Key berdiri menampar Radit
"Maafkan aku Key"ucap Radit berlutut
"Aku sungguh mencintai mu tapi aku juga tidak bisa menolak permintaan mama"ucap Radit meneteskan air mata
"Berani sekali kau menganggu kehidupan ku dan masuk ke dalam kehidupan pun dan membuat ku jatuh cinta setelah itu kau pergi"bentak Key marah
"Key kau mencintai ku?"ucap Radit berdiri
"Ya tapi aku tidak suka kau tinggal kan"ucap Key pelan pipi nya sudah basah oleh air mata
"Maaf Key"lirih Radit
"Aku membenci mu"ucap Key dingin lalu pergi
"Key aku juga mencintai mu tunggu dulu Key maafkan aku "teriak Radit
"KEY AKU MENCINTAI MU"teriak Radit sekencang mungkin
__ADS_1
"Aku juga mencintai mu kak Radit tapi kenapa kau ingin meninggal kan ku hati ku sakit apa lagi kau tidak akan kembali aku harus bagaimana"gumam Key di dalam mobil
Flashback and
"Bahkan sekarang ini aku masih mencintai mu aku tidak tau bagaimana caranya mengeluarkan diri mu di hati ku"gumam Key dengan air mata mengingat kejadian 6 tahun lalu
Tok tok tok
"Key kau sakit semua sudah makan malam hanya kau yg belum"ucap Alya
"Ngak kok mom"teriak Key menghapus air mata nya dan membuka kan pintu buat Alya
"Kau menangis Key?"ucap Alya melihat mata Key memerah dan bengkak
"Engak kok mom!"ucap Key masuk ke kamar mandi menyiram wajah nya lalu turun bersama Alya
"Maafin aku kenapa kau diamin aku"ucap Zen membujuk Metha yg ngambek
"Abang ngak tau kesalahan Abang"ucap Metha cemberut
"Itu itu..maaf abang lupa tadi ada meeting mendadak abang lupa deh buat temanin kamu"ucap Zen mengingat kesalahan nya
"Ngak usah maafin kak"ucap Key
"Diam jangan panas-panasin"ucap Zen kesal
"Asal kau tau ya Zen mana dosen tampan banget sebelas dua belasan sama kamu"ucap Sakira cekikikan melihat Zen cemberut
"Pak Radit dosen baru di kampus bahkan dia baru hari ini mengajar! "ucap Metha melihat Zen minta penjelasan membuat Key terbatuk
Huuk huuk huuk
"Key pelan -pelan"ucap Alya memberi air Key segera meminum nya sampai habis
"Kakak serius"ucap Key menatap Metha
"Iya saat pertama dia datang kakak merasa aneh tapi dia bilang dia dosen jadi aku persilakan dia masuk dan aku tanya dia dosen baru kata nya iya dia dosen baru dia baru balik kesini kemarin langsung mengajar dia juga CEO dosen hanya pekerja sampingan"jelas Metha
"Dia hanya modus mana mungkin seorang CEO super sibuk menjadi dosen"ucap Zen ketus
"Bisa lah bukan kayak kamu "ucap Metha kesal dan naik ke kamar dan berbaring
"Maafin aku "ucap Zen duduk di samping Metha
"Kamu tau kan aku ngak nyaman apa lagi berduaan sama laki-laki tapi kamu ngak dateng-dateng"ucap Metha kesal
Cup
"Aku kan udah minta maaf"ucap Zen mencium pipi Metha
"Aku mau tidur"ucap Metha berbaring membelakangi Zen .Zen pergi ke ruang tamu dan berbaring
Tengah malam Metha belum bisa tidur karna belum menatap wajah Zen dia jadi gelisah
"Ahh tuh kan pakai ngambek segala ngak bisa tidur kan"gumam Metha lalu keluar mencari Zen yg ternyata tidur di sofa
"Ini memalukan semoga besok aku bangun duluan"ucap Metha ikut berbaring bersama Zen dan memeluk nya dengan erat separuh tubuhnya juga naik ke tubuh Zen karna tempat nya sempit setelah menatap Zen Metha tertidur dengan lelap karna ke hangatan pelukan Zen
###
🌞🌞🌞
Zen merasakan tepukan pelan di bahu nya dan merasakan berat di atas tubuh nya Zen membuka mata nya
"Momy"gumam Zen pelan
"Kalian kenapa tidur di sini?"ucap Alya tanpa mengeluarkan suara dan pergi
Zen memperhatikan Metha tertidur di atas nya dengan lelap dengan memeluk Zen dengan erat
Kenapa Metha di sini.Batin Zen
Zen merasakan pergerakan Metha segera Zen memejam kan mata nya Metha mengerjab kan mata nya dia kaget karna dia tidur di atas tubuh Zen
__ADS_1