Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 85


__ADS_3

"Ada apa adik kecil ku?"ucap Rina melihat Metha bengong di ruang tamu


"Aku ngak tau kata bang Zen dia ngak kerja hari ini tapi saat di kamar kami ngobrol lalu dia pergi!"ucap Metha cemberut padahal dia ingin berduaan dengan Zen


"Mungkin kau buat salah atau dia emang sibuk"ucap Rina


"Kayak nya engak deh kak karna tadi kami hanya bicara hal yg tidak aku ngerti lalu bang Zen pergi"ucap Metha berfikir


"Apa yg kalian bicarakan?"ucap Rina santai lalu Metha menceritakan obrolan nya


"Dimana letak kesalahan ku?"ucap Metha bingung


"Hahaha! kau sangat lucu adik kecil ku!"tawa Rina


"Ih kok malah di ketawain sih"ucap Metha kesal


"Maksud Zen itu dia ingin memiliki kamu seutuhnya"ucap Rina meski dia malu menjelaskan tapi dia lebih tua dengan Metha dan harus menjelaskan nya


"Kata siapa bang Zen belum memiliki ku buktinya kami udah nikah itu artinya bang Zen udah memiliki ku"ucap Metha


"Hah! bukan itu tapi dia ingin kau mengandung anaknya"ucap Rina kesal


"Iya bilang aja aku pasti mau mengandung anaknya"ucap Metha


"Astaga kau harus melakukan proses nya supaya membentuk janin di perut mu bukan kah kau seorang dokter jika Zen tidak melakukan hal suami istri atau menyentuh mu gimana janin nya akan membentuk"ucap Rina kesal


"Hubungan suami istri dan pembentukan janin"ucap Metha berfikir dengan lama seketika pipi nya memerah


"Maksudnya?"ucap Metha dengan pipi memerah


"Apa lagi ya jelas hubungan suami istri ya itu hubungan in***!"ucap Rina kesal


"Astaga jangan kencang-kencang Key dan aku kan belum cukup umur untuk mengetahuinya nanti Key dengar gimana"ucap Metha


"Apa sekarang udah ngerti?"ucap Rina


"Aku ngerti sih tapi caranya gimana ya!"ucap Metha mengaruk kepalanya tidak gatal Rina mempunyai ide biar dia cepat dapat keponakan


'"Kau tinggal mintak maaf karna tidak peka dengan tersenyum lalu kau kecup bibir Zen dan melu*** nya setelah itu kau terima apa saja yg di lakukan Zen ingat jangan menolak ok"ucap Rina tersenyum


"Iya deh nanti saat bang Zen pulang akan ku lakukan"ucap Metha menurut


"Kalian di sini?"ucap Key turun dan duduk di dekat Metha


"Kenapa tuh muka ditekuk mulu?"ucap Rina


"Biasa kak ngak mood!"ucap Key menghembuskan nafasnya dengan kasar


"Ada apa cerita dong sama kita?"ucap Metha


"Hah! ya gitu deh kak!"ucap Key menyenderkan kepalanya di bahu Metha


"Kakak pernah jatuh cinta?"ucap Key sendu


"Emm kakak sih belum pernah karna kan papa kakak meninggal saat kakak umur 15 tahun dan mama koma di situ kakak mencari uang dan sekolah sampai mama sadar dan dia ngak bisa bicara dan lumpuh kakak juga harus membiayai pengobatan mama sampai kakak kamu menemukan kakak ,kakak tidak punya cerita tentang cinta"ucap Metha tersenyum


"Kak Rina?"ucap Key

__ADS_1


"Belum sih kau tau sendiri kan papa dan mama melarang aku pacaran papa tidak ingin aku seperti mantan calon istrinya yg lalu!"ucap Rina


"Pasti karna cinta pertama mu itu ya?"ucap Rina lagi


"Hah! iya kak dan dia kembali aku sangat mencintai nya tapi saat aku di rumah sakit aku melihat nya mengandeng seorang ibu hamil!"ucap Key menghapus air mata nya


"Kau yakin?"ucap Rina


"Iya kak hati ku sangat sakit melihatnya!"ucap Key sendu


"Waw kakak kira kau galak dan dingin ini tidak ada seseorang yg kau cinta ternyata ada dia pasti hebat bisa menaklukkan hati seorang Key"ucap Metha kagum


"Aku tidak tau dia siapa yg aku tau dia sederhana tapi mampu membuat ku jatuh cinta"ucap Key


"Siapa sih orang nya aku kagum padanya membuat Key jatuh cinta?"ucap Metha


"Pak Radit"ucap Key


"Apa! pak Radit"ucap Metha kaget


"Kenapa kau teriak"ucap Key menutup telinga nya


"Maaf, oh pantas aja saat pak Radit menjadi dosen saat pertama ke rumah ini kau menampar nya tapi tunggu kenapa kau menampar nya setiap bertemu"ucap Metha


"Itu lah kak Radit bahkan dia tidak pernah mengeluh dengan sifat ku dia tidak pernah marah saat aku menampar nya malah dia tersenyum dia bilang aku boleh menampar nya asal aku mengizinkan dekat dengan ku dan dia bilang jika kami bertemu aku tidak memukul nya itu keliatan aneh"ucap Key tersenyum tulus mengingat kebersamaan mereka


"Waw pak Radit keren bisa membuat seorang Key tersenyum seperti ini"ucap Metha


"Aku pernah dengar dari Key kisah dia tapi aku tidak tau orang nya siapa"ucap Rina


"Itu lho kak saat aku ke parkiran dia mengikuti aku "ucap Key mengingat kan


"Mana mungkin kak saat aku melihat nya di rumah sakit dia sangat bahagia mengusap perut wanita hamil itu"ucap Key terbayang lagi


"Tuh kan aku ingat lagi jadi hati ku sakit kan"teriak Key dengan kencang


"Key"teriak Rina dan Metha bersama dengan menutup telinga nya


"Maaf"ucap Key mengaruk kepala nya


"Aku jadi mewek kan mengingat nya"ucap Key mengadah kan kepala nya biar air mata nya tidak menetes


"Sudah dulu ngobrol masalah hati sekarang kita harus memikirkan masalah Dinda"ucap Rina serius


"Aku yg harus kita lakukan?"ucap Metha


"Jika memang dia di angkat jadi ketua mafia kita tidak bisa melawan sendiri! "ucap Rina


"Maksud kakak kita akan mintak bantuan mafia RF? "ucap Key memandang Rina


"Mau gimana hanya itu jalan nya!"ucap Rina


"Kakak tau kan mama Rianti ngak suka papa Refan ikut campur dengan dunia itu apa lagi kakak mama bisa marah besar"ucap Key


"Siapa mafia RF?"ucap Metha


"Dulu nya mafia RF itu papa ku karna setelah papa menikah dengan mama dia ngak setuju papa memimpin nya jadi papa menyerah kan ke Bram tapi Bram sesekali meminta pendapat ke papa tentang masalah yg dia hadapi!"jelas Rina

__ADS_1


"Tapi kayak ngak usah jika mama Rianti marah gimana"ucap Metha


"Tentu nya mereka tidak akan mengetahuinya"ucap Rina


"Menurut kak Metha gimana?"ucap Key


"Aku sih ikut ikut aja asal bang Zen ngizinin tapi aku sependapat sama mama Rianti kita tau sendiri jika kita berurusan dengan mafia !"ucap Metha


"Aku setuju dengan kak Rina mintak bantuan ke om Bram tapi kita juga harus hati-hati jangan sampai kita terluka "ucap Key


"Oke kakak akan menghubungi Bram memberi tau masalah kita dan besok penentuan rencana nya karna biar gimana pun keputusan ada di tangan Zen"ucap Rina


"Aku sih ngak khawatir dengan kita karna kita sudah terbiasa tapi kak Metha gimana"ucap Key


"Menurut kakak, Zen dan Metha tidak perlu ikut benar kata Key jika ini berbahaya buat Metha tapi kakak juga khawatir dengan kau Key karna Dinda itu pasti dendam dengan Kau"ucap Rina


"Kak yakin lah Allah selalu melindungi kita"ucap Key


"Aamiin"ucap mereka bersama


"Semoga saja masalah ini cepat selesai"ucap Rina


"Iya aku udah muak lihat nya "ucap Key geram


"Key Key aku ngak nyangka jika kau yg dingin cuek dan kejam ini bisa jatuh cinta dengan Radit"ejek Rina


"Wah kakak mengejek ku"ucap Key kesal


"Tentu saja kapan lagi bisa menggoda seorang Key aku mau temui pak dosen tercinta Key ahh"ucap Rina berdiri


"Kak Rina mau kemana?"teriak Key takut


"Temuin pak dosen nya kamu!"teriak Rina dan tertawa


"Jika kakak berani ku tonjok tuh muka"teriak Key dan menarik Rina menuju pintu keluar


"Hahaha !Key Key takut banget"tawa Metha


"Apa sih Key"ucap Rina


"Ih Key ngak suka ya kak jika kakak nemui kak Radit"ucap Key kesal


"Kenapa kau cemburu?"goda Rina


"Engak!"ucap Key cepat


"Key cemburuuu Key cemburuuu"goda Metha


"Cie cie cemburu"goda Rina


"Engak engak engak"ucap Key cepat cemberut tapi pipinya memerah


Haahha.tawa Metha dan Rina melihat pipi Key memerah


"Aku baru lihat pipi Key bisa merah merona"ucap Rina cekikikan


"Cantik banget Key kayak gini"ucap Metha cekikikan

__ADS_1


"Ih sebel"ucap Key menutup wajah nya karna makin malu lalu pergi sedang kan Metha dan Rina hanya tertawa melihat tingkah Key


__ADS_2