
Metha berbaring memandang langit kamar nya hari ini sangat meleleh kan buat Metha saat di kampus dia mendapatkan hinaan saat di restoran seorang cewek mencium suaminya dan saat dia pulang tadi dia berbicara dengan mama nya jika mama dan momy dedy harus ke luar negri begitu pun dengan keluarga Anggara .Metha belum pernah terpisah dengan mama nya itu kenapa dia sedih dan menangis ada yg menyentuh dan menghapus air mata nya
"Bang Zen"ucap Metha menghapus air mata nya
"Maafkan aku jika tadi menyakiti mu?"ucap Zen mencium pipi Metha
"Sebenarnya aku sangat kesal pada mu!"ucap Metha
"Maaf aku juga ngak tau kenapa dia tiba-tiba memeluk dan mencium ku"ucap Zen memeluk Metha
"Setidaknya kau menolak nya"ucap Metha kesal
"Iya maaf jangan marah lagi pada ku"ucap Zen
"Iya maaf sudah marah pada mu"ucap Metha memeluk Zen dan menangis
"Kenapa aku kan udah mintak maaf?"ucap Zen mengelus kepala Metha
"Besok mama pergi dan aku ngak pernah berjauhan sama mama!"ucap Metha menangis di pelukan Zen
"Kan ada aku Key dan Rina jangan nangis ya"ucap Zen menghapus air mata Metha
"Iya tapi nanti jika aku rindu gimana? "ucap Metha
"Nanti kau bisa menelpon mama!"ucap Zen mengusap wajah Metha
"Tetap aku ngak mau di tinggal mama"ucap Metha cemberut Zen menjadi gemes dengan tingkah Metha jadi Zen mencium bibir Metha
"Jangan sedih ya "ucap Zen mengusap wajah Metha
"Iya"ucap Metha membenamkan wajahnya di dada Zen
🌞🌞🌞
Sepagian Metha menempel terus dengan Sakira yg sudah bisa berjalan dengan normal Metha tidak ingin meninggal kan Sakira memeluk Sakira dengan manja
"Mama janji cepat pulang"ucap Metha manja
"Akan mama usahakan "ucap Sakira tersenyum
"Tuh kan mama lama di sana nya"ucap Metha cemberut
"Lagian kamu udah nikah masih aja manja sama mama "ucap Sakira
"Mama pergi bukan nya liburan tapi ada urusan keluarga "ucap Sakira
"Nanti momy usahakan biar kami cepat pulang sebaiknya kita sarapan "ucap Alya
"Kami akan cepat pulang tapi kalian usaha kan rumah ini rame"ucap Cakra menggoda
"Bukan nya rumah ini udah rame ded"ucap Metha
"Sudah lah mas kau pusing sendiri jika bicara hal seperti itu sama Metha"ucap Alya
"Momy benaran mau ikut?"ucap Key baru datang
"Iya sayang momy harus ikut nanti siapa yg mengurus dedy lagian mama Sakira juga ikut!"ucap Alya mengelus kepala Key
"Iya deh"ucap Key pasra karna Alya seperti sahabat buat Key apa lagi buat menguatkan Key yg menghadapi hati yg sudah terluka akhir-akhir ini Alya selalu melihat Key menangis dan Alya lah selalu menasehati Key
__ADS_1
"Tenang kan hati mu Allah selalu punya rencana di balik kesedihan kita"ucap Alya tersenyum lembut ke Key
"Iya mom"ucap Key tersenyum dan mengecup pipi Alya
"Mulai lagi bicara nya pakai kode"ucap Zen
"Boleh lho Key jika kau ingin manja dengan momy mu masih ada waktu kami di sana lama sebulan lebih"ucap Cakra menatap anak perempuan nya
"Lihat lah kakak kamu rumah ini heboh dengan kemanjaan nya "ucap Cakra lagi
"Kasih sayang bukan lah suatu kelemahan Key "ucap Zen
"Iya"jawab Key singkat mengambil sarapan nya
Ya Allah sakit rasanya melihat orang yg kita cintai bersama orang lain tapi kenapa hati ini selalu mencintai nya bahkan aku tidak tau cara melupakan nya.Batin Key mengaduk sarapannya
"Key ayo makan nanti kita akan ke bandara"ucap Alya menyentuh bahu Key
"Iya mom"ucap Key
"Zen kau jaga nanti mereka awas aja jika nanti dedy dengar mereka kenapa-napa dedy akan menghukum mu"ucap Cakra
"Iya ded Zen ngerti"ucap Zen
Semua sudah di bawah tapi dari tadi mereka menunggu Key belum siap masih di dalam kamar Alya tau anaknya itu tidak ingin dia pergi Alya hanya menghembuskan nafas nya dengan pelan dan masuk ke kamar Key.Key lagi duduk di dekat jendela memandang ke luar dengan pandangan sendu nya
"Momy tau kau sangat mencintai Radit tapi mau gimana Key takdir Allah yg menentukan"ucap Alya menyentuh bahu Key
"Key tau mom Key harus iklas tapi hati ini tidak tau cara nya melupakan dan melepaskan nya Key sangat mencintai kak Radit tapi Key juga membenci nya beraninya dia ninggalin Key dan sekarang dia sudah bahagia dengan orang lain Key harus apa mom"ucap Key memeluk Alya dan menangis
"Hati Key sakit hiks hiks hiks kenapa mencintai sesakit ini mom hiks hiks selama ini Key benci dengan hadir nya kak Radit yg membuat Key merindukan nya setiap detik Key benci kak Radit tapi Key juga mencintai nya Key ngak mau ketemu sama kak Radit tapi Key selalu merindukan nya"ucap Key menangis meluap kan isi hati nya
"Dan sekarang mony dan dedy ninggalin Key"ucap Key lagi
"Janji pulang cepat"ucap Key mendongak
"Iya ,udah ah yuk turun nanti telat"ucap Alya
"Sambil peluk"ucap Key
"Iya ayo"ucap Alya mengandeng tangan Key dan menepuk nepuk nya
"Jangan buat mony khawatir ya dengerin apa yg di bilang kakak kamu jangan bandel kasian kakak kamu harus mengurus mu ngurus kak Metha jadi jangan buat kakak kamu pusing ya"ucap Alya
"Momy tau Key kan Key ngak akan buat onar jika mereka ngak nganggu Key"ucap Key manja
"Dasar manja"ejek Zen
"Lama banget"ucap Zen sinis dan masuk ke mobil setelah itu mereka berangkat ke bandara
####
"Zen jagain anak papa yg bandel ini"ucap Refan mengelus kepala Rina
"Apaan sih pa Rina udah gede ngak usah suruh Zen buat jagain aku"ucap Rina
"Meski kau udah gede tapi kami masih menganggap mu anak kecil"ucap Rianti mencium kening Rina
"Ahh mama Rina ngak bisa galak galak jika sama mama"ucap Rina memeluk mama nya
__ADS_1
"Buset deh mereka yg terkenal dingin nya lihat lah jika mama dan mony mereka akan pergi manja banget"sindir Zen
"Kayak nya mereka ngak jauh beda "ucap Cakra
"Udah ya nanti kami telat"ucap Refan sebelum mereka pergi mereka menciumi anak anak nya biar tidak rindu setelah itu mereka pergi
"Zen buat sementara waktu aku di suruh papa tinggal di rumah kalian"ucap Rina
"Iya tadi juga dedy udah bilang "ucap Zen
"Yuk pulang aku udah bawah semua barang ku"ucap Rina pergi mengendarai mobilnya bersama Key sedang kan Zen berdua bersama Metha
"Bang"ucap Metha memandang Zen yg fokus
"hhmm"gumam Zen
"Bang"ucap Metha lagi
"Apaan?"ucap Zen
"Abang ganteng"ucap Metha cekikikan
"Iya adek cantik"ucap Zen tersenyum
"Abang makin tampan deh saat tersenyum"ucap Metha tersenyum
"Benarkah"ucap Zen melajukan mobil nya dengan kencang
"Bang pelan-pelan"teriak Metha memegang tangan Zen
"Biar cepat sampai"ucap Zen setelah sampai dia mengendong Metha sampai ke kamar
"Bang Zen"teriak Metha
"Kenapa sebentar lagi"ucap Zen setelah sampai kamar Zen menurun kan Metha dan menatap nya
"Kau bilang apa tadi aku tampan"ucap Zen menggoda
"T...tidak "ucap Metha gugup
"Oh ya"ucap Zen membuka baju nya membuat Metha menutup mata nya
"Bang Zen aku malu liht nya" ucap Metha
"Ada apa dengan mu aku hanya mau tidur"ucap Zen berbaring
"Baik lah aku akan keluar"ucap Metha tapi tangannya di tarik Zen hingga Metha jatuh di atas tubuh Zen
"Kau tak ingin membuat rumah ini rame"ucap Zen menyelipkan rambut Metha di telinga
"M...maksudnya apa?"ucap Metha gugup jantung nya sudah berdegup kencang
"Aku sangat mencintaimu"ucap Zen membalik kan tubuh nya menindih Metha
"A...a...aku .....ucap Metha gugup
"Ssttt aku tau"ucap Zen membekap mulut Metha
"Apa kau mau mengandung anak ku"ucap Zen
__ADS_1
"Maksudnya?"ucap Metha makin gugup
"Ahhh tidak jangan terlalu di pikir kan"ucap Zen berdiri dan memakai baju nya untuk berangkat kerja lalu pergi