
"Iya aku tau mas Jeky tidak akan melakukan nya tapi siapa mereka?"ucap Sakira.Tiba-tiba Jeky datang memopong Cakra dengan babak belur dia juga terdapat luka luka di wajah nya ya dia yg menolong Cakra saat di kantor
"Mas Cakra"ucap Alya membantu Jeky
"Aku ambil obat dulu"ucap Rianti
"Aku baik-baik saja"ucap Cakra melihat Alya yg hampir menangis
"Ini"ucap Rianti memberi kan kotak P3K nya
"Kok bisa apa yg terjadi?"ucap Alya mengobati luka Cakra
"Sekarang katakan?"ucap Alya setelah mengobati Cakra
"Aku tak tau siapa tuan Jaka itu saat aku datang asisten ku menyerah kan dokumen penyerahan perusahaan ku pada tuan Jaka yg ada tanda tangan ku aku menolak nya karna aku tak pernah merasa tanda tangan itu dan dia menhajar ku dan Jeky menolong ku!"ucap Cakra menahan sakitnya
"Kenapa kau ke kantor mas Cakra?"tanya Alya menatap Jeky
"Tidak ada! "jawab Jeky
"Saya sudah bertanya pada pengacara tuan dia bilang itu tanda tangan asli tuan Cakra"ucap Jeky dingin
"Jeky kita ini sudah kayak saudara jadi berhenti la memanggil ku tuan"ucap Cakra menepuk pundak Jeky
"Alya aku titip Sakira dulu ada urusan yg penting"ucap Jeky berdiri lalu pergi
"Ada apa dengan anak itu?"ucap Cakra
"Kayak nya Jeky lagi ada masalah deh mas !"ucap Alya
"Mungkin"jawab Cakra
"Mas jangan buat aku khawatir ngak papa harta kita hilang yg penting jangan mas nya jika tadi mereka nyakiti mas gimana"ucap Alya memeluk Cakra
"Maaf bukan gitu mas cuman merasa di tipu oleh nya mas ngak pernah tanda tangani berkas itu"ucap Cakra membalas pelukan Alya
"Mas jangan buat aku takut dan khawatir lagi"ucap Alya
"Iya tapi kayak nya kamu ngak bisa lagi ngabisin uang mas karna semua nya sudah hilang"ucap Cakra
"Tak apa yg penting jangan mas nya jangan hilang"ucap Alya tersenyum yg di sana pergi memberi kan mereka waktu
"Masak "ucap Cakra
"Iya harta itu hanya titipan dan bisa di cari tapi jika mas susah nyari nya apa lagi hati ini udah milik mas"ucap Alya
"Maaf kan mas kita sudah kehilangan semua nya kau akan tetap bersama ku kan"ucap Cakra memeluk Alya
"Tentu saja meski kita tinggal di gubuk Alya akan bahagia karna tinggal nya dengan mas"ucap Alya mengecup pipi Cakra
"Terimakasih sayang"ucap Cakra mempererat pelukan nya
#####
Seminggu sudah berlalu Cakra juga hanya bekerja di perusahaan Dirgantara karna tuan Jaka sudah mengambil semua nya.Seminggu itu juga Alya dan Cakra tinggal di museum Anggara karna Refan yg meminta nya ayah dan bunda juga pergi ke luar kota mengajak Rina sedang kan Zen di ajak papi dan mami ke luar negri di tambah Cakra lagi dalam masalah
"Apa sebenarnya rencana kau Cakra selanjutnya?"tanya Refan
"Aku ngak bisa apa apa bang karna itu asli tanda tangan ku aku hanya bisa iklas! "jawab Cakra
"Kau bisa bekerja di perusahaan Anggara karna abang sering mengurus perusahaan sendiri"ucap Refan
__ADS_1
"Ngak usah bang aku membantu Jeky mengurus perusahaan Dirgantara"ucap Cakra
"Mas ada yg nyariin kamu"ucap Alya duduk bersama seseorang
"Sore tuan"sapa nya ke Cakra
"Doni"ucap Cakra
"Silakan duduk"ucap Cakra
"Karyawan banyak mengeluh tuan dan kami tersiksa bekerja dengan tuan Jaka dia tak membayar gaji kami jika kami melawan atau menolak perintah nya yg tidak layak kami akan di siksa atau di bunuh"ucap Doni menunduk
"Kamu tau sendiri kan Don bahwa perusahaan itu bukan lagi milik saya,saya pun tak bisa melakukan apa apa karna itu asli tanda tangan saya,saya hanya heran saya rasa tidak bisa tanda tangan surat itu di tambah saya tak mengenal nya"ucap Cakra
"Dia memalsu kan tanda tangan itu tuan itu memang terlihat asli dan saya juga sudah mencari tau tuan Jaka Fransisko seorang mafia dia terkenal di dunia hitam dia juga sering mengambil harta orang lain polisi pun tak bisa menangkap nya karna tak ada bukti"jelas Doni.Cakra nampak terkejut bersama Sakira mereka menatap Jeky yg megepal kan tangan nya
"Maaf Don saya tak bisa membantu tapi saya akan memcari cara untuk mengambil perusahaan itu lagi "ucap Cakra
"Baik tuan saya permisi dulu"ucap Doni lalu pergi
"Sebaiknya aku minta bantuan Bram saja seperti nya orang itu cukup berbahaya"ucap Refan
"Kamu kan udah janji kan akan kembali lagi ke dunia itu"ucap Rianti
"Sayang aku emang ngak kembali kesana hanya meminta bantuan Bram saja kau tenang saja"ucap Refan menenangkan
"Tetap aku ngak setuju"ucap Rianti lalu pergi
"Tunggu sayang"ucap Refan mengejar Rianti
"Jeky"ucap Cakra.Jeky hanya diam tidak berani menatap Cakra dan Sakira
"Maaf "ucap Jeky
"Sebaiknya kita pergi "bisik Alya menarik tangan Cakra ke kamar
"Ada apa?"tanya Alya duduk di kasur
"Wah sayang kau sangat agresif banget!"ucap Cakra
"Ih aku serius nanya nya aku bisa lihat keterkejutan mas dan Sakira saat Doni menyebut nama Fransisko tadi"ucap Alya
"Iya nama belakang nya juga sama seperti nama Jeky Fransisko aku yakin ada sesuatu yg di sembunyikan Jeky!"ucap Cakra
####
"Kau tak ingin cerita dengan ku?"ucap Sakira ke Jeky
"Maaf!"ucap Jeky mencium perut Sakira dia berbaring di paha Sakira.Sakira merasa kan ada yg hangat dan ternyata Jeky meneteskan air mata nya dan mengusap perut Sakira
"Kau menangis?"ucap Sakira mengusap rambut Jeky
"Tidak!"jawab Jeky masih mengusap perut Sakira sesekali mencium nya
"Papa sangat menyayangi kalian maaf kan papa!"ucap Jeky mencium perut Sakira dengan sayang
"Papa kami rindu dengan sikap papa yg dulu kami ngak suka dengan sikap papa sekarang ini"ucap Sakira menghapus air mata Jeky
"Aku takut"ucap Jeky menatap Sakira
"Jangan takut aku selalu ada untuk mu dan selalu bersama mu"ucap Sakira memeluk Jeky dan ikut berbaring dan membenamkan wajahnya di bidang dada Jeky
__ADS_1
#####
Hari ini Jeky dan Cakra sangat sibuk di kantor tiba-tiba ponsel Jeky berdering menghentikan kesibukan nya dan dia bingung karna Alya yg menelponnya nya
"Apa Alya menelpon mu?"ucap Jeky ke Cakra
"Ada apa?"tanya Cakra
"Dia menelpon ku!"ucap Jeky segera menerima telpon nya
"Jeky tolong kami di rumah ada yg menangkap kami tapi aku bersembunyi dia menyiksa Sakira cepat lah aku ngak bisa menelpon mas Cakra"ucap Alya seperti bisikan
Tut
"Ada apa?"tanya Cakra
"Kita harus pulang sekarang mereka dalam bahaya!""ucap Jeky tajam dan mengambil sesuatu di laci nya dan di letakkan di belakang nya Cakra hanya mengikuti setelah 30 menit mereka sampai bersama Refan
Plak Plak
"A...pa salah ku?"ucap Sakira ketakutan karna di pukuli
"Aku menginginkan kematian suami mu!"ucap nya tajam
"Sa kau tak apa?"ucap Alya karna dia di tangkap
"Siapa kalian?"ucap Rianti
"Kalian diam!"bentak nya
"Aku hanya ingin kematian suami mu"ucap nya tajam ke Sakira
Brak
"Aku di sini berani kau menyentuh nya aku akan buat kau menyusul seumur hidup"ucap seseorang mendorong wanita sebelum dia datang dia membawa seseorang
"Akhirnya kau datang juga"ucap nya
"Jeky jangan gegabah"ucap Cakra menahan Jeky ya itu Jeky dan membawa istri orang itu
"Mas Jeky"ucap Sakira menangis dan menahan sakit
"Lepaskan mereka"ucap Jeky
"Kau mau dia"ucap nya menjambak Sakira
"Apa mau mu?"ucap Jeky tajam
"Jika aku bilang nyawa mu dan...istri mu gimana!"ucap nya menempal pistol nya di wajah Sakira
"M..mas aku takut"ucap Sakira menangis
"Berani kau menyentuh nya kau tak ku biarkan kau selamat dia milik ku lagian kau sudah mempunyai istri berhenti lah menganggu ku"ucap Jeky
"Hahah! aku tak pernah puas mengambil yg jadi milik mu aku tak pernah mencintai nya aku hanya ingin melihat mu tiada"ucap nya ke istrinya ya wanita dan peria itu pasien yg memeluk Jeky beberapa waktu lalu
"Dia lebih cantik dari dia"ucap nya menunjuk istrinya
"Kau"ucap istrinya geram
Dor.....
__ADS_1