
3 hari kemudian
Persiapan resepsi Zen dan Metha sudah hampir selesai Keren juga sudah sadar meski masih lemas keadaan Sakira makin membaik meski dia belum berjalan Sandra juga sudah di tangap polisi .Hari ini Zen dan Metha menjenguk Keren
"Gimana keadaan kau?"ucap Zen
"Sudah membaik meski masih lemas!"ucap Keren
"Maaf aku udah berburuk sangka sama kamu"ucap Zen menatap Keren
"Gue ngerti kok Zen kita udah lama sahabatan ini bukan salah lho ngak perlu lah minta maaf ini semua karna Sandra yg gila itu"ucap Keren
"Bukan nya kau mencintai nya"ucap Zen mengejek
"Cih jijik gue mencintai cewek kayak dia"ucap Keren
"Tuh di depan dia mau bertemu sama kamu"ucap Zen tersenyum
"Takut gue bertemu sama dia emang benar ya dia masuk penjara"ucap Keren tidak percaya
"Aku tau kita bersahabat tapi kebenaran itu tidak pandang siapa pun pelaku nya jika dia melakukan kesalahan apa lagi sampai membuat nyawa orang hilang itu tidak bisa di bairin meski dia orang terdekat kita"ucap Zen
"Oh ya selamat ya bro atas pernikahan lho "ucap Keren
"Terimakasih oh ya 3 hari nanti datang ya buat resepsi nya ajak juga Sindi kau mau kan Sin karna aku ngak mau nanti Keren ngak datang jika kau di samping nya kan jika terjadi apa-apa kau bisa bertindak"ucap Zen karna Sindi duduk di sofa bersama Metha
"Kita lihat aja nanti"ucap Sindi
"Sok jual mahal "ucap Zen duduk di dekat Metha
"Ren gue juga mau mintak maaf atas kejadian beberapa minggu lalu"ucap Sindi
"Gue ngerti kok Sin"ucap Keren tersenyum
"Tapi Zen apa orang tua Sandra ngak marah lho jeplosin ke penjara"ucap Sandra
"Ngak sih mereka memaklumi sifat anak nya yg gila "ucap Zen berdiri mengandeng tangan Metha
"Ih abang aku malu di lihatin"ucap Metha ingin melepas tangan nya
"Kenapa harus malu aku kan suami kamu"ucap Zen santai
"Iya aku malu bang"ucap Metha
"Jika begitu aku cium aja ya"ucap Zen menggoda membuat Metha melotot
__ADS_1
"Ih ada Sindi dan Keren aku malu"ucap Metha menutup wajah nya
Hahaha.tawa semua
"Ya sudah Sin Ren kami balik dulu oh ya Ren Sindi masih sama lho"ucap Zen mengedipkan mata nya lalu pergi
🚗🚗🚗
"Kamu yakin ngak mau kuliah keadaan mama aja udah membaik? "ucap Zen melirik Metha sekilas
"Kamu ini maksa banget aku kuliah aku ngak percaya diri tampil di depan banyak orang!"ucap Metha pelan
"Hah! itu demi kebaikan kamu sendiri "ucap Zen menghela nafas nya
"Aku udah bersuami jika nanti ada cowok mengganggu aku atau deketin aku atau genit-genit sama aku gimana"ucap Metha serius
"Tidak ada yg berani mendekati istri seorang istri Zeno Dirgantara"ucap Zen sombong
"Ya ya kau yg berkuasa"ucap Metha malas
"Mau ya lagian kau kan akan sekampus sama Key aku jamin ngak ada yg akan ngangguin kamu"ucap Zen menghentikan mobil mereka di restoran
"Kita mau ngapain di sini?"ucap Metha
"Bicara nya sembarangan banget"ucap Metha kesal
"Lagian ini restoran ya pasti la kita makan"ucap Zen mengajak Metha duduk dan memesan makanan
"Jadi gimana mau ya kuliah nya?"ucap Zen
"Aku takut di bully karna saat aku sekolah di Bandung dulu sering di bully aku tau nanti jika itu terulang"ucap Metha menunduk membuat Zen kaget dan menatap Metha
"Apa kau dulu sering di bully?"ucap Zen menatap Metha
"Iya apa lagi teman-teman nya Dinda anak nya om sama tante sering banget!"ucap Metha
"Hah! Key akan menjaga mu aku hanya tidak ingin kau merasa bosan di rumah apa lagi dari yg aku lihat kau sering bertanya dengan mama soal kesehatan aku yakin kau ingin menjadi dokter"ucap Zen menatap mata Metha
"Hah! iya aku pengen banget kuliah saat aku ingin di jual tante ku aku ngak mau karna masih ingin melanjutkan kuliah ku yg masih sebentar lagi wisuda nya"ucap Metha membuat Zen kaget
"Bukan nya kau belum kuliah?"ucap Zen cepat
"Maaf tuan "ucap pelayan meletakkan makanan nya dan pergi
"Kata siapa aku kuliah sambil kerja bahkan aku mengambil 2 jurusan kedokteran dan juga bisnis!"ucap Metha menyuap kan makanan nya
__ADS_1
"Tapi kenapa kau ngak pernah bilang?"ucap Zen
"Iya kau lupa jika kita kenal baru satu bulanan kalian tak pernah bertanya aku kuliah atau belum kalian cuman bilang mau kuliah atau tidak!"ucap Metha
"Baik lah baik lah serah kamu aku akan menyuruh orang mengurus pindahan kamu di Bandung"ucap Zen
"Aku ngak mau nanti kuliah sekampus dengan Dinda karna dia juga kuliah di sini"ucap Metha
"Akan ku usaha kan"ucap Zen
####
Hari resepsi Zen dan Metha telah tiba selama resepsi Zen selalu menatap Metha yg cantik nya berseri dan Metha hanya mencuri pandang sesekali dengan Zen dia merasa beruntung menikah dengan Zen tampan baik membuat hati Metha merasa sesuatu apa lagi saat Zen tersenyum lembut pada nya Zen selalu membuat Metha tersenyum .Keluarga Anggara dan Dirgantara sangat bahagia melihat kedua nya merasakan kebahagiaan
"Aku ngak nyangka mas berada di tempat ini yg awal nya pernikahan ku tidak tau kemana karna suami ku meleceh kan aku tapi lihat lah sekarang aku sangat bahagia melihat nya apa lagi mempunyai putra dan putri seperti mereka"ucap Alya tersenyum bahagia
"Aku juga bahkan aku tak pernah berfikir jika aku dan Jeky akan besanan meski Jeky udah tiada semasa dia hidup dia selalu melakukan yg terbaik dia berjasa bagi keluarga Dirgantara kau tau dulu Jeky la menyadar kan aku jika aku sangat mencintai mu dan menyuruh ku untuk pulang dulu dan dia selalu menguat kan aku memberi ku semangat saat kau tak ada di samping mu Jeky selalu membereskan masalah ku dia tidak ada hanya asisten dan sahabat ku tapi seperti seorang saudara "ucap Cakra mengecup pipi Alya sekilas
"Ih kamu ini ngak hilang mesum nya banyak orang" ucap Alya kesal
"Keluarga Dirgantara"ucap seseorang dan memeluk Alya
"Apa kabar Serl?"ucap Alya membalas pelukan nya
"Baik nyonya Dirgantara!"ucap Serly tersenyum
"Kau ini anak mu mana?"ucap Alya
"Itu bersama Key padahal ya dari masa aku remaja mama ingin banget aku masuk bagian Dirgantara tapi takdir berkata lain dan apa lagi Dirgantara siapa yg tidak ingin menjadi bagian dari keluarga nya apa lagi kesempurnaan itu ada karna keluarga Anggara aku ingin banget anak ku merasakan kesempurnaan itu tapi lihat lah Zen udah nikah dan Key dia perempuan sama kayak anak ku!"ucap Seryl
"Kesempurnaan itu kita sendiri yg buat dan bisa menerima kekurangan menjadi kesempurnaan "ucap Sakira tersenyum
"Ya kau benar "ucap Serly memberi selamat ke Sakira dan pengantin nya
"Dokter Sakira kayak nya anak mu lebih mirip ayah nya lihat lah dia hanya diam saja"ucap Serly
"Iya jika dulu Jeky selalu membereskan tentang ke brengsekan aku dulu sekarang anak nya yg akan menyenpurna kan keutuhan keluarga Dirgantara"ucap Cakra bangga
"Aku harap sombong nya kau tidak menurun pada anak mu"ucap Serly sinis
"Tentu akan nurun kan dari gen nya aku"ucap Cakra
"Kamu ini mas ngak mau kalah"ucap Alya
"Siapa dulu Cakra Dirgantara"ucap semua dan ketawa
__ADS_1