
Matahari sudah naik dan bersinar tapi Key belum pulang membuat di rumah jadi cemas karna sudah siang bahkan Key tidak bisa di hubungi
"Mas mau sampai kapan kita menunggu kayak gini"ucap Alya menghapus air mata nya
"Iya Cakra kenapa kita tidak mencari Key mau sampai kapan kita menunggu"ucap Sakira
"Aku percaya sama anak ku dia akan baik baik saja "ucap Cakra dia juga khawatir tapi dia harus tenang biar Alya tidak tambah khawatir
"Key"ucap Sakira berdiri dia melihat Key berdiri tidak jauh dari nya
"Dengar dari tempat kita berdiri 15 langkah tepat berdiri nya mama Sakira"bisik Key ke orang itu
"Maafkan Key mom"ucap Key memeluk Alya dengan erat
"Momy khawatir sama kamu"ucap Alya menangis menciumi wajah Key
"Maaf mom Key kan harus pergi tapi momy ngak izinin jadi Key kabur maafkan Key udah buat momy nangis"ucap Key mengengam tangan Alya
"Kau sudah membuktikan jika kau anak dedy mu kau jahat banget buat momy khawatir"ucap Alya memeluk Key lagi
"Key kan udah mintak maaf"ucap Key
"Siapa yg kau ajak Key"ucap Sakira orang itu berjalan sesuai yg Key bilang dia berdiri di depan Sakira
"Key mama mu sangat cantik"ucap nya tersenyum tipis
"Tentu saja"jawab Key tersenyum
"Siapa Key"ucap Cakra Key hanya mengangkat bahu nya orang itu mengangkat tangannya menyentuh wajah Sakira dan Sakira hanya merasa kan sentuhan nya dan memandang laki-laki itu dia menarik tengkuk Sakira mencium bibir Sakira Alya menutup mata anak nya Sakira mendorong orang itu dia terkejut
"Tidak tidak ini tidak mungkin"ucap Sakira menyentuh tengkuk nya karna dia tau setiap Jeky mencium nya Jeky akan menulis di tekuk Sakira aku mencintai mu
"Ada apa Sa"ucap Alya
"Tidak mungkin aku ..aku aku"ucap Sakira menyentuh bibir
"Hiks hiks aku merindukan mas Jeky hiks hiks"ucap Sakira menangis memeluk Alya
"Anda sangat berani menciumnya "ucap Cakra tajam
"Aku mencintai mu"ucap nya ke Sakira
"Key siapa dia jika dia tidak penting kau tau kan dedy akan berbuat apa"ucap Cakra
"Dia Jeky Wijaya"ucap Key santai
"Mustahil"ucap semua
"Key kau jangan bicara sembarang kau akan membuat mama mu bersedih"ucap Alya
"Kau kemari lah"ucap Key orang yg di panggil mendekat
"Aku ingin kau memotong rambut nya persih seperti rambut dedy ku dan berewokan atau kumis nya kau buang bersihkan wajah nya "ucap Key orang itu menyiap kan alat nya dan bangku
"Mari"ucap Key menuntun nya duduk di kursi dan membelakangi mereka
"Key kau mau menjadi kan rumah kita salon"ucap Cakra
"Dedy percaya sama Key"ucap Key mereka hanya menunggu
"Nona cantik di mana anak nona"ucap nya
__ADS_1
"Apa urusan anda"ucap Sakira jutek sebenarnya dia gugup apa lagi memperhatikan poster tubuh orang itu
"Hanya bertanya"ucap nya setelah lama memotong rambut dan membersihkan wajahnya mereka selesai
"Sempurna"ucap pemotong rambut Key melihat nya dan tersenyum
"Ini ambil lah pergi lah"ucap Key memberikan uang pada nya
"Terimakasih nona"ucap nya lalu pergi
"Apa aku udah tampan Key"ucap nya menyentuh wajah nya
"Udah tua sih tapi tetap tampan"ucap Key dan membalikkan pria itu seketika mereka terkejut dan mundur
"Bagaimana"ucap Key bangga
"Key"ucap Alya memperhatikan Sakira yg berlinang air mata
"M..mas Jeky"ucap Sakira tidak percaya dan langsung memeluk orang itu dan menangis
"Sayang"ucap nya membalas pelukan Sakira dan mereka menangis tersedu sedu
"Metha mana"ucap Jeky melepas pelukan nya dan meraba wajah Sakira menghapus air mata nya
"Mas kenapa"ucap Sakira memperhatikan Jeky
"Sial nya mata ku tidak bisa melihat wajah cantik mu dan manis nya anak kita"ucap Jeky tersenyum
"Mari duduk dulu pa kita ngak tau kenapa bisa seperti ini bukan kah kak Metha bilang papa udah meninggal"ucap Key duduk Jeky di tuntun
"Aku juga ngak tau yg terjadi saat di mobil aku melihat jurang aku mendorong Sakira biar menjaga Metha saat mobil jatuh aku juga keluar dari mobil yg ternyata ada Ranting pohon karna tidak bisa menghindar aku jatuh di ranting-ranting menusuk wajah ku pada akhirnya aku tidak sadarkan diri"ucap Jeky menjeda ucapan nya
"Saat aku sadar aku tidak bisa lihat apa apa badan ku kaku semua saat dokter menangani ku datang aku tanya aku kenapa dia bilang aku buta dan koma selama satu minggu dengan luka di tubuh aku mendengar suara biadad itu setelah aku di izin kan pulang aku mencari cara biar kabur tapi sayang dia menangkap ku dan mengurung ku dia bilang dia akan menikmati tubuh anak ku melalui ku tapi aku menolak aku lebih baik mati aku mengancam akan melaporkan nya kepolisi jadi dia mengurung ku aku ngak tau sudah berapa lama aku terkurung"jelas Jeky
"Jangan menangis konyol"ucap Jeky menghapus air mata Sakira
"Aku tidak nangis"ucap Sakira terbata
Bruk
Mendengar suara jatuh semua menoleh ternyata Zen dan Metha baru pulang dari rumah sakit dan menjatuhkan barang yg dia bawa langsung memeluk Jeky
"A...a..aku ngak mimpi dan mengkhayal kan"ucap Metha menangis
"Sayang ku"ucap Jeky mengelus kepala Metha dengan sayang
"P..papa"ucap Metha gemetar dan mendongak
"Iya sayang"ucap Jeky mencium pipi Metha
"Gimana mungkin"ucap Zen
"Tentu saja mungkin siapa dulu yg nemuin nya Key Meisa Dirgantara"ucap Key sombong
Pletek
"Lain kali jangan kabur dedy cemas"ucap Cakra menyentil kening Key
"Aw..dedy Key kan udah temuin papa Jeky kenapa masih di hukum"ucap Key mengelus kepalanya
"Key kok bisa"ucap Zen
__ADS_1
"Bisa dong kak"ucap Key menceritakan saat dia berada di alam berbeda
"Apa itu Zen dulu"ucap Jeky berdiri Metha dan Zen kaget karna Jeky meraba-raba kehadiran Zen
"Zen kemari mendekat"ucap Jeky dengan ragu Zen mendekat
"Kau tampan persis dedy mu"ucap Jeky melukis wajah Zen
"Iya pa"ucap Zen tersenyum
"Aku lupa aku harus telpon kak Radit"ucap Key menghidupkan hp nya yg sengaja dia mati kan setelah 30 menit Radit datang
"Iya Key"ucap Radit datang dan duduk
Key mengeluarkan kotak dari dalam tas nya dan meletakkan nya di meja dan membersihkan nya
"Lihat lambang nya sama dengan kalung mu"ucap Key Radit mengeluarkan kalung nya
"Mari kita coba benar apa tidak"ucap Key mengeluarkan kalung yg dia pegang dan menyatuh kan nya dengan kalung Radit ternyata benar
"Ternyata benar kan"ucap Key tersenyum
"Ini isi nya apa Key"ucap Radit
"Menurut kata ayah mu ini rahasia kejahatan seseorang"ucap Key membuka gembok nya benar saja terbuka tapi memakai sandi
"Aku ingat dulu papa pernah memberi tau ku sebuah kotak kuncinya kalung ku dan sandi nya tangan ku"ucap Radit melihat tangan nya dia ragu
"Tunggu apa lagi"ucap Key melihat Radit bengong dan menarik tangan Radit meletakkan tangan Radit di kotak nya dengan tangan nya di atas tangan Radit dan Key menatap mata Radit mereka saling pandang tanpa sadar kotak nya sudah terbuka tapi mereka masih saling memandang
"Ehm ehm"dehem Cakra tapi mereka belum sadar masih saling pandang
"Key"teriak Alya seketika Key menoleh ke momy nya dengan kaget
"Iya mom"ucap Key santai
"Tangannya"ucap Alya melirik tangan Key dan Radit
"E..eh m..maaf kak"ucap Key gugup dan menarik tangannya
Apa sih kau Key udah gila ya pakai pegang tangan kak Radit kendali kan diri mu Key kayak nya setelah kak Radit kembali kau sudah tidak waras.Batin Key
"Maaf om tan saya lancang"ucap Radit
"Eh lihat deh ada laptop "ucap Key mengambil nya lalu membersihkan nya dan menyalakan nya
Hai papa tau saat pertama membuka laptop ini kau akan menonton nya karna kau kunci dan sandi nya maafkan papa jika melibatkan mu tapi papa ngak rela melihat semua orang mengeluh dan papa harus selidiki ini
Nampak tuan Kalter tersenyum dengan bicara setelah itu ada beberapa film di mana di situ Panji membunuh seseorang dengan kejam dan lain sebagai nya kejahatan nya
"Segera lapor polisi Key"ucap Cakra
"Iya ded"ucap Key
"Zen temani Radit lapor polisi"ucap Cakra
"Ayo Key"ucap Radit tersenyum
"Emm maaf ya kak bukan aku ngak mau bantuin kakak sampai selesai tapi aku capek banget semalam aku ngak tidur dan aku laper banget aku pengen istirahat "ucap Key
"Kak Radit di temani kak Zen aja ya"ucap Key
__ADS_1
"Iya ngak papa aku harus mintak maaf dan terimakasih mending kau istirahat"ucap Radit ingin menyentuh kepala Key tapi tidak jadi karna itu terlalu lancang