Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 35


__ADS_3

Rianti mengeliat kecil dan meraba sesuatu yg di peluk nya apa lagi kulit nya menyentuh kulit seseorang secara langsung dan dia membuka mata yg pertama di lihat nya wajah Refan yg damai Rianti mengusap rahang Refan dengan lembut masih dengan memajam kan mata nya tapi segera dia sadar


"Aaaa ! teriak Rianti melihat tubuh nya dan tubuh Refan yg polos


"Ada apa?"ucap Refan panik


"Bodoh bodoh bodoh"ucap Rianti memukul kepalanya lalu menutup wajah nya dengan selimut dia tidak ingin melihat Refan karna semalam dia sangat agresif akibat pengaruh obat


"Maaf semalam aku seperti jala**"cicit Rianti


"Hahahah! jadi kau memukul kepala sendiri dan mengantai bodoh karna semalam"tawa Refan


"Kau tertawa"ucap Rianti mengintip


"Menurut mu"ucap Refan dengan lirikan mesum nya


"Aku merasa takut sekarang ini pada mu nanti kau memeperk*** Aku lagi"ucap Refan menutup badan nya dan terkekeh


"Ah aku malu setengah mati"ucap Rianti


"Sekarang katakan kenapa kau minum minuman semalam"tanya Refan serius Rianti menceritakan dari Alya yg mengedor pintu sampai Alya yg menyuruh nya


"Dasar bocah itu kenapa dia sangat nakal semenjak hamil"gumam Refan mencari ponsel nya


"Bram cari Laurel aku tunggu di museum"ucap Refan


Tut


####


"Sayang yakin kamu mau makan mertabak gosong ini?"ucap Cakra melihat masakan Jeky yg gosong


"Ini lezat tau!"ucap Alya langsung menyantap mertabak nya


"Jika ngak enak maaf nona saya sudah berusaha yg terbaik"ucap Jeky duduk dan sarapan


Pletek


"Aw...."jerit Alya karna jidat nya di sentil abang nya


"Eh abang kakak ipar"ucap Alya tersenyum manis


"Gimana kakak ipar tidur nya nyenyak?"ucap Alya cekikikan


"Ngak ada yg lucu dan jangan berani menggoda nya kau hampir membahayakan nyawa nya semalam!"ucap Refan dingin dan tajam


"Siapa suruh mengundang wanita genit itu"ucap Alya lebih marah


"Dia teman abang"ucap Refan tak mau kalah


"Oh jadi dia teman abang masih untung dia untuh semalam karna aku udah lama ingin menghajarnya karna dia berani menggoda suami ku asal abang tau dia juga memberi obat itu ke asisten Jeky dan hampir membuat Sakira kehilangan kehormatan nya"ucap Alya marah besar maklum mood nya lagi bagus malah di ganggu


"Maksud nya Laurel"ucap Cakra dan Jeky bersama


"Jangan sebut nama nya aku geram"ucap Alya kesal

__ADS_1


"Dan semalam dia ingin ngejebak abang supaya dia bisa bersama abang aku ngak terima lah "omel Alya


"Setidaknya nya kau memberi tau abang jika semalam abang ada urusan mendadak dan pergi gimana dengan Rianti"ucap Refan


"Ho ho apa kau menyesal melakukan nya "ejek Alya


"Sayang kau lagi hamil"ucap Cakra menenangkan


"Ngak gitu maksud ku abang hanya takut Rianti kenapa napa"ucap Refan


"Jika nanti abang membalas wanita genit itu aku ikut ya"ucap Alya mengunyah martabak nya


"Apa!ucap semua melihat tingkah aneh Alya yg berubah rubah


"Kau sangat menjengkel kan"ucap Refan


"Diam la aku yg urus"ucap Alya berdiri mereka memperhatikan arah kemana Alya


"Hei kau cepat bawa dia ke sini"ucap Alya memerintah Bram yg membawa Laurel


"Sayang jangan lakukan sesuatu kau lagi hamil"ucap Cakra memeluk Alya


"Tuan jangan lakukan apa apa dengan nya kasian"bisik Rianti ke Refan


"Panggil nama seperti semalam"balas Refan


"Kalian kenapa bisa bersama"ucap Laurel kaget


"Bram karna hari ini mood ku lagi bagus kau bawa dia pergi ke hadapan ku kirim dia ke pulau terpencil"perintah Refan


"Ah abang aku kan mau juga memberi nya hukuman"ucap Alya


"Anak ini bener bener"ucap Refan berbalik menuju meja makan


"R ...Refan "lirih seseorang.Refan membeku di tempat dia sangat kenal dengan suara itu dan juga dia rindukan dia tak berani menoleh dan mengengam tangan Rianti semakin erat dan menatap Rianti dengan sendu


"R...Refan "ucap nya lagi


"Tak apa temui la bunda"ucap Rianti mengusap wajah Refan yg hampir menangis


"Itu kau nak hiks hiks ayah kita menemukan nya"ucap bunda menangis dan memeluk nya langsung


"Anak bunda"ucap bunda nya menciumi wajah Refan


"Kenapa kau ninggalin kami?"ucap bunda nya melepas kerinduan Alya juga ikut meneteskan air mata terharu


"Cih! lihat la anak mu tak menyayangi mu lagi bahkan dia tak bicara pada mu"ejek ayah nya dengan mata memerah


"Maaf !lirih Refan tak sanggup menahan kesedihan nya dan memeluk Rianti meminta kekuatan Rianti mengusap punggung Refan


"Menangis tak menjadi kan lemah meski kau seorang mafia kau juga mempunyai hati "bisik Rianti


"Maafin Refan bunda Refan salah tak mendengar kan kata bunda saat itu Refan salah memarahi ayah dan bunda saat itu Refan salah tak mendengar kan kebenaran nya saat Refan tau itu benar Refan menyesal tak mendengar ayah dan bunda itu kenapa Refan pergi dari rumah"ucap Refan berderai air mata memeluk bunda nya


"Dasar anak kurang ajar"geram ayah nya mendekat

__ADS_1


"Kau ngak tau aku kesusahan mencari mu aku kesusahan menghadapi 2 perempuan cerewet ini kau meninggal kan ku begitu saja "ucap ayah ikut memeluk Refan


"Oh ya ayah bunda kenalin istri Refan"ucap Refan memperkenalkan Rianti


"Rianti istri kamu?"ucap bunda


"Iya bun seminggu yg lalu kami menikah!"ucap Rianti


"Sudah ku katakan dia tak menyayangi kita bahkan dia nikah aja ngak ngundang"sindir ayah


"Udah lah yah cerita nya panjang tapi kenapa kalian bisa sampai ke sini"tanya Refan penasaran


"Dari kemaren bunda mu ingin bertemu dengan Alya saat kami ke rumah nya dia ngak ada jadi ayah menyuruh seseorang mencarinya dan mengatakan di sini saat kami masuk ternyata ada diri mu"jelas ayah nya


"Ayah dan bunda mau tau kabar baik ngak Alya lagi hamil memasuki 3 minggu"ucap Cakra mengusap perut Alya


"Benarkah"ucap bunda


"Iya bun dan dia sangat bandel"ucap Cakra


"Hahaha ! sama kayak bunda dulu saat ngandung Alya bahkan bunda pernah mencuri mangga tetangga bersama ayah hingga ayah di pukuli warga"ucap bunda nya cekikikan mengingat saat mengandung Alya


"Tapi Alya ngak bandel kok Alya nurut sama Cakra iya kan Cakra"ucap Alya memeluk Cakra


"Ngak bandel apa nya setiap hari menjengkelkan "sindir Refan


####


Orang tuan Alya sudah pulang mereka memaksa Refan tinggal bersama mereka tapi Refan menolak .Refan lagi meeting bersama asisten nya Jeky, dan Cakra untuk menghadapi Remiko


"Apa rencananya selama ada Remiko Rianti ngak bisa keluar rumah karna pasti Remiko menculik Rianti?"ucap Refan


"Jika kita melibatkan polisi itu percuma kita harus turun tangan sendiri !"ucap Cakra


"Tapi semenjak terakhir kali dia menculik Rianti dia tak pernah berbuat ulah"ucap Refan


"Sebaiknya kita lakukan saat dia membuat ulah saja karna menemui nya itu sangat sulit dia sering mengubah tempat tinggal"ucap Cakra


"Baik la kita tunggu tindakannya selanjutnya apa"ucap Refan


#####


"Hai anak nya dedy ,jangan nakal ya kasian momy nya"ucap Cakra mengelus perut Alya


"Ngak kok ded "jawab Alya meniru kan anak kecil


"Sayang kok bisa kamu tau rencana Laurel?"tanya Cakra


"Iya semalam aku bangun mau makan tapi lihat dia masukin sesuatu di dalam minuman itu dan dia ngomong sendiri dia ingin miliki bang Refan dengan kasi obat itu ya udah aku suruh aja kak Rianti sekalian buat nyatuhin mereka"jelas Alya


"Wah anak dedy keren"ucap Cakra bangga


"Ih kok anak nya yg keren kan itu ide ku"ucap Alya cemberut


"Hahaha ! iya iya kalian keren "ucap Cakra tertawa dengan tingkah Alya

__ADS_1


__ADS_2