
Keluarga Dirgantara dan Anggara sudah berkumpul dengan tertawa sedangkan Alya hanya menyimak tak ikut bicara meski mami dan papi nya bercerita gimana susah nya menghadapi Alya saat hamil dia sangat bandel tapi tidak anak nya
"Hai hai"ucap seseorang dengan lantang dan memeluk Alya menciumi nya
"Kangen nya"ucap nya
Pletek
"Udah tua"ejek Refan ya dia udah berubah dia juga sudah tidak menjadi mafia dan memiliki putri yg cantik bernama Rina Anggara
"Abang sakit tau aku kan kangen"ucap Sakira cemberut
"Oh ya Sakira tante dengar kamu akan nikah kapan sama siapa?"tanya mami
"Oh ya tan iya satu minggu lagi aku harap kalian bisa hadir !"ucap Sakira menunduk dia tau yg akan di katakan nya ini pasti membuat suasana bahagia ini akan rusak
"Aku nikah sama Jeky dan mungkin nanti nya.....ucap Sakira menunduk tak melanjutkan kata kata nya
"Kami akan datang kau udah papi anggap seperti anak sendiri sama seperti Jeky tenang saja"ucap papi mengelus kepala Sakira di dekat Alya
"Ho ho liat la bang makin tuan adik abang ini makin jelek"canda Sakira
"Iya kau benar bahkan semenjak dia datang dia menjadi sombong abang belum mendengar dia bicara"sindir Refan
"Apa kalian akan ngebully nya tak kan ku biar kan"ucap Rianti memeluk Alya
"Aku rindu Ya"ucap Rianti memeluk Alya dan menghapus air mata nya dengan kasar
"Aku mau dong"ucap Sakira ikut merasakan sakit yg Alya rasakan
"A.....a aku sesak"ucap Alya pelan dan menunduk
"Oh maaf"ucap Rianti dan Sakira bersama
"Momy mau nginep bersama papa Refan ya?"ucap Zen berlari memeluk momy nya
"Nanti momy rindu!"ucap Alya membalas pelukan Zen
"Bentar aja momy cuman 2 hari kok boleh ya? "bujuk Zen
"Baik la tapi ngak boleh nyusahin nenek sama kakek dan juga jangan nakal nanti kasian mama Rianti dan papa Refan"ucap Alya
"Siap momy"ucap Zen tunduk
"Kau ini"ucap Alya mengacak rambut Zen
"Udah ya mom mau main lagi sama Rina"ucap Zen lalu pergi setelah Zen pergi Alya juga pergi ke kamar nya dia capek ingin istirahat
__ADS_1
"Hah! seperti itu la Alya"ucap mami menghembuskan nafas nya dengan kasar
"Maaf tante bukan Sakira lancang apa Alya berubah saat bertemu Cakra?"ucap Sakira
"Saat dia sadar di saat kritis dulu kami kewalahan menghadapi Alya kami pernah dulu ingin mempertemukan nya dengan Cakra meski mami tak suka tapi dia hanya membeku dan mami juga Setuju jika Alya tak bertemu Cakra aku masih tak habis pikir dengan Cakra"ucap mami nya
"Dia pernah mendatangi kami dan bilang semua salah paham itu jebakan"ucap bunda
"Tetap saja dia tak bisa menjaga hati nya Cakra memang keterlaluan "ucap mami nya geram dan marah
"Aku jadi khawatir nanti jika Alya datang jika mereka ketemu gimana"ucap Sakira
"Mereka tak kan bertemu"ucap papi nya
####
Alya bekerja di perusahaan Dirgantara ,Tuan besar Dirgantara sengaja membagi warisan nya untuk Cakra karna itu perlu untuk kehidupan nya kelak dan perusahaan Cakra sudah sampai ke puncak tak ada yg menandingi ke suksesan perusahaan itu yg di perusahaan C&A .Alya ingin makan siang tapi dengan 3 pengawal berbadan besar .Alya memasuki restoran sederhana itu dan duduk dengan menatap meja tidak jauh dari nya
"Nona apa tidak sebaiknya kita makan di tempat lain aja?"ucap pengawal Alya hanya mengeleng karna restoran ini kali pertama Alya bertemu dengan Cakra dan meja yg di tatap nya saat pertama kali pertemuan sekaligus kisah nya di mulai .
Makanan nya sudah datang Alya mulai memakan nya dengan perlahan sesekali melirik arah meja itu baru tiga suapan saat Alya melirik meja nya Alya menghentikan makan nya dan memicing kan mata nya terlihat seseorang meski wajah nya tidak muda di kenali tapi poster tubuh nya sangat Alya kenal siapa lagi kalau bukan Cakra Dirgantara yg lagi serius berbicara dengan wanita di meja itu.Alya menghentikan makan nya dan berdiri pengawal merasa aneh Alya tiba tiba pergi
Cakra lagi bicara dengan klien nya dari jauh dia memperhatikan punggung seseorang memasuki mobil
"Pertemuan kita tunda dulu"ucap Cakra lalu pergi mengejar mobil nya yg sudah melaju
Di mobil Alya menghapus air mata nya dengan kasar rasanya air mata nya tidak pernah kering menangisi laki laki yg di cintai nya yg menyakiti nya terlalu dalam karna Alya mencintai sangat dalam
"Museum Anggara "ucap Alya ke supir nya setiap dia bersedih anak nya lah yg menjadi ke kuatan nya .Alya masuk nyelonong mencari anak nya
"Alya kau di sini ngapain?"tanya Rianti baru Alya menghentikan langkahnya dan menunduk
"Zen"ucap nya lirih
"Oh di kamar nya dia lagi tidur siang"ucap Rianti .Alya pun menuju kamar Zen Rianti merasa iba dan pilu melihat Alya yg ceria menjadi seperti itu karna penghianat suaminya
Alya ikut berbaring di samping anak nya dan memeluk anak nya dia menangis dengan diam sampai membasahi bantal nya hingga tertidur.Bunda nya yg mengetahui kehadiran Alya merasa tak tega melihat nya seperti itu dia seperti orang gila saja
###
Alya merasa tidur nya di ganggu membuka mata nya dan mengucek mata nya siapa yg mengganggu tidur nya yg ternyata Zen
"Momy tidur nya lama banget sampai malem liat udah malem"ucap Zen cemberut
"Maaf sayang momy tadi kecapekan "ucap Alya gemes dengan anak nya
"Momy mandi dulu setelah itu kita makan malam"ucap Alya berdiri masuk ke dalam kamar mandi setelah 30 menit Alya turun dan menuju meja makan
__ADS_1
"Ayo Alya sini kita makan"ucap bunda nya .Alya duduk menikmati makan nya
"Momy momy besok aku mau ikut aunty Sakira boleh ya?"ucap Zen semangat
"Boleh tapi momy ikut ya!"ucap Alya tersenyum
"Ngak momy ini misi momy ngak boleh ikut"ucap Zen cepat
"Misi apa kayak nya seru"ucap Alya menghentikan makan nya
"Rahasia "ucap Zen tertawa melihat Alya cemberut
"Hahaha! momy jelek saat cemberut"ucap Zen tertawa
"Kau ngejek momy"ucap Alya makin cemberut
"Ayo la momy jangan cemberut nanti makin tua dan dedy ngak suka sama momy"canda Zen
Houk houk
mendengar itu membuat Refan kaget apa lagi melihat respon Alya yg tersenyum
"Ah kamu momy malu nih"ucap Alya menutup wajah nya
"Cie momy malu nih ye"goda Zen
"Wah berani ya goda momy siapa yg ngajarin?"ucap Alya
"Momy lupa ya momy kan sering cerita bahwa momy sering menggoda dedy!"ucap Zen
"Iya momy lupa hehe"cenggir Alya
"Jika dia bicara dengan Zen seperti Alya yg dulu tapi jika dengan orang lain menjadi Alya robot"bisik Rianti ke Refan
"Wah momy Alya sangat cantik saat tertawa"ucap Rina anak nya Rianti
"Terimakasih"ucap Alya tersenyum
"Udah Zen jika bicara terus momy nya ngak makan lagi"ucap bunda
"Iya nek "ucap Zen karna dia sudah makan
"Momy aku ke kamar dulu"ucap Zen mencium pipi Alya lalu pergi
"Tadi kamu kenapa Alya ke sini dan nangis nangis"tanya bunda nya serius.Alya menatap bunda nya dengan lama dengan mata sendu nya
"Ketemu Cakra"ucap Alya menunduk dengan menyuap kan makanan di mulut nya yg lain hanya diam itu la Alya setiap di tanya dia akan jujur ngak pernah bohong nama nya lagi robot Alya
__ADS_1