
Alya kepikiran terus masalah hilang nya Rianti karna Alya merasa aneh jika Rianti tidak peduli dengan nya apa lagi Alya hampir kehilangan nyawa
"Sayang kenapa bengong?"ucap Cakra memeluk Alya dari belakang karna mereka berada di kamar bersiap ingin tidur
"Aku kepikiran sama kak Rianti,kamu mau kan cari tau di mana kak Rianti!"ucap Alya serius
"Iya nanti aku suruh Jeky mencari tau keadaan nya "jawab Cakra membelai rambut Alya
"Terimakasih "ucap Alya memeluk Cakra dengan erat lalu mendongak menatap Cakra dan terkekeh
"Kamu deg degan aku peluk?"ucap Alya terkekeh
"tidak!"jawab Cakra cepat
"Alah ngaku aja jika kamu deg degan"ucap Alya menggoda Cakra
"Iya sayang ku"jawab Cakra malu
"Cie deg degan nih ye"ucap Alya menoel hidung Cakra dan Cakra hanya mengaruk kepalanya tak gatal
"Karna hari ini aku senang orang orang aku sayang berkumpul dan kau mau mencari tau tentang kak Rianti aku kasi kamu hadiah "ucap Alya menarik tengkuk Cakra dan melu***bibir nya lalu Alya berlari masuk ke selimut karna dia sangat malu jika mencium nya duluan sedang kan Cakra hanya membeku
"Ah Alya "ucap Cakra senang dan ikut masuk ke dalam selimut nya lalu menindih Alya
"Kenapa muka nya di tutup?"ucap Cakra melihat Alya menutup wajah nya dengan tangan
"A...aku malu!"ucap Alya
"Haha! kau ini bukan kah kita sering melakukan nya"ucap Cakra
"Ini berbeda sebelum nya aku tak pernah mencium duluan"ucap Alya pelan
"Alya"ucap Cakra menantap Alya intens
"Iya"jawab Alya membuka wajah nya melihat tatapan Cakra dan Alya mengalung kan tangan nya
"Bukan kah aku milik mu?"ucap Alya tersenyum menatap Cakra
"Tapi aku takut jika nanti menyakiti mu karna luka mu!"ucap Cakra ingin berajak tapi tangan nya di tarik Alya dan mencium bibir nya
"Aku ngak bisa bersikap agresip aku koma 3 bulan lama nya aku tau kau menahan nya dan perlu kau ingat dokter yg menangani ku itu sahabatku dia ngak izinin aku pulang jika tidak sembuh sepenuhnya "ucap Alya
"Kau tak kan ku membiarkan mu lolos malam ini"ucap Cakra tersenyum mesum lalu mencumbui Alya dengan lembut karna dia tidak ingin menyakiti Alya.Cakra dan Alya melepas kerinduan dengan bermadu kasih dan benar apa yg di bilang Cakra dia tak meloloskan Alya begitu saja bahkan dia melakukan berulang kali tak pernah puas sampai subuh pun Cakra masih melakukan kegiatan nya
"Maaf sayang membuat mu lelah"ucap Cakra mengecup pipi Alya lalu berbaring mengelus kepala Alya dengan lembut membuat Alya tak tahan menahan ngantuk
🌞🌞🌞
Cakra sudah rapi ingin berangkat ke kantor sedang kan Alya masih tertidur dengan nyenyak
__ADS_1
"Sayang aku berangkat ke kantor dulu"ucap Cakra
"Kau memang pampir mesum liat la ulah mu aku kelelahan dan ngantuk kau melakukan sampai pagi"ucap Alya berat
"Maaf sayang hehe aku udah lama ngak melakukan nya tidur lah aku berangkat dulu"ucap Cakra mengencup bibir Alya lalu berangkat kerja
####
1 bulan kemudian
Hari hari mereka lewati dengan kebahagiaan setiap hari Cakra selalu tertawa karna kebersamaan nya dengan Alya dan Alya selalu kesal dengan ulah Cakra Apa lagi saat malam Cakra tidak membiarkan Alya tidur dengan tenang dan selalu begadang
"Sayang hari ini kan libur jalan yuk"ucap Cakra
"Kau memang rakus terhadap ku semalaman kau membuat aku ke lelahan udah ngajak jalan aja"ucap Alya kesal dan membalik badan nya membelakangi Cakra
"Ok maaf maaf aku kan cuman minta saran bosen di rumah terus tapi tak apa deh jika mau di rumah terus"ucap Cakra
Ada apa dengan ku ngak Alya tahan diri mu semalam kalian melakukan nya kenapa pagi ini aku menginginkan tubuh nya aa aku tersiksa aku tak kuat.Batin Alya memberontak menginginkan belain Cakra
"Emm Cakra"ucap Alya gugup dan mengigit bibir bawa nya karna malu
"Ada apa?"ucap Cakra menatap Alya
"Emm a...aku aku!"ucap Alya gugup
"Aaa aku tak tahan lagi!"ucap Alya mencumbui Cakra dengan rakus entah la Cakra juga binggung dengan Alya ada apa dia pagi ini lebih agresip tapi tetap Cakra melakukan nya karna dia juga senang
####
Hari ini menurut Cakra hari paling aneh bersama Alya gimana tidak Alya yg pemalu malah sebaliknya Alya lebih agresif dan selalu menempel dengan nya dan bermanja .Mereka jalan jalan bersama Jeky dan Sakira berada di Mall
"Ck! kayak nya setelah sembuh otak Alya bermasalah ini tempat umum dan kau menempel terus dengan suami mu bahkan menciumi nya ngak malu apa"sindir Sakira dengan kesal karna dari pertama bertemu tadi Alya memeluk Cakra dan sesekali menciumnya
"Diam la jangan banyak bicara jika kau iri Jeky ada jangan menganggu ku"ucap Alya kesal
"Tuan di sebrang sana bukan kah itu nona Rianti? "ucap Jeky dan mereka memperhatikan nya mereka ada di depan Mall dan melihat Rianti yg berlari dan dikejar kejar
"Iya kau benar sayang ayo kita ikuti kak Rianti"ucap Alya manja
"Kalian tunggu di sini Sakira jagain Alya kalian masuk la dan belanja sepuasnya"ucap Cakra lalu pergi bersama Jeky dan melihat Rianti di bawa seseorang
"Ikuti Jeky mobil nya kayak ngak asing"ucap Cakra .Di jalan sepi mobil itu di hadang oleh mobil hitam dan berdiri la orang itu dengan aura tak enak di pandang bersama orang orang memakai serba hitam
"Ada apa ini?"gumam Cakra lalu keluar mencari keberada Rianti
"Tuan itu bukan nya Mobil Remiko ternyata dia yg membawa nona Rianti "ucap Jeky
"Kau benar beberapa bulan ini dia sudah tidak menganggu kita tapi apa urusan nya dan siapa mereka?"ucap Cakra
__ADS_1
"Kembali kan wanita ku"teriak nya dingin
"Cih! dia wanita ku "jawab Remiko dengan angkuh
"Dia wanita ku ******* berani kau menyentuh nya habis kau"ucap nya tajam
"Tuan mobil mereka memiliki lambang RF itu kan lambang mafia kota ini yg di takuti dan kejam"ucap Jeky
"Kayak nya tidak perlu kita membalas Remiko biar la tuan RF itu menyelesaikan nya yg terpenting kita harus selamat kan Rianti"ucap Cakra masih mengintai
"Dia milik ku"ucap Remiko mencium pipi Rianti yg ada di samping nya dengan tangan di borgol
"*******"ucap nya tajam
Srett
Dia melukai lengan Remiko dan menarik Rianti ke pelukan nya dan membersihkan wajah Rianti dan jas nya dengan lembut lalu membuang jas itu seakan jijik
"Hei kembali kan wanita ku"ucap Remiko geram
"Tidak semudah itu lihat la dia milik ku"ucap nya melu***bibir Rianti dengan kelembutan Rianti hanya menangis
"Tolong tuan tuan lepaskan saya hiks hiks saya ingin bebas"ucap Rianti menangis
"Dengar kau milik ku aku tak membiarkan nya melukai mu"ucap nya menangkup wajah Rianti
"Aw ....lirih Rianti karna pipi nya sakit karna saat dia kabur Remiko menampar nya berkali kali
"******* kau melukai wanita ku "upat nya marah
"Bram bereskan dia"ucap nya ke tangan kanan nya lalu pergi bersama Rianti itu kesempatan Cakra karna dia tidak ada pengawalan dan saat diri jauh dari tempat Remiko ,Cakra menghadang mobil nya
"Keluar serah kan dia pada ku"teriak Cakra di kaca mobil
"Ada apa kita tidak punya masalah jadi pergi la?"ucap nya santai
"Cakra"ucap Rianti lega karna dia akan selamat
"Cakra tolong aku mereka sudah gila yg satu menyiksa ku dan yg ini ..."ucap Rianti takut
"Tenang la aku akan menyelamatkan mu"ucap Cakra
Dorr
Orang itu menembak lengan kanan Cakra dan ingin menembakkan ke kepala Cakra yg sudah tergeletak
"Aku mohon jangan bunuh dia "ucap Rianti menempelkan wajah nya di bidang dada orang itu karna tangan nya di borgol
"Baik la beby"ucap nya mengecup pipi Rianti lalu pergi menjalankan mobil nya
__ADS_1