Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab77


__ADS_3

"Benarkah"ucap Key tersenyum sulit di arti kan


"Sebaiknya kau hati-hati Key sama dia"ucap Metha cemas


"Kenapa kak?"tanya Key


"Hati-hati aja Key waspada lebih baik!"ucap Metha


#####


Metha pulang sore setelah membersihkan tubuh dan melaksanakan sholat Metha menemui mama nya di kamar yg lagi membaca buku


"Ma"ucap Key duduk di sebelah mama nya


"Gimana kuliah nya?"ucap Sakira menyimpan buku nya


"Baik ma!"ucap Metha mulai memijat kaki mama nya


"Ada apa kayak ada sesuatu yg kamu simpen?"ucap Sakira melihat Metha seperti ada yg ingin di bicarakan nya


"Ternyata Dinda juga kuliah di sana ma!"ucap Metha masih memijit kaki mama nya


"Kamu mau pindah kuliah nya?"ucap Sakira mengelus kepala Metha


"Aku ngak tau ma!"jawab Metha


"Mau sampai kapan kamu menghindar meski kau tidak mampu menghadapi suatu masalah tapi kau tak bisa menghindari nya hadapi dan lawan masalah yg ada"ucap Sakira


"Sebenarnya tante dan om itu siapa sih mah jika dia saudara kakek dan nenek kenapa mereka jahat banget sama kita"ucap Metha menatap mama nya


"Menurut cerita papa kamu om kamu anak tiri dari eang kamu mereka bukan saudara kandung kakek kamu om kamu anak dari istri nya eang kamu bahkan dulu saat eamg kamu mau membagi warisan nya om kamu mengambil semua nya hanya sedikit bagian kakek kamu karna dulu om Jaka anak mereka mengalami kejiwaan mereka menitip kan ke kakek kamu dia juga yg membunuh kakek dan nenek karna dulu om Jaka ingin menembak mama saat mengandung mu papa melindungi mama dan terpaksa membunuh om Jaka yg kakak nya Dinda mereka tunggal ayah beda ibu tapi dari yg mama lihat kekejaman mereka sama"jelas Sakira


"Dia juga bermusuhan sama Key karna Dinda sering ngebully orang di kampus dan Key tidak suka "ucap Metha


"Kayak nya Metha harus cepat menyelesaikan kuliah Metha"ucap Metha lagi


"Kita udah bebas dari mereka jika dia nyakiti kamu lawan jangan diam kita diam dulu karna kita tinggal di tempat mereka dan mereka seenak nya menyiksa kita tapi ini berbeda kita sudah bebas ini waktunya kau menjadi diri sendiri"ucap Sakira


"Tapi kan tante dan om pernah mengizinkan kita diam di rumah nya biar gimana pun kita berhutang budi pada nya"ucap Metha


"Kita membayar selama kita tinggal di sana"ucap Sakira


"Iya ma Metha akan menjadi diri sendiri "ucap Metha


####


🌞🌞🌞


"Kamu kenapa kayak ngak semangat?"ucap Zen melihat Metha memakaikan dasi Zen


"Dinda juga kuliah di sana!"ucap Metha tidak semangat


"Dinda siapa? "ucap Zen memeluk Metha dari belakang


"Dinda anaknya om dan tante! "jawab Metha memejamkan matanya merasakan pelukan hangat Zen yg menenang kan hati


"Terus kau mau nya apa?"ucap Zen


"Biarkan saja lagian ada Key kayak nya Key cukup jago bela diri nya!"ucap Metha

__ADS_1


"Nanti aku ajari biar kau bisa melindungi diri"ucap Zen lalu mengandeng Metha untuk sarapan


"Pagi semua"ucap Zen duduk


"Ck! udah siap kayak nya buat menghajar orang"sindir Zen melihat Key sudah rapi


"Aku tak pernah berbuat masalah mereka lah yg berbuat masalah pada ku"ucap Key santai dia tau Zen membicarakan hal kemarin Zen selalu tau apa yg di lakukan Key apa lagi di kampus banyak orang suruhan Zen di sana


"Meski kau ingin menolong tidak perlu dengan kekerasan Key"ucap Alya


"Key udah ngomong baik-baik mom tapi mereka tidak bisa di bilangi Key hanya melakukan hal yg benar apa salah nya"ucap Key santai Cakra malah senyum senyum tak menentu memandang Alya


"Kenapa seneng liat anak buat onar?"ucap Alya


"Ih siapa yg suka aku cuman tersenyum kayak nya kedua anak mu meniru mu hanya saja Key dingin dan cuek menurun ku!"ucap Cakra


"Mereka kan anak ku"ucap Alya bangga


"Aku jadi ingat berkataan Key tadi tapi lupa siapa ya dia bilang apa salah ku hingga kau kejam pada ku padahal aku hanya melakukan hal yg benar apa salah"ucap Cakra tersenyum


"Ngak tau siapa"ucap Alya dengan pipi merah nya mengingat nya


"Masa itu dia sangat berani melawan ku yg pemarah dingin kejam yg di takuti semua orang tapi dia berani dengan ku bahkan mengusir ku dari tempat itu"ucap Cakra membayang kan saat pertama kali bertemu dengan Alya


"Alya Meisa Putri Anggara bukan"ucap Zen tersenyum dia sangat suka mendengar kisah cinta kedua orang tua nya bahkan saat Zen kecil dia mau dongeng kisah orang tua nya


"Siapa lagi yg berani?"ucap Key


"Kalian ngak tau aja dulu dedy kalian orang yg sangat menyebalkan menurut momy karna pemarah pendendam pokoknya nyebelin deh!"ucap Alya tersenyum


"Kalian ngak tau aja dulu momy kalian ini sangat mengesal kan dan jelek!"ucap Cakra menatap Alya


"Hahaha! dari mana nya cantik "tawa Cakra


"Ya ya aku emang jelek"ucap Alya cemberut


"Tapi aku cinta"ucap Cakra


"Udah tua ingat"sindir Sakira


####


Zen sengaja mengunjungi kampus tempat Metha dan Key kuliah Zen adalah donatur terbesar di kampus itu pemilik nya juga teman Zen itu kenapa dia mengunjungi nya.Zen duduk dengan santai di ruangan sesekali meminum kopi nya seseorang berjalan dengan ngos-ngosan karna kehadiran Zen


"Buset dah Zen lho mau bunuh gue"ucap nya duduk dan mengatur nafas nya


"Mau aku cabut donatur nya"ucap Zen


"Buset ancaman nya "ucap nya kesal


"Dapit aku mau kau mengajar di sini"ucap Zen


"Lho tau sendiri kan Zen gue harus ngurus perusahaan"ucap nya memelas


"Oke berarti kerja sama perusahaan kita di hentikan begitu juga donatur nya"ucap Zen santai


"Lho mau gue miskin mendadak apa"ucap Dapit kesal


"Mau atau tidak"ucap Zen

__ADS_1


"Iya iya gue mau"ucap nya kesal


"Bagus "ucap Zen berdiri lalu keluar dari ruangan menuju kantin dia tau Metha pasti ada di sana karna ini sudah makan siang


"Apa yg membuat lho ingin gue jadi dosen di sini bukan kah Key sudah terlindungi?"ucap Dapit mengikuti arah Zen melangkah


"Nanti aku beri tau!"ucap Zen melihat sosok Metha yg lagi makan sendiri


"Cakep banget tuh cewek"ucap Dapit lalu pergi duduk di depan Metha dia tidak tau jika Metha itu istrinya Zen


"Hai aku boleh duduk"ucap Dapit lalu duduk di depan Metha


"Boleh tau siapa nama nya?"ucap Dapit tersenyum sedangkan Metha hanya menatapnya sekilas lalu melanjutkan makan nya


"Saya lho pemilik kampus ini"ucap Dapit mengedipkan mata nya Zen sudah kesal melihat nya


"Ehm ehm kayak nya lho udah siap miskin"ucap Zen Santai


"Apa sih Zen jangan nganggu gue napa gue lagi usaha nih"ucap Dapit


"Maaf tuan saya udah nikah"ucap Metha menunjukkan cincinnya Zen tersenyum


"Ngak papa kok lagian suami kamu ngak akan tau saya yakin saya lebih kaya dari pada suami kamu "ucap Dapit membuat Zen kesal


"Maaf tuan saya menikahi nya bukan kekayaan nya tapi ketulusan hatinya jadi sebaiknya tuan pergi"ucap Metha tidak suka apa lagi melihat Zen hanya diam


"Ayo lah jalan sebentar saja"ucap nya


"Gue kenal lho sama suaminya"ucap Zen merapatkan gigi nya


"Lho mau marah kenapa Zen gue ngak buat salah"ucap nya mengerti jika Zen marah karna bahasa bicaranya


"Dia istri Zeno Dirgantara" bisik Zen ke telinga Dapit itu sukses membuat Dapit menelan saliva nya dan menatap Zen


"G...gue lupa ada kerjaan gue balik dulu ya Zen"ucap Dapit lalu pergi


"Apa dia tidak tau siapa suami cewek cantik nya? "ucap Zen kesal dan duduk di depan Metha


"Maaf tuan saya punya suami"ucap Metha kesal


"Saya yakin suami nona lebih tampan dari saya"ucap Zen


"Maaf ya tuan suami saya tidak ada yg menandingi ke tampanan nya"ucap Metha


"Oh kau mengakui jika aku tampan"ucap Zen tersenyum


"Cie kenapa tuh muka"ucap Zen menoel hidung Metha


"Ih abang kebiasaan deh"ucap Metha tersipu malu


"Lagian abang kenapa hanya diam istrinya di godain"ucap Metha kesal


"Mau lihat aja gimana kau menanganinya !"jawab Zen tersenyum


"Abang udah makan?"tanya Metha


"Belum!, suapin dong makanan punya kamu"ucap Zen dengan malu Metha menyuapi Zen


"Ahh gemes aku lihat kamu dengan pipi memerah "ucap Zen mencubit pipi Metha dengan gemes

__ADS_1


"Ih abang sakit tau"ucap Metha menahan pipi nya dengan cemberut sedangkan Zen hanya tertawa melihat tingkah Metha


__ADS_2