
"Maksudnya?"ucap Alya bingung menatap Cakra
"Kau tidak ingat apa yg kita lakukan semalam "ucap Cakra
"Melakukan apa aku saja tidak ingat apa apa tuan jangan mengada ada!"ucap Alya kesal kenapa harus bertemu pria ini lagi yg sebulan lalu membuat nya kesal yg di restoran
"Astaga aku lupa hanya aku melakukan nya dan aku menikmati nya"ucap Cakra santai
Plak
"Katakan jika itu tidak benar?"ucap mami nya menampar Cakra
'"Bunda apa yg di bicarakan nya Alya ngak ngerti?"tanya Alya bingung tapi bunda nya diam dan menangis
"Saya melecehkan kamu atau memper**** mu!"ucap Cakra cepat
"Jangan bohong!"ucap Alya membenarkan posisinya
"Kau tak percaya"ucap Cakra menyalakan tv nya yg tersebar berita nya dimana mana dengan foto Cakra memeluk nya dengan mencium puncak kepala nya dan Alya tertidur dengan mencium leher Cakra. Tidak terasa air mata Alya menetes
Ya allah maaf kan hamba yg sudah melakukan dosa besar yaitu dosa zina badan.Doa Alya menangis dalam diam
"Sayang tenang la bunda ada di sini!"ucap bunda nya memeluk Alya
"Hiks hiks Alya hiks maafkan Alya sudah melakukan perzinaan maafkan Alya bun"ucap Alya menangis di pelukan bunda nya
"Tidak sayang jangan seperti ini"ucap bunda nya menenangkan Alya
"Alya tak apa bun Alya mau bicara sama dia"ucap Alya menghapus air mata nya dan menunjuk Cakra mereka keluar meninggalkan Cakra dan Alya berdua
"Apa mau mu? "ucap Alya serius
"Apa kau masih dendam atas apa yg aku lakukan sebulan yg lalu?"ucap Alya menantap Cakra dia pernah dulu mendengar saat masih kuliah jika mereka melakukan hubungan suami istri untuk pertama kali itu akan terasa sakit di selakang nya tapi sekarang Alya tak merasa kan apa apa
"Anggap saja itu pembalasan ku !"jawab Cakra lalu pergi meninggal kan Alya yg menangis
Semenjak pembicaraan nya dengan Cakra Alya sering melamun dia hanya menjawab pertanyaan bunda dan ayah nya jika mereka mengajak Alya bicara bunda dan ayah nya tidak tega dan menyuruh Rianti mengunjungi Alya karna Rianti cukup dekat dengan Alya meski umur mereka beda 5 tahun
__ADS_1
Cklek
Rianti masuk melihat Alya berbaring yg bengong dengan berderai air mata meski tak ada suara tangisan nya Rianti tidak tega melihat Alya yg di anggap nya seperti adik nya sendiri seperti itu. Perlahan Rianti mendekati Alya dan menyentuh bahu Alya
"K..kak"ucap Alya kaget melihat Rianti dan menghapus air mata nya berusaha tersenyum
"Kakak dengar dari bunda kamu belum makan"ucap Rianti melihat makanan di dekat Alya
"Ngak nafsu kak"jawab Alya berusaha tersenyum
"Hah! kakak dengar tadi ayah bicara sama keluarga laki laki itu dia akan menikah kan kalian tapi ayah tidak menjawab "jelas Rianti menghembuskan nafas nya perlahan sebelum bicara
"Aku ngak ngerti kak apa yg terjadi pada ku aku ngak ingat apa apa semalam apa yg terjadi tapi dia bilang semalam dia" ucap Alya menangis tak sanggup menahan tangis nya
"Kakak ngerti "ucap Rianti memeluk Alya
"Aku sudah tak suci lagi kak hiks hiks hiks dan aku melakukan dosa besar hiks hiks "ucap Alya tangis nya pecah tak bisa di tahan
"Tapi kau tak bisa seperti ini terus kau harus hadapi masalah ini ingat tuhan masih bersama mu jangan menyerah dan putus asa"ucap Rianti menghapus air mata Alya
"Aku bicara pada nya dia mengakui semua nya "ucap Alya berusaha menenangkan diri nya
"Biar Alya sendiri aja kak"ucap Alya mengambil mangkuk nya setelah makan Alya kembali berbaring
"Saya mau bicara pada nya bisa kah anda keluar"ucap seseorang dingin
"Ya kakak keluar dulu"ucap Rianti Ya panggilan nya untuk Alya setelah Rianti keluar dia duduk di sebelah Alya
"Ada apa ?apa tuan akan marah marah lagi seperti saat kejadian di restoran itu?"ucap Alya kesal kenapa dia bisa bertemu lagi sama tuan pemarah ini yg ternyata Cakra Dirgantara yg di kabarkan tidur bersama nya
"Kenapa kau masih mengungkit nya saya saja sudah melupakan nya!"ucap Cakra kesal
"Aku tak ingin menuduh mu tapi bisa kah tuan jelaskan kejadian semalam apa yg terjadi itu sangat mengganggu saya " ucap Alya menatap Cakra
"Saat kau pingsan karna di bius saya memanfaatkan nya dengan menciumi diri mu dan juga melakukan nya tapi saya tidak sadar jika saat saya tertidur ada yg mefoto saya"ucap Cakra santai dengan ekspresi susuh di tebak
"Kenapa kau melakukan nya "ucap Alya menghapus air mata nya
__ADS_1
"Lupa kan itu yg penting nama baik kita terancam dengan terpaksa saya akan menikahi diri mu yg menyebalkan ini dan terjebak"ucap Cakra mengepalkan tangan nya
"Mau tak mau kau harus menyetujui nya karna kita sama sama terancam nama baik keluarga kita dan perusahaan kita sebentar lagi akan ada wartawan bersiap la"ucap Cakra benar saja tidak lama wartawan masuk bersama Jeky asisten Cakra. Sudah merasa sudah siap Jeky memberi isyarat memulai pertanyaan nya
"Apa tuan Cakra Dirgantara bisa menjelaskan tentang foto foto yg beredar?"tanya wartawan
"Tuan gimana dengan kekasih anda yg berada di luar negri apa tuan berselingkuh dan menjalin hubungan dengan nona Alya?" tanya wartawan lain
"Saya akan jelaskan tentang isu yg beredar saya dan Alya sudah bertunangan dan saat di hotel itu dan semalam Alya sakit dengan badan nya menggigil saya menemani nya karna dia calon istri saya memberi nya obat tapi tak kunjung membaik jadi saya memeluk nya supaya demam nya bisa reda dan itu wajar bagi kita semua dan soal hubungan saya dengan kekasih saya itu sudah lama berakhir karna dia pergi dan saya rasa kami sudah tidak punya hubungan apa apa dengan dia lagi"jelas Cakra santai
Dia benar benar pandai berbohong dan licik merangkai cerita dengan sendiri.Batin Alya
"Tapi apa tuan bisa menjamin bahwa kalian tak melakukan apa apa?"tanya wartawan itu tersenyum sinis
"Kalian bisa perhatikan foto nya di situ hanya saya yg tidak memakai baju selain itu semua pakaian kami lengkap!" ucap Cakra
"Nona Alya apa yg bisa nona Alya jelaskan tentang masalah ini."tanya wartawan
"Saya rasa ini sudah cukup karna calon istri saya masih sakit dan perlu istirahat dan perlu di ingat semua nya hanya salah paham ada yg berusaha ingin menghancurkan kesuksesan saya "ucap Cakra tegas wartawan masih ingin bertanya tapi Jeky dengan beberapa penjaga mengusir mereka
"Kenapa cerita nya berbeda ?"ucap Alya menunduk
"Ck! apa saya harus jelaskan gimana kejadian nya ke publik itu sama saja menggalih kuburan saya sendiri!"ucap Cakra
"Bos kita harus pergi sekarang"ucap Jeky ke Cakra
"Jangan berani kabur dan kau harus menyetujui pernikahan nya saya memaksa tak suka di bantah"ucap Cakra dingin lalu pergi setelah kepergian Cakra bunda nya masuk menemani Alya
"Maafin Alya bun" ucap Alya menunduk setelah bunda nya duduk di sebelah nya
"Sayang jangan terlalu menyalahkan diri sendiri ini sudah takdir emm apa Cakra sudah bilang jika kalian akan menikah"ucap bunda nya mengelus kepala Alya
"Iya bun tapi Alya ngak mau nikah sama dia ,dia itu cowok yg menyebalkan yg pernah Alya temui"ucap Alya geram kenapa dia harus menyetujui menikah dengan nya
"Cie kamu pasti sangat mencintai nya dia bilang kalian menjalin hubungan sebulan yg lalu dan merencanakan pernikahan karna kamu belum siap jadi dia menundanya heh ternyata ada yg mefoto kalian bunda yakin Cakra tak mungkin melecehkan kamu dia berbohong bilang seperti itu entah apa yg dia pikirkan bunda bisa lihat dari mata nya bahwa dia berbohong bahwa dia melecehkan kamu dan dia juga udah jelasin semua nya bahwa kalian saling mencintai"jelas bunda nya
"What? "teriak Alya kaget
__ADS_1
Dia sangat menyebalkan kenapa cerita nya beda beda yg benar saja masak aku mencintai nya yg ada rasa nya aku ingin menginjak muka nya yg menyebalkan itu ini sangat memusingkan.Batin Alya