Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 63


__ADS_3

"Ehh maaf bang aku ngak bermaksud aku hanya senang selama ini mama ngak pernah melakukan hal seperti itu dan terimakasih karna bang Zen mama ada kemajuan"ucap Metha tersenyum canggung dan menunduk


"Mama tolong periksa jatuh Zen mau copot karna anak mama memeluk ku"ucap Zen berlutut ke Sakira dan menyentuh dada nya


"Zen susah bernafas ma"canda Zen


"Dasar lebay"ejek Key


"Ded kayak nya cepat carikan Key calon suami dia selalu sirik dengan cinta ku"sindir Zen dan kembali sarapan


"Wah wah kayak nya senang banget tuh muka baru di peluk"sindir Cakra


"Cepat sarapan nanti kita mau ke museum Anggara"ucap Alya


####


Museum Anggara


Semua orang sibuk menyiapkan makanan di meja tamu karna akan ada pertemuan keluarga


"Mas Alya bilang dia punya kejutan ke kita"ucap Rianti


"Oh ya apa yg akan dia lakukan"ucap Refan


"Assalamualaikum"salam keluarga Dirgantara


"Waalaikumsalam" jawab keluarga Anggara


"Etss tunggu di sana"ucap Alya membuka kan jalan masuk Metha mendorong kursi roda


"Ahhh kau menemukan nya"teriak Rianti langsung memeluk Sakira dengan erat


"Kakak mau membunuh nya"ucap Alya


"Oh maaf kakak senang banget bertemu dengan Sakira


"Wah ini pasti Metha cantik banget"ucap Rianti mengecup pipi Metha yg kebingungan


"Apa kabar kamu dek?"ucap Refan memeluk Sakira bahkan mengecup nya


"Aku makin binggung"ucap Metha


"Nanti momy jelaskan mari kita duduk dulu"ajak Alya mulai menceritakan siapa Sakira dan Jeky yg sangat berarti dalam kedua keluarga itu


"Bahkan ya saat momy ngandung Zen dulu momy sering ngidam masakan papa kamu"ucap Alya


"Tapi mama dan papa tidak bilang apa apa?"ucap Metha


"Dulu saat aku berumur 5 tahun ada yg menipu papa mengakibatkan papa bangkrut lalu dari luar negri kami pindah ke Bandung bertemu saudara papa om dan tante kami tinggal di sana papa bekerja di pabrik setelah umur ku 15 tahun papa dan mama mengalami kecelakaan bahkan dulu mereka tak pernah bercerita jika memiliki sahabat bahkan hubungan sedekat ini"ucap Metha menghapus air mata nya karna mengingat semenjak papa nya meninggal dan mama nya sakit dia menjadi budak di rumah om dan tante nya jika ingin sekolah dan makan dan jika Metha harus membiayai pengobatan mama dia harus cari uang sendiri

__ADS_1


"Aku yakin semenjak mereka pergi dan membangun keluarga sendiri ada yg terjadi bahkan kita tidak bisa mengetahui keberadaan mereka dan kenapa mereka tidak mau minta bantuan kita"ucap Refan


"Jawaban nya ada sama Sakira"ucap Alya


"ZEN"teriak seseorang dan berlari langsung memeluk Zen bahkan mencium nya


"Rina"ucap Rianti


"Maaf ma Rina kan kangen udah lama ngak ketemu"ucap Rina


"Ehh bukan nya ini aunty Sakira ya"ucap Rina mengenali


"Iya kau juga kenal dengan mama ku"ucap Metha seketika dapat tatapan tajam oleh Rina


"Lihat lah anak mu jika orang yg baru dia kenal dia seperti kamu "ucap Rianti ke Refan


"Rin dia Alsa"ucap Zen


"Benarkah ahhh maafkan kakak ternaya kau si kecil"ucap Rina memeluk Metha


"Jika ku pikir ya sifat mereka bertiga tidak jauh dari sifat ayah nya yg dingin benar ngak kak"ucap Alya ke Rianti


"Rina saat dia pertama kenal dengan orang dia kayak bang Refan selalu natap orang tajam"ucap Alya


"Key saat dengan orang yg tidak di anggap nya penting dia dingin banget sama kayak dedy nya"ucap Alya


"Ya kau benar Ya malahan anak laki-laki kamu ini meniru mu"ucap Rianti


"Emm ma Zen mau izin"ucap Zen berlutut ke Sakira dan Sakira tersenyum berarti mengizinkan


Zen menarik Metha dan dedy nya di kanan Metha papa Refan nya di kiri di ikuti Alya dan Rianti di samping Alya dia meletak kan Sakira dan anak nya masing masing


"Mau apa sih Zen?"ucap Alya


"Bentar dong mom"ucap Zen mengambil nafas nya dalam dalam dan membuang dengan kasar menghilangkan ke gugupan nya lalu berlutut di depan Metha


"Tuan Cakra Dirgantara dan tuan Refan Anggara boleh kah saya meminta anak kalian nona Metha Alsa Wijaya untuk menjadi istri saya"ucap Zen


"Nyonya Alya Dirgantara ,Nyonya Rianti Anggara dan nyonya Sakira Wijaya izin kan saya menikahi anak kalian nona Metha Alsa Wijaya saya tau saya tak punya apa apa tapi izinkan saya hidup bersama nya"ucap Zen


"Dan untuk nona Metha Alsa Wijaya saat pertama kali saya melihat mu saat mama mu melahirkan mu saat itu lah aku jatuh cinta pada saat nona pergi saya selalu mencari nona dan saya menemukan nona saya Zeno orang biasa maukah menikah dengan saya karna saya mencintai mu"ucap Zen mengeluarkan kotak merah yg ada cincinnya Metha memandang mama nya dan maju selangkah di depan Zen


"Aku tidak tau kau siapa dan aku siapa bahkan rasa nya aku tidak pantas untuk mu dan tidak mencintai mu tapi aku mau menerima dan hidup bersama mu"ucap Metha dan memeluk Zen dan menangis terharu karna Zen mencintai nya sangat besar


"Terimakasih"ucap Zen membalas pelukan Metha


"Dia memang anak mu karna kata kata nya selalu romantis dan manis seperti diri mu"ucap Cakra ke Alya


"Nyonya Dirgantara yg menyebalkan dan jelek maukah hidup lebih lama lagi dengan ku"ucap Cakra ke Alya

__ADS_1


"Iya aku mau tuan Dirgantara yg pemarah dan pendendam "jawab Alya


"I love you cerewet"ucap Cakra


"I love you too pemarah"ucap Alya dan memeluk Cakra


"Sayang kita juga"ucap Refan


"Kau cahaya dalam gelap ku "ucap Refan


"I love you penurut"ucap Refan tersenyum


"I love you too pemaksa"ucap Rianti tersenyum dan memeluk Refan


"HARGAI YG JOMBLO"teriak Rina dan Key bersama dan saling pandang dan tertawa semua


"Cie kalian niru aku ya"ucap Zen menggoda


"Zen"ucap kedua pasangan


"Kau memang mirip momy mu yg sering menggoda"ucap Rianti


"Mari duduk lagi tuan dan nyonya cerewet"ucap Zen cekikikan


"Dedy seperti nya pernikahan Zen dan Alsa kita batalkan saja"ucap Alya santai


"Jangan dong mom "ucap Zen cepat dan menciumi kedua pasangan itu


"Jangan marah ya ya Zen kan cuman becanda"ucap Zen tersenyum


"Kau benar mom seperti dia ngak pantas buat Alsa"ucap Cakra serius lalu duduk


"Zen kan cuman becanda "ucap Zen frustasi


"Ma bantu Zen dong"ucap Zen mendorong Sakira yg lain hanya cekikikan melihat tingkah Zen


####


"Nanti aku daftar kan kau kuliah"ucap Zen ke Metha mereka duduk di taman


"Tapi aku harus mengurus mama"ucap Metha


"Serah kamu aja aku mau nya kamu kuliah tapi terserah kamu mau atau engak"ucap Zen


"Ada rahasia di balik kecelakaan itu yg aku pendam sendiri karna kau calon suami ku aku akan cerita"ucap Metha


"Saat umur ku 15 tahun aku ngak sengaja bertemu dengan Panji anak nya tuan Febri orang yg berkuasa di tempat aku tinggal kami di undang makan di sana tapi saat itu ada yg ketinggalan di mobil ayah jadi aku mengambil nya saat aku kembali aku mendengar pembicaraan mereka"ucap Metha


Flashback

__ADS_1


__ADS_2