Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 57


__ADS_3

"Ada apa Zen kenapa makanannya di aduk kayak gitu? "ucap Alya melihat Zen yg hanya diam


"Zen semalam bermimpi aneh mom!"jawab Zen dan menceritakan semua mimpi nya


"Sabar Zen jika Alsa jodoh mu kalian akan bertemu"ucap Cakra


"Zen khawatir sama Alsa"ucap Zen


"Hah! Zen makan sarapan nya bukan kah kau akan berangkat ke Bandung jika kau tidak makan nanti kau sakit"ucap Alya menghembuskan nafas nya dengan kasar Alya tau cinta Zen buat Alsa sangat besar Alya bisa lihat dari mata Zen


"Iya mom"jawab Zen memakan sarapan nya setelah selesai Zen berangkat ke Bandung karna Zen harus memeriksa proyek nya


####


Seorang gadis berdiri di jendela kamar nya dengan tatapan sendu nya rasanya air mata nya sudah kering untuk menangis lalu dia menoleh ke samping nya dan berlutut


"Ma apa yg harus aku lakukan"ucap nya berlutut di depan mama nya yg hanya diam dan tidak bisa bergerak dan duduk di kursi roda air mata nya selalu mengalir


"Aku ngak mau di jual oleh om dan tante aku masih mau kuliah ma aku ngak mau jadi pemuas nafsu lelaki hidung belang itu tapi tapi aku juga ingin mama sembuh jika aku menolak om dan tante akan mengusir kita aku ngak mau itu ma kita tidak punya siapa siapa lagi hiks hiks hiks"ucap nya menangis di depan mama nya


"Metha"ucap seseorang di depan pintu kamar


"Ya"ucap nya datar dan mengepal kan tangannya


"Bersiap la sebentar lagi tuan Febri akan datang"ucap nya


"Jika aku ngak mau"ucap nya yg di panggil Metha itu mengepal kan tangannya


"Kau itu tidak tau diri sudah di beri tempat tinggal dan makan anggap saja itu balas budi selama ini"teriak nya marah


"Aku ngak mau tan aku masih muda ngak mungkin jadi pemuas nafsu mereka "ucap Metha


"Terserah mau tidak mau kau harus mau"ucap nya lalu pergi


####


"Misi pak apa di sekitar sini ada bengkel kebetulan mobil saya mogok pak?"tanya Zen karna mobil nya mogok


"Wah bengkel nya jauh nak jalan lurus aja nanti ada pengkolan dan nanti kelihatan bengkel nya!"ucap nya


"Oh makasih ya pak"ucap Zen ramah lalu bejalan menelusuri jalan


###


"Ngak tan Metha ngak mau di jual oleh tuan Febri"teriak Metha tangannya di seret tante nya


"Ini tuan keponakan saya"ucap nya menyerah Metha


"Cantik"ucap tuan Febri membelai rambut Metha


"Jangan sentuh aku"ucap Metha menepis tangan Febri seumuran dengan mama nya


"Metha jika kau menolak mama mu akan tante pukul"ucap tante nya


"Ngak tan "ucap Metha berlutut


"Menurut lah"ucap tante nya sinis


"Ini uang 500 juta saya akan membawa nya "ucap nya


"Aku tidak mau"teriak Metha menolak karna dia takut mama nya tinggal sendiri


"Metha"bentak tante nya


Plak


Plak

__ADS_1


Tante nya menampar mama nya hingga terjatuh


"Mama hiks hiks maaf kan Metha ma jika Metha di jual mama sama siapa "ucap Metha membantu mama nya namum di tarik oleh tante nya


Bugh


Metha menendak tuan Febri hingga jatuh tersungkar


"Jala** kau harus di kasih pelajaran"ucap tuan Febri mendorong Metha di sofa dan menindihnya Metha hanya memberontak


Zen berjalan masih mencari bengkel tak sengaja melihat kerumunan rame rame di sebuah rumah


"Maaf buk ada apa ya kok rame rame?"tanya Zen


"Oh itu mas tuan Febri ingin melecehkan seorang gadis!"jawab mereka


"Kenapa tidak ada yg menolong nya?"tanya Zen


"Tidak ada yg berani tuan Febri itu orang berkuasa di tempat ini!"ucap nya


"Minggir aku harus menolong nya "teriak Zen


Brak


Zen menendang pintu nya dan menendak seseorang seumuran dedy nya ingin mencium seseorang


Bugh


"Siapa kau berani melawan ku?"ucap nya emosi


"Apa tuan tidak tau malu ingin melecehkan wanita itu ingat umur tuan dia pantas menjadi anak menantu tuan lagian tuan punya istri bukan!"ucap Zen


"Anak ingusan jangan ikut campur urusan ku"ucap nya berdiri


Dan memukul Zen sampai tergeletak dan memukul Zen lagi sampai membuat sudut bibir Zen terluka segera Zen menendang nya dan ingin memukul nya lagi tapi di hentikan nya


"bibi tak apa?"ucap Zen membantu seseorang duduk di kursi roda


"Sekarang jelaskan masalah nya?"ucap Zen


"Dengar aku sudah membeli nya dan membayar nya jadi kau minggir dia sudah milik ku!"ucap nya sombong


"Oh tuan ingin mengangkat dia sebagai anak tuan"ucap Zen mengejek


"Bocah ingusan "ucap nya emosi


"Sabar tuan jangan marah-marah tuan ngak takut serangan jantung "ucap Zen


"Ahh maafkan saya tuan tidak seharusnya mengejek tuan"ucap Zen


"Metha ikut la bersama tuan Febri di sudah membeli mu"teriak nya ke Metha


"Aku ngak mau tan" teriak Metha


"Jangan membantah" bentak tuan Febri


"Tunggu tuan bukan nya dia bilang tidak mau"ucap Zen menahan


"Hei bocah aku sudah membeli nya"ucap nya marah


"Berapa kau membeli nya?"ucap Zen


"500 juta!"ucap nya sombong


"Lepaskan dia saya akan membayar tuan 900 juta !"ucap Zen


"Apa kau mampu bocah?"ucap nya meremeh kan

__ADS_1


"Lepas kan dulu tuan tangannya! "ucap Zen setelah lepas Metha berlari memeluk mama nya


"Tidak bisa dia keponakan saya jadi ini saya kembali kan uang mu karna penawaran nya cukup bagus "ucap tante


"Kau sangat rakus"ucap Febri


"Kau tante nya tega banget menjual keponakan sendiri"ucap Zen mendekat wanita duduk di kursi roda


"Tuan bisa mengambil mereka berdua saya sudah muak melihat mereka saya akan menjual mereka dengan harga 2 milyar gimana"ucap nya


"Tante tega banget"ucap Metha kecewa


"2 milyar itu gaji ku selama berapa tahun tante kau memang ingin membuat ku bangkrut kayak nya"ucap Zen sebenarnya uang segitu kecil bagi Zen tapi Dia di gaji oleh dedy nya


"Kau tidak mampu jadi dia hanya milik ku"ucap Febri


Saat Metha merapi kan rambut mama nya Zen terkejut dan menghampiri wanita itu dan berlutut Zen memicingkan matanya untuk mengenali wanita itu


"Saya setuju"ucap Zen


"Bagus"ucap tante sangat senang dia akan mendadak kaya


"Sebelum itu tinggalkan saya bersama bibi ini"ucap Zen


"Tentu saja"ucap tante lalu menarik Metha menjauh dan tuan Febri


"Mama tak ingat dengan ku?"ucap Zen duduk di lantai supaya bisa dekat dengan nya wanita itu mengerut kan kening nya dan menatap Zen dengan bingung


"Oke jika jawaban iya kedip kan bola maat sekali tapi jika tidak kedip kan dua kali "ucap Zen


"Apa mama mengenal ku?"ucap Zen dan wanita itu menjawab tidak


"Ahh ini mungkin karna aku terlalu tampan!"ucap Zen menyegir


"Apa bentul nama anda Sakira Wijaya?"ucap Zen menatap Wanita itu dan wanita itu mengiya kan


"Ternyata aku menemukan kan kalian"ucap Zen memeluk nya


"Aku ma Zeno Dirgantara"ucap Zen membuat wanita itu menetes air mata dengan deras


"Apa yg terjadi tapi nanti saja lah sekarang kalian ikut Zen seperti nya kalian tersiksa tinggal di sini"ucap Zen menelpon seseorang lalu duduk di sofa


"Gimana?"ucap tante


"Aku setuju!"ucap Zen


"Tidak bisa aku yg pertama membeli nya"ucap Febri tidak terima


"Tuan"ucap seseorang hormat


"Mobil ku mogok tidak jauh dari sini aku harus segera pulang "ucap Zen ke orang itu


"Oh ya kau kasih cek 2 milyar dengan wanita itu dan 500 juta dengan pria itu"ucap Zen lagi


"Baik tuan"ucap nya


"Bukan kah kau sudah untung uang mu kembali dan aku kasih lagi 500 juta"ucap Zen memberi kan cek nya


"Ok saya pergi"ucap nya lalu pergi


"Tuan jika nanti tuan Dirgantara bertanya kemana uang itu di perlukan bagaimana"ucap nya takut


"Iya juga ya emm ahh kau tenang saja paling aku tidak akan di gaji oleh nya selama 1 tahun"jawab Zen


"Dirgantara apa kau bekerja dengan tuan Dirgantara?"ucap tante membuat Zen tersenyum


"Mereka keluarga yg berpengaruh"ucap nya lagi

__ADS_1


"Kau siapkan barang barang kalian malam ini kalian ikut saya "ucap Zen ke Metha


__ADS_2