
🌞🌞🌞
Hujan semalaman dan pagi ini matahari bersinar dengan terang menghangat kan suami istri yg tertidur dengan berpelukan .Zen memeluk Metha dengan erat dia mulai membuka mata pertama di lihat nya wajah Metha di tutupi rambutnya Zen menyingkirkan rambut Metha lalu Metha mengeliat kecil makin mempererat pelukannya
"Semalam apa yg terjadi?"gumam Zen dia mengingat pernah bermimpi Metha mengucapkan mencintai nya dan menciumnya
"Ahhh ngak mungkin"gumam Zen
"Sayang"ucap Zen membangun kan Metha
"Huaaaa,kau tak apa?"ucap Metha menguap menatap Zen
"Iya !emang aku kenapa?"ucap Zen binggung
"Ahh tidak bang aku laper banget dari kemarin kita belum makan"ucap Metha
"Baik lah kita pergi dari sini"ucap Zen memakai baju nya begitu pun dengan Metha
"Kenapa kita kayak lepas berzina"ucap Zen tertawa begitu pun dengan Metha
"Emang jika orang berzina kayak kita ini?"ucap Metha
"Iya lah!"ucap Zen mereka keluar dari goa yg sudah tidak ada anak buah Dinda
"Ngak ada restoran ya"ucap Zen
"Iya lah ini kan hutan"ucap Metha
"Abang lupa jalan nya ke arah mana?"ucap Zen melihat sekeliling
"Kita ke sana aja"ucap Metha menunjuk ke kiri
"Baik aku ngak papa tersesat asal bersama mu"ucap Zen tersenyum
"Aku juga"ucap Metha tersenyum menatap Zen mereka terus berjalan dengan mengobrol
" Nona Metha Alsa Wijaya aku sangat mencintai mu mau kah kau berpacaran bersama ku"ucap Zen berlutut memberikan setangkai tanaman hutan
"Tuan Zeno Dirgantara aku juga mencintai mu aku mau kita selalu hidup bersama mu karna kau lah kebahagiaan ku"ucap Metha tersenyum malu Zen tidak menyangka jika Metha sudah mencintai nya Zen mendekat kan wajah nya ingin mencium bibir Metha
"Apa kita akan berzina di hutan lagi?"ucap Metha terkekeh
"Kita udah sah..jadi tidak ada berzina!"ucap Zen
"Aku tersenyum kau membalas nya aja membuat ku bahagia apa lagi kau membalas perasaan ku"ucap Zen tersenyum
"Gombal aja"ucap Metha
"AKU SANGAT MENCINTAI MU NONA METHA ALSA WIJAYA"teriak Zen sekeras mungkin dengan menggendong Metha lalu memutar nya
"AKU JUGA SANGAT MENCINTAIMU TUAN ZENO DIRGANTARA"teriak Metha dan memegang leher Zen biar tidak terjatuh
"Hutan yg seram ini akan menjadi suasana romantis ya"ucap Metha
"Bukan suasana nya yg romantis tapi ucapan nya yg romantis"ucap Zen mencium pipi Metha
"Udah ahh aku udah laper banget"ucap Metha menarik tangan Zen
####
Key perlahan membuka mata nya di lihat nya sekitar dinding nya berwarna abu-abu gelap sama seperti kamar nya tapi itu bukan kamar nya karna dekorasi dan barang nya bukan milik nya Key mengerak kan tangannya dan ada yg berat Key menoleh ternyata ada seseorang tertidur dengan mengengam tangan Key bahkan menciumnya wajahnya tidak terlihat tapi Key bisa mengenal poster tubuh dan aroma maskulin pria itu
__ADS_1
"K..kak Radit "gumam Key pelan dan mengangkat tangannya yg ada infus nya
Ada apa dengan ku apa aku terluka sangat parah hingga di infus dan pakai oksigen bahkan sekantong darah aku habis kan dan juga kenapa aku bisa bersama kak Radit. Batin Key
Key mengangkat tangannya melepaskan selang oksigan di hidung nya lalu beralih ke Radit dengan lemas Key memukul bahu Radit kebiasaan nya saat bertemu Radit
Bugh
Key memukul Radit dengan pelan seketika Radit bangun dan menatap Key dengan senang
"Key kau udah bangun?"ucap Radit senang dia tidak merasa sakit di pukul .Key mengangkat tangannya lagi ingin memukul Radit tapi bukan nya menjauh Radit malah mendekat
"Ini wajah ku kau boleh menampar nya"ucap Radit mendekat kan wajah nya dan mengengam tangan Key menamparkan nya Key ke wajah nya
"Kau memang tidak waras"ucap Key lemas dan pucat
"Aku senang kau udah sadar aku benar takut jangan membuat ku takut lagi"ucap Radit dengan mata memerah
"Kau kejam pada ku aku sangat membenci mu"ucap Key sendu
"Aku juga mencintai mu"ucap Radit tersenyum dan terkekeh Key teringat sesuatu dia melihat baju nya ternyata bukan baju yg dia pakai kemarin lalu menatap Radit dengan tajam
"Ada apa?"ucap Radit bingung dengan tatapan Key
"Siapa yg menganti baju ku?"ucap Key pelan karna dia masih lemas
"Oh itu mama, aku ngak mungkin lah sembarang melakukan tanpa seizin mu aku juga tau batasan!"ucap Radit
"Key"ucap Radit menatap Key dengan serius
"Pergi "ucap Key memalingkan wajahnya dia tau pasti yg akan di bicara kan nya masalah hubungan mereka Key tidak siap jika Radit mintak maaf karna mengingkari janji nya dan sudah bahagia bersama orang lain
"Key "ucap Radit sendu
Cklek
"Apa dia udah bangun Radit?"ucap mama nya membawa napan
"Iya ma!"ucap Radit mama nya duduk di sebelah kasur yg kosong
"Terimakasih tante udah membantu dan mengurus ku dan maaf merepotkan aku harus pergi"ucap Key pelan ingin mencabut infus nya
"Key kau masih sakit"ucap Radit mencegah
"Benar apa yg di bilang nya tunggu dokter Sindi memeriksa mu keadaan mu masih lemah Key kau masih butuh istirahat"ucap Rina di ambang pintu
"Tapi aku harus mencari kak Zen dan kak Metha kak"ucap Key
"Kamu sarapan aja dulu Key isi tenaga mu pulih kan dulu kesehatan mu karna sudah ini kita akan membasmi sih Dinda itu aku sangat geram pada nya"ucap Rina mengeluarkan bedak dan lipstik
"Boleh saya duduk di samping Key"ucap Rina ke Radit dan duduk
"Kakak mau ngapain dengan benda itu?"ucap Key menjauh kan wajahnya nya
"Nurut Key kakak akan pakai kan sedikit bedak dan lipstik!"ucap Rina
"Kakak apaan sih ngak aku ngak mau"ucap Key cepat
"Kau lagi sakit Key lihat lah wajah kau aja babak belur di tambah wajah kau sangat pucat momy mu pagi ini udah hampir 20 kali menelpon kayak nya dia khawatir dengan keadaan mu"ucap Rina
"Iya ngak perlu kale memakai itu "ucap Key males
__ADS_1
"Perlu Key kau mau momy langsung balik ke sini"ucap Rina
"Baik lah"ucap Key kesal Rina mulai mengoleskan bedak nya dan lipstik nya
Key makin cantik saat dandan.Batin Radit
"Tapi aku harus ngomong apa aku ngak bisa bohong sama momy"ucap Key
"Nanti kakak bantu jika kita jujur aku pasti kan momy akan masuk rumah sakit kau mau"ucap Rina video call dengan Alya
"Ya Allah Key momy sangat cemas kau kemana aja?"ucap Alya seperti nya dia habis menangis
"Momy nangis?"ucap Key pelan
"Momy tu khawatir sama kamu momy kepikiran sama kamu momy takut kau kenapa-napa Key!"ucap Alya mulai menangis
"Maaf mom"ucap Key menunduk
"Tak apa kau baik -baik saja?"ucap Alya Key tidak berani menatap Alya di layar ponselnya
"Key baik mom kan ada Rina yg jagain!"ucap Rina muncul di layar ponsel
"Syukur deh tapi kenapa Key kayak lemas gitu dan ngak biasa Key dandan"ucap Alya
"Ahh momy Key kan baru bangun tidur jelas dia lemas dan juga mungkin dia dandan buat seseorang"ucap Rina menggoda
"Apa! Key baru bangun jadi dia ngak sholat "teriak Alya
"Maaf mom Key ngak sempat"ucap Key nyegir
Ini lah yg aku suka dari keluarga Dirgantara.Batin mama nya Radit
"Ya sudah lah sekarang mana kakak kamu"ucap Alya
"Zen lagi liburan mom bersama Metha jadi kami di larang menemui mereka dan mereka tidak mau di nganggu"ucap Rina cepat
"Ya sudah ya Key Rina momy tutup dulu momy sangat merindukan mu"ucap Alya tersenyum
"Kami juga mom"ucap Rina dan Key bersama dan tersenyum
"Huh ! selesai juga Key kau istirahat lah di sini biar kakak mencari Zen"ucap Rina
"Aku ikut kak"ucap Key ingin menjemput infus nya
"Key kau masih sakit"ucap Radit menjegah menahan tangan Key
"Kakak ku dalam masalah jadi jangan halangi aku"ucap Key
"Males gue Key"ucap Rina mengalung kan tangannya di bahu Radit dan menaik turun kan alis nya
"Ini yg aku benci "ucap Key dia tau apa yg di maksud Rina jika dia menolak akan ada kejadian dengan Radit meski Key kecewa dengan Radit tapi dia tidak ingin Radit terluka
"Dengar nak benar yg di bilang kakak kamu bahwa kamu harus istirahat bagaimana kamu ingin menyelesaikan masalah mu jika kamu aja masih sakit"ucap mama nya Radit lembut
"Tapi aku ngak bisa membiarkan kakak ku kenapa-napa"ucap Key
"Gini aja kamu istirahat aja di sini nanti biar Radit membantu mencari kakak kamu kamu"ucap mama nya
"Key kamu di sini aja istirahat nanti kakak akan kembali"ucap Rina
"Ya udah"ucap Key singkat
__ADS_1
"Ingat jangan menyusahkan dan kabur ya Key jika tidak"ucap Rina melirik ke arah Radit
"Mari biar aku bantu mencari kakak nya Key"ucap Radit pergi dan Rina tersenyum kemenangan membuat Key makin Kesal