Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 100


__ADS_3

Key di ajak di ruangan lain di tampar dan di pukul. Panji adalah seorang Psikopat dari umur nya 7 tahun sudah sering membunuh orang dengan kejam dan ayah nya menyembunyikan kejahatan Panji dan ayah Radit mengetahui bahwa Panji dan ayah nya sering menjual organ tubuh manusia menjual gadis gadis menjual bayi kejahatan sebagai nya bahkan sudah banyak orang mati di tangan Panji dengan sadis entah apa yg akan dia lakukan pada Key


"Apa kau takut mati?"ucap Panji mencekram dagu Key yg babak belur karna tamparan nya


"Kematian adalah sahabat ku kenapa aku harus takut!"ucap Key terkekeh


"Oh ya"ucap Panji mengeluarkan pisau tumpul nya


"Ahhh ini tidak akan seru jika kau cepat mati akan ku buat kematian itu menyakitkan untuk mu!"ucap Panji menyimpan pisau nya merantai kaki dan tangan key dan mengunci nya dengan gembok dan mengikat mulut Key dengan kain setelah itu Panji memasuk kan Key kedalam tengki air


"Nikmati kematian mu"ucap Panji sebelum menutup nya dengan rapat


Key tengelam karna rantai nya dia tidak bisa naik ke atas karna berat rantai nya dan tidak bisa bergerak dia hanya pasra dan berdoa menyebut nama Allah di dalam hati nya karna usaha nya sia-sia Key mulai kehabisan nafas bayangan orang-orang yg dia sayang melintas saat Alya tersenyum lembut pada nya dan kehangatan pelukan Cakra dan Zen selalu menghibur nya saat dia rindu Radit bayangan kebahagiaan nya terus terlintas Key meneteskan air mata nya dia masih berusaha tapi tetap Key mulai lemah kehabisan oksigen air masuk melalui hidung. Key mulai hilang kesadaran Key terbayang saat pertama bertemu dengan Radit dan senyuman Radit dan Key tidak kuat lagi tidak sadar lagi


###


"Astagfirullah"ucap Alya dia tidak sengaja menjatuhkan gelas


"Kenapa perasaan ku ngak enak"ucap Alya membersihkan pecahan nya dan menunggu Key dan Metha pulang karna dia tidak tenang dengan Key dia sangat mencemas kan Key


Zen khawatir dengan Metha dan Key apa lagi Key tidak menjawab telpon nya Zen memerintah kan anak buah nya mencari keberadaan Key dan Metha


"Tuan saat dari kampus nona Key ke rumah sakit bertemu dengan nona Jessy setelah itu mereka di culik nona Key menolong mereka menuju jalan XX! "lapor anak buah nya akhirnya setelah hampir 2 jam Zen menemukan kabar mereka


"Mari kita kesana telusuri jalan nya"ucap Zen mereka semua pergi tidak jauh dari sana Zen menemukan mobil Key dan memeriksa nya ternyata kosong mereka pergi menelusuri jalan itu


####


Metha dan Jessy beristirahat di gubuk sudah 2 jam dan Key belum ada tanda- tanda bahkan Metha melihat Panji mengikuti mereka dan Mereka bersembunyi


"Kita udah 2 jam disini tapi Key tidak ada Panji aja udah keluar mencari kita"ucap Metha dia benar takut Key kenapa -napa dia tau kekejaman Panji itu seperti apa


"Sudah aman sakit perut ku udah hilang"ucap Jessy dia harus pelan-pelan karna kehamilan nya sudah 6 bulan


"Mari kak seperti Panji sudah tidak ada"ucap Metha mereka berjalan dengan pelan dan Metha mengenal mobil itu itu milik Zen dan Zen berhenti dan Zen turun


"Bang Zen"ucap Metha segera meluk Zen dan menangis


"Key nya mana?"ucap Zen


"Key masih di sana!"ucap Metha


"Ayo bang aku takut Key kenapa-napa "ucap Metha


"Ayo kak"ucap Metha mengajak Jessy masuk mobil setelah 15 menit mobil mereka sampai berhenti di rumah kosong dan rumah itu di gembok


"Kalian yakin ini rumah nya?"ucap Zen

__ADS_1


"Iya aku inget banget!"ucap Metha di angguki Jessy


"Dobrak"perintah Zen ke anak buah nya


Brak


Pintu nya di tendang hingga rusak mereka segera masuk ke adaan rumah nya kosong bahkan Panji dan anak buah nya tidak ada


"Kok kosong"ucap Zen


"Karna mereka udah pergi"ucap Metha melihat sekeliling


"Key"panggil Zen


"Key ini kakak"ucap teriak Metha


"Sebaiknya kita cari tempat lain tuan karna seperti nya nona Key tidak ada"ucap anak buah Zen


"Tunggu lihat ini"ucap Jessy melihat darah di pintu lain


"Ini seperti nya baru mungkin saja Key ada di dalam"ucap Jessy yg lain mendekat pintu nya juga di kunci


"Dokbrak"perintah Zen saat mereka masuk itu gudang banyak barang yg tajam rantai besi dan tengki air ada 3


"Kayak nya tempat ini tempat penyiksaan Panji"ucap Metha melihat


"Kayak nya Key ngak ada"ucap Zen


"Kedua nya sama tuan cuman yg ini beda di rantai"lapor anak buah


"Periksa"ucap Zen dan mereka memutuskan rantai nya membukanya terlihat Key berada di bawah karna air nya jernih


"Tuan nona Key ada di dalam"ucap nya Zen segera masuk menyelamatkan Key tapi dia tidak bisa karna berat rantai nya Zen naik ke atas


"Bantu saya mengangkat Key"teriak Zen dan anak buah nya ikut terjun mereka menyelam dan mengangkat Key dan mengeluarkan nya


"Key bangun Key"ucap Zen menepuk wajah Key yg pucat


"Minggir dulu tuan"ucap anak buah Zen dan melepaskan rantai kaki dan tangan Key dan Zen melepaskan ikatan mulut Key


"Key bangun hisk hisk hiks"ucap Jessy dia merasa bersalah karna ingin menyelamatkan nya Key seperti ini


"Tidak Key bangun"teriak Metha tidak merasa nafas Key dan menekan dada Key membuat nafas buatan tapi tetap tak ada respon


"Kita bawah kerumah sakit"ucap Zen mengendong Key


"Kabari momy dan yang lain dan juga kabari keluarga Kalter untuk menjemput Jessy"ucap Zen menjalan mobil nya setelah 40 menit mobil mereka sampai di rumah sakit segera Key di bawah ke UGD

__ADS_1


"Kak Jessy"ucap Radit datang bersama suami Jessy


"Sayang kami mencari mu kamu kemana"ucap Adi suami Jessy


"Aku di culik hiks hiks hiks"ucap Jessy menangis di pelukan suaminya


"Kak sebenarnya apa yg terjadi?"ucap Radit ke Zen dan keluarga Dirgantara datang


"Mama"ucap Metha memeluk mama nya menangis


"Zen Key mana?"ucap Alya khawatir Zen hanya diam dokter pun keluar


"Keluarga pasien"ucap dokter


"Iya dok"ucap Zen


"Maaf tuan kami harus mengatakan kabar duka jika pasien meninggal dunia kami turut berduka "ucap dokter menyerah kan surat kematian Key


"Siapa yg meninggal?"ucap Cakra membaca nya dan menjatuhkan surat nya


"A....anak ku ngak mungkin"ucap Cakra gemetar Zen hanya diam meneteskan air mata


"Kenapa mas!"ucap Alya mengambil surat nya


"Zen apa maksud nya kenapa di sini di nyata kan Key Meisa Dirgantara sudah meninggal apa rumah sakit ini mau momy tuntut!"ucap Alya tak percaya


"Maaf nyonya nona Key memang sudah meninggal"ucap dokter


"Ngak mungkin"ucap Alya masuk ke ruangan itu di ikuti yg lain terlihat seseorang di tutupi kain terbaring dengan kaku suster segera menyingkir memberi kan waktu


"I...ini bukan anak ku katakana Zen di mana anak ku"ucap Alya gemetar dan membuka kain itu dia tidak sanggup saat Cakra membukanya tangisan mereka pecah memang benar itu Key yg pucat pasi wajahnya terdapat tamparan dan kening nya ada luka


"K...key"ucap Alya gemetar menyentuh tangan Key yg dingin dan memerah karna rantaian tadi


"Bangun sayang"ucap Cakra mengusap rambut Key


"Kakak mohon Key bangun kamu bilang kau akan senang jika menjadi aunty mari kita periksa sama sama kita sudah di rumah sakit ayo Key hiks hiks hiks"ucap Metha mengoyakkan tubuh Key yg kaku


"Key maafkan kakak dantang terlambat menyelamatkan mu"ucap Zen menangis mencium pipi Key dengan lama


"Hiks hiks hiks Key kau mau melihat momy menderita"ucap Alya mencium tangan Key


"Sabar Alya"ucap Sakira menguatkan Alya dan memeluk nya dia juga sakit melihat Key meninggal


"Anak ku Sa"ucap Alya tidak mampu


"Sayang bangun lihat lah momy mu"ucap Cakra mengelus pipi Key

__ADS_1


"Lakukan sesuatu Sa aku mohon"ucap Alya .Sakira memeriksa dari detak jantung nadi dan sebagai nya dengan teliti


"Maaf Al seperti nya kita harus ikhlas kan Key pergi"ucap Sakira menghapus air mata nya kini giliran Radit mendekat memandang Key dan menyentuh tangan Key yg dingin di gengam nya tangan Key


__ADS_2